Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Mengantar Xinxin



Xinxin langsung berbalik menatap ke arahku saat itu dan nafasku sudah menderu sangat kencang sampai ketika Xinxin menarik celananya yang menyangkut di wajahku aku langsung memberikan tatapan yang sangat tajam kepadanya dengan hembusan nafas yang penuh dengan emosi saat itu.


"AA ....AA...aahhh..hehe..Zhan Tao maafkan aku, aku tidak tahu kalau kau ada di belakang, hehe maafkan aku ya," ucap Xinxin padaku saat itu.


"XINXIN! aishh..kau benar-benar teman yang sangat menjengkelkan, kemari kau aku tidak akan melepaskanmu!" Teriakku memanggil namanya dengan sangat kencang.


Sampai membuat Xinxin tersentak kaget dan dia langsung saja berlari menjauh dariku sambil terus meminta maaf padaku dan memohon ampun kepadaku saat itu, sedangkan aku tidak bisa memberikan dia lolos dengan begitu mudah dariku, sehingga aku terus saja berlari mengejar dia dan berusaha untuk menangkap dia saat itu, namun sayangnya dia terus saja kabur dariku sampai tidak lama masuklah kak Xiuying ke dalam asrama hingga Xinxin langsung saja berlari ke arahnya dan dia bersembunyi di balik tubuh kak Xinxin saat itu, membuat aku kesulitan untuk menangkap dia dan memberikan dia pelajaran saat itu.


"Aaahh...kak ........aahh Xiuying tolong aku, tolong aku," ucap Xinxin sambil bersembunyi dengan cepat di balik tubuh kak Xiuying yang baru saja masuk ke dalam asrama saat itu.


"Eehhh...ada apa dengan kalian, Zhan Tao kenapa kau terus mengejar Xinxin begini?" Ucap kak Xiuying padaku saat itu.


Dan kak Xiuying juga sama kagetnya ketika dia melihat seisi asrama yang super berantakan seperti kapal pecah saat itu.


"Astaga...siapa yang memberantakkan asrama sampai seperti ini?" tanya kak Xiuying saat itu padaku.


Aku langsung saja mengatakan kekesalanku kepadanya sekaligus mengatakan semua kelakuan Xinxin yang sampai membuat seisi asrama berantakan dengan pakaiannya yang dia lempar sembarangan kesan kemari tidak beraturan sebelumnya.


"Kak lihatlah semua ini ulahnya dan kau tahu dia melemparkan terus pakaiannya ke atas kepalaku dan ke depan wajahku, meski saat itu aku sudah berteriak memanggil dia dan berusaha untuk menghentikannya, tapi apa yang dia lakukan lihatlah bahkan buk belajarmu dan laptop mu juga habis tertutupi semua pakaian Xinxin, dia benar-benar sangat menjengkelkan sekali, cepat minggir dari sana kak Xiuying aku akan memberikan anak ini pajaran yang berharga!" Ucapku sambil berkacak pinggang dan menatap tajam terus pada Xinxin saat itu.


"Ya ampun Xinxin kenapa kau melakukan semua ini, cepat bereskan semuanya seperti sedia kala atau aku juga akan memberikanmu hukuman yang lebih parah daripada pelajaran yang akan diberikan oleh Zhan Tao kepadamu!" Ucap kak Xiuying yang langsung saja membuat Xinxin merasa takut juga langsung bersikap patuh kepadanya.


Dia segera saja memperbaiki semua pakaian dia yang berserakan disana dan meminta maaf kepada aku juga kak Xiuying sambil berjanji tidak akan melakukan kekacauan seperti ini lagi untuk ke depannya.


