Raksa

Raksa
Kacau



Happy Reading.


***


Renata menatap anak nya yang masih tertidur dengan lemah di atas brankarnya nanar. Pasalnya sudah kesekian kali Renata memaksa Rakha untuk makan namun di hiraukan oleh Rakha. Anaknya itu hanya menatap langit-langit kamar rumah sakitnya dengan tatapan sendu.


"Sayang kamu makan dulu ya," pinta Renata untuk kesekian kalinya namun tak juga di hiraukan oleh Rakha. Pikirannya masih tertuju pada gadis yang pernah ia sakiti itu.


"Kamu jangan gini dong sayang kamu harus makan biar cepet sembuh," ucap Renata dengan lembutnya masih memaksa laki-laki itu untuk memakan makanannya yang sedari tak tersentuh.


"Buat apa aku sembuh Mi, kalo alasan aku sembuh aja udah pergi," ucap Rakha malas dan kembali merebahkan tubuhnya, memejamkan matanya tanpa menghiraukan keberadaan sang Mami. Tadi hatinya begitu bahagia melihat perhatian yang Alysa berikan untuknye ia kira Alysa akan mau kembali padanya namun sepertinya ia salah mengartikan sikap Alysa padanya, gadis itu hanya terlalu baik hingga mau memaafkannya dan memberikannya perhatian.


Renata mendengus melihat kelakuan putra nya itu, sangat berarti kah Alysa bagi nya? Jika gadis itu sangat berarti lalu mengapa harus ia sakiti? Renata menekan beberapa digit huruf di ponselnya lalu setelah menemukannya Renata langsung menghubungi orang tersebut.


"Hallo Sayang," sapa Renata dengan suara lemah nya setelah telfonnya diterima.


"Hallo Mi, Kenapa Mi?" tanya seorang gadis di sebrang sana.


"Kamu nanti bisa kerumah sakit gak setelah kuliah?" tanya Renata dengan penuh harap. Karena hanya gadis ini yang mampu membantunya untuk membujuk Rakha.


"Ehmm Alysa usahain ya Mi," ucap Alysa, gadis yang di hubungi oleh Mami Rakha.


"Ya udah makasih ya sayang," ucap Renata dengan senyumannya walaupun tau Alysa tidak dapat mendengarnya.


"Sama-sama Mi," ucap Alysa membalas ucapan Renata.


"Ya udah Mami tutup dulu ya," ucap Renata setelah mendapat balasan dari Alysa di sebrang sana Renata langsung mematikan telfonnya.


"Jangan terlalu terlarut dengan kesedihan dan penyesalan, jika memang dia jodoh mu maka ia akan kembali lagi sejauh apa pun dia pergi, dan sebanyak apapun penghalang di tengah kalian. percayakan saja semua pada tuhan dan takdir yang menuntun kalian" ucap Renata sambil mengelus pundak Rakha dan segera pergi keluar ruangan putra nya itu untuk memberi ruang untuk Rakha sendiri dan menenangkan pikirannya.


****


Alysa baru saja keluar dari gedung kampusnya seperti biasa ia akan menunggu Jerry untuk menjemput nya karena memang laki-laki itu sudah seperti supir pribadinya saja.


Tak beberapa lama mobil Jerry sudah datang berhenti tepat di depan Alysamembuat Alysa langsung saja masuk kedalam mobil Jerry tanpa menunggu Jerry keluar menghampirinya dan membukakan pintu untuknya.


"Jer anter aku ke rumah sakit ya," ucap Alysa setelah duduk di tempat nya. Jerry memicingkan matanya curiga untuk apa Alysa ke rumah sakit?.


"Mau jenguk Eliza?" tanya Jerry akhirnya masih fokus ke jalan mencoba untuk positif thinking.


"Sekalian, tapi aku mau jenguk Rakha dulu," ucap Alysa, Jerry mendengus mendengar jawaban Alysa. Untuk apa lagi Alysa menghampiri Rakha?. Jujur saja Jerry tak suka melihat Alysa yang terlalu dekat dengan Rakha karena jelas ia masih menyukai gadis itu dan Rakha adalah saingan terkuatnya mengingat jika Alysa masih menyukai Rakha.


