
Happy Reading.
Alysa kini tengah merebahkan tubuhnya di kasur king size nya, hatinya jadi kacau saat melihat orang yang sangat ia rindukan kembali hadir bahkan memeluknya Alysa ingin membalas pelukan itu tadi, namun egonya terlalu tinggi untuk melakukan itu dan hatinya terlalu sakit untuk menatap wajah laki-laki yang dengan tega menghancurkan hatinya. Orang yang sampai saat ini masih sangat ia sayang dan belum ada yang dapat mengganti posisinya. Jerry hanya ia anggap sebagai kakaknya, Jerry sangat baik pada nya, sangat perhatian tapi perasaanya tak bisa ia bohongi ia masih mencintai Rakha sangat susah melupakan laki-laki itu meskipun Rakha sudah dengan tega menyakiti hatinya namun tetap saja hatinya masih mencintainya.
Mengapa begitu sulit untuk melupakan? Padahal hati begitu ingin lepas dari rasa sakit. Mengapa mencintai begitu sulit? Saat terjatuh maka semua seakan hancur. Jatuh cinta yang terlalu dalam ada yang mendambakannya karena begitu menyenangkan namun ada yang membencinya karena begitu menyakitkan saat jatuh dalam lubang yang salah.
Alysa memang masih mencintai Rakha namun saat melihat laki-laki itu ingatannya akan kembali pada apa yang sudah Rakha lakukan pada Alysa, Ingatannya akan kembali pada kejadian di Spanyol waktu itu. Kejadian yang sampai sekarang ingin rasanya ia jadikan hanya sebagai mimpi buruk dan ingin segera kembali pada dunia nyata.
Suara telfon membuat Alysa tersadar dari lamunannya, dahinya mengernyit saat melihat nama Mami Rakha yang menghubunginya 'untuk apa Mami Rakha menghubungi nya?' tanpa pikir panjang lagi Alysa segera menerima panggilan Mami Rakha. Dan yang pertama ia dengar adalah suara isak tangis Mami mantan kekasihnya itu. Perasaan Alysa sudah tidak enak, pikirannya sudah buruk apa yang terjadi? Detak jantungnya berpacu kian cepat.
"Hallo Mi," sapa Alysa dengan ragu. Kini ia hanya berharap tak ada hal buruk yang sedang terjadi.
"Mami kenapa?" tanya Alysa saat tak ada jawaban dari Renata hanya isak tangis nya yang terdengar.
"Rakha, sayang," ucap Renata di sembarang sana , Alysa semakin merasa takut, ada apa dengan Rakha?
"Rakha kenapa Mi?" tanya Alysa yang mulai khawatir bahkan tanpa adar kini suaranya mulai bergetar.
"Rakha kecelakaan sayang, kamu kesini ya sayang Rakha lagi butuh kamu, Mami mohon sayang lupain dulu masalah kalian Rakha lagi butuh kamu." Deg jantung Alysa rasanya ingin copot mendengar ucapan Renata saat memberitahu laki-laki itu mengalami kecelakaan. Bagaimana bisa? Baru saja Alysa melihat Rakha dan laki-laki itu baik-baik saja lalu bagaimana bisa Rakha kecelakaan?
"Iya Mi, Alysa kesana Mami sherlock ya Mi," ucap Alysa dan segera menutup telfonnya, Alysa segera mengambil tasnya dan berjalan keluar kamarnya dengan air matanya yang terus mengalir membasahi pipi mulusnya. Meskipun Rakha sudah melukai hatinya tetap saja Rakha adalah laki-laki yang Alysa cintai hingga kini.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Karin saat melihat Alysa terburu-buru dengan air matanya yang terus keluar dari mata putrinya itu.
"Rakha Ma, Rakha kecelakaan," ucap Alysa dengan sesenggukan dan suara yang sarat akan ke kawatiran. Ia begitu takut terjadi sesuatu yang buruk dengan laki-laki itu. Meskipun ia membenci laki-laki itu tapi tetap saja Rakha masih memiliki tempat tersendiri di hatinya.
