Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Memeluknya



Hingga semua pekerjaan bisa di selesaikan dengan cepat dan aku akhirnya bisa beristirahat, mencuci tangan dan membuka jas putih perlindungan yang aku kenakan sebelumnya, namun disaat aku hendak pergi keluar, tiba-tiba saja profesor Ling memanggilku, membuat aku mengurungkan diri saat itu dan kembali berbalik menatap ke arahnya.


"Zhan Tao tunggu!" Teriaknya cukup keras sambil berjalan ke arahku.


Aku menatap dengan wajah sedikit kebingungan karena aku takut aku melakukan sesuatu kesalahan saat itu, sampai ketika dia sudah dekat denganku, tiba-tiba saja dia malah memeluk aku dengan erat dan aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dia lakukan saat itu, jantungku hanya bisa berdegup kencang dan aku sangat gugup dengan mata terbelalak lebar saat itu.


"Astaga...ada apa ini, kenapa profesor Ling memelukku, apa yang harus aku lakukan sekarang, aahh aku bahkan tidak bisa bicara." Batinku merasa kebingungan sendiri.


Jangankan bicara aku bahkan tidak bisa bergerak sama sekali, saking gugupnya mendapatkan perlakuan seperti itu darinya, hingga tidak lama profesor Ling segera melepaskan pelukannya dariku dan dia malah mengataka bahwa apa yang dia lakukan sebelumnya adalah sebuah kesalahan.


"Aaa...AA..ahh..maafka saya Zhan Tao, saya tidak bermaksud memelukku, itu kesalahan saya, kau bisa pergi sekarang." Ucapnya tanpa basa basi apapun lagi.


Aku semakin kaget dan rasa senang tadi sudah berubah menjadi rasa kesal dan emosi menggebu di dalam diriku, langsung saja aku membentaknya dengan memasang wajah yang kesal sambil mem-belototkan mataku sangat lebar.


"APA? KESALAHAN KAU BILANG? profesor Ling setidaknya jika kau mau melakukan kesalahan seperti tadi, kau lakukan pada orang lain, jangan padaku, kau sangat menyebalkan!" Bentakku padanya sambil segera pergi dengan mendorong tubuh dia cukup keras.


Hingga profesor Ling hampir jatuh dan malah aku sendiri yang merasa cemas sambil refleks hendak menolong dia saat itu, padahal aku baru saja dibuat kesal olehnya, tapi entah kenapa aku masih saja memperdulikan manusia sialan sepertinya.


"Aahh... profesor Ling, apa kau....astaga..tidak tidak, untuk apa juga aku memperdulikan mu, rasakan saja, itu balasan setimpal yang pantas kau rasakan!" Balasku segera menyadarkan diri dan menarik tanganku kembali dengan cepat.


Profesor Ling hanya menatap heran menaikkan kedua alisnya kepadaku saat itu, aku tidak memperdulikannya lagi, tekad dalam diriku sudah kuat dan aku tidak akan mengubah apapun lagi hanya demi mengejar cinta seseorang yang sama sekali tidak menginginkan keberadaanku, bahkan sama sekali tidak bisa menghargai aku dengan sebagai mana mestinya.


Saat aku keluar dengan wajah yang kusut, aku berpapasan dengan senior Anming dan dia menahanku dengan merentangkan sebelah tangannya menghadang jalanku begitu saja.


"Kau mau kemana?" Tanya senior Anming padaku.


"Aku mau pulang, tugasku kan sudah selesai, untuk apa lagi aku berada di tempat ini dengan manusia menyebalkan sepertinya." Balasku kecut sambil menatap sinis ke arah pintu ruang praktek yang baru saja tertutup saat itu


Senior Anming mengerutkan kedua aslinya dan aku tidak mau tinggal terlalu lama disana, segera aku mengambil jalan lain dan pergi secepatnya dari sana, senior Anming yang melihat aku pergi dalam keadaan kacau seperti itu dia segera menghampiri Profesor Ling karena sudah bisa menduganya bahkan semua itu pasti berhubungan dengan profesor Ling.


