
Aku pergi ke taman bermain dengan Jingmi, sesuatu dengan apa yang aku inginkan sebelumnya, sesampainya di taman bermain, suasana dan keseruan itu sangat tergambar jelas dan aku benar-benar merasa sangat senang, tidak bisa menahan antusias diriku saat baru masuk melewati gerbang depan dan memberikan tiket masuk.
"Huaaa....ini sangat menyenangkan, aku ingin naik semua wahana yang ada disini, dan kau, kau harus menemani aku seharian oke?" Ucapku kepada Jingmi sambil menunjuk ke arahnya dengan lurus.
Dia hanya mengangguk patuh padaku dan segera saja aku berlari riang masuk ke dalam taman bermain, hingga disaat aku baru saja memainkan satu permainan disana, tidak sengaja aku bertemu dengan profesor Ling yang terlihat tengah berdiri di belakang sebuah badut panda yang besar.
Aku terus saja menyipitkan mataku dan mencoba menyelidikinya lebih dekat lagi, sebab aku hanya melihatnya sekilas saja dan tidak bisa memastikan dengan benar apakah dia sungguh profesor Ling atau hanya mirip saja.
"Eehh...apa itu profesor Ling? Tapi untuk apa dia kemari, tidak mungkin orang seperti dia datang ke tempat seperti ini bukan?" Gerutuku sambil terus memperhatikannya.
Aku sangat penasaran sekali dan tidak bisa menahan diriku untuk dia mengeceknya secara langsung, sedangkan Jingmi justru masih asyik bermain tembak-tembakan dengan permainan disana, sehingga aku terus saja berjalan sendiri menuju ke arah badut panda itu dengan perlahan hingga badutnya pergi barulah aku bisa melihat dengan jelas jika ternyata itu sungguh profesor Ling, dia menghadap ke arahku dengan tatapan yang aneh dan kami sama-sama kaget saat itu.
"Profesor Ling? Sedang apa kamu di taman bermain?" Tanyaku berteriak cukup kencang, hingga membuat Jingmi segera menghampiriku.
Karena saat itu Jingmi juga baru menyadari keberadaanku yang sudah tidak ada di sampingnya dan malah menemukan aku beberapa meter dari tempatnya berdiri saat itu.
Profesor Ling terus saja merasa kebingungan dan dia segera menegakkan postur tubuhnya, merapihkan jas yang dia kenakan dan mulai memikirkan alasan lain untuk di katakan pada Zhan Tao saat itu
.
"Ah...aku mau saja pergi kesini, memangnya kenapa jika aku datang kemari, aku hanya ingin membeli makanan enak disini." Balasnya membuat aku masih saja merasa aneh.
Walau dia sudah menjawab pertanyaan dariku, tapi rasanya hatiku mengganjal terus menerus, sebab semua ini terkesan sangat berbeda dengan kepribadian profesor Ling yang jelas sekali tidak menyukai keramaian sedikit pun, tapi dia malah datang ke taman bermain hanya untuk membeli makanan lezat, itu alasan yang sangat aneh untuk di dengar olehku.
Jadi saa itu terus saja aku hanya tersenyum kecil dan mengangguk pelan, sampai tidak lama, tiba-tiba saja ada seorang anak yang berlari-lari dan di kejar oleh ibunya, sehingga dia menyenggol diriku dan aku hampir saja jatuh ke belakang saat itu.
"Bruk! Aaahhhhh" teriakku pasrah menerima semuanya jika saja aku akan merasa malu dan menjadi bawah tertawaan semua orang di sekitar sana.
Aku terus memejamkan mataku dan tidak mau untuk membukanya sebab aku sangat takut jika orang-orang akan menatapku dan aku menjadi pusat perhatian, tapi sayangnya beberapa saat sejak aku di tabrak oleh bocah nakal tadi, aku sama sekali tidak merasakan sakit di tubuhku dan justru aku merasa ada seseorang yang menahan tubuhku kala itu.
