
Aku hanya bisa mengerutkan kedua alisku dengan perasan heran dan kebingungan sendiri, melihat kak Xiuying dan Yimin yang pergi begitu saja setelah mendengar jawaban dariku, dan ekspresi yang mereka perlihatkan kepadaku terlihat cukup aneh, seperti orang yang kecewa padahal menurutku apalagi yang perlu membuat mereka kecewa, karena aku tidak merasa membuat mereka kecewa, justru aku merasa aku baik-baik saja dan tidak ada kesalahan yang aku buat.
Maka dari itu segera aku tanyakan kepada Xinxin yang terlihat tertunduk di depanku saat itu.
"Xinxin ada apa dengan mereka berdua, apa aku salah bicara?" Tanyaku kepadanya dengan perasaan yang masih kebingungan.
Bukannya menjawab pertanyaan dariku dengan serius Xinxin malah langsung merangkul pundakku dan dia mendorong aku untuk segera masuk ke kamar mandi dan segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus dengannya.
"Aahh....sudahlah jangan dipikirkan lagi, kau memang terlalu polos dan baik, ayo cepat masuk ke kamar mandi saja, dan jangan terlalu lama, waktu kita hanya satu jam lagi sampai masuk kelas, aku akan menunggumu disini." Ucap Xinxin kepadaku saat itu.
"Ee....ee..eehh Xinxin ada apa sebenarnya, hei...kenapa kalian aneh begini sih?" Tanyaku terus berontak dan merasa tidak ingin di dorong terus olehnya seperti ini.
"Sudah sana pergi, aku tidak mau menunggumu terlalu lama masuk sana!" ucap Xinxin yang terus mendorongku masuk dengan paksa saat itu.
Tapi mau bagaimana lagi Xinxin benar-benar cukup kuat dia bisa mendorong tubuhku dengan cepat hingga masuk ke dalam kamar mandi dan terus menutup pintunya dengan rapat sehingga aku tidak bisa berontak dan bertanya lagi kepadanya, sebab tidak ada pilihan lain lagi aku segera membersihkan tubuhku dengan cepat dan segera bersiap-siap, namun saat aku baru keluar dari kamar mandi aku sudah tidak melihat keberadaan Xinxin disana dan saat aku memanggilnya dia juga tidak menyahut sama sekali.
"Ehh...kemana perginya anak itu? Xinxin....Xinxin...dimana kau?" Teriakku memanggil dia sambil berjalan mencarinya ke balkon.
Tapi sayangnya tidak ada siapapun disana, hingga saat aku memeriksa ponselku ada pesan dari Xinxin dan segera aku buka.
"Zhan Tao ku yang manis aku pergi duluannya ternyata kesayanganku sudah menungguku dibawah aku baru tahu dari kak Xiuying yang bertemu dengannya jadi kau panggil Jingmi si bodyguard mu itu saja ya, dia pasti mau mengantarmu ke kampus, aku duluan, bye..bye...sayang," isi pesan dari Xinxin yang diakhiri dengan emoticon love berwarna merah.
Dan aku hanya bisa berdecak kesal menanggapi kelakuan temanku yang satu ini, dia benar-benar tidak bisa dipercaya sedikipun.
"CK...dia yang mengatakan akan menungguku, tapi malah dia sendiri yang pergi meninggalkan aku, bagaimana sih, aku juga tidak perlu memanggil Jingmi, lagian aku bisa pergi sendiri, kenapa pula dia malah menyuruhku memanggil Jingmi, memangnya dia ojek ku apa?" Gerutuku saat itu sambil mengeringkan rambut.
Aku pergi ke kampus seorang diri dan tidak menemui keberadaan Jingmi ataupun Xinxin disana, aku merasa sangat aneh ini sudah hampir masuk tapi Jingmi masih belum terlihat batang hidungnya sama sekali, padahal selama ini dia tidak pernah pergi siang ataupun telah untuk ke kampus, karena dia adalah ketua kelas dan mahasiswa teladan di jurusan kami, dia juga sering menjadia sistem dosen yang dipercaya, tapi kali ini sangat aneh dan aku begitu mencemaskannya.
"Ahh ..itu Xinxin, hei...Xinxin apa kau melihat Jingmi?" Tanyaku kepadanya dengan segera.
"Tidak, bukannya aku bilang kau pergi dengannya ya, atau apa kau tidak menghubungi dia?" Tanya Xinxin balik padaku saat itu.
Aku menggelengkan kepala padanya karena memang tidak menghubungi Jingmi dan lebih memilih untuk pergi ke kampus seorang diri, tapi sejak itu aku sudah menghubungi dia dan menanyakan keberadaannya, tapi sampai saat ini masih belum mendapatkan balas sama sekali darinya.
"Xinxin dia tidak menjawab panggilan dariku dan dia juga tidak membalas pesanku, aku sangat mecemaskannya apalagi sekarang ada latihan untuk ujian besok, aku takut dia akan kesulitan jika tidak hadir tepat waktu hari ini," ucapku kepada Xinxin.
"Mau bagaimana lagi, kita hanya bisa menunggunya, dia juga tidak mungkin lupa dengan latihan ujian yang sepenting ini, dia yang bertanggung jawab untuk membawa buku latihannya dia pasti akan datang, jangan terlalu berlebihan, mungkin saja dia kesiangan." Balas Xinxin kepadaku..tapi entah kenapa aku malah semakin mencemaskan Jingmi dan aku memutuskan untuk pergi mencari dia ke asramanya.
Walaupun Xinxin mengatakan begitu, aku tetap saja mencemaskan Jingmi, sebab aku tahu dia bukan orang seperti itu, dia sangat tepat waktu dan dia tidak mungkin kesiangan sampai seperti ini, apalagi hingga ponselnya tidak bisa dihubungi.
"Aahhh....Xinxin dia bukan orang seperti kita, dia disiplin dan sangat tepat waktu, tidak mungkin jika dia kesiangan, aku akan mencarinya, tolong hubungi aku jika dosen hampir masuk ke kelas." Ucapku kepadanya sambil segera bergegas pergi dari sana secepatnya.
Walaupun saat itu Xinxin berteriak menghentikanku, tapi aku tidak berhenti, aku tidak mungkin membiarkan Jingmi kehilangan kesempatan untuk latihan soal ataupun dimarahi oleh dosen karena dia tidak membawa buku latihannya nanti, jadi aku harus mencari dia walaupun waktunya sudah sangat mepet saat itu.
"Eh...Zhan Tao, hei....Zhan Tao waktunya tidak akan cukup kau mau kemana Zhan Tao!" Teriakkan Xinxin yang aku abaikan.
"Aishh ...anak itu selalu saja tidak mendengarkan aku." Gerutu Xinxin merasa kesal.
Aku pergi dengan berlari ke asrama pria, hingga di perjalanan untungnya aku berpapasan dengan Jingmi dan dia terlihat tengah membawa banyak buku di tangannya dan jalannya tidak benar, dia seperti orang yang mabuk dan memegangi keningnya.
Aku tahu dia akan jatuh saat itu jadi dengan cepat aku menghampiri Jingmi dan menahan tubuhnya yang hampir rubuh saat itu.