Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Perhatian Yang Tidak Disadari



"Hoaamm...tidur sebentar tidak apa-apa kan?" Ucapku pelan saat itu.


Aku terus saja menutup mataku yang sudah sangat lelah sejak lama dan terus saja tertidur dengan lelap dalam waktu yang cepat, untungnya aku selalu membawa bantal bebekku itu kemanapun, sehingga aku bisa menggunakannya untuk tumpuan kepalaku agar kepalaku tidak sakit mengenai meja yang keras tersebut.


Rasanya benar-benar sangat melegakan ketika sudah memutuskan untuk tidur, sampai ketika profesor Ling kembali dia mengerutkan kedua alisnya dengan kedua tangan yang membawa air saat itu, rupanya dia sengaja menyeduh teh untuk Zhan Tao dan dirinya, agar dia tidak mengantuk lagi, namun nyatanya saat dia kembali Zhan Tao malah sudah tertidur sehingga profesor Ling hanya bisa tersenyum kecil dan langsung menghampirinya lebih dekat lagi, lalu menaruh kedua gelasnya itu di meja senior Anming dan dia mulai menatap Zhan Tao dengan lebih lekat, dia pun melepaskan jas yang dia kenakan dan menggunakannya untuk menyelimuti tubuh Zhan Tao sebab saat itu profesor Ling melihat Zhan Tao yang terus mengusap tangannya sendiri sehingga profesor Ling berpikiran bahwa Zhan Tao kedinginan saat itu.


Seandainya saat itu aku mengetahui apa yang dilakukan oleh profesor Ling kepadaku, aku pasti akan sangat senang dan baper tidak tertolong.


Sayangnya aku dalam keadaan tidur yang sudah pasti tidak akan sadar dengan hal itu, namun aku merasa sangat nyenyak sekali dalam tidurku.


Sedangkan profesor Ling mengerjakan semuanya seorang diri, karena memang pada awalnya itu juga pekerjaan yang seharusnya dia kerjakan secara langsung, selain itu karena kasihan melihat Zhan Tao yang sudah bekerja sangat keras, hati profesor Ling rupanya mulai luluh dengan Zhan Tao dan dia memutuskan untuk mengirimkan sebagian tugasnya itu kepada senior Feng dan Anming, hingga tugas di komputer Zhan Tao kini sudah tersusun dan sudah berkurang cukup banyak.


Setelah menyelesaikan tugasnya profesor Ling masih belum bisa pulang ke rumahnya karena Zhan Tao masih belum bangun juga, sedangkan dia sama sekali tidak bisa membangunkannya.


Apalagi ketika melihat Zhan Tao yang tidur dengan begitu lelap, rasanya dia benar-benar tidak tega untuk membangunkan Zhan Tao malam itu.


"Aaahh.... sebaiknya aku biarkan saja dia bangun dengan sendirinya." Ucap profesor Ling yang menarik kembali tangannya.


Padahal saat itu dia sudah hampir membangunkan Zhan Tao, tapi masih bisa saja dia urungkan niatnya itu, karena merasa ragu-ragu untuk melakukannya.


Hingga menit demi menit terus berjalan dan jam sudah berganti sedari tadi, aku mulai merasa tidak nyaman dan terbangun dengan perlahan, hingga saat aku bangun tiba-tiba saja wajah profesor Ling yang pertama kali aku lihat saat itu dan dia menatap dengan tatapan datar kepadaku serta kedua tangan yang dia lipatkan di depan dadanya.


Aku refleks langsung terperanjat dan bangkit terduduk dengan tegak saat itu juga.


"Astaga... profesor Ling maafkan aku, sungguh maafkan aku, tadi aku ketiduran aku minta maaf." Ucapku sambil membungkuk kepadanya dengan segera.


Tanpa aku ketahui rupanya saat itu profesor Ling sendiri memang tengah memperhatikan aku sebelumnya, namun karena dia tidak ingin ketahuan tengah menatap wajahku dengan lekat jadi dengan cepat dia mengubah ekspresi wajahnya saja, sebab hanya itu yang bisa dia lakukan dengan refleks dan cepat agar tidak ketahuan olehku.


Namun karena aku tidak menyadarinya, terlebih lagi aku baru bangun dari tidurku, jadi aku tidak terpikir ke arah sana, yang ada saat ini, aku hanya kaget tidak karuan dan bingung harus berkata apa lagi setelah meminta maaf kepadanya.


Aku langsung menoleh ke arah yang di tunjukkan olehnya dan aku kembali kaget dengan langsung menutup mulutku yang terbuka lebar dengan kedua tangan, sebab melihat jam di dinding sana sudah mengarah pada angka sebelas malam, yang artinya asrama putri benar-benar sudah di tutup saat ini dan aku tidak bisa pulang ke rumahku lagi.


"Astaga.... profesor Ling, AA...AA..aahhh.. bagaimana ini, asrama putri pasti sudah di tutup aku harus bagaimana?" Ucapku sambil menatap penuh kebingungan kepadanya.


"Bagaimana apanya? Kenapa kau menatap seperti itu kepadaku, kau tidur saja disini." Balas profesor Ling sambil segera beranjak bangkit dari kursi senior Anming saat itu.


Aku benar-benar merasa lesu dan hanya bisa menunduk dengan lesu sampai tidak lama aku baru sadar di tubuhku ada jas pria yang menutupi punggungku.


"Huuhh...eehh...ini jas siapa, kenapa ada padaku?" Gerutuku saat itu.


Profesor Ling yang tengah berjalan dan baru saja hendak pergi dia langsung berbalik dengan cepat berjalan menghampiri aku lagi dan merampas jas yang aku pegang secepat kilat hingga membuat aku terperangah kaget melihat apa yang dia lakukan barusan.


"Aishh....kemarikan jasku." Ucap profesor Ling saat itu.


"Profesor Ling jadi itu jas mu, kenapa bisa ada padaku, apa kau yang memakaikannya padaku?" Tanyaku sedikit berteriak kepadanya karena saat itu profesor Ling langsung kembali berjalan cepat hendak keluar dari laboratorium.


Aku bahkan sampai harus berdiri untuk bicara seperti itu dan berhasil menghentikan langkah kakinya dengan cepat.


"Aishh sial, kenapa juga aku bisa melakukan hal itu sebelumnya, aaahh ini akan sangat memalukan jika sampai dia berpikir yang tidak-tidak, aku harus meluruskan aku harus mencari alasan." Batin profesor Ling memikirkannya dengan panik sendiri.


Meski di luar dia tetap terlihat tidak memasang ekspresi apapun dan badannya masih tegak juga terlihat tetap dingin.


Namun siapa yang tahu jika ternyata di dalam hatinya profesor Ling tengah panik dengan pertanyaan yang aku lontarkan kepada dia saat itu, bahkan dia sampai kebingungan dan merasa cemas tidak karuan seorang diri saat itu.


Dia memang sangat pandai jika urusan menyembunyikan perasaannya, tapi walau begitu aku sangat penasaran dengan hal yang sebenarnya jadi ketika profesor Ling berbalik ke arahku aku segera berlari menghampirinya dan kembali menanyakan masalah hal itu lagi padanya, sebab aku ingin mengetahui apa kebenarannya.


"Profesor Ling, apa benar kau yang melakukan itu padaku, jika benar kenapa kau bersikap baik padaku, dan apa teh disana juga buatanmu, apa kau membuatkannya untukku?" Tanyaku bertubi-tubi kepadanya.