Hingga sebuah suara berat terdengar menyadarkan ku, menyuruh aku untuk segera bangkit saat itu.
Segera aku membuka mataku dan sangat kaget ketika sadar rupanya profesor Ling yang menyanggah tubuhku dia menahanku dengan tepat dan cepat sehingga aku tidak sampai jatuh ke tanah, segera saja aku bangkit berdiri dan berterima kasih padanya saat itu juga.
"Aah, terimakasih banyak profesor Ling, aku minta maaf karena membuatmu harus membantumu, maafkan aku." Ucapku segera membungkuk kepadanya.
Dan Jingmi langsung menarik tanganku hingga aku terseret ke belakang tubuhnya dan menjauh dari profesor Ling saat itu juga.
"Ee...ee....eehh, Jingmi apa yang kau lakukan kenapa kau menarik tanganku seperti itu?" Tanyaku kepadanya cukup kaget dan merasa aneh.
"Kau tidak boleh dekat-dekat dengan orang sepertinya, bukankah kau terakhir kali menangis karena orang ini." Balas Jingmi yang sangat berani bicara seperti itu di depan profesor Ling secara langsung.
Aku dengan cepat langsung membungkam mulut Jingmi dengan tanganku dan membisikkan sebuah peringatan kepadanya agar dia tidak sembarang bicara lagi disaat ada profesor Ling di sekitar sini.
"Aishh....kenapa kau beraninya bicara begitu di depan orangnya langsung, kau ini benar-benar ya, awas saja jika kau bicara sembarangan lagi, aku akan mengh*jarmu nanti!" Ancam Ku memperingati dia saat itu.
Jingmi langsung melepaskan tanganku yang menutup mulut dia beberapa saat yang lalu dia wajahnya terlihat begitu masam dan di penuhi dengan emosi saat itu.
"Iya iya, kenapa pulang aku harus tidak berani, dia juga sama-sama makan nasi kan." Balas Jingmi yang masih saja berani bicara seperti itu kepada profesor Ling.
Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana bisa membungkam mulut Jingmi selain dari menggunakan tanganku, karena aku tidak ingin sesuatu yang lebih kacau terjadi diantara kami bertiga, terutama pada profesor Ling, aku pun segera menarik tangan Jingmi dan hendak membawanya langsung pergi dari sana setelah meminta maaf, namun sialnya tanganku malah di tarik oleh profesor Ling sehingga membuat aku tidak sempat untuk pergi memisahkan dua orang yang sangat bertolak belakang ini.
"Ahh... profesor Ling tolong maafkan ucapan temanku dia tidak bermaksud begitu, dia hanya tidak terbiasa saja melihat aku terlalu dekat dengan orang lain, terlebih kau ini kan profesor kami, begitu. Ka_kalau begitu kami pergi duluan, permisi profesor Ling." Ucapku kepadanya sambil segera hendak pergi dari sana.
"Hei... tunggu! Aku akan ikut dengan kalian." Ucap profesor Ling membuat aku dan Jingmi langsung membuka mata dengan lebar.
Tentu saja aku sangat kaget dan tidak menduga dengan apa yang baru saja dikatakan oleh profesor Ling padaku, dia menahan tanganku lalu tiba-tiba saja berbicara seperti itu.
"Apa? Profesor tapi untuk apa kamu ikut dengan kami, aku dan Jingmi mau bersenang-senang dan aku tidak yakin apa kamu bisa ikut dengan kami, apa tidak sebaiknya kau pergi membeli makanan lezat itu sendiri?" Balasku kepadanya dengan cara yang baik.
"Benar apa yang dikatakan Zhan Tao. Profesor, ini bukan kampus dan bukan laboratorium, kau bukan siapa-siapa juga ketika di luar semua itu, jadi sebaiknya kau pergi sendiri sana, jangan mengikuti kami." Tambah Jingmi dengan jawaban yang jutek sekali.