"Aahh..iya iya kak aku akan memperbaikinya sekarang tolong maafkan aku, Zhan Tao kau adalah yang terbaik kau yang paling dekat denganku tolonglah kasihani aku, setidaknya jangan berikan aku hukuman saat ini, aku hanya kebingungan dalam memilih pakaian yang harus aku kenakan dalam dinner malam ini dengan kekasih kesayanganku jadi aku mohon tolong jangan hukum aku ya, aku akan membereskan semuanya kok, lihat aku memungutinya kan, ya jangan hukum aku oke maafkanlah aku ini," ucap Xinxin yang membuat aku akhirnya menjadi luluh karena merasa kasihan dengannya.


"Aishh..ya sudahlah, aku akan memaafkanmu dan aku memberikan kesempatan kepadamu, tapi awas saja jika nanti aku lihat kau memberantakan semuanya seperti ini lagi, aku akan menghajarmu dengan lebih keras daripada apa yang ingin aku lakukan padamu sekarang, apa kau mengerti hah!" Bentakku sengaja memperingati dia saat itu agar Xinxin takut dengan ancaman yang aku berikan.


Selain itu aku juga sengaja mengatakannya agar tidak terlalu melewati batas dan membuat aku sampai sekesal ini, aku pun segera membantu dia memungkiri pakaiannya yang lain dan menaruh kembali ke dalam lemari sampai Xinxin tetap saja terus memandangi lemari pakaiannya yang terbuka saat itu karena dia masih saja merasa sangat heran dan kebingungan dengan pakaian mana yang akan dia pilih untuk pergi dinner dengan pasangannya nanti.


"Hei...Xinxin bodoh, sedang apa kau terus berdiri di depan lemari itu?" Tanyaku kepadanya karena dia sangat mengganggu pemandangan untukku saat ini.


"Zhan Tao kemari deh, coba lihat kesini dan pilihkan pakaian mana yang cocok untukku pergi dinner dengan kekasihku malah ini," ucap Xinxin meminta pendapat kepadaku saat itu.


Sedangkan aku sendiri saat itu tengah belajar di depan meja belajarku dan segera saja bangkit berdiri dan mulai menghampiri Xinxin sampai berdiri di sampingnya.


"Xinxin semua pakaianmu ini bagus bagus kenapa kau harus kebingungan dalam memilih ya, pakai saja apa yang sering kamu pakai," balasku kepadanya saat itu.


"Aishh..Zhan Tao tidak bisa begitu ini kan sebuah dinner tentu saja aku harus mengenakan pakaian yang spesial untuk bertemu dengan orang spesial, pakaianku harus yang cantik, modis dan terlihat cocok di tubuhku," balas Xinxin yang terdengar sangat ribet untukku saat itu.


Aku hanya menatap.dia dengan ujung mataku dan sedikit menyipitkan mataku kepadanya sambil menghembuskan nafas dengan pelan karena sebelumnya aku sama sekali tidak pernah melakukan dinner bahkan aku tidak pernah punya pacar jadi tentu saja aku tidak tahu apa yang sebaiknya dikenakan oleh Xinxin saat melakukan dinner dengan pacarnya malam ini.


"Aahh..ya maaf kau tidak perlu membalasku dengan kesal begitu kau sendiri kan tahu aku sama sekali belum pernah pacaran apalagi dinner seperti ini, jadi mana aku tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang perempuan yang akan pergi dinner dengan kekasihnya," balasku kepada dia saat itu.


"Aishh..kau ini memang benar-benar kudet, aku salah sudah meminta pendapat darimu!" Balas Xinxin sambil mengambil salah satu pakaian miliknya dari lemari dan dia mencobanya di depan cermin sambil berlenggak lenggok saat itu.


"Hais....aku bicara jujur kau malah kesal denganku, ya sudah terserah kau saja, pakai apapun yang kau merasa nyaman bukan yang ingin terlihat bagus dimata orang lain," balas ku kepadanya sambil kembali duduk di depan meja belajarku saat itu.


Sampai jam sudah berlalu dan malam sudah tiba, akhirnya Xinxin sudah menemukan pakaian yang dia suka dan yang dia rasa cocok untuk dirinya saat itu.