"Siapa yang membuatmu seperti ini?" Tanya senior Anming dengan wajahnya yang terlihat cukup cemas.


"Siapa lagi jika bukan gadis konyol itu." Balas profesor Ling sambil merapihkan pakaian yang dia gunakan, dan terus saja memegangi tangannya sendiri.


Tidak sengaja ketika dia di dorong oleh Zhan Tao, tangannya berpegangan pada sudut meja yang ternyata cukup tajam, sampai membuat telapak tangannya tergores hingga berdarah, namun karena Zhan Tao pergi dengan cepat dan enggan membantu profesor Ling, jadi dia sama sekali tidak mengetahui jika tangan Profesor Ling sampai terluka karena dia yang mendorongnya, untunglah masih ada senior Anming yang datang di waktu yang tepat, dia segeralah membantu profesor Ling bangkit berdiri sekaligus membantunya mengobati tangan kakak yang terluka tersebut.


"Astaga...ya sudah ayo ikut aku kau harus segera diobati, sepertinya luka itu cukup dalam," balasnya sambil segera saja mengambil kotak obat.


Sedangkan profesor Ling duduk di sofa ruang istirahat, dia terus mengobati lukanya dengan baik begitu juga dengan senior Anming yang membantunya sebab dia tidak bisa mengobati lukanya seorang diri menggunakan tangan kirinya saja.


Sambil mengobati luka di telapak tangan profesor yang, rupanya senior Anming masih merasa heran dan begitu penasaran dengan alasan Zhan Tao melakukan hal tersebut kepada profesor Ling, sebab senior Anming jauh lebih banyak waktu dengan Zhan Tao, dan dia merasa bahwa dirinya sudah lebih banyak mengenali Zhan Tao dibandingkan siapapun di laboratorium ini. Sehingga cukup mengagetkan untuknya saat melihat profesor Ling tiba-tiba terduduk di lantai dan melihat tangannya yang terluka seperti itu.


"Ngomong-ngomong, kenapa tanganmu bisa terluka begini? Apa ini juga karena Zhan Tao? Apa yang sudah dia lakukan padamu sampai seperti ini sebenarnya?" Tanya dia dengan serius.


"Apa lagi, dia mendorongku karena aku memeluknya, dia bilang dia menyukaiku tapi malah marah saat aku memeluknya, bahkan sampai mendorongku dan aku tidak sengaja berpegangan pada ujung meja yang ternyata bagian pinggirnya tajam hingga tanganku seperti ini." Balas profesor Ling dengan jujur.


Senior Anming yang mendengarnya langsung saja kaget dan dia cukup kesal ketika mengetahui Zhan Tao dipeluk oleh profesor Ling, menekan tangan profesor Ling yang tengah dia balut dengan perban saat itu, untuk memberikannya pelajaran supaya tidak berani macam-macam lagi dengan Zhan Tao.


"CK..panas saja kau di dorong olehnya, wanita lain juga akan mendorongmu jika kau memeluk orang lain secara tiba-tiba, tanpa adanya alasan yang jelas seperti itu." Balas senior Anming dengan menggelengkan kepalanya sedikit.


Profesor Ling hanya bisa meringis kesakitan dan terus menatap tajam sedikit sinis kepada senior Anming karena sudah berani mempermainkan tangannya yang terluka saat itu.


"Bukankah dia itu menyukaiku, harusnya dia senang dong mendapatkan pelukan dariku yang sangat mahal dan berharga, tidak semua wanita bisa aku peluk, sejauh ini hanya dia satu satunya wanita setelah ibuku yang bisa mendapatkan pelukan dariku, apa dia sama sekali tidak bersyukur atas itu." Balas profesor Ling yang balik meninggikan suaranya.


Dia merasa semua itu tidak adil bagi dirinya, jika senior Anming justru malah membela Zhan Tao, bahkan disaat dia sudah terluka seperti ini, dan jelas dialah yang menjadi korban.