
Happy Reading.
***
"Nunggu apa lagi mbak? silahkan keluar," ucap Rosa lagi, tapi bukannya pergi Alysa malah menuju sofa yang tersedia dan langsung duduk di sana menunggu Rakha menghampirinya, sebenarnya ia bisa saja menanyakan pada Rakha di mana ruangan laki-laki itu dan menuju ke sana sendiri namun ia ingin semua orang tau jika ia adalah tunangan Rakha lagi pula pasti nanti dua cabe itu akan memanggil scurity untuk mencegahnya masuk jadilah Alysa meminta Rakha yang menjemputnya.
Rosa menghampirinya sambil menatap marah pada Alysa yang bukannya pergi malah duduk di sofa dengan santainya dan memainkan ponselnya dengan tak peduli pada sekitarnya.
"Bukannya pergi malah duduk di sani, nunggu apa lagi sih? mau minta sumbangan?" tanya Rosa dengan mengejek. Alysa memelototkan matanya kesal. Sebentar lagi juga malah Rosa yang akan meminta sumbangan pada Alysa.
"Ngomong mulu sih mbaknya? budek nih telinga saya dengernya," ucap Alysa kesal dan masih duduk dengan nyaman di posisinya sambil memegang telinga.
"Keluar sekarang atau saya panggil security," bentak Rosa yang tak di hiraukan Alysa.
"Security, seret orang ini keluar," ucap Rosa dengan berteriak, dua orang security langsung menghampirinya dan menyeret Alysa untuk keluar tapi Alysa terus memberontak kemarahan Alysa sudah Hendak meledak sampai sebuah suara terdenar di indra pendengarannya.
"Ada apa ini?" tak beberapa lama sebelum Alysa sampai di luar, Rakha langsung datang menghampirinya.
"Ini pak, wanita ini belum ada janji dengan anda tapi ngotot ingin menemui anda dan mengaku-ngaku tunangan bapak," ucap Rosa menjelaskan dengan suaranya yang mulai lembut saat berbicara pada Rakha dan hal itu membuat Alysa muak mendengarnya.
"Kamu gakpapa sayang?" tanya Rakha menghampiri Alysa dan hal itu sukses mambuat karyawannya memelototkan matanya mendengar Rakha dengan suara lembutnya memanggil Alysa sayang.
"Dia ini memang tunangan saya," ucap Rakha datar dan menatap marah pada dua security yang dengan berani menyentuh gadisnya dan menyeret gadisnya itu.
"Maaf Pak, saya tidak tau," ucap Rosa sambil menunduk dalam karena takut pada Rakha. Semua karyawannya sudah tau bagaimaa Rakha jika laki-laki itu sudah marah.
"Ayo sayang," Rakha merangkul pinggang Alysa posesif menuju ke ruangannya tapi baru beberapa langkah Alysa langsung membalikkan badannya.
"Ingatkan saya untuk segera memecat kalian saat saya menjadi istri Rakha," ucap Alysa dan kembali berjalan namun sebelumnya Alysa mengarahkan kedua jarinya ke matanya dan ke dua wanita yang sudah menghinanya. Sambil mengatakan "mati kau," dengan gerakan bibir tanpa suara , Alysa menyeringai puas dan setelahnya ia bener-benar tak terlihat bersama Rakha.
****
"Aku gak suka ya sama sekertaris kamu itu," ucap Alysa sambil duduk di singgah sana Rakha sedangkan Rakha sedang berdiri di depan Alysa. Mereka sudah seperti atasan yang sedang memarahi bawahannya.
"Dia bilang kamu calon suaminya dia lagi, kamu kegatelan ya sama dia?" Alysa menyipitkan matanya curiga, dengan cepat Rakha langsung menggeleng tidak setuju dengan ucapan Alysa. Bahkan, karyawannya tak ada yang berani dengannya karena ia terkenal galak, dingin, cuek dan arogan.
"Kamu jangan macem-macem ya kalau kerja, kalau kerja itu kerja yang bener jangan kegatelan jadi cowok," peringatan Alysa. Rakha hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya tanpa menatap Alysa. Alysa m terlihat menyeramkan jika sedang marah dan karena ulah sekertaris serta respsionisnya itu kini Rakha harus menanggung kemarahan Alysa.
Suara ketukan pintu mengganggu aksi Alysa yang tengah memarahi tunangannya itu.
