Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Hampir Terlambat Lagi



Aku harus pergi dengan berlari sekencang yang aku bisa, karena aku sudah sering terlambat ke laboratorium, aku tidak mau membuat profesor Ling marah lagi dengan ku terlebih aku sudah pergi dari rumahnya sejak pagi-pagi buta sekali, aku takut dia akan marah atau bahkan menjadi semakin membenci aku karena aku terlihat malas-malasan dan tidak disiplin saat tinggal di labolatorium dirinya.


Meski kakiku sakit tapi aku harus terus berusaha untuk sampai tepat waktu, hingga akhir aku tidak terlambat walau dengan keringat yang bercucuran di keningku, untungnya ada senior Feng yang membantu aku dan dia memberikan tisyu padaku saat itu.


"Ya ampun Zhan Tao kau hampir terlambat lagi, memangnya kau tinggal di planet mana sih, sampai hampir setiap hari selalu datang di detik-detik terakhir, kau selalu membuat aku cemas dan tidak tenang, ini ambil tisyunya dan lap keringatmu itu." Ucap senior Feng kepadaku.


"Ehehe...tidak ada senior Feng, aku tinggal di planet yang sama denganmu kok, hanya saja tadi ada sedikit kendala, temanku sakit jadi aku harus merawatnya dahulu, aku juga tidak akan kesiangan jika tidak ada hal mendesak secara tiba-tiba seperti tadi." Balasku sambil tersenyum kecil padanya.


"Tapi kau hampir setiap hari, nanti jika sampai kau benar-benar terlambat dan di ketahui oleh profesor Ling, kau akan tamat di laboratorium ini." Balas senior Feng yang di anggukkan oleh senior Anming juga saat itu.


Aku pun segera meminta maaf kepada mereka dan aku berjanji untuk tidak mengulanginya lagi lain kali, tapi senior Sisi tiba-tiba saja datang dan berteriak kepada profesor Ling mengadukan aku yang datang terlambat saat itu, padahal aku tidak benar-benar terlambat masih tersisa beberapa detik lagi.


"Aahh...iya maafkan aku senior, tolong kasihanilah aku, aku juga memiliki alasan tersendiri mengapa aku seperti ini, tapi aku janji ke depannya aku tidak akan seperti ini lagi, aku bersungguh-sungguh dengan kalian," ucapku kepada mereka berdua saat itu.


"Ling lihatlah anak istimewa yang kau bawa ke laboratorium ini, dia bahkan hampir terlambatnya setiap hari, apa menurutmu dia masuk dalam kriteria laboratorium kita? Dia bisa saja merusak citra laboratorium yang dengan susah payah kau dirikan ini." Ucap senior Sisi kepada profesor Ling yang baru saja keluar dari ruangan pribadinya saat itu.


Aku terperangah dan tidak bisa mengatakan apapun untuk membela diriku, begitu juga dengan senior Feng dan senior Anming, aku juga tahu posisi mereka jadi aku tidak terlalu menuntut kedua senior terbaikku itu untuk membantu aku saat ini, terlebih aku juga sadar semua ini memang kesalahan yang diriku perbuat sendiri jadi aku akan bertanggung jawab penuh atas semua ini.


Profesor Ling langsung menyuruh aku untuk masuk ke ruangannya saat itu, dan aku segera mengikuti perintahnya.


"Hei...kau, ikut aku ke dalam." Ucap profesor Ling padaku saat itu.


"I..i..iya profesor." Balasku sambil segera bangkit berdiri dan bergegas mengikutinya masih dengan wajah yang sedih dan cemas menatap ke arah senior Anming da senior Feng yang juga menatap bingung padaku.


Saat Zhan Tao sudah masuk ke dalam ruangan profesor Ling langsung saja Anming menegur senior Sisi karena dia rasa perbuatan Sisi kepada Zhan Tao suda sangat keterlaluan saat ini.


"Sisi apa yang kau lakukan, kenapa kau malah mengadukannya pada Profesor Ling, kau kan tahu Zhan Tao tidak benar-benar terlambat dia hanya hampir terlambat saja." Ucap senior Anming kepada senior Sisi saat itu.


"Heh..kenapa kau membela dia, aku adalah rekan kerjamu, dan kita sudah bersama begitu lama, kenapa kau lebih membela orang baru seperti dia yang bahkan tidak membantu banyak untuk penelitian dirimu sendiri, dibandingkan aku yang membantu penelitian dirimu dan selalu ada di laboratorium ini." Balas senior Sisi yang membuat senior Feng ikut terpancing emosi ketika mendengar jawaban darinya yang terkesan cukup sombong dan membandingkan dirinya dengan Zhan Tao.


"Cukup Sisi. Kenapa kau terlihat begitu tidak menyukai Zhan Tao, jika kau takut Ling di rebut olehnya, cara seperti ini bukan hal yang pantas dilakukan oleh wanita berpendidikan tinggi seperti dirimu, dan jika kau memang tidak berniat membantu penelitian ini dengan tulus, sebaiknya kau jangan melakukannya lagi, aku bisa menyelesaikan penelitianku dan Anming berdua saja, posisi kau akan digantikan dengan Zhan Tao. Dan kau bisa melakukan penelitian sendiri, karena kau jauh lebih hebat dibandingkan Zhan Tao atau kami berdua." Balas senior Feng kepadanya.