"Buat apa? Mau balikan?" tanya Jerry sinis. Dan hal itu mampu membuat Alysa tersinggung dengan apa yang Jerry ucapkan. Padahal beberapa hari yang lalu ia yang meminta Alysa untuk memaafkan Rakha namun mengapa Jerry sangat sinis jika Alysa mau menemui Rakha?


"Emang salah kalau aku jenguk temen? Lagian ini Mami nya Rakha yang minta, " ucap Alysa yang juga tak kalah sinis nya. Ia bingung dengan sikap laki-laki itu, mengapa ia seperti menyalahkan Alysa yang mau menemui Rakha padahal beberapa hari lalu ia mendukung perbuatan Rakha yang selingkuh darinya. Memang bunglon Jerry itu.


"Nurut banget sih sama Mami nya Rakha, kalau di suruh balikan sama Rakha paling juga mau," ucap Jerry yang mulai kesal, entahlah ia jadi sensitif jika berbicara soal Rakha , perasaanya pada Alysa belum juga hilang dan semakin bertambah semenjak ia dan Alysa semakin dekat. Memang ia dulu yang meminta Alysa untuk memaafkan Rakha namun setelah melihat kedekatan Rakha dan Alysa membuat hati laki-laki itu begitu sakit, hatinya menolak mereka untuk untuk kembali bersama, Jerry cemburu? Jelas saja Jerry cemburu pemilik hatinya masih Alysa.


"Ya aku emang pernah ngomong gitu tapi aku nyesel udah ngomong gitu, kamu tau aku masih sayang sama kamu Alysa belakangan ini saat Rakha pergi dan nyakitin kamu aku selalu ada buat kamu dan hal itu buat aku jadi tambah sayang dan cinta sama kamu, kalau saja Eliza jalang itu gak sakit dan merepot kan aku mungkin sampai sekarang aku masih sama kamu, kamu masih jadi milik aku," ucap Jerry sambil menatap Alysa, Alysa mentap Jerry tak percaya akan ucapan Jerry. Kemana Jerry yang terkenal baik itu? Ada apa dengan Jerry? Apa karena cinta ia tega mengeluarkan ucapan tajam seperti itu dan menghina Eliza? Cinta memang berpangaruh sangat hebat ternyata hingga orang baik pun bisa menjadi jahat hanya karena cinta.


"Ada yang salah sama otak kamu Jer," ucap Alysa dengan sinis berusaha memendam amarahnya ia berusaha berpikir positif jika Jerry hanya dalam keadaan marah akibat rasa cemburunya, ia mengerti jika Jerry masih menyayanginya namun Alysa tak bisa membalas perasaan Jerry lagi. Meskipun Alysa berusaha ia tetap tidak bisa melakukan itu hatinya begitu tertutup dengan rapat hanya Rakha yang memegang kunci itu.


"Kenapa? aku bener kan kalau aja Eliza gak sakit dan aku gak bantu dia sampai aku ninggalin kamu. Kamu akan tetep jadi milik aku Alysa. Hati aku masih sama Alysa masih buat kamu, dari pada kamu bilang ada yang salah dengan otak aku, kamu salah karena yang salah hati aku yang masih stuck di kamu," ucap Jerry dengan frustasi sambil menarik rambutnya gusar menatap Alysa dengan berbagai tatapan. Hati Alysa begitu perih melihat keadaan Jerry namun hatinya juga merasa kecewa dengan semua ucapan yang laki-laki itu ucapkan.


"Jaga ucapan kamu Jerry, dan sepertinya kamu butuh waktu untuk sendiri," ucap Alysa yang langsung ke luar dari mobil Jerry dan menyetop taksi untuk mengantarnya ke rumah sakit.


Jerry mengusap rambutnya frustasi, lalu melajukan mobilnya entah kemana yang jelas kini ia butuh menjernihkan pikirannya yang saat ini tengah kacau.


 


 


****


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


 @ALYSAEVELYAA_


 @ALVANDOJERRY_


 @ARETTAEMILJ_


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_