
Meski aku sudah mengatakan kepadanya bahwa aku merasa baik-baik saja dengan semua itu dan aku dapat menerimanya dengan lapang dada, tetapi senior Feng dan Xinxin rupanya memiliki pandangan yang berbeda, meski saat itu mereka berdua tidak terlalu menampakkannya di hadapanku tetapi aku tidak pernah tahu apa yang mereka lakukan di belakang aku setelah mereka saling kenal dan sempat bertukar nomor ponsel saat itu, setelah mengobrol panjang lebar dan saling melepas rindu juga bertukar nomor ponsel, aku segera pergi sebab hari sudah mulai sore dan aku juga harus segera bergegas pergi, begitu pula dengan senior Feng.
"Ya sudah kalau begitu, tapi Zhan Tao, jika kamu butuh apapun tolong hubungi aku dan jangan putus komunikasi, bagaimana pun kita pernah menjadi partner kerja yang sangat akrab." Ucap senior Feng hendak berpamitan kepadaku saat itu.
Dengan cepat aku mengangguk menyetujui ucapannya dan kami berpelukan untuk terakhir kali, begitu juga dengan Xinxin, senior Feng pergi lebih dulu dan dia menaikkan bus dengan cepat, aku dan Xinxin tidak jadi pergi ke tempat yang ingin kita datangi karena aku rasa waktunya sudah sangat terlambat, jadi kami memutuskan untuk segera kembali ke asrama, dan terus saja beristirahat dengan cepat.
Satu dua hari sudah berlalu, aku terus belajar dengan giat untuk mempersiapkan ujian akhir penentu kelulusan kami, dan hari wisuda sudah semakin dekat, aku juga merasa cemas dengan hasil wawancara yang mengatakan butuh beberapa hari untuk mengumumkan siapa orang yang lolos di terima bekerja di perusahaan mereka yang bekerja dalam periklanan.
Hingga di hari ketiga aku dan Xinxin sudah menunggu, akhirnya aku mendapatkan sebuah jawaban, dan aku sangat antusias sekali untuk membukanya, hingga saat aku membuka email yang masuk rupanya itu memang benar email dari perusahaan tersebut dan aku dinyatakan lolos dan diterima sebagai karyawan baru dalam departemen kreatif yang akan membantu tim lainnya di setiap acara syuting iklan, begitu juga dengan Xinxin dia ternyata juga diterima di perusahaan tersebut, hanya saja kita di tempatkan pada tim yang berbeda, namun semua itu tidak masalah untukku yang terpenting aku bisa satu perusahaan dan sudah mendapatkan pekerjaan, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kami berdua merasa sangat senang.
"Xinxin... Lihatlah, aku diterima di tim kreatif, aaahh...aku senang sekali." Ucapku sambil memegangi kedua tangannya dan terus menatap dengan penuh kebahagiaan.
"Hmm.... Selamat ya." Balas dia terlihat begitu lesu.
Aku awalnya merasa aneh dengan tingkah yang dilakukan oleh Xinxin, aku pikir dia tidak diterima sepertiku, makanya aku langsung memeluk dia dan berusaha untuk menenangkan dia, tapi ternyata dia hanya membohongi aku saja.
"Xinxin...kamu yang sabar ya, aku akan menemani kamu mencari pekerjaan di perusahaan yang lainnya, kamu jangan khawatir dan sedih, aku janji padamu." Ucapku penuh kesungguhan kepadanya.
"Untuk apa aku mencari pekerjaan lagi?" Tanya dia balik dengan wajah yang mulai berubah, kini dia sudah tidak semurung sebelumnya dan wajahnya pun tidak lesu lagi, tapi dengan begitu aku semakin merasa heran dan aneh karena dia bisa merubah raut wajahnya secepat itu di hadapanku secara langsung.
"Maksudmu?" Tanyaku kepada dia dengan kedua alis yang aku naikkan dengan tinggi.
Sampai tiba-tiba saja dia langsung memeluk aku dengan sangat erat sambil berjingkrak ria dan hampir saja membuat aku terjatuh ke belakang saat itu, namun untungnya masih sempat untukku mengontrol keseimbangan diri, jadi masih bisa selamat dan tidak sampai jatuh ke lantai saat itu.
"Aku diterima Zhan Tao....aku diterima juga, ahahaha.. aku sangat senang sekali bisa bekerja di satu perusahaan yang sama denganmu." Ucap dia mengatakannya.
Membuat aku langsung terperangah dan membuka mataku sangat lebar saking kagetnya mendengar ucapan itu darinya.
