
Happy Reading.
***
Suara musik mengalun dengan indahnya di mobil yang kini di tumpangi Alysa dan Jerry. Alysa sesekali ikut bernyanyi membuat senyuman Jerry tak pernah luntur dari wajah tampan Jerry apa lagi saat melihat Alysa yang terus bernyanyi sambil mengelus perut nya sangat menggemaskan.
"Jer, ke makam Eliza yuk," ajak Alysa ia sangat merindukan sahabat nya itu. Andai saja Eliza masih berada di sisi mereka mungkin akan sangat indah namun sayang sahabat nya itu telah tiada.
"Oke, pulang dari sana kita ke mall," saran Jerry yang mendapat anggukan semangat dari Alysa. Selanjutnya hanya ada keheningan di antara mereka Jerry yang sibuk menatap lurus kedepan dan fokus menyetir sedangkan Alysa yang menikmati perjalanan sambil bernyanyi dan mengelus perut besarnya.
Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di pemakaman yang cukup sepi. Jerry membantu Alysa turun dan merangkul pinggang Alysa membawa wanita itu menuju makan sahabat mereka. Kini mereka sudah tampak seperti ekluarga yang bahagia, Jerry yakin seratus persen jika saja ada orang yang melihatnya pasti mereka akan mengira jika Jerry dan Alysa adalah sepasang suami istri.
Setelah sampai di makan dengan tulisan di batu nisan nama Eliza. Alysa hanya bisa berdiri pasalnya perutnya yang besar itu membuatnya susah untuk jongkok.
"El, lo apa kabar? Lihat deh gue udah hamil nih," ucap Alysa sambil mengelus perut besarnya sambil tersenyum namun dengan tatapan sendunya.
"Sekarang gue sama Rakha udah menikah, sayang banget ya lo gak bisa dateng ke acara nikahan gue," ucap Alysa dengan helaan nafasnya. Air matanya tanpa sadar sudah mengalir membasahi wajahnya. Jerry membawa Alysa dalam pelukannya tidak tega melihat sahabatnya itu menangis.
"Udah Lys jangan nangis kasian Debay sama Eliza ikutan sedih liat kamu," ucap Jerry sambil mengelus punggung Alysa. Alysa mengangguk lalu menghentikan tangisnya. Jerry menangkup wajah Alysa lalu menghapus bekas air mata gadis itu.
"Ya udah ayo ke mall." Ajak Alysa membuat Jerry tersenyum melihatnya lalu mengangguk setuju.
"El, gue balik ya semoga lo di tempatkan di tempat terbaik," ucap Alysa berpamitan pada Eliza yang tentu tidak mendapat jawaban jika ada jawaban bisa lari terbirit-birit Alysa dan Jerry.
"Gue balik ya El," pamit Jerry juga dan akhirnya mereka berjalan bersisian menuju mobil Jerry masih dengan Jerry yang dengan setia merangkul pinggang Alysa.
Saat perjalanan menuju pusat perbelanjaan itu, tak ada yang membuka suara mereka fokus dengan kegiatan mereka masing-masing. Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di mall yang cukup besar. Jerry masih dengan setia merangkul pinggang Alysa membantu wanita hamil itu untuk berjalan.
"Mau kemana dulu, hm?" tanya Jerry pada Alysa saat mereka sudah sampai di dalam kawasan mall. Banyak mata pengunjung mall yang menatap mereka dengan berbagai tatapan bahkan tak jarang yang membicarakan jika mereka serasi, andai saja mereka tahu jika dua pasang orang itu bukanlah sepasang suami istri.
"Cari baju buat debay aja deh," ucap Alysa yang mendapat anggukan dari Jerry akhirnya mereka berjalan ke arah tempat yang menjual baju-baju bayi.
"Ihh itu lucu banget," ucap Alysa dengan gemas melihat baju bayi cewek berwarna biru dengan hiasan bunga yang sangat cantik.
"Emang anaknya cewek?" tanya Jerry mengerutkan keningnya sambil menatap Alysa penuh tanya. Pasalnya hingga kini ia masih tak mengetahui apa jenis kelamin calon anak sahabatnya itu tak ada dari Rakha ataupun Alysa yang menyinggung hal itu.
"Ya gak tau juga," ucap Alysa seadanya karena memang ia tidak ingin melihat apa jenis kelamin anaknya karena katanya biar suprise jika check up ia hanya menanyakan bagaimana kondisi anaknya.