Senior Anming dan Feng segera pergi dari sana dan masuk ke dalam ruang praktek, mereka berdua sangat kecewa dengan sikap senior Sisi yang terlihat sudah tidak profesional lagi dalam bekerja di laboratorium dengan mereka berdua.


Apalagi saat mendengar bagaimana senior Sisi membandingkan dirinya dengan Zhan Tao yang jelas sekali tidak akan pernah bisa untuk dibandingkan, sebab Zhan Tao hanyalah mahasiswa baru dengan tingkat S1 sedangkan dirinya sudah ada di tingkat S3 yang sebentar lagi akan benar-benar menjadi seorang ahli, rasanya itu tidak pantas dilakukan oleh seseorang yang tingkatannya jauh lebih tinggi untuk menindas Zhan Tao yang baru saja belajar ke kampus tersebut.


Sedangkan senior Sisi menjadi sangat kesal, dia tidak terima dia temannya malah lebih membela anak baru yang masuk ke dalam laboratorium tersebut dibandingkan dengan dirinya yang sudah lama mengabdikan dirinya di laboratorium itu dan membantu mereka dalam banyak sekali penelitian yang sudah pernah dilakukan bersama-sama sebelumnya.


"Aaarrghhh...sial, kenapa mereka bisa bisanya lebih membela anak baru itu dibandingkan aku yang jelas-jelas sudah lama dan kerjaku juga sudah terpakai sangat bagus oleh Ling dibandingkan semua orang di dalam laboratorium ini. Awas saja kau Zhan Tao, aku tidak akan membiarkan kau semakin besar kepala!" Gerutu senior Sisi dengan mengepalkan kedua lengannya sangat kuat.


Di sisi lain aku berdiri di depan meja kerja profesor Ling dan tida tahu lagi harus mengatakan apa, sampai tidak lama profesor Ling mulai angkat bicara kepadaku saat itu, dan aku mulai menjawabnya.


"Zhan Tao kau tahu apa kesalahan yang sudah kau perbuat bukan?" Tanya dia kepadaku dengan tatapan yang datar dan terlihat begitu serius.


"A...AA...aku tahu profesor Ling, aku sering terlambat aku juga sudah merepotkan dirimu, kadang aku tidak membereskan ruanganmu dengan benar, dan aku sering lupa untuk menaruh botol praktek ke tempat yang seharusnya, aku minta maaf atas banyak kesalahan yang sudah aku perbuat, aku....aku juga tidak keberatan jika kau mau mengeluarkan aku dari labolatorium ini." Ucapku kepdanya mengakui semua hal yang sudah aku lakukan.


"Bukan itu yang aku maksud." Balas profesor Ling membuat aku langsung mengangkat kepalaku dan menatap dengan kedua alis yang aku naikkan saat itu.


"Jika bukan itu, memangnya apa lagi profesor Ling, apa masih ada kesalahan lainnya yang aku perbuat dan tidak aku sebutkan barusan?" Tanyaku kepadanya dengan semakin bingung dan heran.


Saat itu aku sudah merasa sangat cemas dan takut, jantungku terus berdebar sangat kencang aku benar-benar takut profesor Ling akan semakin membenci aku dan aku tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk mendekati dia nantinya.


Hingga akhirnya profesor Ling angkat bicara dan itu membuat aku cukup lega karena ternyata tidak ada hubungannya dengan apa yang aku lakukan di laboratorium saat ini.


"Ini, untuk apa kau menempelkan kertas pesan seperti ini di pintu kamarku? Apa kau orang bodoh atau bagaimana hah? Kenapa harus menempelkannya di pintu kamar, kau sangat merepotkan aku karena aku baru menyadari kertas ini setelah mencari-cari keberadaanmu kesana kemari hingga aku pusing dan ponselmu tidak dapat dihubungi, sekarang buka ponselmu dan lihat berapa banyak panggilan telpon yang aku lakukan pagi ini." Ucap dia kepadaku dengan sorot mata yang sangat kesal saat itu.


"Astaga.... profesor kenapa kau melakukan ini, aku kan sudah meninggalkan pesan untukmu." Balasku kepadanya saat itu.


"CK....itulah kesalahanmu, seharusnya kau memberitahuku, berpamitan dengan baik-baik kepadaku jika kau mau pergi, atau kau bisa meninggalkan pesan pada ponselku, bukannya malah menggunakan kertas surat yang di tempel pada pintu kamarku seperti ini, apa kau pikir ini zaman dulu yang masih menggunakan pesan tertulis seperti itu untuk meninggalkan pesan hah?" Bentak profesor Ling kepadaku saat itu.


Aku benar-benar merasa bersalah, aku sama sekali tidak tahu jika ternyata dia mencari-cari keberadaan aku saat mengetahui aku tidak ada di rumahnya lagi tadi, dan aku juga tidak berpikir hal lain jika ternyata seorang profesor Ling bisa terlewati dengan pesan tertulis seperti itu.


