
Happy Reading.
***
Saat para tamu sedang sibuk berbincang Rakha mulai menaiki panggung membuat Alysa dan para sahabatnya mengerutkan keningnya melihat Rakha yang kembali menaiki panggung.
"Tunangan lo mau ngapain tuh?" tanya Gian yang Alysa balas dengan gelengan karena ia juga tidak tahu apa yang akan laki-laki itu lakukan di sana.
"Khem cek," ucap Rakha mengalihkan tatapan dan atensi para tamu pada laki-laki itu.
"Permisi semuanya, saya berdiri di sini untuk mengungkapkan sesuatu pada seseorang. Seseorang yang saya cintai dengan sepenuh hati," ucap Rakha sambil menatap ke arah Alysa yang membuat tatapan para tamu mengikuti arah pandangan Rakha.
"Bisa naik ke sini sayang?" tanya Rakha sambil mengulurkan tangannya. Dengan perasaan yang campur aduk dengan ragu Alysa berjalan ke arah Rakha sebelumnya ia sudah melihat ke arah sahabatnya yang mengangguk.
Alysa menggapai tangan Rakha lalu kini mereka saling berhadapan dengan Rakha yang setia menggenggam tangannya dengan lembut. Mata Rakha tak pernah lepas dari tatapan mata Alysa yang juga tengah menatapnya.
"Aku berdiri di sini untuk menungkapkan sesuatu untuk kamu. Alysa kamu tahu kan aku begitu sangat mencintai kamu?" tanya Rakha yang hanya mampu Alysa balas dengan anggukan.
"Kamu juga tahu aku gak mau kehilangan kamu," ucap Rakha lagi yang kembali membuat Alysa mengangguk.
"Kita saling memiliki rasa yang sama, keinginan yang sama untuk saling memiliki, dan yang paling penting kita memiliki tuhan yang sama, kita memiliki Aamiin yang sama, kita memiliki iman yang sama maka bolehkan aku menjadi penyempurna dari iman mu? menjadi imam yang menuntunmu dalam segela hal, dan maukah kau menjadi makmum yang akan mengaminkan setiap doa ku?" tanya Rakha sambil berlutut dan mengeluarkan kota berwarna maroon dari balik jas nya menyodorkannya pada Alysa. Terlihat cincin dengan permata ruby yang begitu indah di sana.
Alysa sudah tak dapat berkata apapun lagi malam ini ia begitu bahagia dengan semua yang laki-laki itu lakukan untuknya sungguh Alysa tak pernah merasa sebahagia ini. Rakha melamarnya di depan umu dengan kata yang begitu romantis.
Air mata kebahagian tanpa permisi jatuh dari mata indahnya itu.
"Ya aku mau Rakha, aku mau menjadi penyempurna iman mu," ucap Alysa sambil mengangguk membuat senyuman Rakha mengambang begitupun para tamu yang berada di sana. Walau tak semua menunjukkan senyuman bahagia seperti laki-laki yang kini tengah menatap nanar kejadian itu sambil menunduk dalam berusaha mengontrol hatinya.
Suara tepuk tangan yang begitu riuh memenuhi gedung acara. Rakha mulai memakaikan cincin pada jari gadis itu lalu beralih Alysa yang memakaikannya pada Rakha.
"Au sweet banget sih," seru Lia dengan senyumannya membuat yang lainnya mengangguk setuju.
Rakha memeluk Alysa erat lalu mengecup puncak kepala gadisnya itu sayang. Setelahnya ia mengajak Alysa untuk turun dan menemui keluarga mereka.
Saat sampai di dekat keluarga mereka, mereka langsung di sambut senyuman haru dan langsung memeluk Alysa bergantian.
"Selamat ya sayang, semoga setelah ini cepet ke jenjang selanjutnya dan cepet kasih kita cucu," ucap Renata dengan senyuman menggodanya membuat Alysa menunduk malu dan hal itu tentu membuat yang lainnya terkekeh.
