Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Dibantu Profesor Ling



Rasanya benar-benar sangat memalukan sekali karena banyak orang yang berjalan lalu lalang di sekitar jalanan itu tapi aku justru malah jatuh tersungkur ke belakang dengan memegangi high heels sialan milik Xinxin yang sebelahnya patah, sedangkan saat aku menoleh ke samping ku lihat Xinxin terlihat begitu senang dan senyum lebar terus saja terlihat begitu jelas di wajahnya saat dia mengobrol dengan pacarnya tersebut.


Melihat dia bahagia saja sudah membuat kekesalan dalam hatiku langsung mereda walau pun pinggangku ini masih saja terasa sangat sakit dan ngilu karena terjatuh sangat keras sebelumnya.


"Huuhh.... karena kau aku jatuh dan di tertawakan beberapa orang barusan karena kau juga aku tidak bisa memakai sepatu untung saja aku memakai sepatu yang selaras dengan pakaiannya tapi sekarang bagaimana aku bisa masuk ke dalam cafe itu dalam keadaan kotor begini, aahhh..sial," gerutu sambil segera berusaha untuk bangkit tapi sialnya kakiku terasa sangat sakit sekali, karena sepertinya saat jatuh tadi kakiku malah membentur dinding restoran sebelumnya cukup keras.


Begitu juga dengan tubuhku, aku hendak bangkit berdiri tapi merasakan pinggang dan kakiku sedikit sakit saat itu.


"Aaaahhhh...aduh kenapa jadi sesakit ini, aku harus tetap berdiri tidak mungkin aku terus duduk di pinggir jalan begini," gerutuku sambil berusaha untuk bangkit lagi.


Sampai tiba-tiba saja ada profesor Ling yang mengulurkan tangannya kepadaku, secara tiba-tiba di sampingku saat itu dan aku langsung mengalihkan pandangan darinya berpura-pura untuk tidak melihat dan tidak mengenali dia saat itu karena sangat memalukan jika sampai dia melihat keadaan aku yang buruk seperti ini, pakaian yang kotor dan kusut juga tanpa alas kaki, aku juga tidak menatap rambutku dengan benar.


Tapi rupanya profesor Ling saat itu sudah melihat aku sejak lama dan dia sudah mengenali aku lebih dulu saat itu, sehingga tidak ada cara dan alasan lain lagi yang bisa aku lakukan saat itu, karena dia sudah memanggil namaku dan sudah pasti identitas diriku sudah di ketahui olehnya saat itu.


"Astaga..kenapa harus ada profesor Ling sih, kenapa juga dia malah mengulurkan tangannya seperti itu kepadaku? Semoga saja dia tidak melihat ku oh tuhan aku mohon." Batinku merasa sangat resah sekali saat itu.


"Hei..kenapa kau diam dan memalingkan wajah, Barsha kau akan berdiri atau tidak!" Ucap profesor Ling yang sudah mengetahui itu adalah aku.


Aku pun tidak memiliki ilihan lain dan langsung saja menoleh ke arahnya sambil menatap dengan tersenyum kecil menahan rasa malu yang begitu besar di dalam diriku saat itu.


"Ee..ehh... profesor Ling kenapa kau ada disini, aku bisa berdiri sendiri," ucapku kepadanya sambil segera bangkit berdiri sendiri saat itu.


Dan profesor Ling terlihat berdecak pelan dan terlihat wajahnya yang sangat kesal mungkin karena aku tidak menerima uluran tangannya, tapi aku tidak menerimanya karena tanganku kotor aku tidak ingin mengotori tangannya juga jika aku menerima uluran tangan darinya, meski aku sangat ingin menyentuh tangan indahnya itu.


"CK.... Sedang apa kau duduk di jalanan seperti ini apa kau sedang mengemis?" ucap profesor Ling yang malah mengira aku sebagai pengemis saat itu.


Aku benar-benar sangat kesal dan langsung saja mengubah ekspresi di wajahku dengan sangat cepat saking kesalnya malah di katai sebagai pengemis olehnya.


"Aishh...untuk apa aku mengemis aku tidak kekurangan uang, sudahlah untuk apa kamu masih disini kenapa tidak pergi saja aku sedang tidak ingin berhadapan dengan orang yang aku sukai dalam keadaan buruk seperti ini," ucapku kepadanya sambil langsung tertunduk dengan malu.