"A...aku minta maaf, aku pikir kau tidak akan membuka pesan dariku jika aku mengirimkannya lewat ponsel, dan aku juga tidak berani jika harus membangunkan dirimu untuk sekedar berpamitan saja, aku hanya tidak mau mengganggu waktumu lagi, nanti takutnya kau juga yang akan memarahi aku karena lancang membangunkan mu, apalagi masuk ke dalam kamarmu tanpa izin, makanya aku hanya bisa meninggalkan pesan tertulis itu di depan pintu kamarmu, aku pikir saat kau membuka pintu, nanti kau bisa melihatnya, ternyata aku salah, maafkan aku profesor Ling." Balasku langsung saja terus meminta maaf kepadanya berkali-kali sambil membungkuk.


Sepertinya profesor Ling benar-benar sangat marah dengankunsaat itu karena saat aku meminta maaf kepadanya dia malah terus mengacak rambutnya beberapa kali dan mengusap wajahnya dengan kasar hingga akhirnya dia pun menyuruh aku untuk pergi dari ruangannya saat itu.


"Aishh.. sudahlah semuanya sudah terjadi, tapi awas saja jika kau melakukan hal seperti ini, lagi. Aku akan pastikan kau tidak bisa lepas dari hukumanku!" Ancam dia membuat aku ngeri mendengarnya.


"Baik profesor aku aku janji tidak akan melakukan hal ini lagi, kalau begitu aku permisi." Ucapku padanya sambil segera pergi.


Namun baru saja aku hendak melangkahkan kaki dia sudah kembali memanggil namaku lagi, sehingga membuat aku harus kembali berbalik menghadap lurus padanya lagi.


"Eh...Zhan Tao tunggu!" Ucapnya kepadaku.


"Iya, ada apa profesor Ling." Balasku kepadanya.


"Kau harus menghubungiku jika sisi memberikan pekerjaan yang sulit lagi untukmu, setelah kau keluar panggil Sisi kemari." Ucapnya padaku.


Aku mengangguk dan segera keluar dari sana.


Namun ada hal yang membuat aku aneh dan merasa bingung saat itu, profesor Ling mengatahui jika senior Sisi memberikan aku tugas yang seharusnya tidak aku kerjakan, padahal aku tidak pernah memberitahunya dan aku rasa senior Sisi juga tidak mungkin memberitahu hal itu kepada profesor Ling sebab itu memang sesuai yang tidak di perbolehkan, karena cukup sensitif dengan hal-hal lainnya yang melibatkan hasil penelitian laboratorium kedepannya.


"Aneh kenapa profesor Ling bisa mengetahuinya, apa jangan-jangan malam itu, orang orang membantu aku menyelesaikan tugas dari senior Sisi adalah profesor Ling?" Ucapku terus menduga-duga.


Aku sangat kaget ketika berpikir ke arah sana dan langsung saja aku segera menemui senior Sisi lalu menyampaikan pesan dari profesor Ling kepada dia sebelumnya.


"Eehh...kemana senior Anming dan senior Feng, harusnya jam segini mereka membuat catatan ilmiah kan? Kenapa tidak ada di mejanya?" Gerutuku merasa heran saat melihat kedua meja senior itu kosong.


Hanya ada senior Sisi saja disana dan wajahnya terlihat tengah kesal, bahkan saat aku menghampiri dia dan hendak berbicara kepadanya dia malah membalas aku dengan jutek dan sedikit bentakkan saat itu.


"Eum... senior Sisi." Ucapku menyapa dia saat itu.


Namun tiba-tiba saja dia malah membentak aku cukup keras dan sepetinya marah denganku, padahal aku sendiri sama sekali tidak tahu kesalahan apa yang aku perbuat kepadanya hingga dia sebenci itu padaku dari sejak aku datang ke laboratorium ini hingga sekarang.


"Untuk apa kau kemari, pergi sana, dasar manusia tidak berguna!" Bentaknya yang malah mengusir aku.


"Senior Sisi profesor Ling memintamu untuk datang ke ruangannya, dan aku hanya ingin menyampaikan pesan ini kepadaku, aku akan pergi jika kau tidak aku disini." Balasku kepdanya dan segera pergi setelah menunduk kepadanya.


Aku kembali duduk di kursiku dan mulai mengerjakan pekerjaan yang sudah diberikan senior Feng lewat email kepadaku sebelumnya.


Senior Sisi terlihat mengerutkan kedua alisnya, dia mungkin merasa heran karena profesor Ling yang tiba-tiba saja menyuruh dia pergi ke ruangannya pada jam kerja yang padat seperti itu.


"Ada apa dia memanggilku, tidak seperti biasanya saja?" batin senior Sisi mulai merasa aneh sendiri.


Dia menatap sinis kepadaku lalu segera bangkit berdiri dan pergi ke ruangan profesor Ling saat itu juga.


Sedangkan aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu ketika akhirnya melihat dia pergi dari hadapanku saat itu.