
Happy Reading.
***
"Hai," sapa gadis yang kini tengah tengah berdiri dengan senyumannya sambil memegang tangan laki-laki di sampingnya untuk ia gelanyuti. Wajah laki-laki itu sudah pucat pasi dan berusaha untuk melepaskan tangan wanita ular yang terus menggelantunginya seperti sipanse itu.
Wanita yang di sapa yang tak lain adalah Alysa memelototkan matanya dan menatap tajam pada gadis dan laki-laki yang tak lain adalah suaminya Rakha. Dan gadis itu Alysa seperti pernah melihatnya tapi ia lupa, Alysa terus mengingat sampai ia mengingat jika gadis itu adalah gadis yang dulu menjadi selingkuhan Rakha, Jessica. Sepertinya nyali gadis itu cukup besar dengan berani datang untuk menggoda Rakha lagi, apa gadis itu tak tahu jika ia adalah istri Rakha? sepertinya saat pernikahan mereka dulu harusnya Alysa menyiarkannya di seluruh saluran tv baik dalam negeri ataupun luar negeri agar para penggoda itu tahu siapa istri dari seorang Tarakha Akhdan Abrisam.
"Hei wanita ular lepaskan tangan Rakha," tegas Alysa yang mengarahkan pandangannya pada tangan Rakha yang di gelanyuti oleh Jessica. Tatapan Alysa yang begitu tajam mengarah lurus pada pasangan mantan yang kini membuat emosinya meningkat itu.
"Kenapa? Apa kau bermasalah? Dia kekasihku, dan kau bukannya sudah putus dengan Rakha? Lalu untuk apa kau berada di sini dan duduk di kursi Rakha?" sarkas Jessica lalu melepaskan tangan Rakha dan berjalan ke arah Alysa sambil menyeret Alysa untuk berdiri dari singgah sana Rakha. Rakha yang masih bingung hanya diam, ia masih terkejut dan belum kembali akan kesadarannya. Namun, saat melihat Alysa yang di tarik secara kasar Rakha segera menghampiri Alysa.
"Apa yang kau lakukan," bentak Rakha pada Jessica dengan kesal. Ia takut Alysa terjatuh dan bisa membahayakan istri dan calon anaknya itu.
"Rakha, kenapa kau membelanya? Dan mengapa kau mau saja dengan wanita hamil itu? Lebih baik kau denganku," ucap Jessica menunjuk Alysa. Alysa memelototkan matanya, apa yang Jessica katakan tadi? Mengapa Rakha mau dengan Alysa yang tengah hamil? Ia kira yang kini Alysa bawa ke mana-mana anak siapa? Jika bukan Rakha. Apa ia harus menyiarkan pada seluruh belahan bumi agar makhlus halus sekalipun tahu siapa tersangka yang membuat kakinya membengkak, perutnya membesar, dan pinggangnya sering sakit? dia adalah laki-laki yang satu-satu nya berada di sana, Rakha.
"Apa kau bilang?" sentak Alysa dengan marahnya dan langsung menjambak rambut Jessica dengan ganas. Jessica yang tidak terima juga menjambak rambut Alysa dan akhirnya mereka saling menjambak. Rakha yang sudah bingung harus bagaimana akhirnya memanggik asistennya untuk memisahkan kedua wanita itu.
"Dasar wanita tidak tahu malu setelah hamil kau malah kembali dengan mantan mu yang adalah kekasih ku," teriak Jessica, Alysa yang kesal dengan ucapan Jessica menjambak rambut Jessica membabi buta.
"Dasar cewek, kalu berantem pasti mainnya jambak-jamabaan," gumum Rakha yang masih terdengar oleh kedua wanita tersebut yang langsung menghentikan jambaannya tanpa melepaskan tangan Masing-masing dari rambut lawannya dan menatap nyalang pada Rakha.
"Nah gini dong berhenti, lepas ya," ucap Rakha lalu melepaskan tangan Alysa dari rambut Jessica sedangkan tangan Jessica masih berada di rambut Alysa.
"Lepaskan tangan kotor mu," bentak Alysa namun Jessica malah semakin menarik rambut Alysa membuat Alysa kembali menarik rambutnya dan mereka kembali saling menjambak dan mengeluarkan umpatan mereka.