Aku tidak ingin profesor Ling melihat keadaanku yang sangat konyol dan buruk sekali seperti ini, di tambah dia yang mulai melirik ke arah high heels yang aku pegang saat itu dan dengan cepat aku menyembunyikan high heels tersebut ke belakang tubuhku secepatnya sebelum dia akan mengira aku memakai high heels tersebut.


"Hei, apa yang kau sembunyikan?" Tanya profesor Ling yang rupanya sudah mengetahui bahwa aku memegangi sesuatu di kedua tanganku saat itu.


Aku langsung saja menjadi cukup gugup karena takut ketahuan olehnya saat itu sehingga aku langsung mencari alasan dan berbohong kepadanya namun sayangnya kebohonganku itu tetap terbongkar karena profesor Ling menarik tanganku secara tiba-tiba di saat aku sedang menjawab pertanyaan darinya saat itu, hingga dia sudah mengetahui apa yang sebenarnya aku bawa saat itu.


"Aahh..tidak ada ini hanya makanan yang aku beli saja bukan se...eeehh..ehhh, profesor apa yang kau," ucapku dan sudah terlambat karena dia sudah mengetahuinya.


"Ohh..jadi high heels seperti ini bisa kau makan juga?" Balas profesor Ling kepadaku yang membuat aku semakin malu dan benar-benar tidak bisa lagi berhadapan dengan dia saat ini, karena aku sungguh mempermalukan wajahku habis-habisan di hadapan orang yang aku sayangi sendiri.


"Hei..he..hehe..tidak begitu profesor Ling aku hanya ahahh iya aku hanya lupa saja high heels ini milik temanku dia tidak sengaja mematahkannya ketika berjalan, jadi kami bertukar sepatu dan aku mengambilnya begitu," ucapku mengatakan yang sebenarnya karena sudah tidak ada jalan lain lagi untuk mencari alasan darinya.


Profesor Ling terlihat melirik ke bawah kaki Zhan Tao saat itu dan dia melihat Zhan Tao tidak memakai alas kaki sama sekali saat itu, sedangkan cuaca disini tengah dingin saat itu, terlebih jalanan di tengah malam begini tentu saja itu akan terasa sangat dingin terlihat dari bagaimana cara Zhan Tao berdiri yang terus saja menginjakkan kaki yang satu sama lain dan dia terus saja tidak bisa berdiri dengan tegak saat itu karena merasakan dingin di kakinya terlebih dia mengenakan celana pendek berwarna putih yang agak kotor saat itu.


Alhasil karena tidak tega melihat kondisi Zhan Tao, profesor Ling pun segera melepaskan jas panjang yang dia kenakan saat itu lalu memberikannya kepada Zhan Tao yang dia ikatkan pada pinggang Zhan Tao saat itu.


"Naikkan ke atas tanganmu!" Ucap profesor Ling memerintah begitu saja membuat Zhan Tao menatap penuh keheranan saat itu.


"Untuk apa aku menaikkan tanganku?" Tanya Zhan Tao dengan menatap heran.


"Sudah naikkan saja, jangan banyak tanya!" Balas profesor Ling yang langsung saja mendapatkan anggukkan dari Zhan Tao dan segera saja mengangkat tangan ke atas saat itu.


Sampai tiba-tiba saja profesor Ling ternyata mengikatkan jas miliknya untuk menutupi kotor di celana pendek Zhan Tao saat itu sekaligus agar Zhan Tao tidak terlalu dingin.


Lalu dia juga langsung berjongkok membelakang Zhan Tao tepat di hadapannya dan menyuruh Zhan Tao untuk naik ke punggungnya saat itu.


"Ayo naik!" ucap profesor Ling begitu saja tanpa basa basi sedikitpun.


Aku terus saja semakin kaget dan membelalakkan mataku semakin kaget dengan apa yang sebenarnya tengah di lakukan oleh profesor Ling ini kepadaku, aku bahkan langsung membuka mataku dengan sangat lebar sekali saat itu.


"Ah? Profesor apa yang sedang kamu lakukan ayo cepat bangkit profesor," ucapku sambil menyuruhnya agar segera bangkit sebelum ada orang yang mihat kami seperti ini saat itu.


Namun bukannya segera bangkit dan menuruti apa yang aku katakan kepadanya profesor Ling justru malah terus saja menyuruhku untuk segera naik ke atas punggungnya bahkan dia sampai memberikan ancaman kepadaku.


"Ayo cepat naik, aku sudah pegal ini, jika kau tidak naik juga aku akan meninggalkanmu tanpa perduli apapun lagi," ucap profesor Ling yang membuatku tidak ingin dia melakukan hal tersebut.


