Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Digendongnya



Setelah melihat raut wajah profesor Ling yang terlihat termenung begitu dalam aku pun tidak berani untuk bicara atau bertanya lagi kepadanya sehingga aku hanya bisa diam saja sampai dia benar-benar membawa aku masuk ke dalam sebuah restoran yang untungnya masih buka malam itu, walaupun tempat ini hanya restoran kecil tetapi disana sangat rapih dan bersih tidak terlalu banyak pengunjung juga disana, sehingga aku bisa menunggu makanan dan menikmatinya dengan tenang.


"Profesor Ling apa kamu yakin tidak mau ikut makan juga?" Tanyaku kepada dia sekali lagi.


Aku pikir dia juga mungkin akan merasa lapar karena sejak siang aku sama sekali tidak melihat dia keluar dari kantor pribadinya tersebut, dan sudah pasti dia tidak makan siang jadi aku hanya mencemaskan perutnya yang belum terisi itu.


Tapi sayangnya dia tetap saja menolak tawaran dariku sampai perutnya sendiri yang bicara dengan jujur, dan mengeluarkan suara yang cukup keras saat itu.


"Profesor Ling aku tanya sekali lagi apa kamu tidak lapar?" Tanyaku kepada dia lagi karena sebelumnya dia sama sekali tidak menjawab aku.


"Tidak .. kenapa kau terus bertanya kepadaku, yang laparkan dirimu, sudah cepat habiskan makananmu itu, apa kau pikir waktuku ini seluang waktumu?" Bentak dia yang terus saja menolak kepadaku.


"Kreeook...kreok..." Suara perut profesor Ling yang membuat aku langsung menatap ke arahnya dengan mata yang terbuka lebar dan aku langsung berhenti makan saat itu juga.


"Ekm... profesor Ling aku tahu itu suara perutku, mungkin bibirmu tidak lapar tapi perutmu tidak bisa berbohong bukan? Sebaiknya kau memesan makanan saja." Ucapku kepadanya saat itu.


Terlihat jelas wajah profesor Ling mulai memerah aku tidak tahu itu memerah karena dia malu atau karena dia kesal denganku, tapi yang pasti aku terus saja harus menahan senyum di wajahku dengan sekuat yang aku bisa karena aku tidak mungkin menertawakan dia secara langsung seperti ini, jika aku tertawa yang ada dia akan membentak aku atau memarahi aku nantinya.


Jadi aku memilih untuk tetap diam dan berusaha menahan semua hal yang ingin aku tertawakan darinya saat itu.


"Aishh...kenapa perut sialan ini malah bersuara di waktu yang tidak tepat." Batin profesor Ling sambil memegang perutnya pelan saat itu.


"Ya sudah jika kamu tidak mau pesan ini, kita makan berdua saja, lagi pula ini tidak akan habis jika aku makan sendiri saja, walaupun aku sebelumnya kelaparan tapi aku bukan manusia yang takut, aaa....buka mulutmu profesor Ling, jangan menyiksa lambungmu sendiri." Ucapku kepadanya sambil menyuapi dia saat itu.


Sampai akhirnya profesor Ling pun mau membuka mulutnya walaupun aku tahu dia pasti sangat kesal denganku dan malu tentunya tapi aku tidak mau membuat dia merasa tidak nyaman atau pun canggung denganku makanya aku mendahului dia untuk menawarkan makan padanya saat itu.


Sampai akhirnya aku berhasil menyuapi dia dan malah dia sendiri yang makan lebih banyak daripada aku saat itu, bahkan aku malah sudah merasa kenyang karena melihat profesor Ling yang terus membuka mulutnya setiap kali aku menyuapi dia saat itu.


"Profesor Ling apa kamu sering lupa makan seperti ini?" Tanyaku kepadanya saat itu.


"Kenapa kau bertanya begitu?" Balas dia padaku.


