
Happy Reading.
***
Karena pertengkaran mereka kemarin malam akibat ulah Jerry dan Alysa yang menanyakan keindahan bandung akhirnya hari ini Rakha sengaja meminta izin untuk libur pada maminya dan mengajak Alysa untuk berlibur ke Bandung. Jerry beberapa hari yang lalu memang berada di Bandung membuat Alysa dengan heboh menanyakan bagaimana kota itu sekarang, karena sudah lama Alysa tidak ke sana.
Rakha menunggu Alysa yang masih bersiap di kamarnya dengan Rey yang kebetulan hari ini libur kuliah jadilah ia hanya bersantai di rumahnya.
Alysa terun dengan senyum yang mengembang saat melihat Rakha sudah ada di ruang tamunya. dengan sangat Kakak yang sibuk dengan ponselnya.
"Udah lama nunggunya?" tanyanya sambil menuruni anak tangga. Rakha hanya menggeleng sambil tersenyum manis pada Alysa.
Alysa. "gila ini manis banget pantesan aja banyak yang demen ma nih bocah," batin Alysa oada dirinya sendiri mengagumi keindahan wajah tunangannya itu.
"Jalan sekarang?" tanya Rey sambil berdiri saat melihat kehadiran Alysa. Alysa mengangguk menjawab pertanyaan kakaknya itu.
"Hati-hati ya, Kha jagain adek gue baik-baik kalo lo gak mau tewas di sini," ancam Rey yang sok berani pada Rakha.
"Gila serem banget bang, tapi pasti gue jagain gak akan ada yang lecet, " ucap Rakha sambil mengangguk kemudian pergi kearah Motornya di parkir. bukan Karena takut dengan ancaman Rey dia akan menjaga Alysa dengan baik karena tentu saja ancaman Rey bukan apa-apa baginya. ia akan menjaga Alysa dengan naik karena Alysa adalah gadis yang sangat ia sayang.
"Pakek motor?" tanya Alysa saat melihat motor Rakha yang terparkir dengan indah di depan rumahnya.
"Hmm.... emang kenapa?" tanya Rakha sambil memasangkan helm pada gadisnya itu.
"Gpp sih cuman kenapa harus pakek Motor? biasanya juga kalo jauh pakek mobil," tanya Alysa sambil naik ke motor besar Rakha dengan bantuan Rakha.
"Biar lo bisa puas meluk gue." Rakha tersenyum dari balik helmnya. Pipi Alysa melai memerah mendengar ucapan Rakha yang selalu berhasil membuatnya blushing.
"Sekarang lo pegangan ya takut jatoh, klo jatoh kan ribet urusannya." Rakha menarik tangan Alysa dan melingkarkannya di pinggang nya. Alysa menyandarkan dagunya di pundak Rakha memeluk kekasihnya itu dengan erat.
Kini jantung di antara mereka sangat kompak menyuarakan detakannya masing-masing serasa ingin keluar dari tempatnya. ini memang bukan hal baru bagi mereka tapi tetap saja jantung mereka selalu berdetak dengan cepat saat saling bersentuhan seperti ini.
Sunyi, hanya deru motor yang bersuara karna di antara mereka tidak ada yang memulai pembicaraan Rakha Fokus menyetir sedangkan Alysa ragu untuk memulai pembicaraan lebih tepatnya dia tidak tahu harus berbicara apa dan lebih nyaman menikmati kebersamaan mereka.
Saat motor Rakha melaju meninggalkan kota baru Alysa membuka mulutnya. "Kita mau ke mana sih kak?" tanya Alysa di balik badan bidang Rakha. mendekatkan wajahnya pada wajah Rakha.
"Hah?" Rakha tidak bisa mendengar apa yang di katakan Alysa dengan jelas karena suara bising dari pengendara lain.
"Kita mau kemana?" taanya lagi Alysa dengan suara yg lebih keras lagi.
"Hah?" kali ini Rakha pura-pura tidak mendengar agar Alysa terus berbicara dia bosan melihat Alysa yang membisu seperti ini. lagi pula membuat Alysa kesal adalah hobby nya. Alysa sangat menggemaskan saat sedang marah.
"Kita mau kemana?" kali ini suara Alysa benar-benar keras Rakha tersenyum menahan tawanya. melihat gelagat Kekasihnya yang sudah mulai menahan emosi.
"kamu ngomong apa sih?" tanya Rakha yang masih setia mengerjai Alysa.
"Dasar budek, gue aja denger lo ngomong masak lo gak denger sih?" Alysa yang sudah geram karna Rakha tidak saja mendengar nya langsung menggunakan lo-gue. Tawa Rakha sudah pecah saat melihat tunangannya itu.
"Hah? kamu pengen nasih gudek?" kali ini Rakha benar-benar membuat Alysa geram dengan kejahilannya itu.
