Raksa

Raksa
Lahiran



Happy Reading.


***


"Senyumanmu yang indah bagaikan candu." Rakha sedang asik bernyanyi tidak jelas di taman belakang rumahnya sambil memberikan makan ayam milik Alysa yang kini sudah tidak wanita itu rawat lagi dengan alasan ayamnya udah gede udah gak lucu lagi, begitu kata Alysa jadilah kini Rakha yang merawat ayam-ayam itu dengan penuh sayang karena ayam itu adalah ayam hasil mengidam Alysa yang artinya ayam itu adalah keinginan anak pertamanya dan ia akan memberikan ayam itu nanti untuk anaknya itu.


"Heh kamu gak kerja? Malah ayam di urusin," galak Alysa pada suaminya itu yang kini tengah mengelus ayam kesayangannya. Alysa berkacak pinggang menatap garang pada suaminya.


"Aku libur dulu sampai kamu lahiran," ucap Rakha dengan santainya membuat Alysa memelototkan matanya. Usia kehamilan Alysa memang sudah memasuki bulan ke sembilan dan sudah 6 hari Rakha tidak ke kantor walau ada hal penting di kantor dengan alasan yang sama ia takut saat Alysa akan melahirkan dan dia malah sedang berada di kantor. Bahkan pernah karena tak ingin ke kantor walau ada rapat dengan para petinggi kantor laki-laki itu malah mengadakan rapat di rumah besarnya itu.


"Ini yang hamil aku atau kamu sih?" tanya Alysa memutar malas matanya karena ucapan Rakha. Biasanya walaupun Rakha akan bekerja di rumah ia akan bekerja di ruang kerjanya tapi blihat sekarang laki-laki itu malah tidak berada di ruang kerjanya menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk malah ia sibuk berada di taman belakang untuk mengerus ayamnya.


"Ya kamu, cuma kan aku suami kamu jadi aku mau siap sedia 24 jam saat kamu butuh aku," ucap Rakha dengan santainya dan berjalan ke arah Alysa lalu mengecup puncak kepala Alysa sayang.


"Sekalian aja kamu bukan UGD siap 24 jam," ucap Alysa kesal dan berjalan ke arah dapur untuk membantu Mami Rakha menyiapkan makanan. Memang semenjak usia kandungan Alysa menginjak 8 bulan Alysa dan Rakha tinggal di rumah orang tua Rakha untuk mengantisipasi jika Alysa akan melahirkan di tambah ini adalah anak pertama mereka jadi Rakha sering khawatir.


"Mami lagi masak apa?" tanya Alysa menghampiri Renata yang tengah membantu pembantunya memasak.


"Eh sayang, ini Mami buat sup ayam," ucap Renata sambil mengaduk sup yang di buatnya.


"Boleh Alysa bantu Mi?" tanya Alysa yang langsung mendapatkan celengan tegas dari Renata.


"No, mending sekarang kamu duduk manis aja sana," ucap Renata sambil menuntun Alysa untuk duduk di meja makan menunggunya selesai memasak.


Alysa memegangi perutnya yang terasa sangat sakit. "Mami perut Alysa sakit," lirih Alysa saking sakitnya ia sangat susah mengeluarkan suara. Renata yang mendengar rintihan Alysa dengan segera mematikan kompornya dan melihat Alysa yang sudah berada di bawah terduduk.


"Alysa ya ampun," teriak Renata sambil menghampiri menantunya itu.


"Mami sakit Mi," rintih Alysa sambil memegangi tangan Renata. Perutnya benar-benar sakit seperti banyak tulang yang patah sekaligus di tubuhnya.


"RAKHA, PAPI, CEPETAN SINI ALYSA MAU MELAHIRKAN," teriak Renata membuat Rakha yang masih sibuk dengan ayamnya dengan segera menghampiri Renata dan menatap Alysa dengan tatapan memelototkan matanya.


"Rakha, itu ayam tarok dulu ini istri kamu mau melahirkan kamu malah bawa-bawa ayam," bentak Renata dengan segera Rakha melepaskan ayamnya dan menghampiri Alysa lalu menggendong Alysa ala bridel style membawa Alysa dengan segera ke mobilnya sedangkan Renata mengambil peralatan yang sudah Alysa siapkan saat melahirkan Byiran sudah kedepan terlebih dulu untuk mengambil mobilnya.


Amanta yang baru saja turun langsung di kejutkan dengan ayam milik Rakha yang berjalan sangat santai seperti seorang model membuat Amanta memelototkan matanya melihat rumahnya yang juga sudah banyak pup ayam.


