
Happy Reading.
***
Pagi ini matahari tengah terik-teriknya bersinar. Cahaya matahari pagi menelusup masuk kekamar Alysa melalui celah-celah jendela. Alysa mengerjapkan matanya berkali-kali menyesuaikan sinar matahari yang menyilaukan matanya.
"Selamat pagi sayang," sapa seorang laki-laki sambil mengelus puncak kepala Alysa. Saat kesadaran Alysa sudah mulai kembali pekikan keras memenuhi kamar milik Alysa.
"Kyaaaa, ehh setan anjir monyet. Ya ampun ngapain kamu disini?" kaget Alysa saat melihat yang tengah duduk disampingnya adalah Rakha.
"Ya ampun mulutnya pagi-pagi udah minta di sumpel aja." Rakha mengecup bibir Alysa singkat lalu menyentil kening gadis itu.
"Kamu ngapain pagi-pagi udah disini?" tanya Alysa dengan kerutan di dahinya.
"Jemput kamu lah kan hari ini kamu janji nemenin aku buat beli perlengkapan yang harus aku bawa ke Spanyol." Rakha mengerucutkan bibirnya kesal karena Alysa melupakan janjinya.
"Ya ampun iya aku lupa, bentar aku siap-siap dulu kamu tunggu di bawah aja sana," usir Alysa sambil membawa Rakha pergi menjauh dari kasurnya. Dan segera menutup pintu. Rakha menggeleng melihat tingkah laku kekasihnya itu.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Alysa menatap sepatunya bosan, Rakha sangat sibuk dengan laptop yang kini ada di pangkuannya setelah berbelanja Rakha langsung membawa Alysa untuk kerumahnya tapi kini gadis itu malah ia kacangi.
"Dasar monyet," gerutu Alysa kesal, Rakha menatap Alysa sekilas dan kembali lagi pada laptopnya.
"Rakha monyet gak pekaan, mending aku pulang aja deh," rajuk Alysa dan segera berdiri, namun saat Alysa mulai melangkah tangannya di tarik oleh Rakha membuat Alysa duduk dipangkuan Rakha, Rakha memeluk Alysa dari belakang meletakkan dagunya pada pundak Alysa.
"Dasar tukang ngambek, aku lagi ngurus buat keberangkatan besok sayang," ucap Rakha dengan sabar.
Alysa masih saja merajuk dan tak ingin menjawab perkataan Rakha. Rakha mendengus sejenak.
"Sekarang kamu mau apa? Atau kamu mau kemana? Biar aku temenin." Rakha kembali bersuara saat tak mendengar jawaban dari Alysa. Gadisnya itu memang sangat suka sekali merajuk membuat Rakha kelimpungan sendiri dengan ulah gadisnya itu.
"Aku mau jalan jalan sama kamu kemana aja, bentar lagi kan kita gak bakal bisa kayak gini lagi," Alysa menundukkan kepalanya saat mengingat sebentar lagi ia akan menjalani LDR, Alysa yang selama ini selalu bergantung pada Rakha harus merasakan hidup tanpa Rakha. Harusnya dari awal Alysa tau bahwa ketergantungan akan sesuatu hanya akan membuat kita hancur saat yang kita gantungi mulai pergi.
"Ya udah kalau gitu gimana kalau kita kepantai aja?" tanya Rakha yang langsung mendapat anggukan semangat dari Alysa. Alysa menatap Rakha dengan senyumannya yang begitu semangat.
"Ayo cepetan," ajak Alysa kelewat semangat.
"Ya kamu bangun dulu dong, gimana aku mau bangun kalau kamu masih duduk?" Rakha menggeleng melihat gadisnya yang kelewat semangat sampai lupa jika ia tengah duduk di pangkuan Rakha.
"Hehehe lupa " Alysa menyengir watados memperlihatkan deretan gigi putihnya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Rakha dan Alysa berjalan berdampingan dipinggiran pantai, Alysa terus saja tersenyum sejak mereka sampai di pantai. Tangan Rakha dengan setia menggenggam tangan gadisnya itu. Rakha menerawang jauh menyimpan semua kenangan yang kini ia jalani bersama sang kekasih untuk ia simpan dengan rapi dan membawa bersamanya saat Rakha jauh dari sang kekasih.