"Kau terlihat sangat lapar apa tidak sebaiknya kita memesan lagi, kau harus makan yang banyak sampai kau kenyang, aku rasa kau lebih kepalan dibandingkan aku." Balasku kepadanya yang ternyata malah membuat profesor Ling langsung marah padaku.


"Tidak usah! Aku sudah kenyang, ayo pergi dari sini, tempatnya sudah mau tutup dan aku sudah sangat mengantuk, nanti tidak bisa menyetir jika terlalu kenyang dan akan membuatku semakin mengantuk, ayo cepat!" Ucap dia bicara dengan datar dan memberikan tatapan mata yang cukup sinis padaku saat itu.


Bahkan dia malah langsung menarik tanganku yang pada saat itu, aku masih meminum minuman disana, namun karena profesor Ling menarik tanganku secara cepat aku jadi tidak sempat menghabiskan minuman yang sudah aku pesan, rasanya sangat sayang sekali karena sudah terlanjur di beli, tapi memangnya aku siapa, aku makan pun di bayarkan oleh profesor Ling, jadi aku tidak bisa berontak kepadanya dan hanya bisa menuruti kehendak dia saja saat itu.


"Ee ....ee..eehh.. profesor Ling, aku bisa sendiri profesor Ling." Ucapku kepadanya tapi dia terus menarik tanganku sampai kita keluar dari tempat makan itu dan dia langsung menyuruhku untuk masuk cepat ke dalam mobilnya.


Aku pun menuruti dia meski dengan menggerutu kesal.


"Cepat masuk!" Ucap profesor Ling padaku.


"Aishh...kenapa dia tiba-tiba menjadi begitu, tadi saja dia masih bisa bersikap santai dan memakan makanan denganku bersama, kenapa sekarang malah dari seperti ini kau, menyebalkan." Gerutuku sangat kesal sendiri saat itu.


Aku segera masuk dengan cepat dan kami segera kembali ke rumahnya, seperti sebelumnya dia memang selalu meninggalkan aku di belakang seorang diri, aku merasa seperti anaknya yang harus terus mengejar dia dan mengimbangi jalannya yang sangat cepat dan langkahnya yang lebar dibandingkan dengan langkah kakiku yang terbatas dan aku yang pendek cukup sulit untuk mengimbangi langkah manusia tinggi sepertinya.


"Aduh... profesor Ling kenapa kau berjalan begitu cepat, profesor Ling tunggu aku." Teriakku kepadanya saat itu.


Namun dia tetap saja tidak mendengarkan aku, apalagi mau berhenti untuk menungguku, yang pada akhirnya karena jalanan di halaman rumahnya yang cukup luas itu gelap, aku tidak bisa melihat dengan jelas dan mulai tersandung pada jalanan disana hingga aku terjatuh tersungkur di tanah dengan kuat.


"Aaaahh...brukk...." Suaraku yang jatuh saat itu.


"Adududuh.....aaaww..kenapa aku harus jatuh sih." Gerutuku saat itu.


Hingga tidak lama sebuah tangan terulur di hadapanku saat aku menengadahkan kepala rupanya itu adalah profesor Ling, aku tidak menduga dia akan kembali datang menghampiri aku dan mau membantuku begitu, padahal sebelumnya dia meninggal aku dengan tidak perduli sedikitpun.


"Heh... Sampai kapan kau mau diam terus seperti itu, ayo cepat bangun!" Ucap dia kepadaku saat itu.


Aku langsung tersadar dari lamunanku dan segera saja menerima uluran tangan darinya dengan cepat, dan kakiku benar-benar terkirim, rasanya sangat ngilu dan sakit aku tidak bisa berdiri hingga kehilangan keseimbangan saat hendak berdiri saat itu, namun untungnya profesor Ling dengan cepat menahan tubuhku dan posisiku sangat dekat dengannya saat itu, bahkan aku bisa merasakan dekat jantungnya yang cukup cepat termasuk dengan deru nafasnya sendiri yang menerpa wajahku saat itu.


"Heh...bisakah kau berdiri dengan benar kenapa kau seperti ini." Ucap profesor Ling yang menyadarkan aku dengan cepat.