Di lain tempat kini Rakha sedang menyemangati Alysa yang sedang melahirka anaknya. Dokter terus memberi instruktur pada Alysa dan Rakha terus memberi semangat.


"Ayo sayang semangat, biar nanti yang ini keluar kita bisa buat lagi," semangat Rakha yang langsung mendapat tarikan rambut Rakha semakin menguat.


"Rakha gila," teriak Alysa sambil berusaha mendorong anaknya untuk segera keluar sedangkan dokter dan para suster hanya menggeleng melihat sepasang anak adam itu m...dari tadi tidak selesai mengoceh apa lagi semangat yang di berikan Rakha singgung menjijikkan.


"Ayo Bu sedikit lagi," ucap dokter tersebut dengan kekuatan penuh Alysa mendorong anak nya.


Suara tangis bayi membuat semua orang lega termasuk keluarga Alysa dan Rakha yang menunggu di luar.


"Selamat anak kalian laki-laki, dan lahir dalam sehat," ucap Dokter yang menangani Alysa dengan senyumannya.


"Makasih sayang," ucap Rakha sambil mengecup puncak kepala Alysa penuh kasih sayang. Kini keluarga kecilnya akan ia jaga sebaik mungkin, keluarga kecilnya ia, istrinya, dan anaknya laki-laki nya.


"Anda boleh keluar kami akan bersihkan bayi dan bu Alysa dulu," ucap seorang suster yang langsung di jawab anggukan oleh Rakha. Setelahnya laki-laki itu langsung keluar dengan wajah leganya, keluarga nya sudah menunggunya di luar.


"Gimana menantu sama cucu mami?" tanya Renata mewakili pertanyaan dari yang lainnya.


"Alhamdulillah semua sehat, anak Rakha laki-laki," ucap Rakha dengan senyumannya membuat semua orang senang dan bernafas lega para orang tua sudah saling berpelukan karena senang.


"Lo di dalem di apain aja kha? Sampai penampilan lo gini banget?" tanya Rey saat melihat tangan Rakha penuh cakaran, rambut Rakha sudah tidak rapih lagi. Ia jadi ngeri melihat adik iparnya itu.


"Demi istri dan anak gue mah gak papa di cakar, rambut gue di tarik-tarik rela gue," ucap Rakha sambil tersenyum melihat tangannya. Rey jadi parno membayangkan bagaimana nanti saat istrinya melahirkan.


Tak beberapa lama akhirnya Alysa dan anaknya sudah selesai di bersihkan dan kini sudah di pindah keruang rawat. Ruang rawat Alysa kini sudah penuh dengan keluarga dan sahabat nya.


"Kamu mau kasih nama siapa anak kamu Kha?" pertanyaan itu berasal dari Maminya. Renata menatap bahagia anaknya yang tengah menggendong cucunya itu.


"Kamu maunya siapa yang?" tanya Rakha pada Alysa yang tengah menatap kearahnya dan anaknya dengan senyumannya.


"Aku terserah kamu aja," ucap Alysa tanpa mengalihkan tatapannya pada sang buah hati.


"Antariksa Alta Abrisham," ucap Rakha dengan senyumannya. Entah bagaimana nama itu bisa hadir di pikirannya padahal sebelumnya ia tidak menyiapkan nama sama sekali untuk anaknya.


"Alta? Alysa Tarakha?" tanya Alysa yang menyadari nama Alta yang ada tengah nama anaknya.


"Iya, bagus kan?" tanya Rakha sambil mengangguk dan menatap serius pada Alysa masih dengan senyumannya yang mengembang.


"alay lo Kha, takut gak di akuin tuh anak?" tanya Jerry dengan sinisnya pada Rakha.


"Terserah gue lah, anak gue juga, bibit gue juga," ucap Rakha dengan kesal dan segera menuju Alysa dan menyerahkan anaknya pada Alysa.


"Hai Anta, anak Daddy," sapa Rakha pada anaknya sambil mengelus pipi anaknya lembut.


Kebahagiaan nya kini sangat sempurna keluarga bahagia yang sudah ia idamkan akhirnya ia miliki. Rakha tak pernah menyangka hubungannya dengan Alysa yang dulu sempat putus dan seperti tak ada harapan untuk kembali bersama kini justru menghasilkan seorang anak laki-laki yang sangat lucu.


Rakha sangat berterimakasih pada Tuhan yang sudah memberi takdir seindah ini untuk dirinya yang bahkan dengan teganya dulu menyakiti gadis yang sangat ia sayang.


Terimakasih kasih Tuhan telah memberikan karunia yang harus ia jaga sebaik mungkin.


 


 


****


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_