
Aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat dan tetap saja tidak berhasil mendapatkan nomor ponselnya, jangankan mendapatkan nomor ponselnya, dia malah terus saja menyuruh aku untuk menjauh dan tidak mendekatinya lagi, tapi bahasa yang dia pakai untuk menolakku benar-benar menyebalkan.
"Professor Ling lihat saja nanti aku akan membuktikan padamu kalau aku menyukaimu, aku akan membuktikannya!" Teriakku kepadanya saat itu.
"Ya...ya..terserah kau saja." Balas profesor Ling begitu saja, tanpa menoleh ke arahku sedikitpun saat itu.
Dia terus saja berjalan pergi menjauh dan semakin menjauh dariku, dia pergi untuk mengajar sedangkan aku hanya bisa duduk dengan cemberut dan kesal disana seorang diri sambil terus saja memikirkan cara bagaimana aku membuktikan perasan cintaku kepadanya agar dia bisa yakin dan mempercayai aku bahwa aku menyukainya dengan sungguh-sungguh dan dengan segenap hatiku.
"Huuhh... Bagaimana aku membuktikan semua ini kepadanya, perasaan cinta dan suka kan tidak bisa di jelaskan dengan benda dan bentuk, semuanya hanya bisa dirasakan ketika saling berinteraksi satu sama lain, seperti memberikan perhatian, saling mendukung dan melindungi, itu bisa dirasakan meski wujudnya tidak terlihat dengan pasti, huuhh...." Gerutuku terus saja merasa kebingungan sendiri.
Sampai tidak lama ada Jingmi yang datang menyapaku dan dia membawa teh susu ditangannya.
"Zhan Tao apa yang sedang kamu lakukan duduk sendirian disini dengan wajah kusut begitu, jam masuk akan segera di mulai, aku kita pergi ke kelas," ajaknya kepadaku.
"Ehh...Jingmi, aku.. aku sedang kebingungan, tapi sudahlah belajar lebih penting bukan, ayo kita pergi" balasku kepadanya sambil segera pergi dengan Jingmi dan dia memberikan teh susu miliknya kepadaku saat itu.
"Zhan Tao, meski aku tidak tahu kenapa kau murung seperti tadi tapi apapun yang membuatmu kesal dan bingung kau pasti bisa melewatinya, ini tadi aku membeli teh susu kau bisa memilikinya sekarang, anggap saja itu untuk menyemangati dirimu lagi" ucapnya sambil memberikan teh susu itu kepadaku.
Aku merasa sangat senang dan terperangah menerimanya, ini adalah pertama kalinya aku diberikan sesuatu oleh seorang pria.
"Aahh...benarkah? Aku sangat suka teh susu, terimakasih Jingmi kau baik sekali" ucapku sambil segera menerima teh susu itu dan langsung meminumnya dengan lahap.
Kami juga segera masuk ke dalam kelas dan yang tidak di duga justru dosen kali ini tidak masuk hingga kabar yang membuat aku takut terdengar di telingaku, dimana orang-orang disana membicarakan mengenai profesor Ling yang akan menggantikan dosen jadwal pembelajaran bahasa asing saat ini, aku sangat kaget ketika mendengar hal itu dan segera saja aku bertanya kepada Jingmi yang duduk di sampingku saat itu.
"Eehh...Jingmi...apa yang dikatakan oleh mereka benar? Apa sekarang profesor Ling yang akan menggantikan dosen untuk melakukan latihan soal?" Tanyaku kepada Jingmi dengan sangat penasaran sekali saat itu.
"Iya...yang aku dengar dari dosen begitu, dia juga sudah meberitahuku sebelumnya" balas Jingmi yang membuat aku langsung terbelalak lebar dan sangat kaget mendengarnya.
"Aishh ..Jingmi kenapa kau tidak memberitahuku tentang ini sebelumnya, aahhh matilah aku, aku tidak ingin melihat dia mengetahui dimana aku belajar, mana aku bodoh dalam pajaran lagi" balasku kepada Jingmi sambil menggerutu pelan dan menundukkan kepala.
Jingmi yang melihatku seperti itu dia langsung menanyakan keadaanku dengan cepat.
"Ehhh...Zhan Tao ada apa denganmu, apa yang baru saja kau katakan aku tidak terlalu mendengar jelas kau bicara kecil sekali? Apa kau sakit, aku tidak memberitahumu karena aku pikir kau tidak masalah siapapun dosennya bukankah kau selalu bilang begitu pada temanmu itu, aku sering mendengarnya," balas Jingmi kepadaku.
Apa yang dia katakan memang benar, aku selalu mengatakan kepada Xinxin bahwa aku sama sekali tidak perduli siapapun dosennya aku tetap akan masuk pada pelajaran dan mengisi absen meski aku tidak mengerti dengan apa yang mereka jelaskan, tapi kali ini aku tidak bisa jika dosennya orang yang aku sukai sendiri, aku hanya tidak ingin profesor Ling mengetahui dimana kelasku, aku juga takut jika dia mengetahui kebodohanmu sudah pasti dia tida akan mau menerima cintaku, itulah yang sangat aku takutkan saat ini.
Tetapi semua penyesalan itu sepertinya memang sudah terlambat, profesor Ling tiba ke dalam kelas dan dia terlihat begitu berwibawa seperti biasanya, aku sangat tegang dan merasa sangat cemas ketika melihatnya, aku langsung menundukkan kepala berusaha agar dia tidak bisa melihatku, bahkan dengan cepat aku menutupi wajahku dengan rambutku sebisa mungkin.
