Raksa

Raksa
Jerry untuk Alysa



Happy Reading.


***


Suara ponsel yang berbunyi nyaring membangunkan


Alysa dari tidur lelapnya Alysa menggerutu kesal menyumpah serapahi siapapun


yang mengganggu tidurnya.hari ini Alysa tidak ada jadwal kuliah jadilah ia


hanya bermalas-malasan menggulung dirinya dengan selimut hangatnya.


“Elah siapa sih yang nelfon? Ganggu orang aja.”


gerutu Alysa dengan kesal dan langsung mengambil ponselnya menjawab panggilan


yag entah dari siapa karena Alysa langsung menjawab tanpa melihat siapa yang


menelfonnya.


“Halo,” jawaban khas orang bangun tidur dari Alysa membuat orang


di sebrang sana yang menelfonnya mendengus kesal. Selalu saja ia yang menjadi orang yang membangunkan gadis itu dari tidur nya di saat hari minggu seperti ini.


“molor mulu, bangun buru siap-siap setengah jam lagi aku jemput,”


ucap suara di sebrang sana membuat Alysa mendengus bukan hal baru lagi bagi


Alysa mendengar suara laki-laki yang menelfonnya itu di pagi hari bahkan


laki-laki itu terus mengganggu Alysa walau hari libur seperti sekarang ini.


“Aku masih ngantuk Jerry, kamu jalan sendiri aja sana,” ucap Alysa


pada Jerry dan langsung mematikan sambungan telfonnya meletakkan kembali


ponselnya di atas nakas dan kembali menggulung tubuhnya dengan selimut


tebalnya.


Tak beberapa lama suara ponsel kembali terdengar mebut Alysa


menggeram kesal dan langsung menerima panggilan tersebut tanpa melihat siapa


yang menelfonnya karena bisa Alysa tebak itu pasti Jerry.


“Kamu jalan sendiri aja Jerry, aku masih ngantuk,” ucap Alysa


dengan kesal Jerry selalu saja mengganggunya namun walau bagimanapun Jerry yang


selalu ada dan menemaninya saat Alysa hancur, Jerry yang membuatnya bangkin


dari keterpurukan dan Alysa bersyukur dengan kehadiran Jerry disisinya.


“Ini aku lys bukan Jerry,” ucap suara disebrang sana dan Alysa tau


suara siapa itu. Alysa melihat ponselnya dan benar saja nomor tidak dikenal


yang menelfonnya.


Suara disebrang sana mampu membuat Alysa terdiam dan membeku, suara


yang sudah lama tidak di dengarnya kini kembali menyapa indra pendengarannya.


Alysa merindukan suara ini namun jika mengingat semua yang terjadi hti Alysa


masih ssakit dan sangat marah mengingat semuanya.


Cukup lama Alysa terdiam hingga suara disebrangg sana kembali


mengalihkan Alysa dari keterpakuannya. “Alysa,’ sapanya degan suara lembutnya


sarat akan kerinduan dan kasih sayang yang besar, sayang? Alysa tidak yakin


akan hal satu itu.


Buru-buru Alysa mematikan sambungan telfonnya dan menghapus air


mata yang entah sudah sejak kapan mengalir di pipinya,tidak Alysa kuat Alysa


bukan gadis lemah. Lama Alysa terdiam hingga suara mamanya membuat Alysa


tersentak.


“Alysa di bawah ada Jerry ayo buruan turun,” ucap mamanya dari


balik pintu. Alysa mendengus begitulah Jerry selalu memaksa namun aada bagusnya


juga ia jadi bisa melupakan oarang yang tadi menelfonnya itu.


“iya mah, Alysa siap-siap dulu,” ucap Alysa dan segera bangun


menuju kamar mandi untuk bersiap.


Tak membutuhkan waktu lama setelah mandi dan bersiap Alysa segera


turun kebawah menemui Jerry yang sudah menunggunya sambil berbincang dengan


papanya yang hari ini juga libur.


“Pagi Pah,Jerry,” sapa Alysa saat sudah sampai didekat papanya dan


Jerry. Yang langsung dibalaas dengan kompak oleh mereka. Setelahnya Alysa duduk


di samping Andi.


“Ayo kita sarapan dulu,” ajak Karin yang baru saja datang dari


arah dapur.


