
Disaat aku hendak masuk ke dalam ruangan pribadinya profesor Ling, aku benar-benar merasa sangat gugup dan takut, rasanya sangat gugup sekali, karena saat ini aku sudah lupa seharusnya aku membersihkan semuanya sejak awal sebelum profesor Ling tiba saat itu, namun sayangnya aku malah lupa karena terlalu sibuk berbicara dan mengobrol terus dengan senior Anming dan teman-teman yang lainnya, namun walau merasa takut dan sangat gugup aku harus tetap memberanikan diri masuk ke dalam sebelum dia semakin kesal kepadaku nantinya.
"Huuhh...semoga saja profesor Ling tidak akan marah denganku, tenang...tenang Zhan Tao," ucapku berusaha untuk menenangkan diri dan terus menarik nafas sambil menghembuskannya dengan perlahan agar bisa jauh lebih tenang nantinya.
Aku segera menempelkan kartu akses ku dan segera masuk ke dalam, saat itu aku lihat ada profesor Ling yang tengah berkutik dengan komputer yang ada di hadapannya aku pikir dia tidak akan menghiraukan keberadaanku disana saat itu, namun ternyata aku salah, meski dia terlihat tenang dan terlihat acuh tak acuh kepadaku, tapi diam-diam ternyata dia mengetahui kedatangan aku dan langsung saja memanggil namaku disaat aku hendak mulai membersihkan ruangan tersebut dengan diam-diam.
"Heh ....kau terlambat dan bahkan sama sekali tidak meminta maaf kepadaku, apa begini cara kerjamu?" Ucap profesor Ling menegur aku saat itu.
Dengan cepat aku segera berdiri tegak dan langsung saja berdiri menghadap dia sambil mematung kepadanya.
"AA....aaa..aahh..maafkan aku profesor, sebenarnya tadi aku sudah datang ke labolatorium lebih awal, hanya saja aku menata barang-barang milikku dan aku lupa karena...," Ucapku kepadanya sambil terbata bata dan bingung bagaimana menjelaskan hal sebenarnya.
Namun disaat aku kesulitan untuk menjelaskan kepadanya dia justru malah sudah tahu lebih dulu alasanku, disaat aku sama sekali belum memberitahunya saat itu.
"Aku tahu kau sibuk mengobrol dengan Anming, seharusnya kamu tidak memilikinya alasan yang tidak berguna seperti ini, harusnya kau mengakui kesalahan yang kamu buat dan meminta maaf dengan sungguh-sungguh, apa kamu mengerti?" Balas profesor Ling yang benar-benar sangat menusuk untukku.
"I..i..iya profesor Ling aku minta maaf, aku tahu aku salah, aku tidak akan mengulanginya lagi," balasku kepadanya dengan cepat.
Dia terus saja menatap tajam kepadaku dengan tatapan yang sangat tajam dan dia menyipitkan matanya saat itu, aku sungguh takut dan cemas, aku pikir dia akan marah kepadaku namun rupanya tidak, dia justru malah membiarkan aku untuk melanjutkan tugasku membersihkan ruangan dia saat itu secepatnya.
"CK....baiklah kau aku lepaskan hari ini, tapi harus kamu tahu tidak akan ada kesempatan kedua bagiku, jika kamu melakukan kesalahan seperti ini lagi, aku tidak akan segan untuk mengeluarkan kamu dari sini dengan cara apapun!" Ujar profesor Ling kepadaku saat itu.
Aku sudah sangat gugup dan takut saat itu tapi ketika mendengar ucapan dari profesor Ling yang sudah memaafkan aku, langsung saja aku merasa sangat senang dan bisa tersenyum dengan lebar sambil segera saja membungkuk kepadanya dan meminta maaf dengan cepat.
"Ohhh.. terimakasih banyak profesor Ling, terimakasih banyak, aku akan segera membersihkannya sekarang," balasku kepada profesor Ling sambil terus membungkuk memberikan hormat kepadanya.
Setidaknya aku sudah bisa merasa sedikit tenang karena profesor Ling tidak marah lagi denganku, dengan cepat aku segera saja membawa alat penghisap debu disana dan mulai menyalakannya, membersihkan semua tempat yang ada disana dan mulai menyapu sampai mengepel ruangan itu hingga selesai. Sampai tidak lama kemudian setelah sudah selesai aku segera saja pergi dari sana secepatnya.
"Professor Ling aku sudah selesai, kalau begitu aku permisi." Ucapku kepadanya sambil membungkuk dan menampakkan tersenyum tipis padanya.
Dengan cepat aku segera saja hendak membalikan badan kepadanya namun sayangnya disaat aku hendak membalikkan badan profesor Ling justru malah menahanku memanggil aku kembali saat itu.
"Hei....tunggu!" Ucapnya kepadaku dengan nada bicara yang cukup datar saat itu.
Aku benar-benar merasa gugup dan sedikit bergetar ketika mendengar dia tiba-tiba saja memanggil namaku, segera aku kembali menoleh dan berbalik kepadanya saat itu.
"AA..AA..ahh..iya profesor Ling ada apa?" Tanyaku kepadanya saat itu.