Ditambah saat itu Xinxin juga belum tiba, aku semakin kebingungan untuk bersikap dan profesor Ling sudah mulai berdiri di depan sana sambil membuka beberapa lembar buku yang dia bawa sebelumnya, aku juga bisa melihat ada beberapa lembar kertas latihan soal disana.
"Zhan Tao ada apa denganmu, apa kau sakit lagi, aku bisa membawamu ke rumah sakit jika kami merasa tidak enak badan" ucap Jingmi kepadaku lagi saat itu.
Dengan cepat aku langsung menggelengkan kepala kepadanya dan berusaha untuk menyuruhnya diam saat itu karena aku sangat takut profesor Ling akan melihat ke arahku saat itu jika dia mendengarkan suara Jingmi yang agar keras itu.
"Tidak aku baik-baik saja, kenapa kau selalu mengira aku sakit sih, aku sehat tahu, sudah kau diam jangan bicara denganku saat ini, diam oke kita tunggu Xinxin, dia belum sampai di dalam kelas sampai sekarang aku mencemaskannya Jingmi" balasku beralasan kepadanya.
Padahal yang membuat aku seperti itu bukan hanya itu saja, banyak sekali alasan yang membuat aku tidak ingin menampakkan wajah kepada profesor Ling saat ini, aku sangat takut dia akan menguji kepandaian otakmu jika dia mengetahui keberadaanku.q
Namun disisi lain tanpa Zhan Tao sadari, sebelumnya profesor Ling sudah mengetahui keberadaannya, karena saat pertama kali masuk ke dalam kelas, profesor Ling sempat melihat ke arah Zhan Tao meski dia langsung memalingkan wajahnya dengan cepat tetapi profesor Ling bisa melihatnya dengan jelas dan teliti dia juga masih mengingat pakaian yang dikenakan oleh Zhan Tao juga tas putihnya tersebut, apalagi hiasan rambutnya yang berbeda dengan yang lain, sehingga mudah bagi seorang profesor Ling mengenalinya walau dia hanya baru bertemu beberapa kali saja dengan Zhan Tao.
"Ckk...apa dia takut bertemu denganku, tadi saja dia bilang dengan penuh keberanian menyukaiku, sekarang melihatnya dengan pria lain di sampingnya dasar, semua wanita memang sama saja." Batin profesor Ling saat itu.
Hingga bel masuk berbunyi dan profesor Ling mulai mengabsen nama mahasiswa satu per satu namun sayangnya sampai profesor Ling sudah mengabsen hingga nama Xinxin, orangnya belum sampai juga ke kelas itu, sehingga ketika profesor Ling memanggil nama Xinxin beberapa kali terpaksa Zhan Tao harus membantu dia untuk membuat absen saat itu karena dia tahu bahwa profesor Ling sangatlah kejam juga begitu disiplin kepada setiap mahasiswa yang dia ajar di kelasnya.
"Xinxin.....Xinxin.. tolong katakan hadir jika kau ada di dalam kelas ini, saya akan memanggilnya sekali lagi." Ucap profesor Ling saat itu.
Aku sangat merasa cemas dan segera menundukkan kepala dan menjepit hidungku berusaha untuk meniru suara Xinxin saat itu.
"Hadir!" Ucapku yang berbarengan dengan Xinxin yang asli karena saat itu dia baru saja sampai dan masuk ke dalam kelas.
Dia berdiri di samping profesor Ling sambil mengacungkan tangannya dan hal tersebut membuat profesor Ling mengerutkan kedua alisnya merasa sangat curiga sebab dia mendengar dia suara yang mengatakan hadir saat dia memanggil nama Xinxin saat itu.
"Siapa Xinxin yang asli diantara dua suara itu? Apa ada yang sengaja membuat absen ilegal disini?" Ucap profesor Ling dengan sorot matanya yang cukup tajam.
Aku benar-benar merasa sangat takut dan bergetar penuh dengan kecemasan begitu juga dengan Xinxin yang berdiri di bawah sana.
"Astaga...matilah aku, ya ampun apa yang harus aku lakukan, Jingmi" ucapku sambil menoleh ke arah Jingmi dan merasa takut tidak karuan.
Jingmi juga tidak bisa membantuku apapun saat itu dia hanya menatapku sama kagetnya hinggatidak lama untungnya profesor Ling tidak mempermasalahkan hal itu lagi dan dia langsung menyuruh Xinxin untuk segera masuk dan memperingatkan dia untuk tidak telat lagi masuk pada kelasnya.
"Baiklah jika tidak ada yang mengaku, kali ini karena hari pertama saya mengajar kalian, saya akan memberikan kesempatan memaafkan siapapun itu, tapi jika saya mendapatkan hal seperti ini lagi, keduanya tidak akan bis masuk ke kelas saya selama tiga pertemuan, apa kalian semua mengerti?" Ucap profesor Ling membebaskanku saat itu.
"Mengerti profesor." Balas semua orang dengan serempak.
"Kau masuk dan duduklah, kelas akan segera dimulai." Ucapnya pada Xinxin.
Aku merasa sangat lega sekarang dan bisa menghembuskan nafas dengan lebih tenang.