
"Eeee.....eeehh...tidak dia akan jatuh." ucapku panik dan segera berlari dengan cepat.
"Jingmi ada apa denganmu, apa kau baik-baik saja?" Tanyaku kepadanya.
Dia malah tersenyum menatap kepadaku dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
"Ehh..Zhan Tao kenapa kau disini, aku baik-baik saja, ayo kita ke kelas ini hampir terlambat." Ucap dia kepadaku.
Wajahnya sangat pucat dan aku segera memegangi keningnya untuk mengecek suhu tubuh dia, betapa kagetnya aku saat merasakan suhu tubuhnya yang begitu panas, aku langsung saja mengalengkan tangan Zhan Tao pada bahuku dan meminta bantuan pada salah satu mahasiswa yang kebetulan lewat disana untuk membawa buku yang ada di tangan Jingmi saat itu.
"Astaga...apanya yang baik, tubuhmu sepanas ini kau masih mau pergi ke kelas, apa kau gila ya?" Balasku kepadanya.
"Aishh...sini biar aku bantu kau berjalan kita harus ke UKS dahulu untuk meminta obat agar panasmu menurun. Hei....hei....kemari, bisa tolong kamu berikan buku ini ke kelas bahasa, berikan saja pada Xinxin dan tolong katakan juga padanya bahwa buku ini dariku Zhan Tao, aku harus akan telat ke kelas karena mengurus Jingmi yang sakit, tolong sampaikan itu padanya ya," ucapku kepada wanita itu.
Untungnya mereka mau membantuku karena kebetulan mereka ternyata satu jurusan denganku jadi kami bisa saling menolong satu sama lain.
Sedangkan Jingmi masih saja keras kepala dan dia tidak mau aku bawa ke UKS untuk mengobati sakitnya dahulu.
"Zhan Tao untuk apa membawaku ke UKS aku baik-baik saja, kita harus ke kelas secepatnya, jika tidak kita akan terlambat mengikuti latihan soalnya." Ucap Jingmi padaku.
"Bodoh, kau juga tidak akan bisa mengerjakan apapun jika pergi ke kelas dalam kondisi seperti ini, sudah Xinxin pasti akan membantu untuk absen kita dan aku akan pergi menemui dosen untuk memberikan bukti sakitmu dari UKS nantinya, aku juga yakin Xinxin pasti akan memberikan catatan untuk kita, kau jangan cemas, sekarang aku bawa kau ke UKS dulu, ayo jalan pelan-pelan saja." Ucapku kepadanya.
Dia pun akhirnya mau menuruti ucapanku dan segera pergi ke UKS, aku benar-benar sangat mencemaskan dia dan segera memberikan obat sekaligus pergi membelikan sarapan untuknya, aku yakin dia pasti tidak sarapan sebelumnya, karena dia memang selalu seperti itu, tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika saja aku tidak ada saat itu.
"Kau istirahat dulu disini, aku akan pergi membelikan makanan untukmu." Ucapku kepadanya.
Dan dia malah menahan tanganku saat itu.
"Ada apa? Apa kau mau mengatakan sesuatu kepadaku, atau apa kepalamu sakit lagi?" Tanyaku kepadanya dengan menatap lekat.
"Aishh...kau ini, kupikir ada apa. Iya kau juga selalu membantuku, aku tidak mungkin membiarkanmu sakit seorang diri, sudah istirahat ya, aku akan segera kembali." Ucapku kepadanya dan segera pergi dari sana.
Aku bingung makanan apa yang cocok untuk orang demam seperti Jingmi, dan aku juga sama sekali tidak tahu makanan apa yang dia sukai, jadi terpaksa aku membeli makanan yang biasanya aku makan ketika aku demam seperti itu, karena di sini tidak ada bubur jadi aku membeli roti kesukaanku yang lembut dan tidak terlalu manis, aku juga sekalian membawakan sup hangat dari kantin dan segera pergi menemui Jingmi kembali.
Saat aku masuk ke ruangan, ternyata Jingmi masih tertidur saat itu, aku tidak tega untuk membangunkannya jadi aku menaruh semua makanan itu di atas meja dan menunggu dia sampai dia terbangun dengan sendirinya saat itu.
"Eh....dia masih tidur, aku sebaiknya menunggu sampai dia bangun saja, sepertinya dia sangat kelelahan akhir-akhir ini, entah apa yang sudah kamu lakukan Jingmi, sampai kau bisa bisanya jatuh sakit begini." Gerutuku sambil memandangi Jingmi yang masih tidur dengan begitu lelapnya saat itu.
Melihat wajah Jingmi ketika dia lemah seperti saat ini, hatiku merasa sakit sebab aku sudah menganggap dia sebagai saudara dan keluarga sendiri bagiku, aku sangat menyayanginya, sebab dia bak seperti super hero dalam hidupku selama aku tinggal di kampus ini, jika dia tidak ada aku tidak tahu akan menjalani hari-hariku seperti apa, dia yang selalu mengantarkan payung ketika hujan tiba-tiba datang, dia yang datang menjemputku dengan sepeda listriknya ketika aku kesiangan, dia juga yang membantu aku ketika uangku kurang, dia yang menemani aku disaat liburan dan ditinggal teman-teman sekamarku sendiri.
Dia juga yang selalu ada di setiap aku membutuh seseorang untuk ada di sampingku, maka dari itu aku sedih sekali jika melihat keadaan dia sakit seperti ini, dan aku rasa ini adalah waktu yang tepat untukku membalas semua budi kebaikan yang dia lakukan padaku selama ini.
"Jingmi kenapa kau sangat baik sekali sih padaku? Aku heran denganmu, kau tampan, pintar dan kau memiliki banyak teman di sekeliling dirimu, tapi kenapa kau masih tetap memilih untuk bergaul dan menghabiskan waktu luangmu yang berharga untuk orang sepertiku. Apa kau idiot ya? Tapi aku senang kau begitu, karena kau idiot aku jadi punya teman sebaik dirimu. Semoga kau cepat sembuh ya, aku tidak mau melihatmu sakit sampai seperti ini lagi, kau membuatku sedih jika terus begini." Gerutuku bicara sendiri kepada Jingmi sambil memegangi tangannya.
Terlalu lama menunggu dia bangun, kini malah aku yang ikut ketiduran, dan Jingmi terbangun saat itu.
"Dia menungguku selama itu ya?" Ucap Jingmi pelan sambil tersenyum kecil melihat Zhan Tao yang tidur di sampingnya saat itu.
Hingga Jingmi mulai membangunkan Zhan Tao karena dia tahu pasti leher Zhan Tao akan sakit karena dia tidur dengan cara yang salah seperti itu.
"Hei ...Zhan Tao....bangun ini sudah siang, bukankah kau harus ke labolatorium?" Ucap Jingmi membangunkannya saat itu.
Awalnya aku sangat malas sekali untuk bangun tapi saat mendengar masalah laboratorium, aku langsung terperanjat dan membuka mataku dengan sangat lebar, aku sangat kaget dan saat melihat jam di dinding sudah menunjukkan jam 2 siang, aku benar-benar akan terlambat untuk sampai di laboratorium saat ini.
"Astaga....Jingmi, aaahhh aku akan terlambat, ini kau makan rotinya dan sup yang aku bawa sebelumnya, mungkin tidak akan hangat lagi tapi rasanya masih enak, kau harus menghabiskannya, nanti aku akan kembali mencari mu saat selesai dari laboratorium, aku harus pergi dulu, kau cepatlah sembuh oke." Ucapku kepada Jingmi sambil terus berlari tergesa-gesa keluar dari ruangan itu secepatnya.