
Hingga dia membawaku masuk ke dalam rumahnya, dan ternyata rumahnya itu sangat luas, dan juga bersih serta tertata sangat rapih, aku benar-benar terperangah ketika melihat rumahnya yang seperti itu.
"Wahhh ... profesor Ling rumahmu rapih juga, apa kau yang membersihkan semua ini sendiri?" Tanyaku kepadanya saat itu.
"Bodoh tentu saja tidak, ada robot yang membersihkannya." Balas profesor Ling kepadaku.
Aku awalnya berpikir robot seperti apa yang bisa membersihkan rumah ini sendiri, ternyata memang ada sebuah robot kecil berbentuk bulat yang bisa berjalan di bawah lantai menghisap debu dan kotoran disekitar sana sehingga ketika sudah penuh robot itu akan mengeluarkan suara sendiri dan memberitahu pemiliknya.
Aku juga sangat kagum melihat robot ciptaannya itu yang memang sangat hebat sekali, sebab tidak semua orang bisa membuat robot seperti itu.
"Profesor Ling apa ini robot yang kau maksud?" Tanyaku lagi sambil berjongkok dan melihat robot tersebut.
"Ya... Dan kau tidak boleh menyentuhnya, pakai alas ini." Ucapnya sambil memberikan aku sebuah sandal yang cukup besar.
Aku menatap ke bawah dan melihat sandal itu benar-benar sangat besar untuk ukuran kakiku yang kecil tapi memang sepertinya tidak ada sandal lain lagi di rumah tersebut jadi aku harus tetap memakainya daripada aku kedinginan karena tidak memakai alas apapun, jadi lebih baik aku menggunakannya saja.
"Profesor Ling sandalnya kebesaran apa kau yakin menyuruhku memakainya?" Ucapku kepada dia lagi saat itu.
"Terserah padamu, mau pakai atau tidak, aku tidak perduli." Balas dia yang sama sekali tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan.
Dia benar-benar sangat cuek dan acuh tidak acuh, aku benar-benar merasa sangat kesal karena mendapatkan jawaban seperti itu darinya, terpaksa aku tetap memakainya meski sangat kebesaran dan diam-diam di belakang Zhan Tao, profesor Ling sendiri sebenarnya tengah menahan tawa dan berusaha untuk tidak memperlihatkan dirinya yang tersembunyi ingin menertawakan Zhan Tao yang memakai sandal miliknya dan sangat kebesaran untuk kakinya tersebut.
"Fffttt...dia lebih mirip seekor bebek, sama dengan boneka yang selalu dia bawa itu." Batin profesor Ling di dalam hatinya.
Lalu dia membawaku masuk ke dalam ruang tamu dan mempersilahkan aku untuk tidur disana saat itu, bahkan dia juga menyiapkan banyak dan selimut untukku.
"Kau bisa tidur disini, tapi kamar ini tidak pernah di tempati kau jadi kau harus membereskannya lagi besok pagi dan jangan meninggalkan apapun!" Ucap dia kepadaku.
"Baik profesor." Balasku kepadanya yang hanya bisa mengangguk menuruti apa yang dia katakan kepadaku saat itu.
Langsung aku menjatuhkan tubuhku ke ranjang disana dan membuka ponselku saat itu, ada pesan dalam gruf chat teman sekamarku, mereka menanyakan keberadaan aku karena mereka tahu gerbang sudah di tutup beberapa jam yang lalu dan aku masih belum kembali kesana saat itu.
"Zhan Tao kau dimana sekarang?" Pesan dari Xinxin saat itu.
"Iya apa kau tidak akan kembali, aku bisa pergi ke luar diam-diam dan membukakan gerbangnya untukmu, jika kau terlambat kembali ke asrama." Tambah Xiuying dalam gruf chat tersebut.
"Tidak perlu teman-teman aku sudah aman dan tinggal dengan nyaman di rumah profesor Ling, kalian tidak perlu mencemaskan aku." Balasku kepada mereka.
Aku sangat senang sekali dan mendapatkan jawaban pesan yang mengagetkan dari Xinxin juga kak Xiuying dan Yimin.
"Wah...Zhan Tao ternya kau memang tidak bisa diragukan, bagaimana bisa kau mendekati profesor Ling sampai ke intinya seperti itu?" Balas Yimin yang membuat aku terus tersenyum sendiri saat itu.
"Zhan Tao kau harus menjaga diri dengan baik jika tidur di rumah pria. Ingat walau dia membawamu ke rumahnya dia belum menyatakan cintanya padamu, kau harus memiliki hubungan yang jelas dulu, baru bisa melakukannya!" Tambah pesan dari kak Xiuying.
"Iya awas saja jika kau berani macam-macam di belakangku aku akan menghajar bebek-bebek milikmu itu." Ancam Xinxin yang malah ikut-ikutan berperasangka aneh kepadaku padahal mereka sama sekali tidak tahu apapun situasi sebenarnya.
"Hei ...hei... Apa yang sebenarnya kalian pikirkan, aku sama sekali tidak melakukan apapun dengan profesor Ling, dan sama sekali tidak akan melakukan apapun yang kalian pikirkan dalam otak mesum kalian itu, aku hanya tidur di kamar tamu yang ada di rumahnya dan dia tidur di kamarnya, bahkan dia juga tidak banyak bicara denganku, apa yang kalian pikirkan, jangan berprasangka yang tidak-tidak." Balasku pada mereka lalu segera mematikan ponselku, karena sudah sanga mengantuk dan malas meladeni teman-teman seperti mereka ini.
Sampai ketika aku baru saja hendak tidur, perutku malah bersuara dan aku baru sadar kalau sedari tadi sore aku belum mengisi perutku dengan makanan sedikitpun, makanya sekarang ini aku merasa sangat lapar, sedangkan jika aku lapar aku tidak akan bisa tidur sama sekali, tapi aku berada di rumah orang lain sekarang, mana bisa aku pergi ke luar sembarangan untuk membeli makanan ataupun memaksa makanan di rumah orang tanpa izin.
"Kreaok...kreokk...aduh perutku lapar, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Gerutuku sambil memegangi perut yang kelaparan ini.
Aku sudah berusaha untuk kembali tidur dan menarik selimut hingga ke dada bahkan sampai menutupi seluruh wajahku, tapi meski aku sudah berusaha keras untuk memejamkan mata, nyatanya tetap saja aku tidak bisa tidur dengan lelap, mataku ini tetap kembali terbuka dengan cerah dan tidak bisa terpejam lagi meski aku sudah berusaha semampuku saat itu.
"Aku lapar sekali huaaa..." ucapku sambil terus saja merasa tidak nyaman dengan perutku sendiri.