Tapi masalahnya disaat aku tengah mengemil dengan Yimin juga kak Xiuying, Xinxin malah mendekatiku dan mulai meminta aku untuk mengantar dia pergi ke tempat dimana dia sudah melakukan janjian saat itu.


"Zhan Tao...ekmm..Zhan Tao, ayo cepat kita pergi," ucap Xinxin sambil terus mencolek tanganku berkali-kali saat itu.


Aku menatapnya sambil mengerutkan kedua alisku dan merasangat heran kepadanya dengan apa yang sebenarnya dia maksudkan saat itu sehingga aku terus saja merasa heran dan menatap dengan penuh kebingungan kepadanya.


"Hei..apa yang kau lakukan, mau apa kau mencolek tanganku terus seperti itu?" Ucapku kepadanya dengan tatapan sedikit sinis kepadanya.


"Hehe...itu Zhan Tao ayo antar aku ke restoran yang ada di depan sana, jaraknya cukup jauh aku tidak berani melewati jalanan angker itu sendirian jika denganmu kita bisa melewati jalan lain yang lebih ramai orang tapi mungkin akan cukup jauh, kau akan mengantar aku kan," ucap Xinxin kepadaku.


"Tidak...siapa juga yang mau mengantarkan orang pacaran aku tidak mau, kau ajak saja Yimin atau kak Xiuying," ucapku kepadanya dan menolak dia dengan cepat saat itu.


Tapi disaat aku menolaknya dan saat Xinxin menoleh ke arah arah Yimin dia justru malah langsung memakai headset di kupingnya dan segera login game dengan cepat sedangkan kak Xiuying sendiri dia juga langsung membalikkan kursinya pindah ke kursi belajarnya sendiri tidak lagi berkumpul denganku dia segera mengambil kacamatanya dan mulai membuka buku yang hendak dia baca saat itu, sehingga Xinxin tidak ada pilihan lain dan dia kembali saja menatap ke arah aku lagi pada akhirnya.


"Zhan Tao lihatlah mereka sangat sibuk hanya kau saja yang tersisa sekarang, ayolah Zhan Tao ayo cepat temani aku Zhan Tao kau kan yang paling baik aku janji akan mentraktir saat kau menunggui aku disana nantinya, kau bisa membeli makanan apapun yang kau mau, ayolah Zhan Tao aku mohon kepadamu," ucap dia padaku saat itu.


"Tidak...aku juga sibuk, apa kau pikir aku ini tidak sibuk, lihatlah aku sedang sibuk membuka kuacinya jadi aku tidak bisa pergi!" Ucapku kepadanya saat itu.


"Zhan Tao ayolah antar aku, Zhan Tao cepatlah aku mohon Zhan, kau kan yang terbaik ayolah Zhan Tao..." ucap Xinxin yang terus saja menggoyangkan tanganku dan sebelah pundaknya sampai membuat kepalaku sudah berguncang.


"Syyyuut...ayo pergi bawa saja dia pergi dia sangat berisik sekali," ucap kak Xiuying memberikan kode kepadaku.


"Iya Zhan Tao cepat bawa saja dia pergi," ucap Yimin lagi mendesakku.


Aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan kesal dan penuh emosi seorang diri saat itu sehingga tidak ada cara lain lagi yang bisa aku lakukan selain dari mengikuti apa keinginan dari Xinxin.


"Huaa.. baiklah memang hanya aku yang menjadi teman sejati disini, jadi aku akan pergi tapi jangan lupa dengan janjimu barusan, awas saja jika kau berani menipu aku!" Ucapku sambil menatap dia dengan tajam sampai dia menganggukkan kepalanya saat itu.


"Aahh terimakasih banyak Zhan Tao kau memang yang terbaik, iya...iya aku janji ayo cepat kita pergi dan kamu pakailah pakaian yang cukup bagus ya agar tidak membuat aku malu nanti," ucap Xinxin yang membuat aku kesal.