"Kau pelakor tidak tahu malu setelah di usir masih saja menampakkan dirimu seperti hantu yang datang tak di undang dan setelah di usir dengan tidak tahu malunya mala kembali datang," sarkas Alysa dengan galaknya. Rakha menghembuskan nafasnya lelah melihat pertengkaran di depannya. Tak beberapa lama asistennya datang dan membantu Rakha untuk memisahkan mereka. Rakha menarik Alysa menjauh dan Jessica di tarik oleh asistennya.
"Kau jalang yang tidak tahu malu datang dengan kondisi hamil," ucap Jessica. Meskipun Rakha dan asistennya mampu memisahkan mereka tapi tetap saja mereka masih berisik dan adu mulut. Itu lah wanita jika tidak main jambak ya adu mulut.
"Kau fikir anak yang ada di rahimku ini anak siapa jika bukan anak Rakha," ucap Alysa kesal dan menatap tajam pada Jessica rasanya ingin sekali Alysa menjambak mulut Jessica yang seperti tidak sekolah itu.
"Tidak mungkin itu anak Rakha, pasti itu hasil dari hubungan gelap mu dengan peria lain," sarkas Jessica dengan senyuman sinisnya membuat Alysa yang kesal segera melepaskan dirinya dari Rakha dan berjalan menghampiri Jessica langsung saja ia menampar Jessica.
"Ini untuk mu yang sudah pernah merusak hubungan ku dengan Rakha," satu kali tamparan berhasil mengenai pipi mulus Jessica sedangkan Rakha dan asistennya memelototkan matanya tidak percaya akan apa yang Alysa lakukan.
"Ini untuk mu yang dengan berani memegang tangan suamiku," satu tamparan kini kembali mendarat mulus di pipi Jessica membuat Jessica hampir saja terjatuh jika asisten Rakha tidak memeganginya.
"Dan ini untuk mu yang dengan berani kembali datang dan menghina ku," baru saja Alysa hendak menampar Jessica untuk ketiga kalinya tangannya langsung di cekal oleh Rakha.
"Cukup Alysa," bentak Rakha tegas membuat Alysa terdiam karena Rakha yang membentak nya demi membela Jessica matanya sudah berkaca-kaca padahal sudah sedari tadi ia berusaha menahan air matanya untuk turun karena entah mengapa melihat wajah Jessica mengingatkannya akan kejadian beberapa tahun lalu.
Jessica tersenyum kemenangan melihat Rakha yang membelanya dan menatap Alysa dengan mengejek. Alysa tambah kesal melihat itu dengan segera pergi meninggalkan ruangan Rakha sambil menangis.
Rakha menghembuskan nafasnya kasar, ia lupa mood Alysa saat hamil sangat buruk di tambah kehadiran Jessica pasti wanita itu kini tengah salah paham dan marah kepadanya. Padahal maksudnya bukan untuk membela Jessica tapi ia tidak ingin nantinya Jessica akan menyakiti Alysa ia hanya takut terjadi apa-apa dengan Alysa dan calon anaknya.
"Kamu, cepat pergi dari kantor ku dan jangan pernah kembali lagi. Aku muak melihat wajah mu," ucap Rakha sarkas dan segera pergi untuk mengejar Alysa.
"Huaaa tangan Buna sakit," adu Alysa pada anaknya sambil mengelus telapak tangannya yang terasa sakit.
"Sini tangannya," ucap laki-laki yang kini sudah duduk di sampingnya sambil mengambil tangan Alysa dan menciun telapak tangan Alysa. Alysa segera menarik tangannya saat melihat ternyata laki-laki itu adalah Rakha.
"Ngapain ke sini? Udah sana aja sama selingkuhan kamu," kesal Alysa dan kini wanita itu mengelus perutnya karena anaknya yang menendangnya cukup keras.
"Sayang kamu salah paham, dengerin aku dulu sini," ucap Rakha sambil memegang pundak Alysa dan membawa gadis itu untuk menghadap nya. Alysa hanya menurut walau Alysa mengalihkan pandangannya pada arah lain.
"Aku itu tadi cuma gak mau terjadi apa-apa sama kamu dan anak kita, aku takut Jessica akan berbuat buruk sama kamu jika kamu terus menampar nya. Lagi pula, tangan kamu pasti sakit jika terus menampar nya bukan?" jelas Rakha namun Alysa tetap saja terdiam dan menghiraukan Rakha pandangannya masih enggan melihat Rakha. Rakha hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sepertinya tidak akan mudah untuk membujuk istrinya itu kali ini. Namun, Rakha akan berusaha apapun caranya akan ia lakukan agar istrinya tidak marah padanya.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_