
Happy Reading.
***
Dear Tarakha
bagiku kau adalah senja yang membawa warna indah dalam hidupku.
hadirmu membawa kisah baru yang akan selalu ku kenang.
Kau hadir dan membantuku untuk bangkit dari keterpurukan.
Aku selalu berterimakasih pada Tuhan yang telah mengirimkanmu dalam hidupku.
tetaplah menjadi senja ku menjadi tempat rehat di kala lelah, menjadi pemandangan terindah untuk menyejukan mata.
Te Amo Tarakha Akhdan Abrisam
Alysa Evlya Afsheen
****
Dear Alysa Evlya Afsheen
Bagiku kau adalah biang lala
penuh warna dan keindahan
membawa warna dalam hidupku yang gelap.
Hadirmu membawaku untuk menuju masa depan dan melupakan masa lalu.
Kadang aku selalu menyakiti mu tapi tahu lah aku jauh lebih sakit saat melihat mu sakit.
Bertahan lah atas apa yang telah terjadi.
maaf jika kesalahan ku pernah membuat mu sakit.
Tetap jadi lah milikku jangan pernah pergi dan mendatangkan kegelapan bagi ku.
Te Amo Alysa Evelya Afsheen
Tarakha Akhdan Abrisam
****
Rakha mendengus melihat anaknya yang tengah menyusu dengan lahap, kini anaknya itu sering kali membuatnya cemburu karena Alysa yang lebih mementingkan anaknya. Salahkan sikap posesif Rakha itu yang bahkan pada anaknya sendiri.
"Sayang Anta udahan dong minumnya, kan Ayah juga mau di manja sama Buna," ucap Rakha sambil menoel pipi Antariksa gemas dengan pipi chubby anaknya yang kini sudah berumur 7 bulan itu.
"Kamu apa sih? Mending sekarang kamu tidur deh ini udah malem, gak usah ganggu Anta biar dia cepet tidur," dengus Alysa karena ini sudah hampir pukul 12 malam dan anaknya masih belum tidur ia sudah sangat mengantuk dan Rakha terus saja mengganggu Antariksa membuat Alysa mendengus kesal melihat aksi suami jahilnya itu.
"Gak mau, masak kamu begadang jagain Anta aku malah molor," ucap Rakha menggeleng tegas pada Alysa ia ingin menemani sitrinya itu begadang untuk menemani anaknya yang masih belum tidur juga. Ia ingin menjadi Ayah dan Suami yang baik untuk anak dan istrinya.
Alysa hanya diam saja membiarkan suaminya itu yang dari tadi terus menatapnya sampai akhirnya anaknya itu sudah terlelap Alysa segera memindahkan anaknya ke dalam box bayi milik anaknya yang berada di kamar mereka.
Alysa mendengus melihat Rakha yang kini sudah tertidur dengan lelap. Tadi ia mengatakan jika tidak akan tidur sebelum Alysa tidur namun nyatanya sekarang laki-laki itu malah sudah terlelap.
Alysa ikut merebahkan tubuhnya di kadung king size nya, bergabung dalam selimut dan memeluk tubuh suaminya mencari tempat ternyamannya sebelum menuju alam mimpi.
****
Tepat jam lima lebih lima belas menit pagi. Alysa dan Rakha baru saja selesai menyelesaikan sholatnya dan kini Alysa tengah berada di dapur untuk memasak sarapan sedangkan Rakha sudah kembali melanjutkan tidurnya bersama anaknya di sampingnya.
Setelah menyelesaikan aksi memasaknya, Dan melihat jam sudah menunjukkan setengah tujuh Alysa segera menuju kamarnya untuk membangunkan Rakha yang masih tertidur.
Saat sampai di kamarnya, Alysa tersenyum melihat anaknya yang tertidur di atas dada Rakha dan Rakha memeluk anaknya dengan erat. Alysa begitu terharu melihat pemandangan di depannya itu.
"Ayah, bangun udah siang kamu harus kerja," ucap Alysa sambil mengambil anaknya yang tertidur di atas dada Rakha.
"Bentar lagi Yang, aku masih ngantuk," ucap Rakha dengan suara khas orang bangun tidur. Alysa menggeleng mendengar ucapan suaminya itu.
"Gak, ini tuh udah siang kamu harus kerja. Cepet bangun," ucap Alysa tegas dengan terpaksa Rakha bangun dari tidur nya sebelum berjalan kearah kamar mandi ia menyempatkan mencium pipi gembul anaknya dan mengecup bibir Alysa sekilas.
"Morning kiss," ucap Rakha dan segera menuju kamar mandi membuat Alysa hanya menggeleng melihat tingkah suaminya itu.
***
Rakha dan Alysa kini tengah berada di ruang makan untuk sarapan. Alysa tengah sibuk menyusui Anta, dan Rakha dengan telatennya menyuapi makanan untuk Alysa dan untuk dirinya sendiri.
"Kamu makan yang bener Rakha, aku bisa makan nanti, ini udah siang," ucap Alysa memperingati Rakha yang di balas gelengan oleh Rakha dan tetap menyuapi Alysa.
Setelah selesai sarapan Alysa mengantar Rakha kedepan rumahnya dengan Antariksa yang berada dalam gendongannya.
"Aku jalan dulu ya, kamu hati-hati di rumah," pesan Rakha sambil mengelus puncak kepala Alysa sayang.