Dengan perasaan yang malu-malu aku pun segera saja memeluk di dari belakang dan dia langsung menggendong aku di punggungnya saat itu, aku merasa sangat senang sekali bisa di perlakukan semanis ini oleh profesor Ling karena aku tahu dia adalah orang yang super super dingin, tidak mungkin untuknya menggendong seorang wanita jadi aku merasa sangat beruntung dan mulai bertanya dengan random kepadanya.


"Profesor Ling kau mau membawaku kemana?" Tanyaku pada dia saat itu.


"Membeli sandal untukmu," balas profesor Ling yang membuat aku lagi-lagi harus menahan senyum dengan kuat karena aku benar-benar di buat baper sekali olehnya.


Rasanya aku ingin menjerit dengan kencang saking bapernya dia ingin membelikan sendal untukku karena melihat aku tidak memakai alas kali saat ini.


"Aaaahhhh..dia sangat manis dan romantis sekali, dia sangat perhatian kepadaku, aku jadi semakin saja menyukainya, ohhh profesor Ling kau sudah mengaduk-aduk hatiku aku tidak bisa melepaskanmu," batinku yang sudah sangat terjatuh pada profesor Ling saat itu.


Hingga sesampainya di salah satu toko yang menjual berbagai sendal disana, profesor Ling langsung saja menurunkan aku di depan toko tersebut dan dia menyuruh aku untuk menunggu sebentar dia disana.


"Tunggu disini, aku akan membelikan sandalnya untukmu," ucap profesor Ling sambil segera masuk ke dalam sana.


Setelah profesor Ling sudah pergi barulah aku bisa berjingkrak kegirangan dan sangat senang juga gembira sekali, sampai aku tidak perduli lagi meski saat itu disana ada beberapa orang yang berjalan melewatiku untuk masuk ke dalam toko sendal disana.


"Yes...yes..yes..huaaa...aku senang sekali, ini adalah sebuah keberuntungan dan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa untukku, huhum..senang sekali," gerutuku terus saja merasa senang sekali sambil terus menjerit kecil dan berjoget pelan saat itu saking senangnya bisa sedekat itu dengan profesor Ling, orang yang sedang aku kejar saat ini.


Sampai tidak lama ketika aku melihat profesor Ling keluar dari toko aku segera saja kembali bersikap dengan normal agar tidak mempermalukan dia saat itu dan profesor Ling mulai menaruh sandal itu di depan kakiku dan menyuruh aku untuk mencobanya.


"Ayo coba dulu," ucap profesor Ling kepadaku saat itu yang langsung saja aku anggukkan.


Hal yang membuat aku kaget profesor Ling bisa membelikan aku sandal yang cocok dengan sekali ambil saja seperti ini, padahal aku sama sekali tidak memberitahu dia ukuran kakiku saat itu.


"Wahhh.. profesor Ling darimana kau mengetahui ukuran kakiku, aku kan tidak memberitahunya padamu kenapa kamu bisa mengambil ukuran yang benar hanya dengan sekali ambil saja?" Tanyaku padanya sambil terperangah takjub saat itu.


"Aku sudah bisa mengukur pandang kakimu dengan perkiraan, makanya aku tahu," balas profesor Ling yang memang selalu saja membuat aku terkagum-kagum dengan nya dan semua hal tentang dia selalu membuat aku takjub senang juga merasa sangat beruntung bisa menjadi sedekat ini dengan seseorang yang hebat seperti dirinya.


Dan dia hanya menatap tajam sekilas kepadaku saat itu, sambil segera saja pergi meninggalkan aku begitu saja saat itu.


"CK.... sudahlah, jangan berlebihan aku tidak butuh pujianmu," balas profesor Ling kepadaku saat itu.


Dia terlihat begitu dingin dan jutek sekali padaku, padahal aku tahu dia mungkin perduli padaku sebab dia mau melakukan semua ini untukku yang sangat tidak mungkin dia lakukan untuk wanita lain di luar sana, dia langsung pergi dari sana begitu saja dan aku juga tidak bisa menahannya meski aku sudah berteriak dan meminta dia agar tidak langsung pergi saat itu.


"Ee..e...ee..ehh.. profesor Ling kau mau kemana? Profesor Ling jangan pergi dulu, profesor Ling!" Teriakku yang di abaikan oleh ya dan dia malah memakai headset pada telinganya seakan dia sengaja melakukan semua itu karena dia tidak ingin mendengarkan ocehanku saat itu.


