Raksa

Raksa
Hate



Happy Reading.


****


Alysa, Eliza dan Lia


kini tengah berada di cafe tadi saat Alysa akan pulang sahabatnya mengajak


Alysa untuk nongkrong nongkrong cantik di cafe.


Dan kini disini lah


Alysa duduk di meja paling pojok dekat jendela bersama kedua sahabatnya di


depan nya.


"Sa lo besok


berangkat jam berapa?" tanya Eliza sambil menatap Alysa yang mulai tadi


hanya mengaduk-aduk minumannya.


"Jam sembilanan


kenapa?" tanya Alysa balik yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Eliza


setelahnya mereka fokus pada kegiatan masing-masing. Alysa yang masih memikir


bagaimana hari esok, Eliza yang fokus membaca novel, dan Lia yang fokus dengan


ponselnya.


Mereka memang bersama


tapi seperti berjauhan karena tak ada obrolan apapun. Lia yang biasanya cerewet


kini mengerti keadaan Alysa yang sedang tidak ingin berbicara dan Lia memaklumi


nya.


"Sa apapun tar


yang terjadi di sana lo harus kuat ya, percaya aja semua akan baik-baik


aja," nasihat Lia yang tumben bijak biasanya gadis itu salalu selengean.


"Gue takut


Li," ucap Alysa gadis itu tidak bisa menutupi rasa takutnya, ia takut


semuanya akan berubah, ja takut semuanya tak akan baik-baik saja.


"Percaya aja


Sa," ucap Eliza menimpali. Alysa hanya mengangguk lalu gadis itu


mengeluarkan ponselnya melihat apa kah ada pesan dari kekasihnya atau tidak


tapi nyatanya nihil bahkan selama dua bulan ini Alysa selalu mengirim pesan


pada Rakha menceritakan bagaimana harinya, bagaimana ia sangat merindukan


laki-laki itu tapi hasilnya sama saja Rakha tidak membalasnya sama sekali


bahkan laki-laki itu tidak membacanya.


Tadi saat Alysa


mengunjungi rumah Rakha, Mami Rakha mengatakan jika laki-laki itu sudah lulus


S1 dan melanjutkan S2 nya. Mengingat Rakha yang mengambil Akselerasi dan hanya


kuliah S1 selama 2 tahun jadi wajar saja laki-laki itu sudah mendapat S1. Saat


acara wisuda nya Rakha mengatakan pada Maminya untuk tidak memberi tahu Alysa


karena ia mengatakan akan memberi kejutan pada Alysa dan akan membawa gadisnya


itu saat wisuda S2 nya. Namun karena keadaan, Mami Rakha harus memberi tahunya


pada calon menantunya itu.


"Eh gila bangsat


anjing Babi bajingan buaya setan," umpat Lia yang berhasil membuat kedua


sahabatnya menoleh pada Lia dengan dahi berkerut merasa bingung ada apa dengan


gadis itu.


"Kenapa sih lo?


Mulutnya ih gak baca bismillah dulu kalo ngomong," ucap Alysa memutar


matanya jengah melihat sikap sahabatnya itu.


"Bismillah


bangsat anjing Babi buaya brengsek," ucap Lia lagi dengan menggunakan


bismillah di awalnya. Alysa nepuk dahinya mendengar ucapan Lia.


"Serah lo


Li," ucap Alysa akhirnya merasa jengah dengan sahabat absurdnya itu.


"Apa sih


Li?" tanya Eliza melihat sahabatnya itu bingung.


"Liat deh


nih." Lia menunjukkan apa yang ia lihat pada Eliza dan hal itu sukses


membuat mata Eliza melotot.


"Eh gila anjing


nih buaya," ucap Eliza yang juga ikut berbicara kasar juga melihat foto


seseorang yang ditunjukkan Lia padanya.


"Apa sih kalian,


coba liat." Alysa langsung mengambil ponsel Lia dan matanya langsung


melotot melihat foto laki-laki dan seorang gadis. Matanya berkaca-kaca melihat


foto itu hatinya sakit melihat laki-laki yang sangat di kenalinya tengah berdua


bersama seorang gadis.


