
Hingga saat aku baru saja keluar dari ruangan itu senior Anming dan senior Feng langsung saja datang menghampiriku dan mereka menatap aku dengan tatapan yang begitu tajam juga sebuah senyuman kecil yang tergambar di wajah mereka saat itu.
Aku sedikit kebingungan dan menatap ke arah mereka dengan wajah yang linglung saat itu, karena merasa sangat heran dengan apa yang sebenarnya terjadi, sebab mereka menatap aku dengan tatapan aneh seperti itu.
"Ehh..... Ada apa senior? Apa ada yang salah denganku, atau kalian membutuhkan bantuan dariku?" Tanyaku kepada mereka saat itu.
Namun mereka dengan cepat menggelengkan kepalanya lalu langsung saja menarik tanganku dengan cepat dan membawa aku untuk segera duduk di kursiku saat itu, lalu mereka mulai mengintrogasi aku dan menanyakan banyak hal kepadaku yang padahal saat itu aku sendiri tidak tahu bagaimana cara menjawabnya sedikitpun.
"Ee..eee..eeh... Ada apa dengan kalian semua, lepaskan aku senior apa yang mau kalian lakukan?" Tanyaku terus saja merasa sangat heran seorang diri.
"Hei....jangan begitu, kami hanya sangat penasaran saja denganmu, apa yang sudah dibicarakan oleh profesor Ling denganmu sebelumnya, apa itu sangat serius dan begitu privasi, apa kalian berpacaran ya?" Tanya profesor Feng yang membuat prasangka nya sendiri.
Aku dengan cepat menyangkal hal tersebut, selain karena takut terdengar oleh para senior lain aku juga takut hal itu akan menjadi rumor yang berdampak buruk diantara aku dan profesor Ling sendiri, aku hanya takut nanti yang ada profesor Ling yang akan menjauh dariku, dan aku tidak ingin hal tersebut terjadi.
"Ee ...ee..ehh tidak tidak, semua itu tidak benar, aku dipanggil masuk ke dalam karena profesor Ling hanya mau memperkenalkan aku pada senior Sisi itu saja, iya hanya itu tidak lebih kok, dia hanya menjelaskan bahwa kini aku yang membersihkan ruangannya secara pribadi dan dia memberikan akses itu padaku sekarang." Balasku menjelaskannya.
Aku pikir hal tersebut akan menyelesaikan masalah dan prasangka yang di buat oleh semua orang disana, namun sayangnya ketika aku mengatakan hal tersebut, bukannya mereda prasangka mereka justru semakin melebar dan seakan mereka semua malah mengatakan bahwa aku lebih dekat dengan profesor Ling tersebut, dan lebih parahnya lagi, mereka justru menduga hal-hal yang lebih buruk kepadaku dibandingkan dengan hal tersebut, aku sampai di Sangkan memiliki hubungan serius dengan profesor Ling, padahal aslinya sama sekali tidak seperti itu.
Semuanya sangat salah besar benar-benar salah dan diluar dugaan mereka tersebut.
"Wahh...benarkah? Seorang profesor Ling memberikan sebuah kartu akses untukmu secara khusus? Jadi sekarang hanya kau saja yang bisa masuk ke dalam ruangan profesor Ling secara bebas? Wahh...ini benar-benar sangat luar biasa, ini adalah keajaiban bagi kita semua haha bagus sekali." Ucap senior Feng saat itu sambil tersenyum lebar dan begitu cerah.
Aku yang sedari tadi hanya membalasnya dengan sebuah anggukkan saja merasa semakin bingung mendapatkan reaksi seperti itu darinya, sebab apa yang mereka pikirkan sama sekali tidak sama dengan semua kenyataan yang terjadi.
"Eehhh senior Feng semuanya sama sekali tidak seperti yang kamu pikirkan, semuanya tidak seperti itu, kamu tolong jangan salah paham kepadaku." Ujarku berusaha menjelaskan kepadanya saat itu.
Namun mereka tetap saja tidak mempercayai ucapannya dan malah terus saja menggodaku sampai ada senior Sisi yang datang ke sana dan baru bisa menghentikan ucapannya itu dan membuat mereka berdua segera kembali ke meja mereka masing-masing dan melanjutkan pekerjaannya.
"Aahhh..Zhan Tao sudahlah jangan membohongi atau menyembunyikan apapun pada kami, aku sudah tahu kok kalau kamu dan profesor Ling ada sesuatu kan, tidak mungkin profesor Ling memberikan akses khusus yang selama ini di pegang oleh senior Sisi seorang kepadamu dengan begitu mudah, jika dia sama sekali tidak ada apapun denganmu, itu sudah jelas jika dia memiliki sesuatu denganmu bukan ayolah mengaku saja Zhan Tao jangan malu-malu seperti itu," ucap senior Anming yang malah ikut-ikutan mendesak aku saat itu.
Padahal aku sudah berusaha keras untuk menjelaskan panjang lebar kepadanya dan memberitahu mereka siapa aku dan apa hubunganku dengan profesi Ling sebenarnya.