Meski aku merasa sedikit kesal dan sedih karena profesor Ling meninggalkan aku begitu saja tapi aku tetap saja merasa sangat senang karena jas miliknya masih terikat di pinggangku saat itu, aku merasa sangat senang sekali dan terus saja aku ciumi wangi yang tersisa di jas milik profesor Ling tersebut.


"Eummm dia memiliki wangi yang sangat khas sekali, bahkan hanya memegang jas miliknya saja aku sudah merasa sangat berbunga-bunga, huaa...ini sangat harum sekali," gerutuku terus saja mencium wanginya saat itu.


Hingga tidak lama aku lihat Xinxin sudah keluar dari cafe yang berada tidak jauh dari sana dan aku langsung saja berlari mendekatinya sambil melambaikan tangan padanya dan berteriak memanggil dia agar menatap ke arahku saat itu.


"Xinxin...hei... Xinxin aku disini... Xinxin...." Teriakku kepadanya saat itu.


Hingga Xinxin menatap ke arahku dan dia tersenyum lebar sambil terus saling berpegangan tangan dengan erat padaku dan dia rupanya mendapatkan sebuah hadiah kalung yang sangat cantik sekali dari pasangannya saat itu.


Dan dia malah langsung memamerkannya kepadaku tanpa dia tahu penderitaan apa saja yang harus aku terima karena membantu dirinya saat ini, untungnya saja saat itu aku bertemu dengan profesi Ling yang membantuku jika tidak aku pasti akan merasa sangat bete dan kesal sekali sepada Xinxin karena dia hanya membuat aku sulit dan membuat aku iri saja dengan dirinya yang selalu di perlakukan dengan sangat baik dan spesial oleh pasangannya itu terus menerus.


"Aaahhhhh..Zhan Tao aku sangat senang sekali, lihatlah ini dia memberikan aku hadiah sebuah kalung yang sangat cantik, aku sangat senang sekali, Zhan Tao, dia sangat romantis kepadaku, aku semakin mencintai dia huhu," ucap Xinxin yang mulai memamerkan pemberian dari kekasihnya kepadaku.


Aku langsung saja melepaskan tangannya dengan kasar secepatnya saat itu dan memberikan dia tatapan dengan sangat tajam sekali saat itu, dan mulai berbicara dengan sinis padanya.


"Heh...kau enak sekali ya bersenang senang saja dengan kekasih mu dan dinner dengan damai dan tenang di dalam sana, sedangkan kau tahu apa yang aku derita di luar sini hah?" Ucapku mulai menggerutu kepadanya dan memarahi dia saat itu.


"Memangnya kau kenapa? Aku kan sudah bilang kamu bisa ikut masuk dan memesan apapun yang ingin kamu makan, kenapa kamu tidak masuk itu salahmu lah," balas dia dengan seenaknya saja bicara seperti itu dengan begitu entengnya kepadaku.


Membuat aku merasa sangat kesal dan semakin emosi karena kelakuannya itu, aku sudah tidak bisa menahan emosi ataupun menahan kesabaran lagi dalam menghadapi sahabat keterlaluan seperti dia ini, sehingga saat itu juga aku langsung memberitahu dia semuanya yang terjadi denganku sampai dia terbelalak dengan lebar dan tidak menduga dengan semua yang aku ucapkan padanya saat itu.


"Heh...heh...heh..seenaknya saja kau bicara begitu dengan sangat mudahnya, kau kan mana tahu apa yang aku lakukan di luar dan kesulitan apa yang aku dapatkan karena high heels sialanmu ini, nih ambil high heels pembawa sial ini, karena aku berusaha mencabutnya dari gorong-gorong sana aku sampai harus jatuh tersungkur ke belakang dan lihat kakiku sampai memburu seperti ini karena terpentok ke dinding restoran itu, satu lagi lihat ayo lihat ini baik-baik, semua pakaian bagian belakangku kotor karena aku jatuh mengenai tanah basah dan kubangan air yang ada disana, aishh ini sangat menjijikan sekali, terlebih aku memakai celana dengan warna putih, selain itu pinggangkunini terasa sangat sangat sakit sekali karena menarik high heels sialan ini yang sangat menjengkelkan," balasku kepadanya dengan penuh emosi dan nafas yang menjadi menderu karena aku menahan emosiku dan meledakkannya sekaligus di hadapan dia saat itu.


Bahkan disaat Xinxin hendak bicara kepadaku, dengan cepat aku langsung saja menahan dia dan memotong ucapannya sambil kembali bicara lagi dengannya saat itu.


