Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Professor Ling



"Astaga.....aaaahhh..hah..hah .....hah... Ya ampun siapa kau, aaahhh" ucapku sangat kaget sambil menempelkan tubuhku ke pintu karena merasa cukup kaget dan takut.


"Ada perlu apa kau datang ke ruanganku?" Tanya pria tersebut membuat aku membuka mata dengan wajah keheranan dan tidak menentu.


Sampai tidak lama ketika aku memperhatikan lagi wajahnya aku mulai teringat sesuatu, wajahnya sangat tidak asing bagiku saat itu, sampai aku mulai mengingatnya bahwa pria itu adalah pria yang pernah membantuku di toko buku sebelumnya.


"Kenapa kau diam, apa kau sengaja menyusup ke ruanganku untuk memata-matai saya?" Tambah pria itu mulai menyadarkan aku.


Segera saja aku menjelaskan kepadanya karena tidak ingin terjadi salah paham dengannya tentang kedatangan aku ke dalam ruangannya tersebut, sebab aku juga memang tidak sengaja bisa masuk ke sana sebab sebelumnya sangat mendesak dan terburu-buru.


"AA....aahhh...tidak...tidak..bukan begitu, tadi ada yang mengejar aku dia terus memaksaku untuk menerima dia tapi aku tidak mau makanya aku lari dan kabur tapi dia berlari sangat kencang aku takut tertangkap dan ketika melihat pintu ini terbuka makanya aku langsung masuk untuk sembunyi sementara, aku tidak tahu kalau ini ruanganmu, aku juga tidak tahu jika di dalam sini ada orang, maafkan aku" ucapku menjelaskan secepatnya dan langsung membungkuk meminta maaf kepadanya.


"Kalo begitu apa lagi yang kau tunggu, keluar dari ruangan saya!" Balas pria itu terdengar sangat dingin padaku saat itu.


"AA ..aaa..ahhh..iya, aku akan keluar, terimakasih" balasku sambil segera keluar secepatnya.


Tapi saat aku sudah di luar aku tidak sengaja melihat tulisan di pintu tersebut yang dimana menunjukkan bahwa itu adalah ruangan professor Ling, aku langsung membelalakkan mata dan mengucek mataku lagi, lalu mulai kembali membacanya dan tulisan itu masih tetap saja, aku kaget karena pria yang aku lihat di dalam terlihat masih muda dia juga sepertinya tidak terlihat seperti seorang profesor dia justru terlihat seperti seorang mahasiswa S3 dan sebagainya.


"Eehh....tunggu ini ruang kantor profesor Ling kenapa ada pria itu di dalam sana, dan kenapa dia mengatakan bahwa ruangan ini adalah ruangannya apa dia berbohong kepadaku ya?" Ucapku memikirkan saat itu.


Karena penasaran aku kembali membuka pintu itu dan menanyakannya secara langsung kepada pria tersebut sekali lagi untuk memastikannya.


"Ada apa kau masuk kembali kesini?" Tanya pria itu kepadaku dengan tatapan yang sama dinginnya seperti sebelumnya.


"Itu....kau berbohong ya padaku, kau bilang ini ruanganmu, jelas-jelas di pintu aku lihat bahwa ini ruangan professor Ling kau jangan mengakuinya seperti itu atau aku akan melaporkannya pada profesor Ling yang asli!" Ucapku kepadanya.


Aku sengaja mengancam dia seperti itu untuk membuatnya takut dan agar dia mengatakan yang sebenarnya kepadaku, namun dia justru malah memberikan tatapan yang semakin tajam padaku, tapi dia tetap terlihat tampan walaupun tatapannya seperti itu, aku rasa aku menyukainya.


"Heh.... Professor Ling yang mana yang kau maksudkan? Apa kau tidak lihat" ucap dia sambil menunjuk ke arah foto yang terpajang di dinding itu.


Dimana ada nama profesor Ling di bawah foto dirinya, aku langsung membelalakkan mata dan terus menatapnya beralih dari foto tersebut kembali lagi ke wajah pria itu dan mereka memang orang yang sama, aku sangat malu ketika mengetahui hal itu dan langsung saja menunduk sambil meminta maaf dengan segera kepadanya, aku benar-benar merasa menjadi orang yang sangat bodoh dan konyol, aku juga menyesal karena malah kembali masuk dan menanyakan hal itu.


"Aahhh..bodoh sekali, aku sangat bodoh, kenapa juga aku harus kembali masuk dan merasa penasaran, aahhhh Zhan Tao kau sudah mempermalukan dirimu sendiri kali ini" gumamku pelan sambil terus menepuk kepalaku sendiri.


"Sudahlah, keluar dari sini" ujarnya begitu saja.


Aku mengangguk dan hendak keluar tetapi sebelum keluar aku melupakan sesuatu karena aku ingin meminta nomor ponselnya saat itu, aku benar-benar menyukainya dia sangat tampan dan juga seorang profesor, dia akan cocok untukku, aku tidak bisa melepaskannya begitu saja, karena aku pikir ini adalah kesempatan emas yang tidak bisa di sia-siakan begitu saja.


"Aahh...iya profesor Ling bisa aku meminta nomormu?" Tanyaku kepadanya saat itu juga.


Professor Ling yang terlihat tengah memeriksa beberapa soal di mejanya dia langsung menatapku dengan mengerutkan sedikit kedua alisnya dan dia terus saja memperhatikan aku saat itu untuk beberapa waktu.


"Untuk apa kau meminta nomorku, apa kau mahasiswa yang aku ajar?" Tanya profesor Ling padaku saat itu.


Aku tidak tahu sama sekali karena baru masuk hari ini sehingga aku tidak bisa menjawabnya karena aku takut ternyata aku bukan mahasiswa yang dia ajar, jadi aku pun memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya lebih dulu.


"Mungkin saja, tapi aku tidak tahu pasti karena aku baru masuk hari ini" balasku kepadanya sambil tersenyum sebaik mungkin,


"Lalu untuk apa kau meminta nomorku?" Balas profesor Ling lagi padaku,


"Aku menyukaimu, bisa kita berteman di akun chat?" Tanyaku kepadanya begitu saja.


Entah dapat darimana keberanian itu, karena sebelumnya aku tidak pernah mengatakan hal seperti ini sebelumnya kepada siapapun, hanya pada profesor Ling saja aku berani untuk mengatakannya karena aku merasa dia orang baik sebab sudah bertemu dengan dia sebelumnya di tambah dia pernah menolongku saat itu.


Setelah aku mengatakannya profesor Ling justru malah terlihat menghembuskan nafas kasar dia kembali fokus dengan pekerjaannya dan langsung saja mengusir aku dari sana.


"Keluar dari sini atau aku akan menyeretmu, aahhh mengganggu waktu berhargaku saja" ucap profesor Ling kepadaku.


Aku menatapnya dengan terperangah menaikkan kedua alisku keatas bersamaan merasa tidak mengerti dengan apa yang barusan dia katakan, aku pikir profesor Ling tidak benar-benar mengusir aku tapi nyatanya dia benar-benar mengusirku.


"Eehhh ....iya profesor Ling aku akan keluar dari sini tapi bagaimana dengan nomormu?" tanyaku kepadanya saat itu.


Professor Ling kini kembali menoleh ke arahku lagi dan dengan cepat aku langsung tersenyum kepadanya tapi dia malah menatapku dengan wajah datarnya itu dan mulai mengusir aku sambil mendorong pelan tubuhku untuk keluar dari ruangannya tersebut saat itu juga, padahal aku masih menginginkan nomor ponselnya tersebut.