Raksa

Raksa
Posesif



Happy Reading.


***


Alysa kini tengah berada di depan kampusnya untuk menunggu Rakha yang akan menjemputnya. Memang semenjak hubungan mereka kembali, kini Rakha yang selalu mengantar dan menjemputnya ke kampus.


Tak lama Alysa menunggu mobil Lamborghini Sian berwarna gold berhenti tepat di depannya. Saat mobil itu berhenti banyak yang menatap penuh minat pada mobil sport mahal itu, tentu saja banyak yang menatapnya mengingat itu adalah mobil mewah yang tak sembarang orang memilikinya.


Saat Rakha keluar dari mobil sport itu dengan pakaian kantor casual nya di tambah kaca mata hitamnya banyak para gadis yang memekik senang, menatap penuh minat pada kedua barang yang super indah itu. Pemiliknya yang sangat tampan dan mobilnya yang tak kalah tampan membuat para gadis menjadi iri pada Alysa yang kini sudah berada dalam rangkulan Rakha. Bukannya menebarkan senyuman sombong atau bangga nya karena di jemput oleh laki-laki tampan kaya raya, Alysa malah mengerucutkan bibirnya kesal.


"Ngapain sih sok keren banget pakek mobil ginian, mana sok pakek kaca mata lagi. Di kira bakalan ganteng?" sinis Alysa yang malah membuat Rakha terkekeh mendengar ucapan ketus gadisnya itu. Kini mereka sudah berada dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.


"Iya lah ganteng," ucap Rakha dengan pedenya membuat Alysa mendengus kesal mendengarnya.


"Pede banget," ucap Alysa jengkel. Jujur saja memang Rakha terlihat begitu tampan apa lagi kini laki-laki itu tengah menyetir dengan satu tangan karena tangan yang satunya ia gunakan untuk menggenggam tangan Alysa dan jelas itu membuatnya tampak semakin keren.


"Iya dong harus, gak pede gak idup," ucap Rakha yang masih saja bisa menjawab ucapan Alysa. Memang jika bertengkar dengan Rakha itu tidak akan ada habisnya karena mulut laki-laki itu yang begitu pandai bersilat lidah.


"Terserah kamu," ucap Alysa akhirnya mengalah.


Setelahnya tak ada lagi pembicaraan di antara mereka sampai akhirya mereka berhenti di salah satu mall mewah dan begitu besar.


"Mau ngapain?" tanya Alysa mengerutkan keninganya saat Rakha sudah turun dan membukakan pintu untuknya.


"Kita beli baju buat kamu, karena besok malam acara peresmian pengangkatan aku sebagai CEO baru penerus dari A.R Company. Jadi aku juag akan mengenalkan kamu sebagai tunangan aku oleh karena itu kamu harus tampil memukai," ucap Rakha dengan senyumannya sambil merangkul pinggang Alysa berjalan memasuki mall mewah itu.


Mereka mulai berbelanja dengan Rakha yang kali ini memilihkan baju yang pas untuk Alysa mengingat laki-laki itu banyak maunya jika memilih pakain untuk gadisnya itu maka kali ini Alysa membiarkan Rakha yang memilih sendiri pakain untuknya.


Awalnya Alysa kira laki-laki itu hany akan membelikannya sepasang gaun dengan aksesoris lainnya tapi ternyata ia salah karena Rakha membeli begitu banyak barang untuk kekasihnya itu. Alysa yang kesal dengan sikap Rakha yang suka sekali menghamburkan uang akhirnya menyuruh laki-laki itu untuk membawa belanjaannya sendiri membuat laki-laki itu kesusahan membawa banyak barang di tangannya.


"Yang bantuin dong," ucap Rakha pada Alysa yang sudah berjalan lebih dulu menuju basemant meninggalkan Rakha yang masih di belakangnya yang tengah kesusahan membawa belanjaannya dan Alysa tidak peduli itu ia juga tak merasa kasihan dengan kekasihnya itu ia malah merasa kesal dengan laki-laki itu.


"Bawa aja sendiri kan itu semua kamu yang beli, resiko di tanggung sendiri," ucap Alysa cuek dan tetap berjalan membuat Rakha menghembuskan napasnya kasar. Dan sialnya ia baru ingat jika ia membawa mobil sport nya kali ini, ia jadi ragu jika bagasi mobilnya itu akan muat untuk semua belanjaannya itu.


***


Alysa melihat jam yang menempel didinding kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari dan Alysa masih berkutat dengan laptopnya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.


Untuk yang kesekian kalinya Alysa kembali menguap merasakan kantuk yang menyerangnya, Alysa meminum kopi yang sengaja ia buat untuk mengurangi rasa kantuknya.


Suara ponselnya mengganggu Alysa, dengan segera Alysa melihat panggilan masuk yang ternyata dari kekasihnya, setelah menerima panggilannya Alysa langsung menempelkan ponselnya pada telinganya.


"Kenapa Kha?" tanya Alysa yang tengah fokus pada tugasnya mengetikkan sesuatu dilaptopnya.


"Belum tidur?" tanya balik Rakha, bukannya menjawab pertanyaan Alysa Rakha malah balik bertanya.


"Belum, tugas aku lagi numpuk banget." Alysa mendengus kesal, lalu meregangkan otot-ototnya. Tugas kuliahnya memang sedang menumpuk karena suah memasuki semester akhir.


"Ok otw," ucap Rakha dan langsung mematikan sambungan telfonnya, Alysa mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan Rakha. Apa yang otw? Alysa menghiraukan Rakha dan kembali fokus pada tugasnya.


