
Happy Reading.
***
Rakha baru saja kembali dari kamar mandi dan kini laki-laki itu tengah berjalan kembali ke toko buku untuk mencari gadisnya di tempat kumpulan novel. Karena tadi terakhir kali ia meninggalkan gadisnya itu di sana.
Rakha mulai mencari gadisnya itu yang kini tengah berada di rak bagian mana hingga mata Rakha menajam, tangan laki-laki itu sudah mengepal dengan kuat saat melihat kini gadisnya tengah berada dalam dekapan laki-laki lain. Rakha mempercepat langkahnya menuju ke arah gadisnya dan laki-laki tersebut yang Rakha tau bernama Devin. Laki-laki yang menyukai gadisnya dan berencana mengambil gadisnya.
Mata Rakha semakin menajam saat tiba-tiba Devin mengecup bibir gadisnya. Dengan cepat Rakha menarik gadisnya menjauh dari Devin. Laki-laki itu sepertinya tidak tahu tengah bermain-main dengan siapa.
"Gede juga ya nyali lo," ucap Rakha dengan seringai diwajahnya. Untuk kali ini Rakha berusaha menahan amarahnya agar tidak meledak saat ini, kini ia bukan lagi anak SMA yang menyelesaikan semuanya dengan emosi di tempat umum seperti ini. Namun jika laki-laki itu sudah kelewat batas jangan salahkan Rakha jika ia harus membunuh laki-laki itu di sini. Ia begitu muak dengan laki-laki tak tahu diri yang masih mendekati gadis yang nyatanya sudah memiliki puan untuk hati dan dirinya.
"Apapun buat Alysa," ucap Devin tak kalah sarkasnya dengan Rakha. Devin menampilkan smirk nya dan itu membuat Rakha berdecih, kini Devin masih bisa membalasnya namun akan ia pastikan laki-laki itu tak bisa lagi menjawab ucapannya selain memohon padanya. Jika cara kasar masih bisa ia terima maka cara licik dengan menghancurkan akan Rakha lakukan untuk membuat laki-laki itu memohon sambil berlutut di hadapannya karena berani mengganggu gadisnya itu.
"Apapun huh? kita liat aja apa yang bisa gue lakuin buat ngejaga milik gue dari cowok gak tau diri kayak lo," ucap Rakha tajam dan segera menarik Alysa untuk menjauh dari Devin. Rakha pikir dengan kekerasan saat ini masih bisa ia tahan untuk tidak melakukannya tapi ia kana ttap menghancurkan laki-laki itu dengan kekutannya yang pasti akan lebih berbahaya dari hanya sebuah pukulan.
Rakha menarik Alysa dengan genggamannya yang sangat erat, bahkan Alysa merasa sakit di pergelangan tangannya. Rakha berjalan begitu cepat hingga Alysa merasa di seret oleh laki-laki itu. Langkah besar Rakha bagai membuat gadis yang ia seret itu berlari kecil. Rasanya kini pergelangan tangannya sudah membiru akibat Rakha yang menggenggamnya begitu erat.
"Rakha sakit," ucap Alysa pelan tapi dihiraukan oleh Rakha yang tambah mengeratkan pegangannya. Rakha kini sangat marah terlihat dari wajahnya yang mulai memerah. Orang yang melihat Rakha kini pasti menciut namun tak jarang yang merasa kasihan dengan gadis yang Rakha seret. Selama perjalanan menuju parkiran mereka menjadi tontonan dan Rakha tak menghiraukan hal itu kini tujuannya hanya membawa Alysa pulang.
Setelah sampai di mobilnya Rakha langsung mendorong Alysa untuk masuk dan menutup pintu di samping Alysa dengan keras membuat gadis itu berjengit kaget. Air mata Alysa perlahan turun bukan karena sakit di pergelangan tangannya tapi juga di hatinya yang sakit melihat sikap Rakha kepadanya. Ia begitu takut dengan Rakha sekarang yang terlihat begitu menyeramkan dan siap menerkamnya kapan saja. Percayalah terkadang orang yang begitu kita percaya justru bisa menjadi begitu berbahaya untuk kita. Dan ini yang kini tengah Alysa rasakan.
Rakha memasuki tempatnya di balik kemudi lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, bahkan banyak suara klakson dari pengendara lain yang memperingatinya namun dihiraukan oleh Rakha yang sudah kalut.
"Rakha pelan-pelan, ini bahaya Rakha," ucap Alysa memperingati dengan tangisnya tapi Rakha hanya menoleh sebentar pada Alysa dengan tatapan tajamnya memperingati gadis itu untuk diam. Tak ada rasa kasihan saat melihat Alysa yang menangis kini amarahnya lebih besar. Hatinya begitu sakit saat melihat Alysa yang tengah di peluk dan di cium laki-laki lain. Apa perasaan ini yang dulu Alysa rasakan saat melihat kejadian yang sama dengan ia sebagai pelakunya. Jika tahu sesakit ini tak akan ia biarkan itu terjadi pada gadisnya itu.
Rakha memarkirkan mobilnya tepat di depan rumahnya lalu menyeret Alysa untuk segera memasuki rumahnya yang terlihat kosong. Hanya ada beberapa asisten rumah tangganya yang kini menatap penuh tanya dan iba pada Alysa yang sudah menangis. Bagi mereka ini adalah hal yang tidak biasa karena biasanya Rakha akan memperlakukan Alysa penuh kelembutan namun kini laki-laki itu sangat kasar pada Alysa.
Rakha membawa Alysa ke dalam kamarnya lalu menutup pintu kamarnya dengan bantingan.
"Rakha aku bisa jelasin, tadi itu Devin yang tiba-tiba dateng dan meluk aku," ucap Alysa dengan sesenggukan karena menangis. Namun Rakha tak memperdulikannya kini laki-laki itu berjalan mendekat pada Alysa yang sudah ia dorong ke kasur king sizenya. Alysa yang takut hanya memundurkan tubuhnya. Setelah sekian lama mereka berpacaran baru kali ini Alysa merasa takut dengan Rakha yang menurutnya sekarang sangat menyeramkan.
"Terus kenapa kamu diem huh? Waktu Devin cium kamu, kamu juga diem. Mau belajar selingkuh?" tanya Rakha dengan tajamnya. Dan terus berjalan mendekati Alysa menghiraukan ketakutan gadisnya itu. Emosinya kini sudah meluap dan semua ini hanya karena rasa takut, Rakha hanya takut Alysa meninggalkannya. Namun kali ini Alysa tak kalah emosi pasalnya laki-laki itu menuduhnya padahal ia begitu setia dengan laki-laki itu bukankah Rakha yang pernah selingkuh namun mengapa kini laki-laki itu malah menyalahkannya?
"Aku gak pernah berfikir buat kayak gitu Rakha, kamu hanya melihat aku di peluk dan di cium paksa aja udah semarah ini terus gimana sama aku yang pernah liat kamu mangku dan cium cewek lain, bahkan selingkuh dari aku," ucap Alysa dengan tangisnya dan kemarahan yang sudah menjadi satu. Alysa begitu tidak suka dengan tuduhan Rakha.
"Kenapa? Bener kan? Kamu sampai nyakitin aku seperti ini cuma karena salah paham, dan aku dengan mudahnya maafin kamu yang selingkuh. Kamu egois Rakha, kalau seperti ini harusnya dari awal aku gak maafin kamu," ucap Alysa yang sudah mulai ikut emosi dengan sikap Rakha. Kemarahan Rakha semakin menjadi mendengar ucapan Alysa tersebut ia tak suka Alysa berkata seperti itu, tak boleh ada penyesalan pada gadis itu.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_