
Disisi lain tepat pada ruangan pribadi profesor Ling, kini keadaan disana sangat tegang, Sisi menatap penuh keheranan dengan profesor Ling begitu pula dengan profesor Ling itu sendiri, hingga salah satu diantara mereka mulai membuka suara lebih dulu saat itu.
"Sisi, aku ingin kau berhenti mempersulit Zhan Tao di laboratorium ini, kau seniornya seharusnya kau membimbing dia dan membantunya dengan sepenuh hati, jika pun kau tidak senang atas keberadaan dia, kau harus tetap menerimanya dan bersikap profesional saat di dalam laboratorium ini." Ucap profesor Ling menegurnya.
Senior Sisi semakin mengerutkan kedua alisnya, dia tentu tidak terima jika dirinya malah di tegur dengan tegas seperti itu oleh temannya sendiri yang mungkin sekarang lebih dulu menjadi seorang profesor dibanding dengan dirinya, terlebih sebenarnya selama ini senior Sisi juga menaruh perasaan pada profesor Ling hanya saja dia tidak pernah diterima olehnya meski sudah sebesar apapun usahanya dan sampai saat ini dia hanya bisa menjadi sebatas teman dan rekan kerja dala penelitian saja.
Sehingga kemunculan Zhan Tao sangat mengganggu baginya dan dia jelas merasa cemburu kepada Zhan Tao yang terlihat lebih dekat dengan profesor Ling dibandingkan dengan dirinya belakangan ini.
"Ling ada apa denganmu, apa otakmu sudah dicuci oleh anak baru itu? Kau sebelumnya tidak pernah berani berbicara dengan nada tinggi seperti ini kepadaku, dan kenapa aku merasa kau selalu melindungi dia dan membela dia atas apapun!" Balas senior Sisi kepadanya.
"Sisi sepertinya kau salah paham padaku dan Zhan Tao, aku sama sekali tidak pernah membela dia ataupun membeda-bedakannya. Aku memperlakukan semua rekanku di laboratorium ini secara sama, itulah kenapa aku memanggilmu kemari dan menegur mu dengan cara baik-baik seperti ini, apa kau tidak berpikir siapa yang menyebabkan hal ini terjadi? Kau Sisi. Kau yang sudah melanggar peraturan disini lebih dulu. Bukan aku ataupun anak baru itu." Balas profesor Ling membalasnya dan memberikan pengertian kepada senior Sisi saat itu.
"Hah... Aku? Kau bilang aku yang melanggarnya lebih dulu? Apa yang sudah aku langgar, aku tidak pernah melanggar apapun disini." Balas senior Sisi yang masih saja tidak mengakui perbuatannya.
"Kau sudah memberikan tugas penelitian data kepada Zhan Tao yang seharusnya itu dilakukan hanya oleh dirimu ataupun Anming, Zhan Tao tidak masuk dalam kelas penelitian data di kampus dan dia tidak dalam jurusan teknologi, apa menurutmu itu tidak melanggar peraturan disini? Sedangkan penelitian data itu sangatlah sensitif dan begitu penting, hanya ahli yang boleh melakukannya dan aku mempercayakan semua itu kepadamu sebab Anming masih belum selesai dengan karya ilmiahnya. Tapi kau, apa yang sudah kau lakukan, kau malah memberikan tanggung jawab sebesar ini kepada Zhan Tao yang baru masuk di laboratorium dan dia seorang mahasiswa S1. Kenapa kau melakukan itu?" Balas profesor Ling memberitahu semua kesalahan yang sudah di perbuat oleh senior Sisi dan tidak dia akui saat ini.
Mendengar ucapan dari profesor Ling, langsung saja senior Sisi menyadari kesalahan besar yang sudah dia perbuat selama ini, dan bodohnya dia baru menyadari semua itu setelah bicara dengan lantang dan merasa tidak pernah melakukan kesalahan apapun sebelumnya.
Kini dia justru langsung terdiam membisu dan sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan dari profesor Ling lagi, sehingga hal itu membuat seorang profesor Ling semakin gemas dalam menghadapinya.
"Sisi perlu kau tahu, meski kau adalah temanku dan kau orang yang aku percaya tetapi mulai sekarang aku tidak akan mempercayai dirimu seperti dulu lagi, dan kau harus tahu tidak ada kesempatan kedua denganku, jika kau melakukan hal seperti ini lagi aku terpaksa harus mengeluarkannya dari laboratorium dan penelitian hewan yang aku lakukan." Ungkap profesor Ling yang memberikan ancaman serta peringatan keras kepada senior Sisi saat itu.