Suara ketukan dari pintu utama membuat Alysa segera turun, mengecek siapa yang bertamu di tengah malam begini? apa orang itu kurang kerjaan?.


Alysa membuka pintu utama dan menemukan Rakha yang sudah berdiri sambil tersenyum kearahnya.


"Kamu ngapain tengah malah ke rumah aku? mau jadi kelelawar?" tanya Alysa memutar malas matanya. Ini sudah jam dua dini hari bukan waktu yang pas bukan untuk bertamu?.


"Sembarangan aja kalo ngomong." Rakha menyentil bibir Alysa membuat empunya mengerucutkan bibirnya kesal.


"Masuk dulu," ajak Alysa. Mereka memasuki rumah Alysa dan berhenti di ruang keluarga.


"Nih, tadi aku beli pas mau kesini dan liat masih ada penjual terang bulan yang masih buka," ucap Rakha sambil menyodorkan plastik berisikan terang bulan pada Alysa. Alysa menerimanya dengan senyuman yang mengembang menghiasi wajah lelahnya.


"Makasih ya. Bentar aku ambil laptop dulu," ucap Alysa dan segera berjalan menuju kamarnya untuk mengambil laptopnya.


Setelah mengambil laptopnya, Alysa memutuskan untuk mengambil minum untuk Rakha setelahnya baru ia kembali ke ruang keluarga untuk menemui Rakha yang sudah menunggunya.


"Tugasnya masih banya?" tanya Rakha yang terus memperhatikan Alysa yang sedang mengerjakan tugasnya.


"Lumayan," ucap Alysa yang masih fokus mengerjakan tugasnya. Rakha sebenarnya ingin membantu tapi ia tak mengerti masalah kesehatan ia anak manajemen bagaimana bisa ia mengerti tentang kesehatan tubuh? Ia hanya mengerti tentang kesehatan uang dan perusahaan.


Rakha menidurkan kepalanya menghadap Alysa dengan tangannya sebagai bantalannya. Menatap Alysa yang masih saja fokus pada pekerjaan yang sedang ia kerjakan.


Satu jam kemudian Alysa akhirnya selesai mengerjakan tugasnya, Alysa menatap Rakha yang sedang tertidur dengan pulas di sampingnya. Laki-laki itu sangat setia menemani Alysa mengerjakan tugasnya walaupun akhirnya ia tertidur setengah jam yang lalu. Alysa melirik jam yang melingkari tangannya yang kini menunjukkan pukul 03.25. Alysa berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil selimut untuk Rakha.


Alysa menyelimuti Rakha lalu tidur di sofa belakang Rakha, jadi Rakha tidur sambil duduk di karpet berbulu dengan meletakkan kepalanya di atas meja dan Alysa tidur di sofa belakang Rakha. Alysa ingin membetulkan posisi tidur Rakha tapi ia bingung untuk melakukannya karena Rakha sangat berat jadi lah ia membiarkannya saja seperti itu.


****


Alysa terbangun dari tidurnya setelah Mamanya membangunkannya untuk sholat subuh, Alysa meregangkan ototnya dan membangunkan Rakha untuk sholat berjamaah bersama dengan keluarganya yang lain. Karena mereka belum mukhrim jadi mereka belum boleh melakukan sholat berjamaah berdua.


"Rakha bangun kita sholat subuh," ucap Alysa membangunkan Rakha. Rakha mengerjapkan matanya berkali-kali dan mengangguk.


"Kamu bersih-bersih di kamar kak Rey aja sekalian pinjem sarung sama bajunya kak Rey," ucap Alysa yang mendapat anggukan dari Rakha. Mereka berjalan bersama ke lantai atas karena kamar Rey dan kamarnya yang bersebelahan.


Setelah selesai bersiap Alysa keluar dari kamarnya dan menuju mushola kecil yang berada di rumahnya, keluarga Alysa memang bukan keluarga yang sangat religius tapi mereka tak pernah lupa untuk melaksanakan kewajiban mereka.


Alysa menatap kagum pada Rakha yang sangat tampan menggunkan sarung dan baju kokonya di tambah kopiah yang bertengger di atas kepalanya, aurah badboy-nya seketika hilang di ganti dengan aurah seorang goodboy yang sangat cocok menjadi imam yang baik untuk keluarganya.


"Ayo sholat jangan zina mata mulu," goda Rey membuat Alysa malu. Andi menjadi imam di belakangnya Rakha dan Rey dan di belakangnya lagi Alysa dan Karin. Mereka melaksanakan sholat.


Setelah selesai melaksanakan ibadahnya mereka langsung kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap. Rakha kembali ke kamar Rey dan mengganti bajunya dengan baju yang ia pakai saat ke rumah Alysa.


Setelah selesai Rakha langsung izin pulang untuk berganti baju dan akan kembali untuk menjemput Alysa dan mengantarkan gadisnya ke kampus dan ia akan kekantor setelahnya, mengingatia memang sudah bekerja di kantor ayahnya untuk sekedar membantu.


 


 


****


 


Thank For Reading.


Hai All im back setelah lama gak nulis di sini


akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak


asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy


Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.


Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan


@Wphilmiath_


Follow juga akun rp ini ya guys


@TRAKHAAKDNA_


*** @ALYSAEVELYAA_***


*** @ALVANDOJERRY_***


*** @ARETTAEMILJ_***


@SHE_LIAANGGRAINI


@ADRIENVERVER_