"Berikan ini pada Sisi, dan jangan lupa kau masih harus melanjutkan tugas yang lain, jangan sampai kau hanya diam saja!" Tambah dia kepadaku saat itu yang langsung saja aku anggukkan dengan tangan sedikit bergetar sambil menarik berkas yang diberikan oleh profesor Ling sebelumnya.
"Ba..ba..baik profesor Ling, terimakasih banyak profesor," ucapku kepadanya dengan segera mengambilnya dengan bergetar pelan.
Aku segera saja pergi dengan cepat masih dengan perasaan yang takut dan dengan kaki yang bergetar saat itu, walau begitu anehnya setelah aku keluar dari ruangan pribadinya aku benar-benar merasa jauh lebih baik dan langsung saja menghembuskan nafas dengan lesu saat itu.
"Huuhh...tenang, akhirnya aku bisa melewatinya dengan cepat," ujarku sambil segera saja berniat untuk memberikan berkas dari profesor Ling saat itu kepada senior Sisi secepatnya.
Saat itu aku lihat senior Sisi yang tengah duduk di meja miliknya dan dia terlihat sangat serius sekali, menatap wajahnya dengan kedua alis yang mengerut dan sangat tajam membetuk huruf L seperti itu sungguh membuat jantungku tidak bisa tenang, terus saja aku merasa sangat gugup dan berjalan dengan pelan mendekatinya sambil memanggil nama senior Sisi dengan pelan saat itu.
"Senior...e..ee.. senior Sisi," ucapku kepadanya.
Namun saat itu dia terlihat seperti tengah serius sekali entah tengah mengerjakan apa saat itu, yang pasti wajahnya begitu serius sekali membuat aku sangat takut dan gugup kepadanya, sudah beberapa kali aku memanggil namanya untuk membuatnya menoleh kepadaku, namun sayangnya dia malah terus saja tidak bisa mendengar aku sama sekali, sampai terpaksa aku harus memanggilnya dengan lebih keras lagi agar dia bisa mendengarkan aku saat itu.
"Senior Sisi." Ucapku dengan nada bicara yang aku tinggikan sampai membuat dia langsung saja berhenti mengerjakan tugasnya saat itu, hingga dia bisa segera menatap ke arahku, meski dengan wajah yang sangat tajam dan begitu menyeramkan, aku bahkan kesulitan untuk menelan salivaku sendiri saat mendapatkan tatapan tajam darinya kala itu, dia langsung saja bertanya kepadaku dengan wajah yang datar dan nada bicaranya yang begitu dingin saat itu.
"Kau ... Untuk apa kau malah bicara kepadaku hah?" Ucap dia membuat aku sangat kaget dan gugup seorang diri.
"AA....a..anu senior Sisi, ini aku hanya diminta oleh profesor Ling untuk memberikan ini kepadamu," balasku kepadanya dan memberikan berkas itu secepatnya.
Senior Sisi langsung saja merampas berkas di tanganku saat itu dengan cepat, sampai badanku sendiri saja hampir tertarik ke depan olehnya kala itu dan aku hampir saja kehilangan keseimbangan oleh dia yang menarikku cukup kuat saat itu, dan dia langsung saja mengusir aku dari sana begitu saja.
"CK ....sana pergi, untuk apa lagi kau masih berdiri disini, aishh wajahmu itu hanya membuatku mumet saja, pergi sana." Ujar dia dengan ucapannya yang cukup kasar bagiku.
Sebab sebelumnya aku sama sekali tidak pernah mendapatkan perlakuan yang seburuk itu darinya, jadi tentu saja hal tersebut membuat perasaanku sedikit sakit dan aku juga merasa tidak enak hati dengannya, aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri tentang hal itu dan segera meminta maaf kepada dia secepatnya agar dia tidak marah lagi denganku, sebab dia adalah orang yang berpengaruh di labolatorium tersebut, aku tidak sepantasnya memiliki hubungan yang buruk dengan orang seperti dia yang ditakuti oleh hampir seluruh senior yang ada disana.
"AA...AA..ahhh iya senior Sisi aku akan segera pergi, tapi aku mohon maaf kepadamu terlebih dahulu, untuk apapun yang membuatmu kesal dan tidak menyukaiku, aku harap kita bisa menjadi rekan yang baik dan saling membantu di labolatorium ini, kau adalah panutanku, aku minta maaf," ujarku sambil membungkuk padahal memberikan hormat lalu segera saja pergi dari sana secepatnya saat itu juga.
Aku kembali ke mejaku sambil segera menenangkan diriku walau saat itu hatiku benar-benar sudah tidak karuan moodku yang sangat bersemangat sebelumnya kini sudah hilang dan sudah tidak ada niatan lagi untuk tersebut ceria.
Hingga tidak lama senior Anming meminta aku untuk membantu dia membawa alat setruman listrik yang akan digunakan dalam proses praktek beberapa saat lagi.
"Zhan Tao ayo bantu aku membawa alat setruman listrik, kita akan membutuhkannya untuk praktek percobaan nanti," ujarnya kepadaku.
"AAhh..iya baik senior Anming." Balasku kepadanya dengan cepat dan segera berdiri.
