
Happy Reading`.
***
Malam ini langit terlihat begitu cerah dengan banyak bintang yang menghiasi langit malam ini, langit yang begitu indah sepertinya sedang berbeda pendapat dengan seorang gadis yang kini hanya diam termenung menatap pantulan dirinya di depan cermin dengan pandangan kosong.
"Nona anda kenapa?" tanya perias yang sudah di sewa untuk membantu Alysa memakai makeup nya. Tak ada jawaban dari Alysa membuat sang perias menepuk pundak gadis itu.
"Eh iya kenapa?" tanya Alysa yang terkejut karena perias itu menepuk pundaknya. Sang perias hanya menatap Alysa dengan senyumannya.
"Apa anda baik-baik saja?" tanya perias tersebut yang hanya Alysa balas dengan anggukan. Jujur saja ia masih memikirkan tentang cincin pertunangannya yang hilang, Rakha memang tidak marah padanya tapi tatap saja ia masih merasa bersalah.
"Iya," ucap Alysa sambil menganggukkan kepalanya.
"Anda terlihat sangat cantik nona," ucap perias itu dengan senyumannya yang Alysa balas dengan senyuman.
Setelahnya tak beberapa lama pintu kamar Alysa terbuka menampilkan ibunya yang tengah tersenyum ke arahnya. Mamanya itu terlihat sangat cantik dengan Dress berwarna putihnya karena memang malam ini Dress code nya adalah putih.
"Sudah siap sayang? Rakha sudah nunggu di bawah," ucap Karin yang Alysa balas dengan anggukan lalu Alysa berjalan keluar dari kamarnya bersama dengan Mamanya itu dan benar di bawah sudah ada ketika laki-laki yang cintainya tengah mengobrol bersama dengan jas putihnya yang terlihat begitu indah dan membuat ketiga laki-laki itu terlihat begitu tampan.
"Nah itu Alysa," ucap Rey yang pertama kali melihat adiknya yang turun dari tangga bersama dengan Mamanya itu.
Rakha menatap gadisnya itu penuh kagum, Dress yang i belikan untuk Alysa waktu itu terlihat begitu pas untuk gadisnya itu. Alysa terlihat begitu cantik dengan Dress putihnya dengan rambutnya yang di tata waterfall french braid begitu cantik dan indah dengan make up tipisnya.
"Awas ngeces Kha," ucap Rey menggoda Rakha dengan kekehannya yang langsung membuat Rakha salah tingkah.
"Udah yuk kita berangkat nanti telat," ucap Andi menengahi dan setelahnya akhirnya mereka menuju mobil masing-masing Rakha bersama Alysa, Karin bersama Andi, dan Rey sendiri begitulah nasib jomblo yang selalu sendiri. Mereka membawa mobil masing-masing lengkap dengan sopirnya.
Mereka akhirnya melajukan mobilnya menuju gedung yang sudah di sewa untuk tempat berlangsungnya acara. Mobil kedua orang tua Alysa berada di bagian depan di susul dengan mobil Rey, baru setelahnya mobil Rakha dan Alysa.
Tak memerlukan waktu yang lama cukup waktu dua puluh menit akhirnya mereka sampai di depan sebuah gedung yang sangat besar dan mewah. Di depan gedung itu sudah banyak wartawan yang datang.
Penjaga yang melihat mobil mereka datang langsung membukakan pintu, saat melihat Rakha dan Alysa yang datang banyak yang memotret mereka. Mengingat pasangan itu merupakan anak dari keluarga yang sangat terpandang. Banyak yang mengira jika hubungan mereka adalah karena perjodohan tapi saat banyak teman mereka yang mengatakan jika hubungan itu sudah berjalan semenjak mereka masih putih abu-abu akhirnya rumor itu dengan mudah di tepis.
Rakha merangkul pinggang Alysa posesif memasuki gadung besar yang di dalamnya terlihat begitu indah dengan banyak makanan dan berbagai tumpuk minuman yang tertata dengan indah.
