
Happy Reading.
***
Alysa sedari tadi terus menggerutu karena lelah tapi Rakha yang memang iseng dan suka mengerjai istrinya itu malah tidak perduli dan tetap berjalan di depan Alysa meninggalkan istrinya itu tapi tidak terlalu jauh jadi Rakha masih bisa mengawasi istrinya.
Kini Alysa dan Rakha sudah ada di China tepatnya di Tembok Besar Tiongkok. Alysa yang sudah lelah menaiki tangga yang begitu banyak itu akhirnya memutuskan untuk duduk dan selonjoran di jalan, Rakha yang melihat itu menepuk jidatnya. Alysa yang berulah dia yang malu melihat tingkah wanitanya itu. Memiliki wanita barbar memang perlu tingkat kesabaran tinggi dan muka tebal.
"Bangun woi, elah malu-maluin mulu lo Yang," dengus Rakha sambil membantu Alysa untuk berdiri. Alysa mengerucutkan bibirnya kesal mendengar ucapan Rakha, melihat tingkah istrinya itu membuat Rakha gemas dengan gadisnya itu.
"Capek tau Kha," ucap Alysa dengan dengusannya sambil kembali duduk di tangga dan menselonjorkan kakinya. Rakha yang melihat itu hanya bisa menggeleng.
Lalu Rakha berjongkok di depan Alysa lalu menyuruh istrinya itu untuk naik ke punggungnya. Alysa tersenyum senang lalu segera berdiri dan naik ke atas punggung Rakha dan mulai melanjutkan perjalanan lagi.
"Kha aku berat gak?" tanya Alysa saat mereka mulai berjalan. Alysa mengeratkan pegangannya sambil menumpukan kepalanya pada pundak Rakha.
"Berat lah, badan segede gaban gini," ucap Rakha dengan nada mengejeknya berniat mengerjai Alysa sebenernya Alysa itu tidak seberat yang Rakha ucapkan. Hanya saja laki-laki itu sangat senang menggoda istrinya.
"Ihhh jahat banget sih, kalau gitu aku gak mau hamil aja deh kalau hamil pasti tambah gemuk terus berat," ucap Alysa dengan kesalnya. Biar tahu Rakha, ia yang mengerjai Rakha tapi kini malah laki-laki itu yang kenak bomerang sendiri.
"Eh ya jangan dong Yang, meskipun kamu berat, gemuk atau apalah aku tetep sayang kok," ucap Rakha sambil tersenyum pada Alysa yang juga di balas senyuman gadis itu.
****
Alysa kini tengah sibuk membereskan barang barangnya dan juga Rakha pasalnya besok mereka akan ke Paris tempat tujuan terakhir mereka sebelum kembali ke Indonesia.
"Sayang aku mau mandi siapin air," ucap Rakha tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponselnya laki-laki itu tengah bermain game dengan serius di ponselnya. Alysa mendengus melihat sikap suaminya itu, setelah menikah Rakha menjadi semakin manja dan mengesalkan.
"Aku lagi sibuk Kha, mending kamu siapin sendiri," ucap Alysa yang memang sedang sibuk membereskan pakaian mereka. Tidak ada niatan dari Rakha untuk membantu Aysa membereskan pakaian mereka dan malah sibuk bermain game Alysa sudah memiliki rencana untuk menghapus game dari ponsel Rakha.
"Gak mau Yang, rasanya beda kalo kamu yang siapin. Aku ini juga lagi sibuk," ucap Rakha tetap pada posisi semula. Memang apa yang berbeda? Rasanya pasti sama saja bukan?. Dan Rakha sedang sibuk? Ponselnya mulai tadi mode miring memainkan game.
"Sibuk ngapain sih? Lagi ngegame itu," tanya Alysa sambil berdiri menuju kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Rakha.
"Bodo," ucap Rakha dengan santainya dan fokus pada ponselnya.
"Dih goblok," ucap Alysa sambil melemparkan baju mandi pada Rakha.
"Ini mulutnya gak sopan banget sama suami," ucap Rakha sambil menyentil bibir Alysa dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhny
Setelah Rakha masuk kamar mandi dengan segera Alysa mengambil ponsel Rakha dan menghapus game yang berada di ponsel suaminya itu tanpa memikirkan bagaimana nanti jika Rakha mengetahuinya. Setelah selesai Alysa segera meletakkab ponsel Rakha ketempatnya semula.
Tak beberapa lama rakha sudah keluar dari kamar mandi Alysa segara siuk dengan pekerjaannya yang tertunda agar Rakha tidak curiga, dengan santai Rakha merebahkan tubuhnya di kasur king size nya dan mengambil ponselnya matanya terbebelalak saat game kesayanagannya tidak ada.
"Yang tadi kamu main ponsel aku?" tanya Rakha pada gadisnya itu sambil menatap lurus pada Alysa.
"Engga," ucap Alysa singkat sambil mengulum bibirnya menahan tawa melihat wajah panik Rakha.
"Yang serius nih game aku kok ke uninstal ya?" ucap Rakha dengan mengerucutkan bibirnya kesal kii laki-laki itu berjalan kearah Alysa lalu duduk di hadapan Alysa sambil menatap curiga pada Alysa yang terlihat sangat sibuk.
"Ya mana aku tau," sinis Alysa sambil menertawakan Rakha dalan hatinya.
"Pasti kamu yang hapus kan Yang?" todong Rakha menyipitkan matanya curiga pada Alysa yag kini malah menampilkan deretan gigi putih nya.
"Alysa," teriak Rakha tertahan sambil menjambak rambutnya frustasi ia lupa kata sandi akunnya itu dan Alysa dengan seenaknya menghapus gamenya, apa Rakha harus memulai semua dari awal lagi?