Aku segera berdiri menjauh darinya dan dia masih memegangi tanganku dengan erat, sampai aku meringis kesakitan dan profesor Ling memapah aku untuk berjalan dengan perlahan saat itu, namun karena tubuhku lebih pendek darinya, mungkin agak sulit juga untuk dia memapah aku saat itu, sehingga tiba-tiba saja dia langsung menggendongku disaat kami tengah berjalan pelan menuju teras rumahnya.


"Eee....ee..ehh..... profesor Ling." Ucapku merasa kaget dengan apa yang dia lakukan padaku tanpa aku duga seperti itu.


"Diam kau! Dan jangan terlalu gr aku menggendongmu karena kau sangat lambat juga begitu merepotkan!" Ucap dia kepadaku tanpa menatap sedikitpun ke arahku yang dia gendong saat itu.


Aku hanya bisa tersenyum menanggapinya karena apapun alasannya aku tetap di gendong olehnya dan itu membuat aku merasa sangat senang, karena bisa sedekat ini dengannya dan jarang sekali sosok profesor Ling yang selalu cuek dan sibuk dengan dunia prakteknya malah mau menggendong seorang wanita seperti ini.


"Terimakasih profesor Ling." Ucapku kepadanya saat dia mendudukkan aku di ranjang kamarku saat itu.


"Ya, kau kompres sendiri kakimu itu besok mungkin akan lebih baik, aku akan ambilkan esnya untukmu." Ucap dia kepadaku.


Aku hanya mengangguk menjawab ucapan darinya.


Hingga dia kembali lagi membawa kompresan untuk kakiku dan dia meninggalkannya di sampingku saat itu, lalu dia segera pergi ke kamarnya dengan cepat dan aku mulai mengompres pergelangan kakiku sendiri sambil terus tersenyum-senyum merasa senang dan baper seorang diri.


"Eeuumm....ini kabar yang sangat baik, aku akan menceritakannya pada Xinxin besok, dia juga pasti tidak akan menduga dengan apa yang aku alami malam ini, hehe...aku senang sekali, huaaa...dia benar-benar pria sejati dan sangat keren." Ucapku terus merasa sangat senang dan semakin kagum dengan profesi Ling saat itu.


Saking senangnya aku sampai terus menjatuhkan tubuhku ke ranjang dan mengangkat kakiku ke atas laku menendang-nendang kakiku ke atas sambil terus menjerit pelan saking gemasnya dengan apa yang baru saja dilakukan oleh profesor Ling kepada, aku belum pernah di gendong seperti itu oleh seorang pria dan profesor Ling adalah yang pertama melakukannya kepadaku, aku juga melingkarkan tanganku ke lehernya, itu sangat romantis sekali untuk orang yang tidak pernah pacaran sepertiku ini, makanya aku terus membayangkan kejadian itu tanpa rasa bosan sedikit pun.


"Huaa...aku bisa mimpi dengan indah malam ini, tidak masalah kakiku sedikit sakit dan lebam begini, yang penting aku bisa di gendong profesor Ling, huaaa...senang sekali hehe," gerutuku semakin berbunga-bunga dan begitu senang.


Bahkan sampai ke esokan paginya aku pergi lebih dulu di bandingkan profesor Ling dan aku meninggalkan yang ku tulis di secarik kertas lalu aku tempelkan di pintu kamarnya saat itu, sampai aku segera pergi dari sana meski dengan kaki yang pincang dan masih sangat ngilu saat itu.


Aku pergi menaiki taxi walaupun aku sangat irit uang sebelumnya, tapi aku memang tidak memiliki pilihan lain lagi, aku ada kuliah pagi hari ini dan masih harus bersiap-siap di asrama mengganti pakaianku dan melakukan hal lainnya.


Hingga sesampainya di asrama rupanya aku sudah di tunggu oleh ketiga temanku yang berdiri di depan pintu seperti satpam dengan tatapan mata mereka yang menatap tajam kepadaku disaat aku baru saja datang dan membuka pintu saat itu.