"Hei..memangnya kau pikir semua pakaian yang aku pakai selama ini tidak bagus apa?" Bentakku kepadanya dengan memberikan tatapan tajam padanya dan dia langsung saja segera tersebut kecil menampakkan giginya sambil meminta maaf kepadaku dengan cepat.


"Ahahah tidak tidak semua pakaianmu sangatlah bagus, cocok untuk dirimu saja, ayo kita pergi," ajak Xinxin yang langsung saja menarik tanganku.


Aku juga sudah tidak perlu mengganti pakaian lagi karena dia sudah tidak mempermasalahkan pakaian yang aku pakai lagi, saat itu aku memang hanya mengenakan celana pendek dan sweater yang besar sampai hampir menutupi celana pendek berwarna putih milikku saat itu, aku memang senang mengenakan sweater yang lebih besar ukurannya dari ukuran normalku karena cuaca disana cukup sejuk setiap harinya sedangkan aku sering kali tidak tahan sejuk, apalagi di malam hari seperti ini jadi aku lebih suka memakai sweater kemana-mana sekarang ini.


Aku langsung pergi menuju sebuah restoran yang sangat mewah dan begitu banyak pengunjung di dalamnya aku pikir Xinxin akan pergi ke restoran mewah yang ada di sebrang jalan saat itu sehingga saat kami menunggu lampu lalu lintas menjadi merah sebelum menyebrang aku sudah merasa kagum lebih dulu pada kekasih Xinxin ini yang mau membawanya dinner di restoran semewah itu.


"Wahhh...Xinxin kau beruntung sekali, apa kau mau dinner disana ya?" Tanyaku kepadanya.


Sambil menunjuk ke arah restoran mewah tersebut, namun dengan cepat Xinxin menarik tanganku dan dia menggeserkan tanganku dengan pelan pada sebuah cafe yang berukuran tidak terlalu besar tepat berada di samping restoran mewah yang ada disana saat itu.


"Itu...lihatlah aku akan pergi ke cafe disana bukan restoran yang ada di sampingnya, kalau pergi ke restoran semewah itu bisa bisa aku dan pacarku akan kehilangan seluruh biaya bulanan kami nantinya, kau ini bagaimana sih, aku bukan orang kaya, dia juga orang biasa sepertiku jadi kami harus tetap tahu diri, tidak boleh kebanyakan gaya," balas Xinxin yang membuat aku merasa sedikit ingin tertawa dan juga kecewa saat itu.


"Oo...ohh...aku pikir kau akan pergi ke restoran mewah, kalau kau bilang tidak perlu banyak gaya kenapa kau harus tampil dengan sempurna di hadapannya kenapa kau tidak bisa menjadi dirimu sendiri sama seperti aku ini, tidak perlu lagi berpura-pura melakukan apapun atau berdandan dengan sangat lama untuk menampakkan diri di hadapan pacarmu itu, kau akan tetap terlihat cantik kok meski tidak memakai make up tebal ataupun pakaian yang feminim," ucapku kepadanya.


"Kenapa kau bicara begitu, aku kan harus tampil cantik di depan pasanganku, kau akan merasakannya nanti, jika kamu sudah punya pacar Zhan Tao." Balas dia kepadaku saat itu.


"Bahkan jika aku punya pacar aku akan tetap seperti ini, aku tidak ingin menjadi kesulitan sepertimu yang selalu ribet dan selalu saja merasa resah kebingungan sampai berjam-jam melihat isi lemari sepertimu," balasku kepadanya.


"Iya..iya kita lihat saja nanti, sudah ayo kita jalan lampunya sudah merah," ucap Xinxin sambil segera menarik tanganku dan kami menyebrang dengan cepat saat itu.


Sialnya disaat kami sedang menyebrang disana, Xinxin yang tidak berjalan dengan hati-hati karena dia terlihat cukup terburu-buru dengan cerobohnya dia justru malah mematahkan sepatu hak tinggi yang dia kenakan saat itu, bahkan aku saja sampai kaget melihat dia hampir jatuh saat itu, tapi untungnya aku bisa menahan tubuh dia dengan cepat, sehingga dia bisa kembali berdiri secepatnya saat itu.