"Masuk," ucap Alysa. Dan Rakha kini berjalan kearahnya namun segera di cegah oleh Alysa.
"Kamu tetep di sana, tetep nunduk." Alysa menunjuk tempat Rakha tadi berdiri, dan lagi- lagi Rakha hanya bisa menurut tanpa bisa melawan Alysa. Jika ia melawan bisa di pastikan tunangannya itu akan marah dan akan susah membujuknya.
Dina, masuk kedalam ruangan dengan kepalanya yang menunduk, ia berdiri tak jauh dari Rakha dan menghadap ke arah Alysa. Dini sempat menatap Rakha tak percaya bagaimana bisas atasannya yang terkeal galak itu kini berdiri ssambil menunduk hanya karena perintah dari tunangannya itu.
"Maaf Bu, saya mau mau minta maaf masalah tadi," ucap Dina yang masih menundukkan kepalanya tidak berani menatap alysa yang sepertinya lebih berkuasa dari Rakha ingat kata pepatah 'Di atas langit masih ada langit' mmungkin itu pepatah yag pas untuk Rakha sekarang di atas Rakha yang arogan masih ada tunangannya yang mampu membuat Rakha takluk. Calon suami takut istri.
"Nope, sudah saya maafkan. Bekerja lah dengan baik beberapa bulan lagi di sini karena setelah saya menikah dengan Rakha karyawan seperti kamu harus saya musnahkan," ucap Alysa dengan kejamnya. Alysa kini sudah seperti pemeran antagonis dalam sebuah cerita membuatnya terkikik geli dalam hatinya melihat ia yang belajar jadi orang jahat seperti ini jika kalian bertanya dari mana Alysa menjadi jahat? Tentu saja dari kakaknya saat setelah Rakha meminta restu padda Rey saat itu.
"Saya mohon Bu jangan pecat saya," mohon Dina, dan Rakha tak bisa berbicara apapun karena Alysa yang menyuruhnya untuk tetap diam.Meskipun bukan Alysa yang memecatnya Rakha juga akan memecat gadis itu karena dengan berani gadis itu bersikap tidak baik pada Alysa dan karenanya juga Rakha berada dalam masalah.
"Kita lihat saja nanti, jika kamu tetap bersikap seperti itu saya gak akan segan-segan untuk segera memecat kamu, paham?" tanya Alysa dengan suaranya yang ia buat se datar mungkin untuk mendalami peran nya.
Setelah Dina menutup pintunya, Rakha berjalan kearah Alysa dan menghiraukan Alysa yang menyuruh untuk berheti.
Rakha mendekatkan wajahnya pada wajah Alysa, meletakkan tangannya di pegangan kursi kebesarannya. Mengurung Alysa dalam kungkungannya.
"Udah bisa jahat ya sekarang," Rakha menyeringai membuat Alysa merinding melihara Rakha.
"Rakha, awas ihh," ucap Alysa mengusir Rakha. Namun dengan isengnya Rakha malah mencium Alysa dengan lembut. Setelah merasa kehabisan nafas ia menyudahi aksinya lalu mengecup bibir Alysa sekilas.
"Jadi mau apa kamu kesini, hm?" tanya Rakha pada Alysa yang masih menetralkan detak jantungnya dengan pipinya yang sudah memerah.
"Hmm itu, tadi aku bosen jadi aku kesini aja sekalian mau ngasih tau besok aku ada acara kampus, temenin aku ya," ajak Alysa dengan senyumanannya.
"Ok aku temenin, acaranya malam?" tanya Rakha dan kini ia duduk di sofa yanga ada di ruangannya lalu Alysa juga ikut duduk di sana menyusul Rakha.
"Iya malam, yang lain juga dateng kok kan acaranya ngundang alumni juga dan mahasiswa nya boleh bawak pasangan," ucap Alysa sambil duduk dipangkuan Rakha, karena Rakha menariknya agar duduk di pangkuannya saat Alysa berjalan menuju sampingnya.
Mereka menikmati hari mereka di kantor Rakha sambil bercerita dan bercanda, Alysa dengan setia menunggu Rakha yang bergulat dengan tugasnya hingga selesai. Anggap saja sebagai balasan untuk Rakha kerena sudah mau menemaninya saat menyelesaikan tugasnya.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_