Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Dibantu Jingmi



Aku sungguh terperangah melihatnya dia sangat tampan dan sangat bercahaya di mataku, sampai aku tidak bisa bergerak sedikitpun dan terus saja menatapnya dengan tatapan yang mematung tidak mampu mengatakan apapun kepadanya bahkan mataku saja tidak bisa aku kedipkan saat itu.


"Wahhh ....tampan" ucapku keceplosan saat itu, sambil menelan salivaku sendiri dengan sedikit sulit.


Hingga tidak lama pria itu mulai menyadarkan aku kembali dengan menanyakan lagi apa yang akan aku ambil.


"Apa yang mau kau ambil?" Tanya pria itu lagi dengan wajahnya yang terlihat dingin namun sangat tampan.


Aku pun segera tersadar dan dengan cepat langsung saja mengedipkan kedua mataku sekaligus, sambil mengembalikan lagi fokus dalam diriku secepatnya.


"Aaahh ...itu..aku ingin mengambil gantungan bebeknya" balasku dengan cepat.


Pria itu langsung mengambilkan gantungan tersebut kepadaku dan dia memberikannya dengan cepat, aku juga menerimanya dengan tatapan mata yang masih belum bisa terlepas darinya, karena dia sangat-sangat tampan di mataku.


Namun sayangnya karena aku gugup dan tidak bisa mengatakan apapun lagi aku kehilangan pria tampan itu dan dia pergi terlalu cepat hingga aku kehilangan jejaknya.


Saat aku sudah tersadar dia sudah pergi keluar dari tempat tersebut sedangkan aku tidak bisa berlari mengejarnya karena membawa banyak belanjaan buku di tanganku, aku pun segera menghembuskan nafas dengan kasar dan merasa menyesal karena tidak berhasil mengikuti pria tersebut.


"Huuh....aku kehilangan pangeran tampanku, jika sampai aku bertemu lagi dengannya aku tidak akan melepaskan dia, aku akan mempersiapkan diriku lebih baik lagi nanti" ucapku menguatkan diriku.


Segera saja aku membawa setumpuk buku dan peralatan lainnya ke kasir untuk membayar dan ketika aku tengah membayar aku bertemu dengan Jingmi yang rupanya baru saja membeli satu buku bacaan dari sana, dia menyapaku lebih dulu.


"Ehh ..bukankah kau Zhan Tao, sedang apa kamu disini?" Sapa dia kepadaku dan mengajukan pertanyaan yang sangat tidak penting itu,


"Tentu saja aku disini untuk membeli buku, bukankah kamu juga begitu?" Balasku kepadanya sambil menggelengkan kepala padanya.


Dan dia justru malah tersenyum lebar padaku, hingga aku sudah selesai membayar semua belanjaanku yang cukup banyak itu, dan aku bersiap untuk mengangkat semua dua tersebut yang cukup besar namun itu terlalu banyak dan berat untuk aku bawa semuanya seorang diri, dan untungnya Jingmi mau membantuku meski aku tidak meminta bantuan kepadanya lebih dulu.


"Eughh .....eughh...kenapa berat sekali seperti ini" batinku merasa kesulitan ketika mencoba untuk mengangkat setumpuk buku di dalam box milikku saat itu.


"Ehh....sini biar aku bantu, kau ini wanita kecil masih saja mau membawa barang sebanyak ini, nanti kau tambah pendek" ucap Jingmi yang menggodaku.


Aku hanya tertawa kecil kepadanya dan langsung saja memberikan semua buku itu padanya dengan cepat.


Dia benar-benar membantu aku dan mengantarkan aku sampai ke depan gedung asrama putri dan aku benar-benar sangat terbantu sekali olehnya, dia sangat baik untuk sekelas pria seperti itu, dia juga cukup tampan setelah di perhatikan dengan baik.


"Ahaha ... terimakasih ya Jingmi, tenang saja nanti aku akan mentraktir mu makan sebagai balasan kau sudah membantuku hari ini, bagaimana?" Ucapku kepadanya.