"Ya udah cari baju yang netral aja dulu, nanti kalo udah berojol dan ketahuan cewek baru deh di beli," saran Jerry yang langsung membuat Alysa memberenggut kesal.
"Tapi nanti keduluan di beli orang Jer," ucap Alysa dengan tatapan sendunya pada baju bayi yang kini sudah berada dalam genggamannya. Ia begitu menyukai baju bayi tersebut walau ia tak tahu apa jenis kelamin anaknya.
"Ck, ya udah deh ambil aja," ucap Jerry akhirnya merasa tidak tega melihat wajah Alysa yang murung.
Setelahnya mereka mulai menjelajahi berbagai peralan bayi dan membeli dalam jumlah yang cukup banyak, karena bingung dengan jenis kelamin anaknya akhirnya ia memilih baju untuk anak laki-laki dan perempuan katanya biar adil.
Setelah puas membeli peralatan bayi akhirnya mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Kini mereka tengah berada di salah satu restoran untuk mengisi perut mereka.
Saat sedang memakan makanannya tiba-tiba suara di sampingnya Alysa membuat Alysa naik pitam.
"Kau mengatakan Rakha adalah suami mu tapi sekarang kau sedang bersama laki-laki lain dasar wanita tidak tahu malu," ucap suara di sampingnya membuat Alysa membulatkan matanya dan membalikkan badannya menghadap wanita yang kini menatap meremehkan pada Alysa.
"Ckck, pelakor satu ini maunya apa coba? Dia kakak ku jika kau tidak tahu apapun lebih baik diam saja," ucap Alysa sambil menggelengkan kepalanya yang balik meremehkan Wanita di depannya yang tak lain adalah Jessica.
Jessica terdiam merasa malu karena ucapannya yang salah sedangkan Alysa yang melihat raut wajah Jessica yang berubah tertawa meremehkan Jessica.
"Aku tau kau wanita yang baik, jadi aku mohon jauhi suami ku, kau cantik jadi pasti bisa mencari laki-laki yang lain jangan dekati suami ku lagi." ucap Alysa sambil mengelus pundak Jessica. Jessica hanya terdian bingung harus menjawab apa.
****
"Rakha," suara teriakan dari Alysa membuat Rakha mendengus, istrinya itu saat hamil maupun tidak tetap saja suaranya seperti toa masjid yang ia tahu banyak wanita hamil suaranya akan mengecil dan susah berteriak namun berbeda dengan istrinya itu.
"Kenapa sih sayang?" tanya Rakha yang baru saja keluar dari kamar mandi di ruangannya. Kini Alysa tengah berada di ruangan Rakha, sesuai permintaan nya dengan Jerry untuk mengantarkan wanita itu kekantor Rakha.
"Aku pengen ayam montok, ayam yang warna warni itu," ucap Alysa dengan matanya yang berbinar menatap ponselnya yang menampilkan ayam warna warni.
"Susah yang carinya," ucap Rakha sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Rakha," mohon Alysa dengan puppy eyes-nya dan mengelus perutnya membuat Rakha jadi tidak tega menolak permintaan Alysa.
"Huft bentar aku suruh asisten aku cari dulu," ucap Rakha namun langsung di cegah oleh Alysa. Membuat Rakha mengerutkan keningnya bingung.
"Aku pengen Anji yang nyariin," ucap Alysa lagi yang langsung mendapat anggukan dari Rakha yang langsung menelfon Anji untuk mencarikan ayam untuk istrinya.
Cukup lama menunggu hingga akhirnya pintu ruangan Rakha di ketuk dan menampilkan Anji dengan wajah masamnya sambil membawa ayam yang di minta oleh Alysa. Alysa yang melihat itu langsung tersenyum senang.
"Ihh Anji makasih," ucap Alysa girang dan langsung mengambil ayam yang di bawa Anji dengan semangat.
"Gak bapak, gak emak, gak anak yang bahkan belum lahir sama aja sama-sama ngerepotin," dengus Anji sambil mendudukkan bokongnya di sofa berhadapan dengan Alysa. Tak ada yang menghiraukan ucapan Anji karena Alysa sudah sibuk dengan ayamnya dan Rakha sibuk dengan berkas di hadapannya membuat Anji mengelus dadanya sabar menghadapi keluarga absurd di depannya itu.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_