Kami pun berpelukan dengan erat dan terus berputar tanpa henti saking bahagianya, bahkan kak Xiuying dan Yimin yang baru datang ke asrama mereka menatap kami dengan tatapan yang aneh sebab merasa heran melihat aku dan Xinxin terlalu bahagia hari ini, sebab sebelumnya selama tiga hari belakangan ini aku dan Xinxin selaku saja duduk di balkon untuk menunggu notifikasi masuk ke dalam ponsel dari perusahaan tersebut.
Dan kini apa yang kita tunggu benar-benar membuahkan hasil, aku dan Xinxin tidak perlu mencemaskan masalah pekerjaan lagi, karena kami sudah mendapatkan pekerjaan yang kami inginkan saat itu, walaupun memang pekerjaannya tidak sejalan dengan jurusan yang kami ambil di universitas selama ini.
Tetapi hal itu sudah bisa menyembuhkan rasa putus asa diantara aku dan Xinxin.
Sampai ketika aku dan Xinxin hendak pergi ke kantin dan tengah berburu ati ampela kesukaanku, kami justru malah berpapasan dengan profesor Ling juga ada senior Sisi di sampingnya, mereka terlihat mengantri di samping kami dan menanyakan ati ampela yang sama dan berbarengan denganku.
Aku melirik ke samping dan melihat rupanya itu profesor Ling dengan senior Sisi, mereka terlihat berdampingan sangat dekat dan entah kenapa aku masih saja merasa kesal dan tidak terima ketika melihat profesor Ling dekat dengan wanita lain, sekalipun wanita itu adalah senior Sisi.
"Aku mau ati ampelanya." Ucap profesor Ling berbarengan denganku.
Hingga membuat Xinxin dan senior Sisi menatap ke arah kami sambil menatap penuh keheranan, Xinxin juga langsung menarik tanganku agar bisa sedikit menjauh juga tetap menjaga jarak agar tidak terlalu dekat dengan profesor Ling saat itu.
"Zhan Tao, sudahlah kau pilih makan dengan ayam saja, kau juga suka ayamnya bukan, aku akan berikan telur mata sapi ku untukmu juga, asal janga dekat-dekat lagi dengan pria seperti dia." Bisi Xinxin kepadaku yang langsung aku balas dengan anggukkan pelan.
"Maaf tapi ati ampela nya tinggal satu saja, siapa yang mau saya berikan?" Tanya pelayan itu kepada aku dan profesor Ling disana.
Dengan cepat aku menyuruhnya untuk memberikan ati ampela itu kepada profesor Ling saja, dan segera menggantinya dengan ayam.
"Berikan dia saja, aku ganti pake ayam." Balasku kepadanya.
Pelayan itu pun memberikan ati ampela tersebut kepada piring milik profesor Ling dan dia terus berjalan melewati aku begitu saja, tanpa tahu malu dan tidak berterima kasih sama sekali, sama seperti sebelumnya dimana dia juga pernah mengambil ati ampela milikku saat aku masih merasa dekat dengannya.
Aku pergi mencari meja yang kosong, namun sayangnya semua meja di kantin sangat penuh hingga kami kesulitan untuk mencari meja yang kosong, sampai tidak lama Jingmi berteriak memanggil aku dan mengajakku untuk duduk dengannya, sayangnya meja yang di tempati oleh Jingmi bersamping dengan meja yang di tempati profesor Ling juga senior Sisi saat itu, tentu saja aku sangat enggan untuk pergi ke sana namun sayangnya Xinxin malah terus menarik tanganku dan mengajak paksa aku untuk tetap pergi menghampiri Jingmi saat itu.
"Zhan Tao disini..." Teriak Jingmi sambilan mengangkat tangannya kepadaku.
"Aahh...ini kesempatan yang bagus, akan aku buat dia cemburu dengan Jingmi." Batin Xinxin yang sudah menyusun rencana sendiri untuk membantu aku tanpa sepengetahuan diriku sendiri pada awalnya.
"Zhan Tao, ayo cepat kita kesana." Ucap Xinxin langsung saja menggandeng tanganku dan menyeret aku untuk pergi ke sana dengan segera.
"Hei..hei..Xinxin tidak kah kamu lihat, disana ada profesor Ling dan senior Sisi, aku tidak mau berdekatan dengannya, dia sudah mencuri ati ampela kesayanganku, dan aku sangat kesal dengannya, mana mungkin aku bisa makan di sampingnya." Ucapku menahan tangan Xinxin yang menarikku saat itu.
"Aishh...dasar kau ini, sudahlah dia itu kan sama saja dengan masa lalu mu, sebentar lagi kita lulus dan di wisuda, kita akan bekerja dan terlepas dari kampus ini termasuk kedua manusia menjengkelkan itu, anggap saja ini terakhir kalinya kami bertemu dan melihat wajah manusia sialan itu, ayo cepat tidak ada kursi lain lagi." Ucap dia terus saja menyeret aku dengan paksa.