"Ya ampun, ya udah ayo kita ke sana," ucap Karin dan segera membawa Alysa menuju ke rumah sakit tempat Rakha di rawat.
***
Alysa terus berjalan dengan cepat di sepanjang koridor rumah sakit menuju UGD, saat sampai di depan ruangan tersebut di sana sudah ada Orang tua Rakha dan sahabat Rakha. Alysa langsung saja menuju Renata dan memeluk wanita itu yang tengah menangis sesenggukan.
"Rakha akan baik-baik aja kan Mi," tanya Alysa yang juga tengah menangis.
"Rakha akan baik-baik saja sayang," ucap Renata sambil mengelus pundak Alysa. Alysa memang masih sangat kesal bahkan sangat membenci Rakha namun melihat laki-laki yang juga sangat ia cintai itu terluka hatinya juga sedih.
Tak beberapa lama seorang dokter keluar dari ruang UGD. Dan langsung di hampiri oleh orang yang sudah menunggunya sedari tadi untuk mengetahui keadaan Rakha.
"Dok bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Briyan mewakili pertanyaan dari yang lainnya.
"Maaf Pak pasien sedang kritis tapi kami akan melakukan yang terbaik untuk nya," ujar dokter tersebut dan segera berlalu entah kemana. Namun tak beberapa lama dokter itu kembali dengan dokter lainnya dan masuk ke dalam ruangan Rakha.
Alysa kembali terduduk di kursi rumah sakit di depan ruangan Rakha, separah itukah keadaan Rakha? Air matanya kembali mengalir seolah itu adalah sungai yang tak bisa berhenti mengaliri airnya.
"Berdoa saja yang terbaik dan percaya Rakha akan baik-baik saja," ucap seorang laki-laki sambil duduk di samping Alysa. Alysa menolehkan tatapannya pada laki-laki itu yang ternyata adalah teman Rakha. Ibram.
"Kuliah gue udah kelar di sana jadi ya gue balik ke Indonesia," ucap Ibram menjelaskan. Alysa hanya menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Ibram.
"Lo tau Sa, setelah lo pergi ke adaan Rakha bener-bener hancur, dia bener-bener nyesal Sa udah selingkuh dari Lo. Tapi dia ngelakuin itu ada alasannya Sa, dan lo akan tau alasannya dari dia gue gak mau ngasih tau karena itu hak Rakha buat ngasih tau ke lo," ucap Ibram menjelaskan. Alysa hanya diam mendengarkan penjelasan Ibram namun ia juga penasaran apa yang sebenarnya terjadi sampai Rakha tega selingkuh darinya.
"Dia terlalu sayang sama lo Sa, lo tau setelah lo pergi dua minggu dia gak makan dan hanya minum minuman keras dan ngerokok tidur pun dia jarang bahkan saat dia tidur nama lo terus dia sebut, fisiknya gak kalah hancur dari hatinya Sa saat itu. Dan setelah dia mulai bangkit dia jadi Rakha yang tak tersentuh ngomong aja irit banget kecuali kalo menyangkut lo dia akan bawel banget," ucap Ibram sambil terkekeh mengingat bagaimana Rakha yang irit bicara menjadi sangat banyak bicara hanya karena Alysa. Alysa merasa seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di perut nya saat mendengar Rakha yang bawel karena dirinya.
Namun hatinya juga sakit mendengar bagaimana Rakha menjadi hancur kembali bahkan lebih hancur dari saat Eliza yang meninggalkan Rakha.
"Setelah itu Rakha juga selalu ke club buat minum sampai dia mabuk , dan dia usaha banget biar dia cepet lulus dan merjuangin lo lagi," ucap Ibram yang berhasil membuat Alysa jadi merasa bersalah. Namun semua ini akibat dari ulahnya bukan? Jadi tidak semuanya ini salah Alysa, sekarang ia hanya perlu berdoa agar laki-laki itu cepat sembuh kembali.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini
akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak
asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy
Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan
@Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDOJERRY_
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_