"Aahhh....," Teriak Xinxin sambil membelalakkan matanya menatap kepadaku dan kami berdua dengan perlahan langsung saja menatap ke bawah melihat high heels yang dia kenakan patah sebelah karena tersangkut pada gorong-gorong di pinggir jalan saat itu.


"Astaga..Xinxin kenapakau tidak berjalan dengan benar, aishh kenapa bisa sampai tersangkut begini sih?" Ucapku sambil menatap kaget padanya.


"Ya..ampun Zhan Tao apa yang harus aku lakukan lihatlah pacarku sudah masuk ke dalam lebih dulu barusan, aku harus bagaimana ini Zhan Tao," ucap Xinxin kebingungan.


Untungnya saat itu aku memakai sepatu berwarna putih dan cukup cocok dengan gaun putih yang dikenakan oleh Xinxin saat itu, sehingga aku langsung saja memberikan sepatu yang aku kenakan untuk dia dan menyuruh dia untuk memberikan high heels yang tersangkut sebelah itu kepadaku.


"Aishh..ya sudah kau pakai saja sepatuku ini, cocok kok untuk dikenakan dengan pakaianmu ini, biarkan aku saja yang mengurus high heels mu ini, cepat pakai ini," ucapku kepadanya sambil memberikan sepatuku saat itu.


Zhao Tao justru malah menatap aku dengan tatapan mata yang berkaca-kaca dan dia terlihat menatap harus sambil tiba-tiba langsung saja memelukku dengan erat saat itu.


"Aaahh..Zhan Tao terimakasih banyak, kau baik sekali Zhan Tao, aku benar-benar bersyukur sekali dengan kehadiranmu dalam hidupku, kau memang sahabat terbaikku, terimakasih banyak Zhan Tao sayang," ucap Xinxin sambil terus memelukku dengan erat.


"Hei...hei....lepaskan aku, aishhh sudah jangan jadi lebay seperti ini, pergi sana kau, aku akan mengambil high heels ini, sana pergi," ucapku kepadanya sambil segera saja mendorong tubuhnya pelan untuk segera pergi dari sana secepatnya.


Sampai akhirnya Xinxin benar-benar pergi dari sana da melambaikan tangan kepadaku saat itu, sedangkan aku sendiri terus saja harus mencabut high heels yang tersangkut pada gorong-gorong disana, aku berusaha dengan kuat untuk menarik high heels itu sampai akhirnya justru malah aku yang tersungkur ke belakang sambil memegangi high heels milik Xinxin yang memang sudah patah sejak awal.


Aku benar-benar merasa sangat malu sekali karena disana ada banyak orang yang berjalan lalu lalang kesana kemari sedangkan aku malah seperti gembel dengan celana dan sweater yang kotor saat itu karena jatuh ke belakang dengan sangat keras.


"Aish...kenapa sepatu ini sangat sulit sekali ditarik sih," gerutu yang terus saja merasa kesulitan saat mencoba menariknya pertama kali saat itu.


Hingga aku mulai membuat ancang-ancang dengan perlahan dan langsung saja menariknya sekaligus sampai membuat aku jatuh tersungkur ke belakang dengan keras dan b*kong yang sangat sakit mengenai jalanan saat itu.


"Eughhh...aaahahh brukk....aduhh..b*kongku, aishh...semua ini gara-gara high heels sialan, aaahhh pinggangku juga terasa remuk, aishh mana aku malu sekali, apa yang harus aku lakukan sekarang, mau ditaruh dimana wajahku ini, aahhhh sial sekali sih nasibku ini" gerutuku terus saja merasa emosi sendiri dan kesal.


Aku segera saja bangkit berdiri dan memegangi sebelah pinggangku yang terasa benar-benar ngilu saat itu, sambil membawa kedua high heels itu di tanganku dan merasa sangat emosi sendiri.