Dia langsung mengangguk setuju dan dia sampai mengikat janji kepadaku, hanya demi hal seperti itu saja.


"Kau harus berjanji kepadaku, harus benar-benar mentraktir aku, awas saja kalau kau tidak menepati janjimu" ucap Jingmi sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke arahku.


Dengan cepat aku langsung menyetujuinya dan segera mengaitkan jari kelingkingku kepadanya dengan segera.


"Oke....aku janji padamu, sudahlah aku harus pergi, terimakasih Jingmi...bye..bye.." ucapku melambaikan tangan padanya dan segera mengangkat semua barang bawaan itu masuk ke dalam gedung asrama putri yang aku tinggali.


Jingmi sendiri juga dengan cepat segera pergi dari sana, namun yang membuat aku kaget adalah, ketika aku masuk ke dalam asrama tiba-tiba saja ketiga temanku itu menatap sambil menahan senyum kepadaku dan aku merasa aneh dengan tatapan mereka bertiga padaku saat itu.


"Ehhh...ada apa dengan kalian aaahhh....bruk" ucapku sambil segera menaruh barang bawaan keatas meja,


"Ouwww.. Zhan Tao siapa pria keren di bawah tadi, apa dia pria yang kau ceritakan pada kami sebelumnya?" Tanya Xinxin kepadaku saat itu.


"Iya...dia Jingmi, pria yang aku bantu malam itu dan sekarang dia membantuku membawakan semua barang bawaanku yang sangat berat, aahh....ini sangat melelahkan sekali, untung saja bertemu dengannya jadi aku tidak perlu membawa barang ini dari tempat sana sampai ke asrama seorang diri" ucapku sambil terduduk di kursiku dengan lega.


Sedangkan ketika temanku justru malah terus saja mendekati aku dan memberikan tatapan yang menyelidik saat itu.


"Hey...ada apa lagi dengan kalian ini?" Tanyaku dengan heran kepada mereka,


"Zhan Tao, apa kau tidak mengerti, kalau kau ingin punya pasangan, kenapa kau tidak embat saja pria bernama Jingmi itu, dia kelihatannya cukup keren dan memiliki tinggi yang bagus, kulit putih dan rambut lurus yang lebih penting adalah....aku rasa dia mungkin saja tertarik denganmu" ucap Yimin padaku dan langsung saja di anggukkan oleh Xiuying juga Xinxin yang paling bersemangat saat itu.


Aku langsung saja menghembuskan nafas dengan lesu dan menepuk jidatku cukup kuat saat itu, mereka semua benar-benar membuatku kesulitan dengan masalah pasangan seperti ini, padahal aku sudah pernah bilang sebelumnya jika aku akan mencari pasangan dengan caraku sendiri.


"Aishh...kalian ini, dia hanya teman baik saja, aku tidak menyukainya, tapi masalah pasangan aku memang sangat ingin memiliki pasangan, selama ini belum pernah bisa merasakan berpacaran, hmmm" ucapku dengan lesu dan menaruh kepalaku diatas meja,


"Bagaimana jika kau melakukan kencan buta, mumpung ini masih awal tahun, jadi tidak akan terlalu serius dan sibuk dengan pelajaran, aku punya banyak teman yang bisa kau ajak kencan buta, pacarku akan mencarikannya untukmu dan Yimin bagaimana?" Ucap Xinxin begitu bersemangat kepadaku.


Mendengar tawaran dari Xinxin tentu saja aku menolaknya aku tidak ingin melakukan kencan buta seperti itu, di pasangkan oleh orang lain rasanya tidak nyaman, aku ingin memilih pasangan sesuai dengan keinginanku sendiri dan mencoba untuk percaya dengan takdir.


"Ehh ...tidak....tidak aku tidak mau melakukan kencan buta seperti itu, aku akan mencari pasanganku sendiri, biarkan takdir yang mempertemukan aku dengan pangeranku, kau ini terlalu terburu-buru Xinxin" ucapku menolaknya dengan pelan.