Aku berjalan mengikutinya dari belakang secepatnya dan kami keluar dari labolatorium, pergi ke tempat peminjaman barang-barang dan segera saja mengambil alat tersebut, awalnya aku pikir alat itu berbentuk kecil dan mungkin ada beberapa biji, namun nyatanya saat sampai disana dan melihat penjaga disana malah membawakan alat yang cukup besar dan berbentuk kotak, aku tentu saja sangat kaget ketika pertama kali melihatnya saat itu, dan refleks langsung membelalakkan mata saat melihatnya.
"Astaga senior Anming apa ini benar alat yang kamu maksudkan" tanyaku untuk memastikan kepadanya karena masih tidak mengira jika alatnya sebesar itu.
Bahkan aku pikir akan sulit untuk membawanya meski dengan dia orang, sebab aku rasa alat yang terbuat dari besi di sekelilingnya itu terlihat cukup berat, tidak mungkin kamu bisa mengangkatnya sendiri bahkan penjaga disana saja membutuhkan empat orang untuk mengangkatnya.
"Iya betul itu memang alatnya, ayo kita angkat bersama-sama," balas senior Anming kepadaku dengan begitu santai.
Aku masih tidak bisa menerima semua ini, hanya bisa menatap dengan tatapan yang tertegun dan heran melihat senior Anming yang sudah memegangi ujung pegangan benda itu, dan dia kembali meminta aku untuk segera membantu dia saat itu.
"Hei..Zhan Tao apa lagi yang sedang kamu pikirkan, kenapa kamu malah melamun seperti itu? Ayo cepat bantu aku mengangkatnya," balas dia lagi membuat aku benar-benar tidak habis pikir mengapa bisa-bisanya dia malah meminta aku untuk membantunya membawa alat sebesar ini.
Padahal seharusnya dia sudah tahu jika alat ini berukuran cukup besar ditambah aku adalah seorang perempuan, atau setidaknya dia harus meminta dia orang lagi agar bisa membantu kami mengangkatnya, dia malah dengan santai terus saja meminta aku segera mengangkatnya dengan dia.
Aku tidak bisa melawan dan mulai menghampiri dia lalu memegangi ujung yang berhadapan dengan senior Anming saat itu juga, sampai tidak lama dia mulai memberikan aba-aba kepadaku agar kita bisa mulai mengangkat benda besar dan sangat kuat itu untuk diangkat secara bersamaan.
"Oke aku akan memberikan aba-aba kepadamu lalu kamu harus mengangkatnya apa kamu mengerti?" Ujarnya memberitahuku saat itu.
Meski masih merasa sangat ragu apakah aku akan bisa mengangkat benda ini atau tidak tetapi aku masih berusaha untuk melakukannya dan mencoba untuk tetap melakukan hal tersebut meski aku sendiri tidak tahu apakah akan berhasil atau tidak.
"Oke..satu...dua...angkat!" Ucap senior Anming dengan keras dan aku segera berusaha mengangkatnya.
Dan kenyataannya apa yang sudah aku duga memang benar, alat ini sangat berat bahkan disaat aku berusaha untuk mengangkatnya dengan sekuat tenaga yang aku miliki tetap saja tidak ada perubahan yang terjadi sedikit pun, semuanya tetap menjadi biasa saja bahkan hanya ujung dari bagian yang diangkat senior Anming saja yang sedikit terangkat dengan wajahnya yang sudah langsung berubah merah merona, saking kerasnya dia mengangkat benda tersebut saat itu.
"Eeuhhhh...astaga... Zhan Tao kenapa kamu malah tidak mengangkatnya begitu?" Ucap senior Anming dengan mudahnya menyalahkan aku saat itu.
"Hei senior apa masalahmu kepadaku, ini sangat berat bahkan penjaga tadi saja mengangkatnya dengan empat orang, kau malah meminta aku mengangkatnya berdua saja denganmu? Yang benar saja senior aku ini perempuan dan kita hanya berdua." Balasku kepadanya dengan wajah yang mengerucut dan merasa sangat kesal sekali.
Akhirnya senior Anming pun segera saja tersenyum kepadaku sambil menggaruk belakang kepalanya pelan saat itu karena dia sudah sadar bahwa memang dialah yang sudah keliru sebelumnya.
"Ahaha.....iya ya, aku lupa tadinya aku pikir kau bisa membawanya denganku, maafkan aku Zhan Tao kau jangan cemberut begitu dong, nanti aku coba pikirkan cara lain ya," ujar senior Anming kepadaku saat itu.
Aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat dan hanya bisa bersabar saja dalam menghadapi dia yang tidak mengerti dan bisa bisanya hanya berkata minta maaf seperti itu dengan mudahnya, untung karena dia seorang senior, jika bukan aku sudah pasti akan membentak dia dan memarahinya habis-habisan sejak awal sebelumnya, walau sangat geram kepadanya tapi aku tetap berusaha untuk menahan diri saat itu jadi aku masih bisa menahan emosi di dalam hatiku saat itu dan berusaha memikirkan cara lain agar bisa membawa alat tersebut.