"Syuuuttt ..dengarkan dulu aku dengan benar, apa kau tau gak yang paling memalukan untukku saat kau tertawa senang dan makan dengan nyaman di dalam sana hah? Aku bertemu dengan profesor Ling dalam kondisi seluruh tubuhku sangat kotor dan menjijikan sekali untuk di lihat, terlebih aku juga di tertawakan oleh orang-orang yang ada di sekitar sini sebelumnya, sampai ini lihat jas ini milik profesor Ling untung dia masih memiliki hati nurani dan mau memberikan jas dia untuk menutupi noda di belakangku yang terlihat seperti kotoran itu. Hah....aku benar-benar emosi sekali," ucapku terus saja mengeluarkan semua unek-unek yang sudah aku tahan sedari tadi.


Dan konyolnya kini Xinxin justru mulai tersenyum menatap ke arahku dan dia dengan cepat meminta maaf sambil terus saja membujuk aku agar aku tidak merajuk kepadanya saat itu.


"Ahaha....begitu ya, maafkan aku Zhan Tao aku kan tidak bermaksud melakukan semua itu kepadamu, tolong jangan marah kepadaku begini dong, atau bagaimana kalau sekarang kamu aku terakhir makan saja, ayolah ayo kita pergi membeli makanan apapun yang kamu mau," ucap Xinxin membujukku saat itu.


Sebenarnya saat itu moodku sudah hancur tapi karena merasakan perutku yang keroncong sayang sekali jika menolak tawaran makanan gratis dari Xinxin lagi pula aku sudah terlanjur kotor dan berantakan akan lebih rugi lagi bagiku jika tidak mendapatkan keuntungan apapun darinya terlebih menunggu dia di dalam tadi cukup lama sekali.


"Ya..sudah karena kau memaksaku aku akan pergi aku ingin makan ayam pedas dengan keju mozzarella," ucapku kepadanya sambil berjalan lebih dulu meninggalkannya saat itu.


Dan Xinxin segera saja berlari kecil menyusul aku dengan cepat saat itu.


"Eehh, Zhan Tao tunggu aku hei.." teriakkannya kepadaku saat itu.


Sampai dia sudah berada di sampingku dan menggandeng tanganku dengan erat saat itu, dia juga mulai bertanya kepadaku tentang apa saja yang dilakukan oleh profesor Ling padaku saat sebelumnya kami bertemu.


"Zhan Tao bagaimana denganmu dan profesor Ling, apa kalian tadi mengobrol berdua, apa sekarang kalian sudah lebih dekat, kelihatannya kau sangat senang sekali saat mengatakan tentang profesor Ling padaku sebelumnya, dan kenapa jas dia bisa sampai di berikan kepadamu dia kan manusia dingin?" Tanya Xinxin yang terus saja bertanya bertubi-tubi kepadaku saat itu.


Aku hanya tersenyum senang saja menahan kebahagiaan yang sudah aku rasakan sebab profesor Ling memperlakukan aku dengan cukup manis sebelumnya.


"Ekhmm...haha...tentu saja aku sudah semakin dekat dengannya, siapa juga pria yang tidak bisa aku taklukkan, aku kan sudah bilang padamu aku pasti akan bisa mendapatkan perhatian dan hatinya profesor Ling, dan kau tahu barusan aku sampai di gendong olehnya aaahhhh aku sangat senang sekali," ucapku sambil menjerit pelan dan sangat gemas ketika mengingat lagi momen menyenangkan itu.


Bahkan Xinxin sendiri kaget mendengarnya dia semakin saja penasaran dengan apa yang sudah terjadi denganku juga profesor Ling sampai aku bisa di gendong oleh dia sebelumnya, tapi aku menahan diri untuk bercerita kepada dia saat itu dan lebih menginginkan makanan terlebih dahulu agar aku memiliki energi untuk bercerita kepadanya.


"Wahh..benarkah?" Tanya Xinxin padaku saat itu dengan matanya yang terbuka sangat lebar seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan kepadanya saat itu.


