
Melihat dia yang marah dan membelalakkan matanya kepadaku, tentu saja aku sangat kaget dan sedikit takut kepadanya, namun untungnya dia tampan jadi rasa takut itu bisa langsung hilang dengan cepat sehingga aku langsung keluar dengan segera sambil tersenyum kepadanya saat itu.
"Ehehe...iya profesor Ling aku keluar tapi jika nanti kita kembali lagi kau harus memberiku nomormu ya?" Ucapku masih berusaha mendekatinya.
Bukannya mengangguk atau menyetujuinya profesor Ling justru malah hampir melemparkan buku di tangannya ke arahku, sehingga dengan cepat aku lang menutup pintu itu dan segera berlari kencang meninggalkan tempat tersebut secepatnya.
"Aishh..kau masih berani rupanya kemari kau" ucap profesor Ling padaku saat itu.
"Aaa ...AA..aahh..tidak.. profesor aku hanya usaha saja, kalau begitu aku pergi, bye.. profesor sampai bertemu lagi" teriakku sambil berlari menjauh dari ruangan itu.
Aku benar-benar merasa sangat senang karena bertemu dengan profesi Ling, hatiku sudah langsung berbunga-bunga dan semua kekesalan yang sebelumnya menghantui aku karena mengikuti kencan buta yang gagal total sudah aku musnahkan dalam diriku secepatnya, sehingga kini aku hanya berbunga-bunga dan fokus memikirkan profesor Ling yang sangat tampan dan begitu rapih dalam berpakaian, dia sangat sesuai dengan pria idaman yang selalu aku bayangkan, cocok sekali dengan tipe ideal yang aku sukai dan banyak aku baca dalam beberapa buku di komik maupun novel kesukaanku sebelumnya.
"Hua...dia benar-benar sangat tampan, aahh..aku berhasil menemuka pria idamanku, mulai sekarang lebih baik aku mengejar profesor Ling yang sudah pasti wajahnya seperti apa dan dia siapa, dibandingkan harus mengikuti kencan buta yang tidak jelas lagi seperti sebelumnya, itu hanya menghabiskan waktu luangku dengan sia-sia saja" ucapku sambil berjalan begitu senang dan terus saja berjingkrak kegirangan saat itu.
Aku segera kembali pulang ke asrama dengan sangat senang dan tidak bisa berhenti tersenyum, bahkan disaat aku masuk ke dalam kamar dan Xinxin langsung memegangi seluruh tubuhku dan dia mencemaskanku saat itu, aku tetap saja tersenyum lebar dan sangat senang sekali.
"Wah....Zhan Tao akhirnya kau kembali juga, bagaimana apakah kau tertangkap oleh manusia gila itu? Apa kau baik-baik saja, dia tidak menggigit mu bukan?" Ucap Xinxin kepadaku.
Aku terus saja tersenyum tidak terlalu memperdulikan pertanyaan yang di ucapkan oleh Xinxin kepadaku saat itu, sebab aku sudah merasa sangat senang dan tidak bisa berhenti memikirkan hal yang dilakukan oleh profesor Ling saat membantu aku di toko buku sebelumnya, dia berada sangat dekat dengan wajahku sehingga aku benar-benar merasa sangat tertarik dengan wajahnya yang sangat tampan tersebut.
Sedangkan disisi lain Xinxin dan kedua tannya yang lain mulai menatap aneh dan mereka saling tatap bergantian satu sama lain, karena merasa heran dengan ekspresi yang di perlihatkan oleh Zhan Tao saat itu, di tambah dia juga sama sekali tidak menjawab disaat Xinxin sudah bertanya kepada dia beberapa kali saat itu.
"Xinxin, apakah kau yakin dia masih Zhan Tao yang kita kenal, atau apa dia menjadi gila karena tertangkap oleh pria yang kau ceritakan itu ya?" Ujar Yimin kepada Xinxin saat itu.
Xinxin pun mengangguk dan mulai melakukannya, dia segera mendekati Zhan Tao lagi dan mulai menggoyangkan tangan Zhan Tao untuk menyadarkannya saat itu.
"Zhan Tao.... Zhan Tao apa kau mendengarkan, hey sadarlah ayo cepat sadar kau jangan membuat kami ketakutan seperti ini dong" ucap Xinxin kepadaku.
Padahal saat itu aku sudah sadar sejak lama aku juga tidak gila, aku hanya terlampau senang sampai bingung bagaimana cara memberitahu mereka bertiga tentang kebahagiaan yang aku dapatkan ini.
Sehingga aku langsung saja memeluk Xinxin dengan sangat erat sambil berbicara mengatakan kepadanya bahwa aku sudah menemukan pria pujaan hatiku yang akan aku kejar mulai saat ini.
"Aaaaa...Xinxin aku sangat senang sekali, aku sudah menemukan pria pujaan hatiku, dia sangat tampan dan luar biasa aku sangat menginginkan dia sebagai pasanganku, aku senang sekali Xinxin" ucapku memelun Xinxin dengan sangat erat dan terus berjingkrak tidak diam.
Xinxin yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Zhan Tao secara tiba-tiba, itu membuat dirinya merasa kebingungan dan terus menepuk tangan Zhan Tao yang memeluk lehernya sangat erat hingga dia kesal sebab kesulitan bernafas karena hal itu.
"Aishh...Zhan Tao lepaskan aku ah..hah..hah...hah..Zhan Tao aku akan mati kehabisan nafas jika kau terus saja memelukku seerat ini" balas Xinxin kepadaku.
Karena dia mengatakan begitu aku pun dengan cepat melepaskan pelukannya dan dia mulai menenangkan diri sambil mengatur nafasnya lagi saat itu, aku hanya menanggapinya dan melihat dia sebentar sambil tersenyum menampakkan gigiku san merasa sedikit bersalah kepada Xinxin karena sudah memeluk dia se kencang sebelumnya saat itu.
"Hah...hah..hah..Aaahh Zhan Tao kau ini aku hampir saja mati konyol karena ulahmu, sebenarnya apa sih yang membuatmu sampai sesenang ini hanya karena sudah menemukan pujaan hati, memangnya pria itu siapa?" Tanya Xinxin kepadaku saat itu.
Aku kembali tersenyum kepadanya dengan cukup lebar, dengan perasaan yang begitu senang dan mulai menarik tangan Xinxin agar kami bisa bercerita sambil duduk di meja belajar, bahkan bukan hanya Xinxin saja yang penasaran saat itu tetapi kedua temanku Yimin dan Xiuying juga mulai menatap tajam ke arahku dan meminta aku untuk menceritakan semuanya dengan benar saat itu.
"Ayo katakan Zhan Tao kita semua sudah menunggumu untuk bicara, ayo beritahu saja kami, siapa tahu kami bisa membantumu, atau mungkin saja kita ada yang kenal dengan pria itu.