
Happy Reading.
***
Detik berubah menjadi menit, menit berubah menjadi jam, dan jam berubah menjadi hari. Dan hari ini adlah hari bahagia dan di tunggu-tunggu oleh keluarga serta mempelai yang kali ini akan melangsungkan pernikahan.
Alysa menghembuskan nafasnya berkali-kali hari ini ia akan resmi menjadi istri dari seorang Tarakha Akhdan Abrisam jika tidak akan ada kendala yang terjadi. Dan semoga saja kendala itu tidak akan terjadi. Alysa yang awalnya belum siap untuk hari ini kini ia begitu menantikan hari ini tiba ia ingin segera memiliki Rakha seutuhnya.
Alysa kembali menatap penampilannya di depan cermin yang menampilkan wajah cantik Alysa dengan polesan make dan dan rambut yang di sanggul kebelakang jadi satu menyisakan beberapa helai rambut yang sengaja di biarkan menambah kesan cantik dari Alysa. Kini Alysa sudah berada di salah satu kamar hotel yang dipakai untuk tempat ia berhias. Akan nikah dan acara resepsi memang sengaja di laksanakan di satu tempat agar tidak ribet.
"Wah mbak cantik banget," puji Risa ia merupakan salah satu perias terkenal yang sering di undang ke acara bergengsi di luar Negeri dan keluarga Rakha sengaja mengundangnya untuk merias Alysa, mereka ingin calon keluarga baru mereka itu terlihat sempurna.
"Ini juga berkat tante," ucap Alysa dengan senyumannya. Ia juga begitu takjub saat melihat penampilannya di cermin yang menampilkan wajahnya yang begitu cantik bahkan ia tak menyangka jika itu adalah dirinya.
Suara pintu dibuka mengalihkan tatapan Alysa pada ketiga sahabatnya yang kini berjalan ke arahnya. Senyuman yang begitu indah terbit dari wajah cantik sahabatnya yang kini kompak menggunakan dress berwarna coksu.
"Huaa gue gak nyangka lo bakalan nikah juga," ucap Lia sambil memeluk Alysa dengan erat dan diikuti oleh kedua temannya yang lain.
Alysa menghembuskan nafasnya saat mengingat mereka tidak lengkap. Karena salah satu sahabat mereka kini tengah menatap mereka dari jauh, Alysa sangat merindukan Eliza andaikan saja gadis itu berada di sini.
"Lo kenapa nangis Lys?" tanya Adrin saat melihat Alysa yang mulai mengeluarkan air matanya. Sahabatnya yang lain serta perias yang ada di sana juga ikut menatap Alysa bingung.
"Gue kangen Eliza," ucap Alysa sambil menangis. Temannya yang lain jadi ikut menangis mendengar ucapan Alysa. Mereka memang sangat merindukan gadis itu, meskipun Eliza pernah berbuat jahat pada mereka tapi tetap saja Eliza adalah sahabat mereka.
"Aduh ini kenapa anak Mama nangis? Make up nya jadi luntur kan. Kasian lo mertua kamu udah bayar mahal malah kamu rusak," ucap Karin yang baru saja datang dan melihat anaknya dengan ketiga sahabatnya tengah menangis bersama.
"Mbak tolong perbaiki lagi ya," ucap Karin menyuruh Risa untuk memperbaiki make up anaknya yang sedikit rusak.
"Ibu gak mau ngucapin apa dulu buat Alysa? Nanti habis saya rias malah ibu ngucapin kata-kata yang bikin Alysa nangis lagi kan saya juga yang capek," ucap Risa mengingat sambil tertawa yang juga di balas kekehan oleh yang berada di sana.
"Oh iya saya mau ngomong dulu deh," ucap Karin lalu kini wanita itu duduk disamping Alysa sambil menggenggam tangan anak gadisnya itu. Sahabat Alysa hanya diam sambil memperhatikan interaksi ibu dan anak itu.
"Sekarang kamu sudah akan menjadi istri orang, buka anak manja Mama lagi. Kamu harus bisa mengurus rumah tangga kamu dengan baik dan melayani suami kamu dalam hal apapun," ucap Karin menjeda ucapannya sejenak. Alysa hanya menatap Mamanya dalam.
"Termasuk malam pertama Lys jangan lupa," ucap Lia menambahkan dan langsung mendapatkan jitakan dari sahabatnya yang lain. Karena Lia menyela ucapan Mama Alysa. Sahabatnya yang satu itu memang pintar sekali merusak suasana hingga ingin rasanya Alysa menenggelamkannya jika saja Lia bukan sahabatnya mungkin sudah dari dulu ia lakukan.
"Kamu harus nurut sama suami jangan ngelawan karena sekarang surga kamu bukan di telapak kaki Mama lagi tapi di telapak kaki suami kamu. Karena disaat seorang anak gadis menikah maka ridho dan surga nya berada pada suaminya," ucap Karin menjelaskan. Alysa sudah meneteskan air matanya kembali mengingat ia akan memikul tanggung jawab besar dan ia akan tinggal berjauhan dari orang tuanya yang sudah merawatnya sedari kecil.
"Jangan nangis sayang, Mama percaya kamu pasti bisa. Inget sayang wanita hebat itu bukan wanita yang hebat dalam dunia karir tapi wanita hebat adalah wanita yang sukses dalam rumah tangga dan karir nya," ucap Karin sambil memeluk anaknya yang juga di balas pelukan oleh Alysa.