Merka berjalan saling beriringin menuju ruang makan Karin dan Andi


sudah berjalan lebih dulu dan Alysa bersama Jerry yang mengikuti di belaakangnya.


“Gagal deh acara hibernasi aku,” sungut Alysa dengan kesal membuat


tawa Jerry keluar ddengan sendirinya.


“Kamu mah hibernasi mulu awas aja tuh muka lama-lama ke tupai,”


ucap Jerry masih dengan tawanya sedangkan Alysa sudah mendengus dengan kesal.


“Mata lo tuh tupai,” dengus Alysa sambil mengarahkan kedua jarinya


kearah mata Jerry yang malah membuat laki-laki itu tersenyum sambil menggeleng.


Alysa duduk disamping mamanya dan Jerry duduk disamping Rey yang tengah memakan


makanannya. Alysa memakan makanannya dengan malas pikirannya terus mengarah


pada kejadian tadi tentang laki-laki yang menelfonnya bagaimana laki-laki itu


bisa mengetahui nomor baru Alysa?


Keterdiaman Alysa membuat tanda tanya bagi yang berada disana


pasalnya Alysa biasanya selalu cerewet dan ada saja perkataannya yang membuat


pertengkaran dirinya dengan Rey.


“Lo kenapa dah dek?” tanya Rey bingun dengan sikap Alysa yang


tiba-tiba saja terdiam.


“Gak papa,” ucap Alysa malas dan kembali memakan sarapannya.


***


“Gimana suka gak?” tanya Jerry setelah mereka sampai di sebuah


taman yang penuuh akan berbagai macam warna dari bunga mawar sangat indah dan


menyejukkan mata. Angin sepoi membelai kulit wajah Alysa, Alysa memejamkan


matanya menikmati keindahan yang diciptakan alam dan ke tenangan yang di bawa


sang serayu.


“Tenang bangun Jer,tempatnya indah juga,” jawab Alysa sambil


mendudukkan dirinya di rerumputan. Pikirannya tentang kejadian tadi sedikit


terlupakan. Alysa membuka matanya saat mersaksn beban dipahanya saat melihat


ternyata Jerry yang sedang merebahkan tubuhnya dengan paha Alysa sebagai


bantalannya.


“Pinjem bentar,” ucap Jerry dan Alysa hanya diam membiarkan Jerry


dan ia kembali memejamkan matanya.


“Aku gak sabar pengen nikahin kamu,” ucap Jerry tiba-tiba yang


membuat Alysa membuka matanya dan menoyor kepala Jerry degan kesal.


“Rakha udah balik ke indonesia,” ucap Alysa tiba-tiba membuat


Jerry bangun dan menatap Alysa dengan serius. Apa ia tidak salah dengar?


“Tadi dia nelfon aku,”  ucap


Alysa melanjutkan ucapannya. Jerry masih diam menyimak apa yang akan di ucapkan


gadis itu selanjutnya. Pikirannya juga kalut memikirkan laki-laki yang mereka


bicarakan yang tak lain adalah Rakha. Ya Rakha laki-laki itu telah kembali yang


Jerry takutkan adalah kehadiran Rakha yang akan kembali membawa luka bagi Alysa


ia tidak ingin gadis yang ia sayang kembali merasakan luka.


“Aku takut jika kehadirannya hanya akan membuka luka lama,” ucap


Alysa yang tanpa sadar sudah menangis. Jerry membawa Alysa kedalam pelukannya


menenangkan Alysa.


“Semua akan baik-baik aja, aku akan selalu ada buat kamu.” ucap


Jerry menenangkan mengelus punggung Alysa sayang. Ia tahu betapa terpuruknya


Alysa saat itu, gadis dalam pelukannya ini sangat hancur saat Rakha dengan tega


berselinkuh.


“makasih Jer,” balas Alysa dengan senyumannya dan membalas pelukan


Jerry.


Semua akan kembali dimulai, Alysa kira kisahnya bersama Rakha


sudah berakhir namun ternyata Alysa salah masih ada kisah selanjutnya dari


kisah mereka entah itu Rakha akan berperan sebagai sosok antagonis di ceritanya


atau malah sebaliknya Alysa juga tidak tahu karena yang Alysa duga Rakha hanya


pemain utama yang kini hanya kenangan baginya.


***


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_