"Sayang foto yuk," ajak Alysa yang hanya diangguki oleh Rakha. Alysa meminta tolong pada orang yang lewat untuk memfoto mereka berdua. Banyak pose yang mereka lakukan setelah puas dengan foto-foto mereka Alysa menyudahi aksi fotonya.
"Mau kemana setelah ini?" tanya Rakha pada Alysa yang masih setia menggandeng tangannya.
"Ehmm kita makan aja deh aku laper" Alysa membawa Rakha menuju salah satu tempat makan yang berada di pinggiran pantai.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Saat ini Rakha dan Alysa sedang berada di sebuah cafe dengan Rakha yang terus saja menatap Alysa secara intens bahkan laki-laki itu seakan enggan untuk mengalihkan tatapannya dari kekasihnya itu. Alysa yang di tatap begitu intens menjadi risih dengan ulah Rakha. Alysa berdecak kesal lalu menatap Rakha dengan tatapan tajamnya.
"Kamu ngapain sih?" tanya Alysa mulai jengah dengan tingkah Rakha.
"Ngeliatin kamu," jawab Rakha dengan enteng dan senyum yang menghiasi wajah tampan Rakha.
"Iya aku tau Rakha kamu ngeliatin aku tapi ngapain sampai se-intens itu?" Alysa memutar bola matanya jengah.
"Alys," panggil Rakha, Alysa menatap Rakha dengan alis yang di naikkan satu pertanda ia mengucupkan "apa?".
" Tau gak hari ini hari apa?" tanya Rakha dengan satu alis yang di naikkan.
"Hari minggu lah," seru Alysa nge-gas karena kesal dengan pertanyaan Rakha.
"Salah." Rakha menggeleng mantap membuat Alysa mengerutkan dahinya.
"Lah terus?" masih dengan kernyitan yang dengan jelas di wajah Alysa gadis itu bertanya pada Rakha.
"Hari di mana aku akan selalu mencintai kamu," Rakha tersenyum puas melihat Alysa yang lagi-lagi blushing karena gombalannya.
"Gombal aja terus sampek anjing tetangga aku nikah sama kucing aku," kesal Alysa yang malah membuat Rakha tertawa sambil mencubit pipi Alysa gemas. Gadisnya itu sangat menggemaskan saat blushing dan kesal secara bersamaan.
"Emang kamu punya kucing?" tanya Rakha mengernyitkan dahinya penasaran.
"Ya enggak lah." Alysa memutar matanya malas, bagaimana laki-laki itu bisa bertanya seperti itu padahal ia sudah sering mengunjungi rumah Alysa bahkan rumah Alysa sudah seperti rumahnya sendiri karena Rakha sering mengunjungi rumah Alysa bahkan kata mama Alysa saat Alysa sekolah dan Rakha sedang libur laki-laki itu berada di rumah Alysa untuk membantu mama Alysa memasak, sangat pencitraan bukan? Alysa sampai kesal dengan sikap Rakha yang begitu.
"Terus kenapa kamu bilang kamu punya?" tanya Rakha pada Alysa.
"Kapan aku bilang?" tanya Alysa tidak sabaran pasalnya gadis itu tidak ada mengatakan jika ia memiliki kucing.
"Lah tadi kamu bilang sampai kawin sama kucing aku?" tanya Rakha mengernyitkan dahinya.
"Ya kan aku bilang kucing aku bukan berarti sekarang aku punya kucing, bisa aja dia nikah sama kucing aku yang udah hilang atau mati kan atau kucing tetangga yang aku akuin milik aku?" jawab Alysa dengan konyolnya. Rakha hanya menghembuskan nafasnya kasar melihat sikap absurd gadisnya itu.
"Untung sayang" Ucap Rakha sambil mencium pipi Alysa membuat gadisnya itu memberenggut kesal karena Rakha menciumnya di tempat umum.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
 @ALYSAEVELYAA_
 @ALVANDOJERRY_
 @ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_