"Adik gue udah mau nikah aja," ucap Rey yang baru saja memasuki ruangan. Alysa menatap sendu pada kakaknya yang masih jomlo itu merasa iba karena belum mendapatkan belahan jiwanya hingga ia harus melangkahi kakaknya.
"Diem lo, gue tuh miris liat lo udah tua masih aja jomlo," ucap Alysa ketus yang malah membuat sahabat, Mama dan Risa tertawa mendengar ucapan Alysa. Rey yang mendengar itu hanya bisa memelototkan matanya mendengar ejekan dari adiknya itu yang cukup monohok. Tapi percayalah Rey itu bukannya gak laku tapi ia terlalu pemilih entah gadis seperti apa yang sebenarnya laki-laki itu inginkan. Dengan wajahnya yang tampan dan sudah memiliki pekerjaan yang sangat mapan pasti banyak yang mau dan bahkan menawarkan dirinya untuk laki-laki itu.
"Tau nih abang gimana sih malah di langkahin sama adiknya," ucap Karin masih sambil tertawa mengejek anaknya itu yang belum juga memiliki kekasih.
"Tenang Ma bentar lagi juga dapet," ucap Rey lalu berjalan ke arah adiknya dan memeluk adiknya itu erat.
"Jaga diri baik-baik, semoga menjadi istri yang baik ya," ucap Rey lalu melepaskan pelukannya.
Rey menangkup wajah adiknya itu lalu menatap adiknya itu dalam ia masih tak menyangka adik gadisnya yang begitu manja kini sudah akan menjadi milik orang lain.
"Kalau dia nyakitin lo langsung bilang ke gue, gak ada yang boleh nyakitin adik gue yang cantik ini termasuk suami lo sendiri," ucap Rey dengan tegas membuat senyuman yang indah mengembang di wajah Alysa lalu mengangguk paham.
Tak beberapa lama pintu kembali dibuka menampilkan sang Papa yang kini menatap anaknya dengan perasaan haru.
"Perasaan baru kemarin Papa buat kamu, eh sekarang malah kamu udah mau buat cucu aja buat Papa," ucap Andi sambil tertawa dan memeluk anaknya itu erat.
"Papa apaan sih," ucap Alysa yang sudah blushing karena ucapan sang Papa.
"Kamu harus bisa jadi istri yang baik buat Rakha, jangan pernah kecewakan kita," ucap Andi sambil mengelus puncak rambut anaknya.
Rakha menghembuskan nafasnya berkali-kali ia sangat takut. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat kali ini. Ia takut jika tidak bisa mengucapkan ijab qobul dengan benar dan berakibat gagal menikah. Tidak ia tidak akan mau jika ia gagal menikah setelah semua yang ia persiapkan.
"Santai aja Bang tarik nafas hembuskan," instruksi Briyan saat melihat anaknya yang sedang ketakutan itu. Bahkan sekarang peci yang di gunakannya sudah mereng tidak beraturan.
"Santai bos rileks selow aja kayak di pantai nanti kalo lo gak bisa nikahin Alysa gue siap nikahin dia," ucap Anji sambil tertawa dan membuat rombongan Rakha yang lain juga tertawa mendengar ucapan Anji.
Kini mereka sudah berada di tempat akad akan di langsungkan. Rakha sudah duduk didepan penghulu ia hanya tinggal menunggu Papa Alysa untuk menyerahkan putrinya pada Rakha. Tak beberapa lama Papa Alysa sudah datang bersama Alysa di tengah antara Papa dan Mamanya yang menggandeng tangan gadisnya.
Alysa terlihat sangat cantik dan anggun hingga ia sulit untuk mengalihkan pandangan dari gadisnya itu.
"Sabar Kha, ntar malam langsung hajar aja," ucap Josep yang berada tidak jauh dari Rakha.
"Ya ampun itu calon bini orang cantik banget sih," ucap Jerry yang sukses mereka dapat tatapan tajam dari Rakha yang membuatnya hanya menyengir tidak berdosa.
"Baik langsung kita mulai saja," ucap penghulu tersebut setelah Alysa duduk di samping Rakha.
"Your are so perfect today," bisik Rakha yang membuat Alysa jadi blushing karena godaan Rakha.
"Silahkan pak Andi, dimulai," ucap Penghulu tersebut yang mendapat anggukan dari Andi.
"Tarakha Akhdan Abrisam saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya Alysa Evelya Afsheen binti Arisandi Afsheen dengan seperangkat alat sholat dan emas seberat 52 gram, dan rumah di bayar tunai," ucap Andi dengan tegas dalam satu kali tarikan nafas. Rakha menarik nafasnya sejenak lalu membuangnya perlahan.
"Saya Terima nikah dan kawinnya Alysa Evelya Afsheen binti Arisandi Afsheen dengan maskawin tersebut tunai," ucap Rakha dengan satu tarikan nafas. Semua mengucapkan alhamdulillah setelah mendengar ucapan Rakha.
Alysa menghela nafasnya kini ia sudah dah menjadi istri Rakha laki-laki yang memaksanya untuk menjadi kekasihnya dan kini memaksanya untuk menikah dengannya.
"Selamat kalian sudah dah menjadi suami istri. Rakha silahkan pasangkan cincin pada istri kamu," ucap sang penghulu yang langsung mendapat anggukan dari Rakha setelah nya ia langsung mencium kening Alysa dan berganti Alysa mencium tangan Rakha.
Suara tepuk tangan menggema menyambut pasangan baru tersebut. Perjuangannya dalam menghadapi sulitnya hubungan mereka akhirnya sudah terbayar dengan ikatan suci.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_