"Tidak senior Feng, senior Anming ini sangat jauh berbeda dengan apa yang kalian pikirkan, tolong jangan berpikiran yang tidak tidak seperti itu, aaahh kalian ini bisa membuat orang lain menjadi salah paham jika kalian terus bicara seperti ini, semuanya sungguh tidak benar, jangan membuat asumsi sendiri dan nantinya akan menjadi rumor yang buruk, aku baru saja berada disini, tolonglah," ucapku dengan wajah yang sudah pasrah tidak tahu harus melakukan apapun lagi saat itu.
Mereka terus saja tersenyum kepadaku dan membuat prasangka mereka sendiri saat itu, aku tidak tahu harus berbuat apa dan hanya bisa diam tidak menentu sendiri saat itu, tidak tahu apa yang bisa aku katakan lagi, karena sekeras apapun aku mengatakannya mereka itu tetap saja tidak mendengarkan aku dan terus dengan dugaan mereka sendiri yang diada-adakan sendiri.
Hingga tidak lama aku benar-benar merasa di tolong dengan kemunculan senior Sisi saat itu, dia datang menghampiri ke dekat kami dan membubarkan dia senior menyebalkan yang terus saja berbicara sesuai dengan otak mereka sendiri yang melenceng itu.
"Ekhmm..apa tugas ilmiah kalian terlalu sedikit ya, masih bisa menekan seorang junior disini?" Ucap senior Sisi yang membuat aku dan dia senior itu kaget dan langsung saja pergi secepatnya kembali pada bangku mereka masing-masing saat itu.
"O..oo..ohhh..astaga aku lupa karya ilmiahku masih sangat banyak haha terimakasih Sisi kau sudah mengingatkan aku, ayo Anming kita kerjakan haha, kau juga belum selesai bukan ayo...ayo," ucap senior Feng sambil segera menarik tangan senior Anming dengan cepat.
Mereka benar-benar menjadi sangat kompak untuk masalah seperti itu dan menyembunyikan apa yang tengah mereka bicarakan kepadaku dengan secepat kilat saat itu, benar-benar membuat aku sedikit kesal namun hatiku juga merasa senang karena ternyata ada juga orang yang menduga hal tersebut kepadaku yang artinya pandangan orang itu terkadang lebih baik dari pandangan diri kita sendiri, itulah yang membuat aku begitu senang karena diduga memiliki hubungan khusus dengan profesor Ling saat itu.
Memang pada nyatanya aku sungguh ingin memiliki hubungan yang benar dan nyata bersamanya aku sungguh ingin memiliki hal itu dengannya, ucapan dari kedua seniorku itu membuat aku membayangkan hal yang selalu aku dambakan untuk menjadi kekasih seorang profesor yang begitu jenius dengan usianya yang masih muda sekali, padahal banyak anak muda seusia dia yang saat ini masih tengah menempuh pendidikan S2 atau S3 sedangkan dia sudah bisa menjadi seorang pengajar dan profesor yang memiliki labolatorium khusus di kampus tersebut, dengan bimbingannya yang terus memberikan sebuah perubahan baru yang bermanfaat bagi semua hal disekelilingnya.
Itu benar-benar sangat mengagumkan di mataku dan rasanya meski dia terlihat cuek, dingin dan kejam semua itu bisa tertutupi dengan kecerdasan dan wibawa yang ada di dalam dirinya, yang bahkan tidak semua orang bisa memiliki hal tersebut sebelumnya.
"Huaa..dia benar-benar manis dan sangat tampan, meski orang melihatnya cuek dan dingin tapi entah kenapa aku merasa dia sedikit berbeda denganku, ahaha.. benar-benar hal yang bagus, ada kemajuan saat ini," batinku terus saja merasa sangat senang sendiri.
Hingga tak lama senior Feng meminta aku untuk merapihkan data yang sudah dia buat saat itu, dan aku segera menyanggupinya dengan cepat.
"Aahh Zhan Tao apa kamu bisa merapihkan analisis data?" Tanya senior Feng saat itu padaku.
Meski aku sebenarnya tidak terlalu jago namun aku tetap bisa mencobanya sehingga aku tetap menyanggupi hal tersebut kepada dia saat itu juga, dan mulai melakukan perintah yang dia tugaskan kepadaku saat itu.
"Aku bisa tapi mungkin tidak sejago para senior," balasku kepadanya dengan jujur.
"Ohh..tidak masalah ini tidak terburu-buru kok, kamu santai saja melakukannya jangan terlalu terbebani jika nanti ada yang tidak kamu pahami kamu bisa bertanya lagi padaku, kamu mahasiswa jurusan apa kalau aku boleh tahu?" Tanya dia kepadaku saat itu.
"Ohh aku jurusan bahasa kak, prodi S1." Jawabku sambil tersenyum kepadanya.
