Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Salah paham



"Ya sudah sini, biar aku bantu kau mengelapnya, kau ini sudah seperti seekor tikus yang jatuh ke selokan, aishh....." Ucap senior Anming yang malah meledeki aku seperti itu.


"Kenapa kau jadi menghinaku begini, sih. Sudah biar aku saja yang melakukannya aku bisa mengelapnya sendiri kok, aku kan punya tangan." Balasku kepadanya karena merasa kesal malah mendapatkan hinaan seperti itu.


"Hei....hei...kenapa kau marah aku kan hanya bercanda, sebagai senior yang baik aku akan menjagamu dengan baik, kau ini bagaimana sih," balas senior Anming yang sudah aku anggap seperti kakakku sendiri.


Sebab sejak awal dia adalah orang yang paling perhatian dan perduli kepadaku dia juga kerap kali mengatakan padaku bahwa dia ingin memiliki adik perempuan yang manis sepertiku, makanya tidak heran jika dia selalu memperlakukan aku dengan sangat baik seperti saat ini.


Namun yang tidak aku sangka disaat senior Anming tengah mengusap keringat di wajahku dan kami bercanda, ternyata pintu lift terbuka saat itu dan ada profesor Ling disana yang hendak masuk ke dalam lift, tentu dia melihat apa yang aku dan senior Anming lakukan sehingga dengan cepat kami segera keluar dari lift bersama dan merasa tidak enak dengan profesor Ling saat itu.


"Jika kalian bermesraan setidaknya jangan lakukan itu di dalam lift, apa kalian tidak memiliki rasa malu?" Ucap profesor Ling kepadaku dan pada senior Anming saat itu.


Sontak aku langsung membelalakkan mata dengannya karena dia sudah sangat salah paham terhadap aku dan senior Anming saat itu.


Senior Anming juga segera menjelaskannya pada profesor Ling tapi dia seperti tidak ingin mendengarkan perkataan apapun yang senior Anming katakan saat itu, karena dia terus masuk ke dalam lift dan pintunya tertutup dengan cepat sehingga aku dan senior Anming tidak sempat menjelaskan semuanya kepada profesor Ling saat itu.


"Eehh....apa yang kau pikirkan ini sama sekali tidak benar, bukan begitu diantara aku dan Zhan Tao, kau jangan salah paham Ling....hei..tunggu profesor Ling." Teriak senior Anming yang sudah diabaikan oleh profesor Ling sendiri saat itu.


Aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu karena semua usaha untuk menjelaskan kepada manusia seperti profesor Ling ini, sangatlah sia-sia.


"Senior Anming sudahlah untuk apa susah payah menjelaskan sesuatu kepada orang yang sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasan dari kita, ayo kita masuk," ucapku padanya dan segera saja aku masuk ke laboratorium lebih dulu.


Senior Anming juga segera mengikutiku walau wajahnya masih terlihat agak cemas dan resah saat itu, bahkan ketika kami tengah mengerjakan pekerjaan masing-masing senior Anming tetap saja menanyakan keadaanku saat itu.


"Zhan Tao apa kau baik-baik saja, kau tenang ya, aku akan menjelaskan semuanya pada profesor Ling, dia tidak akan menjadi salah paham lagi padamu dan aku." Ucap senior Anming kepadaku saat itu.


"Aku baik-baik saja senior Anming. Walau aku sangat menyukainya aku rasa dia juga tidak akan perduli meski aku dekat dengan pria manapun, karena dia tidak pernah benar-benar memperdulikan aku, dia membawaku masuk ke dalam labolatorium miliknya, itu juga karena dia memang membutuhkan seseorang untuk membersihkan ruangannya termasuk seluruh tempat ini, dia hanya membutuhkan tenagaku saja, dan kebetulan saat itu ada aku yang mengejarnya jadi dia memanfaatkan kemunculanku dan aku sama sekali tidak menyadari hal itu sebelumnya." Balasku kepada saat itu.


Senior Anming langsung terlihat agak lesu, aku yakin apa yang baru saja aku katakan adalah benar dan aku tahu bahwa senior Anming jauh akan lebih tahu siapa dan bagaimana profesor Ling selama ini karena dia sudah berteman dan duduk di kelas juga jurusan yang sama dengan beliau sebelumnya, jadi aku rasa aku tidak perlu menjelaskan apapun pada profesor Ling lagi.


"Zhan Tao maafkan aku ya, andai saja tadi aku tidak memaksamu, pasti tidak akan jadi serumit ini." Balas senior Anming lagi padaku.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum kecil padanya, walau sebenarnya saat itu hatiku sangat hancur, terlebih ketika mendapatkan tatapan seperti tadi dari orang yang aku cintai selama ini, padahal tadinya aku berniat untuk mengajak profesor Ling makan malam bersama denganku, sebagai bentu terimakasih dariku karena dia sudah mau menolong aku kemarin malam.