Ingin rasanya ia


membanting ponsel itu jika tidak ingat jika itu ponsel sahabatnya bukan


ponselnya .


jessica_elvera


 



Disukai oleh elbazrown_ dan


11.234 lainnya


 


 


jessica_elvera thank for today @trakhaakdna_


sesenggukan membuat pandangan penghuni cafe mengarah padanya dengan tatapan


heran sedang kan sahabatnya sudah memeluk Alysa dari samping.


"Sabar Sa,


mending lo besok selesaiin baik-baik lo omongin baik-baik sama dia, gue yakin


ini gak seperti yang lo pikirin," ucap Lia menenangkan sambil mengelus


pundak Alysa.


"Gue udah capek,


buat apa gue nunggu dia disini kalo dia aja di sana udah bahagia sama cewek


lain," tangis Alysa mulai menjadi membuat sahabatnya kebingungan.


"Lo gak boleh


berpikir gitu Sa, Rakha itu sayang banget sama lo," ucap Eliza yang juga


menenangkan Alysa.


"Sayang?"


Alysa tertawa hambar lalu pergi dari hadapan sahabatnya, sahabat Alysa langsung


saja mengejar gadis itu entah akan pergi kemana gadis itu?.


***


Rakha terus


menggandeng tangan gadis di sampingnya berjalan di atas trotoar jalan. Gadis


itu terus menampilkan senyum nya di sepanjang jalan membuat Rakha bingung ada


apa dengan gadis ini?.


"Apa kau


baik-baik saja Jessica?" tanya Rakha yang hanya mendapat anggukan dari


Jessica gadis yang ia gandeng tangannya.


"Aku hanya sangat


bahagia bisa seperti ini dengan mu," ucap Jessica masih menampilkan


senyumnya. Rakha hanya tersenyum sambil mengelus puncak kepala Jessica.


"Apa kau ingin


eskrim?" tanya Rakha yang langsung mendapat anggukan dari Jessica setelah


nya Rakha langsung menggiring gadis itu menuju penjual yang menjual eskrim.


Setelah memesannya


Rakha langsung duduk di depan Jessica dan memainkan ponselnya bermain game


sedangkan Jessica? Gadis itu tengah menikmati eskrim nya.


"Kau mau?"


tanya Jessica sambil menyodorkan eskrimnya, Rakha langsung memakan eskrim yang


di sodorkan oleh Jessica. Jessica tersenyum melihat nya, ia tidak menyangka


akhirnya perjuangannya selama ini membuahkan hasil sementara juga. Jessica


berharap ia bisa terus seperti ini bersama Rakha. Rakha nya.


***


Alysa memasukkan


beberapa potong baju nya kedalam koper sambil terus menangis. Ia ingin


mempercepat keberangkatannya ke Spanyol dan akan membicarakan masalahnya dengan


kekasihnya itu jika semua tidak bisa lagi di pertahanan maka Alysa akan


mengalah. Mungkin memang Rakha bukan jodohnya, jika takdir sudah berkata lain


apa lagi yang bisa Alysa lakukan? Ia hanya akan berjalan mengikuti takdir. Jika


tak ada lagi yang bisa di pertahankan maka ia akan mengalah dan pergi, melihat


Rakha bahagia dengan gadis lain lebih baik walaupun itu sakit dari pada ia


harus memaksa Rakha untuk bersama nya tapi laki-laki itu terluka. Untuk


sekarang biarkan takdir yang menentukan segalanya.


Alysa menyeret koper


nya ia sudah tidak bisa menunggu hari esok lagi, percuma ia menunggu hari esok


jika hari ini ia tak akan bisa tertidur nyenyak.


"Sayang kamu


hati-hati ya di sina," ucap Mama nya sambil mencium pipi Alysa. Lalu


berganti pada Kakaknya dan ayahnya. Ia mengatakan pada keluarga nya jika ia


memiliki keperluan mendesak jadi ia harus berangkat malam ini juga.


Dan ia akan kebandara


bersama sahabat nya yang dengan setia menemaninya.


Alysa berharap semua


akan membaik, jika Rakha bukan untuk nya ia berharap ia kan bisa menirimanya


lagi pula belakangan ini ia sudah biasa tanpa Rakha jadi pasti tidak akan


sulit.


***


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_