Ada Yimin yang melipatkan kedua tangannya di dada dan kak Xiuying yang berkacak pinggang di sampingnya, juga Xinxin yang menyipitkan matanya terus memberikan tatapan menusuk kepadaku saat itu.


Mereka sudah seperti detektif yang akan mengintrogasi aku saja.


"A..a..ada apa dengan kalian?" Tanyaku kepada mereka dengan perasaan cukup gugup saat itu.


Sampai tiba-tiba saja Xinxin langsung mengalengkan tangannya pada leherku dan dia terus mendesak aku untuk bercerita tentang apa yang aku lakukan di rumah profesor Ling semalam.


"Hah....apa yang sudah kau lakukan disana, ayo cepat ceritakan pada kami?" Ucap dia mendesak aku untuk bercerita kepadanya.


"Aduhh...Xinxin kau ini apa-apaan sih, ayo lepaskan tanganmu ini, apa kau mau mencekik aku ya?" Ucapku kepadanya sambil melepaskan tangan dia yang terus mengunci leherku saat itu, tapi sayangnya bukan hanya Xinxin yang penasaran dengan hal itu, tetapi kedua temanku Yimin dan Xiuying juga merasakan hal yang sama saat itu.


"Cepat kau katakan pada kami, kau pasti tidur dengan profesi Ling kan, apa kalian sudah resmi pacaran sekarang?" Tanya Yimin padaku saat itu.


Aku langsung saja menghembuskan nafas dengan berat dan hanya bisa mengurut keningku pelan untuk menghadapi teman-teman yang super kepo seperti mereka ini, terlebih mereka begitu senang sekali menduga-duga dan berpikiran yang aneh-aneh kepadaku dan profesor Ling, tanpa mereka tahu dahulu apa kebenarannya.


"Astaga...apa yang kalian pikirkan, aku tidak tidur dengan profesor Ling, kita tidur terpisah dia tidur di kamarnya dan aku di kamar tapi, tapi dia menggendongku semalam dan itu cukup romantis sekali untukku hehe." Ucapku yang langsung saja bisa mengesampingkan rasa kesal ku kepada mereka karena aku mengingat kejadian dimana profesor Ling langsung menggendong aku malam tadi.


Mata Xinxin yang mendengar itu dia langsung terbelalak dengan lebar begitu juga dengan Xiuying dan Yimin yang menjadi semakin penasaran denganku saat itu.


"Zhan Tao ayo katakan kenapa dia menggendongmu, kau bilang kalian tidur terpisah, lalu untuk apa dia menggendongmu?" Tanya kak Xiuying padaku dengan kedua alisnya yang dia kerutkan dengan kuat dan terlihat begitu serius dalam menanggapi urusanku ini.


"Aduh...kak Xiuying kenapa kamu sangat serius seperti itu, aku terjatuh lihatlah kakiku yang lebam seperti ini, pergelangan kakiku terkilir dan aku tidak bisa berjalan dengan benar jadi dia menggendongku begitu, saja, tapi walau dia hanya menggendong aku karena kakiku sakit, bukankah itu hal yang bagus artinya dia perduli padaku bukan?" Ucapku kepada mereka.


Teman-temanku justru malah bubar seketika setelah aku mengatakan alasan profesor Ling menggendong aku saat itu, mereka tidak mau memperhatikan aku lagi ataupun bertanya-tanya lagi mengenai apa yang kulakukan dengan profesor di rumahnya.


"Eh..hei..ada apa dengan kalian apa kalian sudah tidak penasaran lagi dengan apa yang aku lakukan disana?" Tanyaku sedikit heran dengan sikap mereka yang berubah secara tiba-tiba dan menjadi tidak perduli lagi seperti itu.


"Aahhh...sudahlah, kau ini memang tidak bisa di harapkan, ayo Yimin kita ke kampus saja, sia-sia kita menunggunya." Ucap kak Xiuying dan pergi dengan Yimin ke luar dari asrama.