Baru saja Alysa mau memasuki rumahnya suara teriakan memanggilnya dengan semangat saat melihat siapa yang memanggilnya dan ternyata itu sahabatnya.
"Huwaa keponakan tante," ucap Retta sambil menciumi wajah Antariksa gemas.
"Tante girang kalo lo mah," ucap Lia menimpali yang langsung ditatap tajam oleh Retta.
"Anta mau ikut aunty aja sini Dari pada ikut tante girang," ucap Lia sambil merentangkan tangannya hendak menggendong Anta dan kini Anta sudah beralih di gendongan Lia namun belum sampai satu menit di gendongan Lia Anta sudah menangis membuat Alysa dengan cepat mengambil anaknya.
"Anta mah tau yang mana orang baik yang mana mak Lampir," ucap Adrin menimpali yang langsung membuat sahabatnya tertawa sedangkan Lia sudah memberenggut kesal mendengar tawa sahabatnya yang di tujukan untuk nya.
"Jahat kalian semua," ucap Lia yang sudah menghentakkan kakinya dengan kesal dan bibir yang sudah nengerucut sempurna.
"Udah jangan berantem mending kita masuk yuk," ajak Alysa dan segera menggiring sahabatnya untuk memasuki rumahnya.
"Kumpul di taman belakang rumah lo aja Lys," ucap Lia menyarankan dan langsung mendapatkan anggukan dari Alysa.
"Kalian duluan aja biar gue nyuruh bibi buat minum dulu," ucap Alysa dan segera menjauh namun belum terlalu jauh melangkah suara Retta membuatnya menggeleng.
"Lys makanannya jangan lupa," teriak Retta dan akhirnya mereka berpisah. Alysa menuju dapur sedangkan sahabat nya sudah menuju taman belakang.
Tak beberapa lama Alysa sudah berjalan menuju taman belakang masih menggendong Anta yang tertidur di gendongannya dan Bi Ina yang berjalan di belakangnya membawa cemilan dan minuman untuk sahabat Alysa.
"Lys, lo melihara ayam?" tanya Retta mengerutkan keningnya saat melihat ada ayam lengkap dengan kandangnya di tepi pojok rumah Alysa yang bisa terlihat dari taman di belakang rumahnya.
"Iya, itu pas gue hamil Anta ngidam ayam tapi sampai sekarang masih di rawat sama Rakha," ucap Alysa menjelaskan yang langsung mendapatkan anggukan dari temannya.
"Potong aja yuk Lys ayamnya, kayaknya enak tuh kalo ayam motong sendiri masih seger gitu," ucap Lia mengompori Alysa. Alysa berpikir sebentar lalu mengangguk semangat dan segera menyuruh kang Ujang yang merupakan pengurus tanaman di rumahnya untuk memotong kan ayam tersebut dan meminta Bi Ina untuk memasaknya.
Masakan Ayam panggang yang di buat Bi Ina akhirnya siap bersamaan dengan Rakha yang baru datang dari kantor. Langsung berjalan menuju ruang makannya yang terdengar sangat ribut.
"Wah ayam panggang, kayaknya enak nih," ucap Rakha dan langsung duduk di kepala kursi.
"Kamu mandi dulu sana baru makan," ucap Alysa tegas melihat suaminya yang baru saja pulang kerja dan malah langsung duduk dengan santai di meja makan.
"Jangan di habisin ayamnya," peringat Rakha yang mendapat anggukan dari Alysa tanpa menghiraukan keberadaan sahabat istrinya Rakha segera menunju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Tak beberapa lama Rakha sudah selesai membersihkan tubuhnya langsung menyusul istrinya yang masih setia berada di ruang makan namun hanya berdua dengan Anta entah kemana sahabatnya itu.
"Sahabat kamu pada kemana?" tanya Rakha pada Alysa.
"Udah pada pulang," ucap Alysa yang hanya mendapat anggukan dari Rakha yang sudah sibuk mengambil lauk dan nasi dan sengera melahap makananya.
"Emm ini enak banget Yang, ayamnya." Rakha berseru dengan mengacungkan jari jempolnya.
"Iya, bener ih kata Lia kalau ayam di potong sendiri itu lebih seger apa lagi kita ngerawat nya dari kecil penuh kasih sayang," ucap Alysa dengan senyumannya. Rakha menatap Alysa serius berharap yang kini ada di pikirannya salah.
"Maksud kamu?" tanya Rakha bingung dengan kerutan di dahinya bingung.
"Itu tuh ayam montok aku, aku potong semua tadi soalnya aku mikir kita kan yang makan banyak takutnya kalau katong cuma satu atau dua bakal kurang jadi empat-empatnya aku potong biar yang lain bisa ngerasain juga," ucap Alysa dengan senyumannya seolah ia sudah melakukan banyak hal baik. Sedangkan, Rakha sudah menatap tidak percaya pada Alysa. Ayam yang sudah ka rawat dengan penuh kasih sayang malah di bunuh dengan kejam oleh istrinya.
"Sayang kamu jahat, ayam aku kamu potong," ucap Rakha dengan suara sedihnya dan langsung berjalan meninggalkan Alysa yang mengerutkan keningnya bingung melihat wajah Rakha yang sedih dan kini laki-laki itu malah meninggalkannya.
*****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_