"Dasar budekkkkkk, bukan nasik gudek ah elo Cakep-cakep tapi budek," kesal Alysa pada Rakha yang kini sudah tertawa, Alysa mendengus kesal ia tahu pasti Rakha sedang mengerjainya.
"gue emang cakep sih yang, " Ucap Rakha. Alysa tersenyum masam tanpa mengindahkan perkataan Rakha. Alysa sudah terlanjur kesal dengan kekasihnya itu.
Mereka berhenti di salah satu tampet wisata di daerah Bukit pakar timur udara di sini cukup dingin karna tempatnya di pegunungan. Alyaa turun dari motor dengan mendekap tangan nya.
Rakha yang melihat itu melepas jaketnya dan memberikannya pada Alysa.
"Gak usah Kha, lagian aku kan juga udah pakek jaket, " tolak Alysa karena tidak tega jika Rakha juga kedinginan.
"Emang kamu gak kedinginan?" tanya Alysa khawatir pada kekasihnya itu.
"Kedinginan sih," jawabnya jujur.
"Terus gimana? Kamu pakek aja nih?" Alysa mengembalikan jaket Rakha pada laki-laki itu.
"Gak perlu kamu pakek aja, sini peluk aku biar aku gak kedinginan," ucap Rakha sambil memakaikan jaketnya lagi sebelum menarik tangan Alysa dan memeluknya erat seakan dia tidak mau untuk kehilangan gadisnya itu.
"Mengambil kesempatan dalam kesempitan ya, " Alysa mengeratkan pelukan mereka membantu agar Rakha tidak terlalu kedinginan.
Rakha tertawa melihat wajah Alysa yang sudah seperti sudah seperti kepiting rebus.
"lebih anget dari pakek jaket, nyaman juga. kalau jaket gak bikin nyaman," ucap Rakha yang juga ikut mengeratkan pekukannya.
"Bagus ya Tempatnya," Rakha memulai pembicaraan tanpa mengindahkan tatapannya dari pemandangan indah di depannya.
"kamu pernah kesini?" tanya Alysa. Aldwin mengangguk ringan.
"Kalo aku lagi ancur, sedih... aku sering ke tempat ini, jauh dari hingar bingar keramaian kota yang bikin gue pengen muntah," Rakha menatap Alysa yang juga sedang menatapnya.
Hari sudah semakin sore Rakha bangkit dari duduknya.
"Yuk balik, udah sore," ajak Rakha. Sebenarnya Alysa masih ingin di sini tempat ini benar-benar membuatnya nyaman.
Tapi kemudia Alysa juga bangkit dan berjalan di belakang Rakha.
Rakha menjalankan motornya dengan kecepatan sedang, Rakha tidak ingin cepat-cepat berpisah dari Alysa dengan mengembalikannya pada orang tuanya jika bisa mungkin Rakha akan segera menikahi Alysa agar ia selalu bersama gadis itu.
"kamu gak laper? Kita dari tadi siang belum makan loh," tanya Rakha pada Alysa. Sebenarnya Alysa sudah lapar dari tadi tapi dia malu mau bilang ke Rakha.
"Kita makan dulu ya," ucap Rakha sambil memarkinkan motornya di depan Resto di daerah itu. Tulisan Lisung "Bandung - The Dago Boutique Resto" terpampang di tengah tempat itu. Resto ini cukup besar dan indah dari sana kita bisa melihat semua yang ada di bawah, indah... sangat indah bahkan matahari yang sudah siap-siap untuk bertukar posisi dengan bulan tengah menunggu gilirannya untuk bertukar posisi. Seorang pelayan resto menghampiri Alysa dan Rakha.
"Mau mesan apa kang?" tanya pelayan itu.
"Nasi Panggangan Lisung 2 , Konro Steak Lisung 1 minumnya Milkshaked cokelat," pesan Rakha selanjutnya ia menatap Alysa menanyakan pesanan gadis itu.
"Nasi Panggang Lisung 1, Pizza 1, Konro Steak lisung 1 minumnya Milkshadek Cokelat" pesan Alysa yang langsung mendapatkan anggukan dari Pelayan tersebut.
Matahari sudah berada di ujung pertanda sebentar lagi akan terbenam, Sunset di sini sangat indah berbeda dengan di kota-kota besar.
"Sunset nya keren banget Kha. " Alysa takjub melihat pemandangan Sunset di depannya yang sangat indah ini.
"Hmm... karna disini polusi masih jarang beda sama di Jakarta jadi sunset nya di sini bagus," jawab Rakha yang juga sedang melihat ke Arah Sunset di depannya.
Mereka saling menikmati keindahan sunset yang sangat indah. menikmati waktu-waktu kebersamaan mereka yang sudah lama tidak mereka rasakan. tak akan mereka lupakan hari ini yang begitu membahagiakan bagi mereka.
****
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan @Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDO_JERRY
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_