
Happy Reading.
***
Hari minggu yang begitu cerah kini Alysa habiskan dengan berjalan-jalan di mall, Alysa merasa bosan berada di rumah sendiri dan sahabatnya kini tengah sibuk dengan urusan masing-masing, Jerry kini juga tengah sibuk mengurus urusan kantor hingga Alysa hanya sendiri di mall.
Alysa sengaja menghabiskan waktu weekend nya kali ini untuk menghibur diri, karena setelah ini ia pasti akan sengajat jarang menghabiskan waktu untuk bersantai karena tugas kulia yang menumpuk. Jalan-jalan sendiri ternyata tak seburuk yang ia pikirkan karena dengan berjalan-jalan sendiri seperti sekarang ia bisa lebih bebas kemanapun dan selama apapun tanpa memikirkan siapapun.
Setelah merasa bosan berada di mall dan memebeli beberapa novel serta baju gadis itu memutuskan menuju cafe yang berada tak jauh dari mall tersebut.Alysa berjalan dengan santai menuju parkiran tapi entah mengapa Alysa merasa ada yang membuntutinya membuat gadis itu menjadi begitu was-was.
“Kok kek ada yang buntutin ya?” monalig Alysa sambil sesekali menoleh kebelakang namun yang ia lihat hanya para pengunjung yang tengah berlalu lalang tanpa mencurigakan.
“Perasaan gue aja kali ya,” ucap Alysa lagi pada dirinya sendiri lalu gadis itu dengan segera menuju mobilnya dan melajukan mobilnya menuju café dengan kecepatan sedang.
Saat sampai di café yang begitu klasik dengan ornamen yang intagramable itu Alysa segera memarkirkan mobilnya dan segera memasuki café. Duduk di meja bagian pojok dekat dengan jendala. Tak beberapa lama seorang pelayan datang untuk mencacat pesanan Alysa.
Alysa memperhatikan sekitar hingga tatapannya tertuju pada laki-laki yang duduk tak jauh darinya, laki-laki yang menggunakan pakaian yang begitu tertutup bahkan laki-laki itu menggunakan Topi, kacamata, juga masker hingga Alysa mengerutkan keningnya melihat laki-laki itu.
Tak lama Alysa memperhatikan laki-laki itu, seseorang duduk di depannya dan ternyata itu adalah Jerry, laki-laki itu masing menggunakan pakaian kantornya.
“Ngapain ke sini?” tanya Alysa dengan kerutan di dahinya.
“Abis meeting di deket sini terus liat mobil kamu ya jadi aku samperin,” ucap Jerry yang membuat Alysa mengangguk lalu menyodorkan minumannya pada Jerry.
“Makasih sayang,” ucap Jerry sambil mengelus punjak kepala Alysa sayang.
Suara petikan gitar dari arah oanggung mini yang tersedia membuat Alysa mengalihkan perhatiannya pada laki-laki misterius yang tadi ia tatap. Kini laki-laki itu tengah berdiri di panggung mini itu dengan gitar di tangannya.
Suara petikan gitar bersamaan dengan suara yang mulai mengalun, suara yang begitu indah namun sukses membuat Alysa menegang karena ia tahu siapa pemilik suara itu.
***
Setelah menyelesaikan urusan proyeknya seminggu yang lalu akhirnya Rakha kini bisa kembali ke tanah airnya. Setelah beristirahat selama seharian kini laki-laki itu memutuskan untuk menuju rumah gadis yang kini begitu di rindukannya.
Dan tepat saat Rakha sampai di rumah Alysa ternyata gadis itu baru akan keluar dari rumahnya, dari jarak yang lumayan jauh Rakha mulai mengikuti kemana gadis itu pergi dan ternyata gadis itu pergi ke mall.
Memilih beberapa baju juga Novel. Rakha sesekali tersenyum melihat gadis itu yang kini tengah membaca sinopsis novel. Walau tak bisa melepas rindu dengan memeluk gadis itu tapi ia begitu senang karena dapat melihat gadis yang sangat ia rindukan itu.
Belum saatnya ia datang di hadapan Alysa, ia tak ingin jika kehadirannya kali ini justru membuat luka untuk gadis itu. Rakha terus mengikuti gadis itu bahkan saat Alysa keluar dari mall sampai gadis itu berada di café seorang diri.