"Kenapa sayang?" tanya Alysa dengan senyumannya sedangkan Rakha sudah menampilkan raut sedihnya.
"Tau ah," ucap Rakha dan segera menuju kasur king sizenya dan munutupi seluruh tubuhnya ia sangat kesal pada Alysa tapi apa yang bisa ia lakukan? Marah pada Alysa? Jelas saja Rakha tidak bisa .
****
Alysa memandang wajah Rakha yang sedang tertidur di sampingnya dengan wajah polosnya yang begitu menawan. Dengan matanya yang masih tertutup Rakha menarik tubuh Alysa untuk mendekat padanya hingga tubuh polos mereka berdua saling bersentuhan. Karena tadi malam Rakha terus merajuk karena game nya Alysa hapus jadilah Alysa harus merayu Rakha dengan berbagai cara agar suaminya itu tidak marah lagi namun semua itu berujung pada Rakha yang meminta jatah.
Alysa yang merasa risih dan malu segera melepaskan pelukan Rakha tapi bukannya terlepas pelukan Rakha semakin mengerat pada tubuh Alysa.
"Rakha bangun ih udah pagi kita harus berangkat ke Paris sekarang," ucap Alysa sambil mengelus wajah Rakha.
"Morning kiss," ucap Rakha sambil menunjuk bibirnya. Alysa segera melakukan apa yang Rakha mau lalu segera melepaskan pelukan Rakha sedangkan Rakha sudah tersenyum. Alysa menuju kamar mandi dengan menggunakan selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Gak usah di tutupin kali Yang aku udah sering lihat," ucap Rakha dengan senyuman menggodanya pada Alysa. Alysa segera berlari ke kamar mandi karena malu dengan ucapan Rakha.
Setelah selesai dengan acara mandinya Alysa langsung menyiapkan air mandi untuk Rakha dan memesan makanan untuk mereka akan mereka sarapan di kamar.
"Rakha mandi dulu airnya udah aku siapin," ucap Alysa sambil berjalan kearah meja rias nya. Alysa mullai memolos wajahnya dengan makeup tipis yang meninggalkan kesal natural.
"Gak ada mandi sendiri sana," ucap Alysa dan langsung mendorong Rakha menuju kamar mandi dan menguncinya dari luar.
"Sayang buka aku udah selesai," teriak Rakha setelah hampir setengah jam ia membersihkan tubuhnya.
Alysa segera berjalan kearah pintu kamar mandi dan membukanya. "Keringin rambut aku dong yang," ucap Rakha sambil menyodorkan handuk kecil pada Alysa dan langsung terima oleh Alysa.
Rakha duduk di meja rias sambil menghadap perut Alysa karena kini Alysa berdiri di depannya.
"Aku gak sabar deh liat perut kamu keisi sama Rakha junior," ucap Rakha sambil mencium perut Alysa. Alysa hanya tersenyum menanggapi ucapan Rakha dan melanjutkan mengeringkan rambut Rakha.
****
Kini Alysa dan Rakha sudah berada di Rossy Airport salah satu bandara internasional di Paris. Rakha merangkul Alysa dengan posesif untuk keluar dari bandara. Setelah menemukan orang suruhan papinya Rakha dan Alysa segera menuju hotel untuk istirahat.
Rakha memasuki kamar hotelnya dan segera meletakkan barang-barangnya lalu melempar tubuhnya di kasur bersama Alysa yang berada di sampingnya.
Mereka langsung tertidur karena kelelahan dalam perjalanan. sampai tak terasa mereka tertidur hingga pagi.
Rakha yang terlebih dulu bangun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya membiarkan istrinya yang masih tertidur dengan lelapnya.
Setelah selesai mandi baru lah ia membangunkan istrinya itu untuk mengajaknya berjalan-jalan di Paris.
"Sayang bangun udah pagi," ucap Rakha sambil menngecup bibir Alysa sekilas membuat si empunya segera bangun. Alysa berjalan kearah kamar mandi sedangkan Rakha yang masih menggunakan baju mandinya malah menuju balkon dan menyuruh pelayan hotel untuk membawakan dirinya dan Alysa sarapan.
Alysa baru saja selesai dengan ritual mandinya dan sudah menggunakan pakaiannya. Alysa mengerutkan keningnya saat tak melihat Rakha berada di kamarnya lalu ia melihat pintu balkon yang terbuka dengan segera Alysa kesana dan melihat Rakha yang sedang menikmati kopinya.
"Kamu kenapa belum pakai baju?" tanya Alysa sambil duduk di samping Rakha.
"Sengaja nunggu kamu, biar kamu yang pakein," ucap Rakha dengan cengiran nya sedangkan Alysa malah memutar matanya malas.
"Cepet sana pakai baju," usir Alysa. Rakha akhirnya mengalah dan segera bersiap. Setelah selesai ia langsung menghampiri Alysa di balkon.
****
Suasana malam di Paris sangat menenangkan apa lagi menara Eiffel yang menjulang tinggi dengan lampu yang menghiasinya.
"Indah banget ya," ucap Alysa sambil menatap menera didepannya.
"Masih kalah indah sama istrinya Rakha," ucap Rakha sambil melihat kearah Alysa tersenyum pada wanitanya.
"gombal mulu ih," ucap Alysa menghembuskan nafasnya kasar sedangkan pipinya sudah memerah karena malu.
"Aku serius Yang," ucap Rakha lalu memeluk Alysa dari samping. Membawa Alysa dalam dekapan. Kini Rakha hanya bisa berdoa agar semua ini bertahan hingga maut yang memisahkannya dengan Alysa.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_