
Happy Reading.
****
Alysa menatap Rakha dengan mata yang sudah berkaca-kaca, hari ini Rakha akan pergi ke Spanyol untuk melanjutkan sekolah dan saat ini Alysa dan ketiga sahabatnya, sahabat Rakha, Orang tua Rakha dan Amanta sudah berada di bandara untuk mengantarkan Rakha.
Alysa berusaha untuk tetap tersenyum agar Rakha tidak berat saat meninggalkannya, namun sekuat apapun Alysa menahannya kini matanya mulai berkaca-kaca. Rakha memeluk Alysa dengan erat seolah itu adalah pelukan terakhir mereka rasanya Rakha sangat enggan melepaskan pelukan itu.
"Kamu jaga diri kamu baik-baik di sini, jaga hati kamu buat aku, jaga posisi aku jangan sampai ada yang berani mengambil posisi aku karena aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku janji aku akan kembali secepatnya buat kamu, tolong jaga kepercayaan aku. Aku sayang kamu," ucap Rakha masih setia memeluk kekasihnya itu. Tubuh Alysa sudah bergetar Rakha tau gadisnya itu sedang menangis membuat Rakha tambah mengeratkan pelukan mereka. Renata mengelus punggung Alysa menenangkan gadis itu. Rakha melepaskan pelukan mereka lalu menangkap wajah Alysa yang sudah basah.
"Hey jangan nangis, aku pasti kembali sayang." Rakha mengecup puncak kepala Alysa lalu kembali memeluknya.
"Jangan macem-macem di sana atau kamu aku kebiri," canda Alysa dengan muka galaknya yang masih berada dalan dekapan Rakha membuat Rakha tertawa di ikuti yang lainnya.
"Iya sayang, gak akan." Rakha melepaskan pelukannya beralih memeluk Maminya.
"Jaga diri kamu baik-baik disana nak," pesan Renata yang mendapat anggukan dari Rakha. Lalu Rakha memeluk adiknya yang juga menangis.
"Gak usah cengeng." Rakha menyentil kening Amanta membuat gadis itu memberenggut kesal dengan memanyunkan bibirnya.
Rakha beralih memeluk sahabat-sahabatnya ala laki-laki.
"Tolong jaga keluarga gue, jaga Alysa juga buat gue tapi jangan ada yang berani ngambil dia dari gue," ucap Rakha pada sahabatnya yang mendapat anggukan dan acungan jempol
"Tenang aja kali Kha kita pasti jaga mereka," ucap Jerry dengan senyumnya. Lalu, Rakha beralih memeluk Eliza.
"Jaga diri lo baik-baik, tetep kuat dan rajin minum obat Za," ucap Rakha yang mendapat anggukan dari Eliza.
Setelah selesai dengan acara perpisahannya Rakha berjalan menjauh dari orang orang yang sangat ia sayangi, Alysa menatap punggung Rakha yang mulai menjauh dengan tatapan nanar.
"Ayo sayang kita pulang," ajak Renata sambil merangkul Alysa yang mendapat anggukan dari gadis itu.
***
Alysa menatap keluar jendela kamarnya yang saat ini menampilkan pemandangan hujan di luar sana. Hujan sudah mengguyur ibu kota mulai malam tadi memberikan efek dingin yang membuat orang enggan untuk beranjak dari kasurnya dan memilih bergelung pada selimutnya begitu juga dengan Alysa, tak ada hal yang dapat ia kerjakan hari ini. Sekolahnya masih libur, dan tak ada si pengganggu yang biasanya selalu membangunkannya, tak ada kekasihnya yang akan mengajaknya berjalan jalan saat hari libur seperti ini, dan tidak ada Rakha yang biasanya selalu ada dirumahnya saat ia bangun. Alysa sangat merindukan kekasihnya itu, Alysa sudah terbiasa selalu melakukan apapun bersama Rakha hingga saat laki-laki itu harus pergi Alysa merasa sangat membutuhkannya.
Suara dering ponsel Alysa menghancurkan lamunan gadis itu, senyum Alysa terbit saat melihat ada Video call dari kekasihnya itu. Dengan segera Alysa menggeser tombol hijau dan kini layar ponselnya sudah menampakkan wajah laki-laki yang sangat di rindukannya itu.
"Kamu baru bangun ya yang?" tanya Rakha mengernyitkan dahinya melihat selimut yang masih menggulung tubuh kekasihnya itu belum lagi wajah bantal Alysa.
"Udah kok cuma males bangun aja lagi hujan," jawab Alysa sambil mengarahkan kamera HPnya agar Rakha melihat hujan yang tengah mengguyur ibu kota.
"Apa hubungannya? Hujannya kan di luar." Rakha menggeleng mmendengar ucapan kekasihnya itu.
"Hujannya emang di luar tapi dinginnya masuk kedalam"
"Terserah kamu aja," ucap Rakha akhirnya mengalah. Selanjutnya tak ada pembicaraan diantara mereka, Alysa memejamkan matanya rasa kantuknya tiba-tiba saja menyerang. Rakha tersenyum melihat gadisnya yang memejamkan matanya.
"Sayang kamu tidur?" tanya Rakha yang sukses membuat Alysa kembali membuka matanya.
"Enggak." Alysa tersenyum manis pada Rakha.
"Hanya memejamkan mata," jawab Alysa dengan kekehannya.
"Sabar kok sabar." Rakha mengelus dadanya lalu mereka tertawa bersama. Bahkan hanya hal kecil tapi mampu membuat mereka tertawa.
"Kamu gak tidur? Di sana masih jam 4 kan?" tanya Alysa saat melihat jam yang menempel di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 08.00 WIB.
"Aku gak bisa tidur, kangen kamu," ucap Rakha dengan wajah sendunya. Alysa juga menatap Rakha dengan wajah sendu rasanya Alysa ingin menangis saat ini juga jika ia tak mengingat bahwa Rakha masih menatapnya.
"Aku juga kangen kamu, mangkanya kamu buruan selesai kan kuliah kamu." Alysa menampilkan senyum terbaiknya untuk menenangkan Rakha.
"Pasti sayang." Rakha juga tersenyum manis ke arah Alysa.
"Aku matikan dulu ya, aku mau mandi," ucap Alysa yang di balas anggukan oleh Rakha.
"I love you honey," ucap Rakha di sebrang sana yang mampu menenangkan Alysa.
"I love you more," ucap Alysa lalu memutuskan sambungan Video callnya. Alysa menutup wajahnya lalu menangis ia sangat merindukan kekasihnya itu, laki-lakinya. Ada rasa takut saat mereka berjauhan seperti ini apa yang dulu pernah Alysa alami akan kembali terulang saat dia kehilangan Jerry. Bukan Alysa tak percaya pada Rakha namun siapa kita yang bisa menebak dan mengubah takdir yang akan kita alami? Semuanya ada di tangan tuhan kita hanya bisa meminimalisir semuanya. Alysa tak ingin jika harus kehilangan Rakha, tidak lagi setelah ia dulu sempat kehilangan Jerry, Rakha yang hadir untuk mengobati lukanya dan menjadi tempatnya bersandar laki-laki itu yang selalu menghiburnya dan membantunya untuk melupakan Jerry jadi apa Alysa egois jika ia tidak ingin kehilangan Rakha? Jika menurut kalian itu egois makan biarkan Alysa menjadi orang egois untuk kali ini. Melepaskan orang yang kalian sayang itu adalah hal bodoh, terus perjuangan kan dia apa lagi disaat dia sudah berada di genggaman kalian jangan lepas dia seperti kalian melepas pensil yang berada digenggaman kalian, sangat ringan.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_