Namun karena hal yang tidak di inginkan seperti ini muncul secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi, aku terpaksa harus mengurungkan niatku tersebut, padahal sangat menginginkannya, bahkan aku sudah sampai ke tahan membayangkan hal itu tapi sayang sekali semuanya harus sirna begitu cepat, bahkan tanpa aku sempat melakukannya terlebih dahulu.


Karena kejadian itu semangat di dalam diriku menjadi hilang dalam seketika dan aku tidak bisa melakukan apapun lagi untuk memupuk semangat dalam diriku sendiri, hingga aku memutuskan untuk pergi membersihkan kantor pribadi profesor Ling dahulu sambil menunggu dia datang dan aku rasa aku harus menjelaskan secara langsung kesalahan pahaman yang sebelumnya ternyata agar aku bisa merasa tenang nantinya.


"Aaahhh....apa aku jelaskan saja pada profesor Ling ya, aku tidak bisa tenang jika terus seperti ini," gerutuku sambil terus membersihkan kaca ruang kerjanya.


Hingga tidak sadar rupanya saat itu profesor Ling baru saja kembali dan kami berhadapan satu sama lain.


"Kenapa kau berdiri di depan pintu seperti itu, minggir." Ucapnya kepadaku masih dengan nada yang keras dan sinis.


Aku bahkan tidak berani menatap wajahnya terlalu lama, aku pun segera menyingkir dengan cepat dari sana dan mempersilahkan profesor Ling untuk masuk ke dalam dengan segera saat itu juga.


"AA....aaa..ahhh...silahkan profesor Ling." Balasku kepadanya sambil segera bergeser dengan cepat.


Dia terlihat berdecak sambil berjalan melewati aku saat itu.


Dan aku segera mengikuti dia sampai berdiri di hadapan mejanya, lalu mulai berbicara mengenai hal yang ingin aku katakan kepada dia saat itu.


"Ee...eee..euh.... profesor Ling ada yang mau aku katakan kepadamu," ucapku sedikit gugup saat itu.


"Katakan dengan cepat, aku tidak memiliki banyak waktu untuk bicara dengan orang yang tidak profesional sepertimu." Balas dia kepadaku dan aku terus merasa tidak nyaman.


Sesaat setelah mendengar penjelasan dariku wajah profesor Ling terlihat semakin serius, sorot matanya terlihat begitu tajam kepadaku dan dia terus saja memberikan tatapan itu dengan sangat lama, sampai aku benar-benar merasa sangat tegang karenanya.


"Untuk apa kau menjelaskan hal tidak berguna padaku, memangnya kau ini siapa dan aku adalah apa dalam hidupmu, apa seorang profesor bahkan harus mengurusi percintaan mahasiswanya?" Ucap profesor Ling yang membuat aku semakin tidak enak hati.


"Kau benar....aku salah karena berpikir kau akan salah paham, sekalipun kau salah paham tidak ada alasan untuk aku menjelaskannya kepadamu, karena disini hanya aku saja yang terlalu cemas dan memperdulikan perasaanmu, aku salah maafkan aku profesor, tapi setidaknya aku ingin kau tahu bahwa perasaanku padamu sama sekali tidak salah, walau aku tau mungkin tindakanku selama ini terlalu berlebihan untuk mengejarmu, sekali lagi aku minta maaf profesor Ling. Permisi." Balasku kepadanya dengan menahan air mata yang sudah hampir meluncur keluar dari pelupuk mataku saat itu.


Aku segera berlari ke luar dan pergi ke kamar mandi secepatnya, barulah disana aku bisa menangis dengan sepuas yang aku bisa dan mencurahkan semua isi hatiku di depan cermin kamar mandi seorang diri.


"Hiks...hiks...bodoh, kenapa aku sangat bodoh sekali, kenapa harus menangisi pria yang sama sekali tidak memiliki hati dan keperdulian terhadapku seperti ini, apa aku sudah buta dan semacamnya sampai tidak bisa mencintai orang lain setelah melihat pria dingin dan berhati batu sepertinya? Kenapa aku sangat tidak beruntung dalam masalah percintaan." Gerutuku sendiri sambil terus saja membilas wajahku dengan air berkali-kali karena aku tidak ingin melihat diriku menangis dan begitu lemah hanya karena seorang pria di dunia ini.


Setelah menguatkan diriku dan sudah memakai makeup lagi, barulah aku berani keluar dan terus melanjutkan pekerjaankunmembantu senior Anming juga senior Feng untuk memeriksa data yang ada di komputernya dan yang akan di rapatkan hari ini.


Semua datanya terlalu banyak aku juga agak kesulitan untuk menyelesaikannya namun untungnya senior Sisi mau membantuku walaupun wajah dan cara bicaranya terdengar begitu menakutkan dan dia terlihat sedikit menyeramkan di hadapanku saat itu.


