
Aku tidak bisa menahannya lagi, terlebih senior Feng yang bertanya mengenai keadaanku seperti itu, aku langsung saja menunduk dan menangis tersedu-sedu di hadapannya saat itu, hingga senior Feng memelukku dengan erat dan dia terus mengusap kepalaku lembut sambil menepuk punggungku pelan.
"Eeehh....kenapa kau menangis begini, sudah...Zhan Tao, siapa yang membuatmu menangis sampai seperti ini? Ayo jawab saja padaku aku akan membalasnya dengan Anming nanti." Ucap dia kepadaku saat itu.
Aku hanya bisa terus menggelengkan kepala dan menyembunyikan kebenarannya, hingga tidak lama dia semakin mendesak aku untuk bicarakan padanya mengenai apa yang menyebabkan aku seperti itu.
"Hei....aku lah Zhan Tao, jangan menangis begini, coba kau tarik nafas dan buang perlahan, ayo duduk dan ceritakan semuanya padaku." Ucap dia kepadaku membuat aku semakin tidak bisa berhenti menangis.
Aku terharu karena dia begitu perhatian dan sangat baik dalam memperlakukan aku selama ini, sedangkan disisi lain sebenarnya profesor Ling yang memanggil senior Feng dan sengaja menyuruh dia untuk pergi memeriksa Zhan Tao di tangga darurat itu.
Dia sengaja malah menyuruh pria lain untuk pergi melihatnya, karena dia terlalu gengsi untuk menemui Zhan Tao secara langsung seperti itu.
Namun rupanya dia malah menyesal karena sudah menyuruh senior Feng yang mendatangi Zhan Tao sebab kini dia malah harus melihat Zhan Tao di peluk oleh pria lain selain dirinya, dan saat itu adalah pertama kalinya profesor Ling mulai merasa kesal dan tidak senang ketika melihat Zhan Tao begitu dekat dengan pria lain.
Wajah profesor Ling sudah ditekuk dan cemberut sangat buruk saat itu, dia terus saja menatap tajam dengan kedua tangan yang dia kepalkan dengan kuat saat itu, dan berusaha untuk menahan emosi di dalam dirinya sendiri.
"CK.... Hanya di perlakukan seperti itu oleh Sisi dia malah mencari perhatian dengan pria lain, kalau tahu begini tadi aku tidak perlu merasa iba kepadanya dan malah menyuruh Feng untuk menemuinya, biarkan saja dia tinggal disini sendiri....sialan!" Gerutu profesor Ling dengan emosi dan dia langsung pergi dari sana secepatnya.
Sedangkan Feng terus saja menenangkan aku dan kami pun pergi kembali ke laboratorium setelah aku bisa berhenti menangis dan senior Feng benar-benar orang yang sangat baik dia memperlakukan aku layaknya seperti pada adiknya sendiri begitu juga dengan senior Anming.
Bahkan saat aku baru masuk kembali ke laboratorium dan disana ada senior Anming yang baru keluar dari ruangan prakteknya dia langsung menghampiri aku dan memegangi kedua pundakku dengan erat.
"Zhan Tao ada apa denganmu, kenapa wajahmu merah dan matamu bengkak seperti ini? Apa kau baru saja menangis? Siapa yang membuat kamu menangis seperti ini?" Tanya dia kepadaku dengan wajah yang penuh kecemasan saat itu.
Aku hanya bisa mengangguk mengangguk kepadanya dan terus saja berusaha membuat dia tenang karena senior Anming ini malah langsung saja marah-marah tidak jelas disaat senior Sisi juga baru saja kembali ke kursinya saat itu.
"Aishh....sudah kau ini malah lebih mementingkan teh susu dibandingkan dirimu, aku tidak perduli dengan teh susunya, tapi aku tanya siapa yang membuatmu menangis, ayo jawab dan beritahu padaku, biar aku yang menghadapinya, orang itu harus diberikan pelajaran aku akan memberikan dia hukuman dengan..eeeuum...eumm..." Ucap senior Anming yang langsung saja mulutnya di bekap oleh senior Feng dan dia langsung berontak sampai di seret hingga duduk kembali di kursinya secara paksa saat itu.
"Pwahh....Feng kau ini kenapa sih, beraninya kau membekap mulutku, aku kan sedang bicara dengan Zhan Tao kenapa kau malah membekap mulutku?" Ucap senior Anming yang tidak terima saat itu.
"Kau sangat cerewet dia itu bukan adikmu, bukan pacarmu juga jadi berhentilah bersikap lebay seperti itu kepada Zhan Tao yang ada nanti dia tidak akan nyaman dekat-dekat dengan orang sepertimu lagi!" Balas senior Feng yang dibalas dengan decak kan kesal oleh senior Anming saat itu.
Sedangkan aku hanya bisa menahan tawa sendiri, mereka memang selalu punya cara tersendiri untuk menghiburku, aku sangat senang bisa mengenal mereka berdua yang sangat baik dan begitu perhatian kepadaku selama ini, padahal aku hanyalah beban bagi mereka di laboratorium ini, tetapi mereka selalu mengajarkan banyak hal dengan penuh kesabaran kepadaku dan hanya mereka berdua saja yang tidak pernah marah ataupun membentak aku selama aku tinggal di laboratorium ini.
"Sudah...sudah... senior Anming, senior Feng kalian jangan bertengkar begitu, nanti profesor Ling akan datang kemari dan menambahkan tugas ilmiah kalian jika kalian membuat keributan di dalam laboratorium, aku juga tidak mau terseret ke dalamnya." Ucapku menengah kan mereka dengan segera.
Senior Feng pun segera saja kembali duduk di meja kerjanya lagi sedangkan senior Anming masih saja berbicara menanyakan mengenai keadaanku saat itu, dia benar-benar memperlakukan aku dengan sangat baik, bahkan lebih baik dibandingkan dengan ayahku sendiri, aku lebih merasa memiliki keluarga saat berada di sini dibandingkan saat di rumahku sebelumnya.
"Syuutt....Zhan Tao....apa kamu sungguh sudah baik-baik saja?" Tanya senior Anming lagi kepadaku.
Aku berbalik menatap ke arahnya saat itu dan langsung saja menjawab ucapannya dengan badan yang aku condongkan kepada dia dan berbicara dengan setegas yang aku bisa agar bisa meyakinkan dia bahwa aku memang sudah baik-baik saja.
"Iya...aku baik-baik saja senior Anming, kau ini sangat cerewet sekali." Ucapku kepadanya saat itu.
Dan senior Anming langsung saja malah mencubit kedua pipiku dengan gemas sedangkan aku hanya bisa tersenyum kecil saja dan menahan pipiku yang terus di cubit gemas olehnya saat itu.
"Ish....kau ini sangat menggemaskan astaga kenapa profesor Ling tidak bisa menerima cinta gadis yang manis sepertimu, apa otaknya itu ada yang salah, kau jadi pacarku saja Zhan Tao, tidak usah susah payah untuk mengejar cintanya." Ucap dia kepadaku sambil terus saja memegangi pipiku terus menerus.
"Aaaahh ... senior Anming lepaskan! Kau ini apa-apaan sih, aku tidak mau jadi pacarmu, aku mau jadi adik kesayanganmu saja, hehehe." Balasku kepadanya sambil tersenyum kecil dan kami kembali mengerjakan pekerjaan kami masing-masing saat itu.