Dan yang tidak aku sangka tiba-tiba saja senior Feng, Anming dan bahkan senior Sisi mereka kaget mendengar ucapanku tersebut, bahkan senior Sisi sampai bangkit dari tempat duduknya dan menggebrak meja saat itu.
"Brak....APA? kau...kau mahasiswa S1?" Ucap senior Sisi dengan matanya yang terbelalak sangat lebar dan cukup menakutkan untuk di lihat saat itu.
Dia terlihat entah marah ataupun kaget ketika mengetahui bahwa aku adalah mahasiswa S1 kala itu, tetapi aku merasa takut dan merinding karena ucapannya apalagi bentakkan dan gebrakan yang dia lakukan saat itu.
Senior Anming langsung menghadap ke arahku dan dia memegangi kedua pundakku dengan erat saat itu, aku sendiri tidak mengerti apa yang membuat mereka bertiga menatap tajam dan menjadi sangat lekat kepadaku saat itu, padahal aku sama sekali tidak merasa melakukan kesalaha saat itu, aku saja baru masuk ke tempat ini, tetapi sudah mendapatkan banyak kesulitan dan hal yang sangat mengagetkan seperti ini berkali-kali membuat jantungku tidak bisa berhenti berdetak saat itu.
"Astaga...Zhan Tao pantas saja kau terlihat begitu muda, cantik dan cerah, ternyata kau mahasiswa S1 ya, tapi kenapa bisa kau masuk ke labolatorium seberat ini, semua yang ada disini adalah mahasiswa nomor satu dari S2 sampai S3, wahhh kau benar-benar sesuatu Zhan Tao." Ucap senior Anming dengan memegangi kedua pundakku begitu erat sekali saat itu.
Aku tidak mengerti dan tidak tahu harus berbuat apa kepadanya karena aku sendiri tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa mengangguk dengan wajah terperangah dan mulut ternganga cukup lebar saat itu kepada mereka.
"Hah....ini tidak bisa di biarkan bagaimana bisa mahasiswa S1 masuk ke labolatorium, apa si Ling sialan itu mau meledakkan labolatoriumnya sendiri, aku tidak akan menerima semua ini, kau ayo ikut aku dan buka ruangannya. Ayo cepat apa lagi yang kau tunggu!" Ucap senior Sisi kepadaku dengan sorot matanya yang tajam sekali saat itu.
Aku takut dan bingung harus bagaimana, aku sungguh tidak tahu harus melakukan apa saat ini, kakiku bahkan sudah bergetar cukup hebat tidak tahu harus melakukan apa lagi dan aku merasa tubuhku mulai lemas dengan degup jantung yang terus tidak bisa melambat, semuanya sulit untuk dipercaya, aku tidak bisa bergerak karena terlalu lemas saat itu.
Bahkan senior edan senior Anming tidak bisa membantu aku kali ini, mereka juga segera menyuruh aku untuk pergi sebelum senior Sisi semakin emosi dan bisa saja berperilaku lebih kasar dari sebelumnya entah kepada aku ataupun kepada senior lainnya untuk melampiaskan emosi dia yang tidak terima berada di dalam labolatorium profesor Ling saat ini, karena cara aku masuk memang terlalu mudah dan aneh setelah aku pikirkan lagi saat ini, aku benar-benar merasa ingin kabur saja saat itu, tapi tentu tidak bisa.
"Zhan Tao sebaiknya kamu cepat pergi, ayo cepat pergi saja jangan seperti itu, ayo Zhan Tao dia akan semakin menyeramkan jika kau pergi terlalu lama, ayo," ucap senior Anming kepadaku.
"Tapi senior aku terlalu takut dengannya, kakiku sangat lemas dan bergetar dengan hebat, aku tidak bisa melakukannya senior bagaimana ini huhu," bisikku kepada senior Anming saat itu, aku mengatakan yang sejujurnya.
Rupanya senior Sisi sudah semakin naik pitam dalam menghadapi aku kala itu dan dia langsung mencoba menarik tanganku dengan sekuat tenaganya dan dengan cara yang cukup kasar saat itu, dia terus menarikku mengajak aku untuk pergi ke dalam ruangan pribadi profesor Ling saat itu juga.
"Ayo cepat...apa lagi yang kau tunggu, heh...cepat berdiri aishh apa kau mau aku seret ya!" Ucap senior Sisi yang sudah memegangi tanganku.
Dia benar-benar berhasil menarik aku dan aku terpaksalah terus berjalan mengikutinya sambil dia yang terus saja membawa aku ke depan pintu ruangan profesor Ling, dia juga kembali membentak aku, dan memaksa aku untuk segera membuka pintu tersebut dengan kartu aksesku sebab kartu aksesnya senior Sisi rupanya sudah tidak berfungsi lagi, dan aku benar-benar merasa sangat gugup kala itu.
Tidak tahu harus melakukan apa lagi, hanya bisa membiarkan senior Sisi yang menarik tanganku dan dia menempelkan sendiri kartu yang aku pegang dengan tangan bergetar saat itu.