"Kenapa kau melihat ke arahku, ayo lihat layarnya dan perhatikan bagaimana aku mengerjakan semua ini, bukan melihat wajahku!" Ucapmdia dengan nada yang sedikit membentak membuat aku sedikit tersentak.


"Ohh ...iya senior aku mengerti aku akan lihat layarnya mulai sekarang." Balasku kepadanya saat itu.


Dia terus mengajari aku tentang semuanya hingga selesai, lalu dia segera saja menyuruh aku untuk mencetak hasilnya dan aku segera pergi dengan penuh semangat dan lebih ceria karena dia sudah mau membantu aku sampai selesai hari ini, mereka juga bisa melakukan rafat lebih cepat dan aku segera pergi membeli teh susu khusus untuk senior Sisi yang sudah mau mengajari aku banyak hal baru sebelumnya.


Sangat jarang juga senior Sisi yang terkenal dengan sikap bodo amatannya mau membantu aku sesabar dan selama tadi.


"Bos aku pesan empat teh susu, yang tidak dengan toping coklat dan yang satu full agar-agar," ucapku mulai memesan teh susu saat itu.


Aku sudah menyiapkan empat teh susu ini untuk para seniorku termasuk yang spesial untuk profesional Ling.


Ya walaupun sebelumnya aku suda dibuat patah hati olehnya tetap saja itu tidak bisa menghapuskan rasa cintaku yang sudah terlanjur merambat kepadanya.


Jadi aku tetap membelikan dia sebuah teh susu juga, kebetulan sekali saat aku sampai kembali ke laboratorium ternyata mereka baru saja keluar dari ruang rapat dan aku bisa langsung memberikan teh susu itu dalam keadaan yang masih segar dan dingin sehingga bisa melegakan keringnya tenggorokan mereka semua.


"Aahhh .. senior Anming ini aku belikan kau teh susu, bukankah kau sangat menyukai, kau pasti cukup lelah setelah rapat barusan bukan?" Ucapku memberikan itu kepadanya pertama kali.


"Wahh ..kau perhatikan sekali, terimakasih banyak Zhan Tao, kau yang terbaik." Balas dia kepadaku saat itu sambil mengusap pucuk kepalaku dengan lembut.


Disisi lain profesor Ling melihat kejadian itu lagi, tepat saat dia baru keluar dari ruang rapat dan wajahnya langsung semakin di tekuk dan masam ketika melihat Zhan Tao yang kembali terlihat begitu ramah dan sangat dekat dengan senior Anming yang juga teman dekat dirinya.


"Dia bilang mau mengejarku tapi lagi dan lagi malah begitu dekat dengan sahabatku sendiri, apa dia sengaja ingin menggoda semua pria yang ada di sekelilingnya," gerutu profesor Ling saat itu.


Senior Sisi yang berjalan menyusul dia langsung menatap heran melihat profesor Ling yang berdiri menatap lurus kepada Zhan Tao dan senior Anming yang tengah berbincang tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat itu, sehingga senior Sisi, langsung saja menyadarkan profesor Ling dengan cepat.


"Hei Ling, apa kau sehat? Kenapa kau menatap setajam itu kepada mereka, siapa yang kau tidak sukai, Anming atau si anak magang yang kau bawa masuk ke laboratorium ini?" Ujar senior Sisi kepada profesor Ling saat itu.


Profesor Ling terlihat cukup kaget saat mendengar ucapan dari senior Sisi yang tiba-tiba saja muncul di sampingnya saat itu dan dia sama sekali tidak menanggapi pertanyaan dari senior Sisi dan lebih memilih untuk pergi dari sana secepatnya.


"Apa yang kau katakan, astaga..apa pekerjaanmu terlalu sedikit, aku akan memberikanmu pekerjaan tambahan," balas profesor Ling saat itu.


"CK .... Bilang saja kau tertangkap basa denganku, aku tidak takut dengan tugas tambahan darimu," balas senior Sisi yang juga segera berjalan menuju meja kerjanya.


Aku segera mendekati senior Sisi tepat ketika aku baru saja memberikan teh susu kepada senior Feng yang duduk di samping meja kerja senior Sisi saat itu.


Aku terus saja berusaha untuk mengontrol emosi di dalam diriku sendiri, menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan, untuk menghadapi senior yang begitu tajam dalam mengkritik dan selalu serius seperti senior Sisi ini, tentu saja aku harus penuh keberanian dan mempersiapkan diriku dengan baik saat itu.


"Huuuhh..... Aku harus bisa, hanya tinggal memberikan minuman ini sambil tersenyum dan bicara dengan ramah padanya, iya ini akan mudah dan pasti berjalan dengan lancar, dia tidak akan marah hanya karena aku memberikan teh susu bukan?" gerutuku memikirkan terlebih dahulu.