"Oh iya sayang ini cincin kamu," ucap Karin sembari memberikan cincin yang membuat gadis itu menangis dan hal itu sontak membuat mata Alysa memeolot tajam.
"Mama," kesal Alysa dengan manjanya merengek pada sang mama yang sudah dengan jahilnya menyembunyikan cincinnya hingga ia mengis.
"Maaf sayang tapi semua ini rencana kita," ucap Renata menimpali membuat Alysa menghembuskan napasnya. Mama dan Mami Rakha itu memang begitu kompak.
"Alysa ya ampun sahabat gue selamat ya," ucap Lia yang datang menghampiri mereka dengan sahabat mereka yang lainnya.
"Makasih," ucap Alysa lalu mereka saling berpelukan dengan senyumannya yang mengembang.
"Salamat ya sayang," ucap Jerry sambil memeluk Alysa tapi tentu semua itu tak berlangsung lama karena Rakha dengan sigap langsung melepaskan pelukan mereka. Semua yang berada di sekitar mereka hanya bisa tersenyum sambil menggeleng melihat tingkah posesif Rakha.
Selanjutnya mereka mulai membicarakan banyak hal hingga tak terasa acara sudah selesai.
***
Seorang laki-laki berjalan dengan gontai menuju ruang rawat seprang gadis, gadis itu yang paling mengerti dirinya dan ia juga sering menumpahkan keluh kesahnya pada gadis itu.
Saat memasuki kamar rawat gadis itu ternyata sang gadis masih melihat-lihat ponselnya dan saat menyadari ada yang masuk ke kamarnya ia segera mengalihkan atensinya pada laki-laki yang baru saja masuk dengan wajah lelahnya. Jas putihnya sudah berada di lengannya dengan hem nya yang di gulung sebatas siku.
"Jerry lo kenapa?" tanya gadis yang tak lain adalah Eliza pada laki-laki yang baru saja memasuki ruang rawatnya da laki-laki itu adalah Jerry.
"Malam ini di sana Rakha melamar Alysa di depan umum," ucap laki-laki itu dengan senyuman kecut dan tatapan matanya yang sendu menyiratkan kesidahan dalam tatapan itu.
"Gue tahu lo kuat, dan gue yakin lo akan mendapatkan pengganti dia," ucap Eliza memberikan semangat pada sahabat yang sudah ia anggap sebagai kakanya sendiri itu.
"Gue udah usaha tapi nyatanya gue masih stuck di dia, dia terlalu berarti buat gue," ucap Jerry menghembuskan napasnya lelah. Mengapa begitu sakit rasanya hanya sekedar mengikhlaskan saja terasa begitu sulit.
Fase tertingi dari mencintai adalah mengikhlaskan dia bersama orang yang di cintainya, melepaskannya dengan bahagia. Melepaskan dalam artian benar-benar mengikhlaskan bukan karena tak mencintai lagi tapi karena sadar cinta nya cukup untuknya saja dan membiarkan orang yang di cintainya berbahagia dengan pilihannya.
Berhenti bersikap egois untuk tetap bertahan dengan pendirian ingin memiliki atas dasar cinta karena nyata itu bukan cinta melainkan obsesi semata, karena jika kamu memang mencintainya kamu akan mengikhlaskannya untuk bahagia walau sumbernya bukan darimu. Berpikirlah karena dengan sikapmu yang begitu akan akan mendapatkan penggantinya kamu akan di sayang atas dasar teman.
Kamu memang tidak mendapatkannya sebagai kekasih namun dengan sikap tidak egois mu amu juga tidak akan sepenuhnya kehilangan dia karena kamu masih bisa menjadi sahabatnya. Bukankah itu lebih baik dari pada kamu harus kehilangan dia seutuhnya hanya bukan sebagai kekasih ataupun sebagai sahabat.
Dan itu yang kini tengah Jerry lakukan ia tidak ingin bersikap egois pada cintanya, walau dia ingin berikap egos dan mengambil Alysa kembali tapi nuraninya berkata tidak dan lebih memeilih persahabatannya.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_