Padahal aku sudah mengatakan yang sebenarnya, lagi pula aku rasa profesor Ling ini tidak terlalu dingin seperti yang dibicarakan oleh orang kebanyakan walau sebelumnya pada awal awal aku mengenal dan mengejar dia, aku juga mendapatkan banyak sekali penolakkan dan rasa sakit juga emosi untuk mendekatinya, dia berkata cukup kejam pada orang yang mengejar-ngejar dirinya seperti aku ini, namun semenjak aku semakin dekat dan semakin lama berada di sampingnya setiap hari, aku mulai mengubah cara pandang ku kepadanya, ku pikir wajar saja jika dia mungkin mudah marah dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun jika dia tengah berpikir dan melakukan sesuatu pekerjaan, sebab menjadi seorang profesor di usianya yang sangat muda seperti itu pasti memiliki tantangan tersendiri untuknya dan aku hanya lebih berusaha untuk memahami dia saja, dan mencoba menjadi orang yang patuh saat dia menyuruhku melakukan apapun di labolatorium selama ini dalam konteks kepentingan lab.


Dan hasilnya dia juga mulai perduli denganku dan bahkan sampai membelikan aku sebuah sandal, dia sangat memperhatikan aku saat itu dan aku benar-benar dia buat berbunga-bunga hanya dengan sebuah hal kecil seperti itu yang dia lakukan untukku.


"Zhan Tao ayo dong cerita kenapa kau malah terus tersenyum-senyum sendiri begini? Ayo cepat ceritakan padaku aku sudah sangat penasaran sekali tahu," ucap Xinxin yang terus saja mendesak aku saat itu.


Sedangkan aku sendiri langsung saja masuk ke dalam kedai yang menjual ayam tersebut secepatnya.


"Aishh..sudahlah nanti aku ceritakan semuanya kepadamu di dalam, tapi sekarang perutku sudah sangat lapar ayo kita masuk ke dalam dan memesan ayamnya dahulu oke," ucapku kepadanya dan Xinxin memberikan tatapan cemberut kepadaku saat itu.


"Aishh...aku sudah sangat penasaran setengah mati kau malam menunggu nanti untuk bercerita, benar-benar menyebalkan kau ini, sudahlah cari tempat duduk aku akan memesan banyak ayam untukmu," ucap Xinxin kepadaku yang hanya aku balas dengan anggukkan saja saat itu.


Aku segera memilih salah satu meja yang dekat dengan pinggir kaca disana agar tidak terlalu panas dan bisa nyaman jika nanti aku akan bercerita kepada Xinxin sebanyak apapun hal yang akan aku kataka kepadanya.


Hingga tidak lama Xinxin datang dengan membawa satu kap ayam yang penuh dan juga dua buah minuman serta kentang goreng dalam baki yang dia bawa saat itu.


"Hei, cepat bantu aku turunkan semua ini, kau menyusahkan sekali sih, tinggal duduk dan makan saja, aku juga yang harus membayar dan membawa semua ini sendiri," ucap dia menggerutu di hadapanku secara langsung.


"Hei...hei...kau lupa apa yang sudah kau lakukan kepadaku jauh lebih parah dari sekedar memesankan dan mentraktir makanan seperti ini, kalau aku bisa berganti tempat denganmu saat itu aku akan tetapi memilih berganti meski aku bertemu dengan profesor Ling, karena rasa malunya lebih banyak di bandingkan rasa senangnya apa kau tahu hah?" Ucapku kepada dia membalikkan ucapannya itu.


Dengan cepat Xinxin kembali tersenyum kepadaku dan langsung menggelengkan kepala saat itu, dia juga hendak mengembalikan sepatu milikku yang masih dia pakai saat itu namun aku melarangnya sambil mengangkat sedikit kakiku untuk menunjukkan kepadanya bahwa aku sudah memakai sandal pemberian dari profesor Ling sebelumnya dengan penuh kebanggaan untuk menunjukkannya saat itu.


"Aahah..iya iya deh, tapi Zhan Tao ohh iya ini aku lepaskan lagi sepatumu, biar aku memakai high heels itu lagi, sepertinya tadi patahnya tidak terlalu parah kan?" Ucap dia padaku.


"Heh..tidak parah bagaimana, nih lihat sudah tidak bisa di pakai lagi kau harus memakaikan lem dulu di bawahnya nanti," balasku kepadanya.


"Lalu kalau begitu kau sedari tadi jalan dengan alas apa? Tidak mungkin tidak memakai alas kaki kan?" Ucap Xinxin sambil memeriksa kakiku saat itu.


"Hah! Tentu saja tidak, kakiku bisa luka-luka kalau aku berjalan tanpa alas apapun, lihatlah baik-baik aku sudah mengenakan sandal yang sangat cantik bukan, sandal ini di belikan oleh profesor Ling, itu juga yang menjadi alasan mengapa dia menggendongku," ucapku kepadanya dengan tersenyum sangat lebar dan begitu senang sekali.