"Rakha kok banyak banget wartawann ya?" cicit Alysa berbisik pada Rakha yang hanya di balas dengan senyuman oleh laki-laki itu sambil mengelus puncak kepala Alysa sayang.
"Soalnya aku populer," canda Rakha yang di balas dengan Alysa yang memutar malas matanya ia sudah sangat jengah dengan sikap pede tunangannya itu.
"Kita cari Mami sama Papi dulu ya," ucap Rakha lalu mereka menuju Mami dan Papi Rakha yang ternyata tengah berkumpul bersama nenek dan Kakek Rakha dari Ayah dan Ibu nya itu.
"Wah coba lihat siapa yang datang," ucap Amira saat melihat Cucu, serta calon menantu dan besannya yang tengah berjalan ke arah mereka dengan senyuman yang mengembang.
Selanjutnya mereka saling menyapa dengan begitu bersemangat, sekedar cipika-cipiki yang di lakukan oleh para kaum hawa sedangkan kaum adam hanya bersalaman.
"Bukankan ini kali pertama kita bertemu cantik?" tanya nenek Rakha lebih tepatnya ibu Renata yang di balas dengan anggukan oleh Alysa sambil tersenyum.
"Perkenalkan nama ku Indah dan ini suamiku Bian," ucap Indah memperkenalkan dirinya. Selanjutnya Keluarga Alysa juga ikut memperkenalkan dirinya pada orang tua Renata.
"Maaf Ma, tapi saat itu Mama dan Papa sedang berada di luar negeri," ucap Renata menjelaskan yang di balas dengan dengusan oleh Indah.
Selanjutnya mereka mengobrol banyak hal hingga jam menunjukkan pukul delapan menandakan acara akan di mulai. Mc memulai acara selanjutnya acara sambutan dari Briya.
Pria itu berjalan ke arah panggung lalu memulai acara pidatonya sekaligus menyampaikan jika Rakha yang setelah ini menggantikan posisinya sebagai CEO.
"Selamat malam semuanya," sapa Briyan membuka pidatonya yang di jawab dengan serentak oleh tamu undangan yang hadir.
"Baiklah malam ini saya tak ingin bayak berbicara saya hanya ingin menyampaikan jika posisi saya sebagai CEO dari A.R Compeny akan di gantikan oleh anak saya Tarakha Akhdan Abrisyam." Ucap Briyan dengan senyumannya sambil menoleh ke arah anaknya itu mengisyaratkan pada Rakha untuk naik ke atas panggung dan berdiri di sampinganya.
"Selamat malam semua. Saya Rakha yang akan menggantikan ayah saya sebagai CEO baru untuk A.R Compeny semoga setelah ini perusahaan yang saya pegang akan semakin berkembang dan sukses," ucap Rakha sambil mengangkat gelas yang di bawanya yang langsung di ikuti yang lainnya menandakan acara peresmian itu di terima.
Selanjut Briyan dan Rakha mulai turun dari panggung dan setelahnya mulai menemui tamu yang lainnya untuk sekedar menyapa tamu dan rekan bisnis nya yang di undang karena memang pesta itu hanya di isi oleh para petinggi perusahaan beserta keluarganya bahkan karyawan pun tak ada yang di undang selain para Direktur, Manager, dan petinggi lainnya. Dan Tentu sahabat Rakha yang juga di undang.
"Woy lah congrat boy," ucap Josep pada sahabatnya itu di balas dengan anggukan dan senyuman oleh Rakha. Sahabat Rakha yang lainnya juga datang hanya Veno, Retta, dan Adrin, Eliza yang tak datang mengingat jarak yang jauh dan Veno laki-laki itu masih setia berada di jogja mengurus perusahaan papa nya di sana sembari menunggu Retta lulus sangat manis bukan. Sedangkan Eliza, Dokter masih melarang gadis itu untuk keluar dari rumah sakit mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan. Ibram bahkan juga datang dan ikut berkumpul bersama dengan kekasihnya yang mereka bawa.
Saat para tamu sedang sibuk berbincang Rakha mulai menaiki panggung membuat Alysa dan para sahabatnya mengerutkan keningnya melihat Rakha yang kembali menaiki panggung.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_