Rakha tahu jika dari tadi Alysa sesekali melihat ke arah nya namuna Rakha hanya bisa menundukkan kepalanya. Hingga tak beberapa lama seorang laki-laki, orang yang kini Rakha sangat benci duduk di depan gadis nya itu, Rakha mengepalkan tangannya marah saat melihat laki-laki itu mengelus puncak kepala Alysa.
Alysa hanya miliknya itu prinsip yang sampai sekarang tetap Rakha pegang karena sampai kapanpun Rakha tak akan pernah melepaskan gadis itu. Sesuatu yang sudah ia hak patenkan untuknya adalah miliknya dan terus akan begitu.
Rakha berjalan ke arah panggung mini yang berada di sana mengambil gitar lalu mulai memetiknya, hingga nada mulai mengalun dan suaranya keluar menyanyikan lagu sebagai pengungkapannya.
Kutatap dua bola matamu
Tersirat apa yang 'kan terjadi
Kau ingin pergi dariku
Meninggalkan semua kenangan
Menutup lembaran cerita
Oh sayangku, aku tak mau
Ungkap Rakha lewat nyanyian yang kini mengalun. Rakha menatap lurus pada Alysa dan laki-laki yang tak lain adalah Jerry yang kini juga tengah menatap ke arahnya. Ia tahu Alysa kini tengah menegang, bisa di pastikan Alysa sudha tahu siapa yang tengah menyanyi itu.
Kutahu semua akan berakhir
Tapi 'ku tak rela lepaskanmu
Kau tanya mengapa aku
Tak ingin pergi darimu
Dan mulutku diam membisu
Lanjut Rakha, kini tatapannya begitu lurus pada Alysa. Kaca mata hitam yang tadi ia pakai sudah ia lepas kini matanya dan mata Alysa saling bertatapan dengan tatapan yang begitu dalam.
Salahkah bila diriku
Terlalu mencintaimu
Jangan tanyakan mengapa
Karena aku tak tahu
Aku pun tak ingin bila
Kau pergi tinggalkan aku
'Tuk mencintaiku lagi
Lirih Rakha mengungkapkan keinginannya dengan tatapan permohonananya pada Alysa, Alysa masih setia berada di tempatnya dengan tatapan sedih yang bisa Rakha rasakan, Ia tahu gadis itu bisa menangis kapan saja.
Apakah yang harus aku lakukan
'Tuk menarik perhatianmu lagi
Walaupun harus mengiba
Agar kau tetap di sini
Lihat aku duhai sayangku
Para penonton yang berada di sana bagai terhanyut dalam setiap lirik yang Rakha nyanyikan, Rakha meyanyikannya dengan begitu tulus mengingat memang itu ungkapan yang kini dapat Rakha lakukan. Memohon dan mengibah rasa belas kasih Alysa agar mau kembali bersamanya ia tak masalah untuk melakukan itu.
Salahkah bila diriku
Terlalu mencintaimu
Jangan tanyakan mengapa
Karena aku tak tahu
Aku pun tak ingin bila
Kau pergi tinggalkan aku
'Tuk mencintaiku lagi
Tanpa terasa air mata Rakha mengalir membuat penonton cukup terkejut dan kagum dengan pembawaan Rakha, tanpa mereka tahu Rakha menyanyikan itu memang atas dasar rasa yang kini Rakha rasakan.
Dapat Rakha lihat Alysa sudah menangis dan keluar dari café di ikuti dengan Jerry di belakangnya membuat Rakha tersenyum getir melihatnya. Apa benar, apa yang papinya katakan jika Alysa sudah bersama Jerry? Tidak, biarkan kini Rakha menjadi peeran antagonis dalam kisahnya jika hal itu memang terjadi. Rakha tak akan membiarkan siapapun memiliki Alysa selain dirinya.
Menjadi egois tak masalah untuknya asalkan Alysa kembali menjadi miliknya, katakan saja jika ia sudah terobsesi pada Alysa tapi siapa ang tahu jika cinta Rakha untuk Alysa memang begitu besar hingga menjadi obsesi untuk dirinya sendiri.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_