Senior Sisi juga langsung terperangah kaget, dia tidak pernah mendapatkan teguran dan langsung diberikan ancaman seperti ini oleh profesor Ling sebelumnya, dan kini dia malah harus menerima hal seorang ini untuk pertama kalinya.
"Ling, aku tahu aku salah, dan aku minta maaf padamu, tolong jangan keluarkan aku dari labolatorium mu, aku juga ingin lulus dari sini aku ingin menjadi seperti dirimu agar aku pantas untuk bersanding di sampingku, bukankah kau bilang kau ingin bersama wanita yang pantas untukmu? Aku mohon tolong jangan keluarkan aku dengan cara seperti ini." Ucap senior Sisi yang langsung meminta maaf dan berlaku begitu lemah serta menyedihkan.
Sayangnya profesor Ling memang manusia dengan hati yang sekeras batu, dia sama sekali tidak merasa iba apalagi kasihan kepada senior Sisi, jadi dia hanya memberikan maaf kepadanya sebagai tanda dia menghormati senior Sisi karena sudah berteman sangat lama dengan dirinya.
"Sisi perlu kau tahu aku memberikan maaf padamu hanya kali ini saja, dan itu aku lakukan karena aku memandang mu sebagai temanku, jika hal seperti ini terjadi pada orang lain maka sudah sejak awal aku akan menendangnya keluar dari laboratorium ku, sebab aku membutuhkan rekan kerja yang jujur dan profesional, kepandaian yang kau miliki tidak ada harganya di mataku jika kau seperti ini." Balas profesor Ling lagi kepadanya.
"Sisi aku sudah pernah berkata padaku, aku tidak akan menikah ataupun memiliki pasangan, aku akan mengabdikan diriku pada sains dan penelitian. Kecuali jika aku bertemu dengan wanita yang pantas untukku, baru ada kemungkinan aku memiliki pasangan, tetapi sepertinya kau juga salah paham dengan maksud perkataanku ini. Sekarang aku akan menjelaskannya padamu." Ucap profesor Ling kepadanya dengan sangat serius dan sorot mata yang begitu tajam.
"Apa... Aku rasa aku tidak salah dalam memahami ucapanku itu." Balas senior Sisi sudah terlihat begitu penasaran.
"Yang aku maksudkan bukan tentang kesetaraan dalam kepandaiannya, bukan dari pendidikannya ataupun haru lebih daripada aku, tetapi tentang hatiku, perasaanku dan kenyamanan di dalam diriku, sampai saat ini aku belum merasakan perasaan cinta pada siapapun, jadi aku rasa aku hanya mencintai sains, sebaiknya kau jangan berpikir terlalu banyak padaku, kau pantas mendapatkan pria yang lebih baik dibandingkan diriku." Balas profesor Ling pada senior Sisi saat itu.
Mendengar ucapan dari profesor Ling, kini senior Sisi mulai tersadar bahwa pemahaman yang dia pikir selama ini benar-benar salah besar, dia sudah berusaha sangat keras dan terus belajar siang dan malam, dia ingin mencapai gelar master dan bisa bersanding dengan profesor Ling, serta bisa memiliki kedudukan yang sama dengannya, hanya karena dia ingin menjadi kekasih profesor Ling.
Sejak awal senior Sisi tidak benar-benar menyukai penelitian dan semua hal yang bersangkutan dengannya, tetapi dia berusaha mencintai sains dan terus bekerja dengan baik sebab dia menyukai profesor Ling, dia ingin menjadi pantas untuk bersanding dengannya, namun ternyata semua itu sia-sia, walau kini senior Sisi benar-benar sudah menyukai sains berkat apa yang sudah dia lewati sampai sejauh ini, namun tujuan utamanya sudah rubuh, dia sudah kehilangan tujuan utamanya yang selalu menjadi penyemangat baginya.
Senior Sisi segera keluar dari ruangan profesor Ling dan dia kembali duduk di mejanya dengan wajah yang begitu sendu dan lesu dia menundukkan kepalanya dan terus saja menatap dengan tatapan kosong ke depan komputernya.
Aku yang melihat sosok senior Sisi seperti itu untuk pertama kalinya, tentu saja aku mencemaskan dia, walau pun sebelumnya aku sangat kesal dengan dia dan tidak menyukainya tetapi melihat keadaan senior Sisi saat ini, hatiku bisa langsung tergerak dan tidak tega melihat seperti itu seorang diri.
Aku pun memberanikan diri untuk mendekatinya dan mencoba bicara dengannya.
"Ekm.... senior Sisi apakah kamu baik-baik saja?" Tanyaku kepadanya sambil berdiri di samping dia dengan sedikit gugup saat itu.
Dia langsung mengangkat kepalanya menatap ke arahku dengan tatapan matanya yang sendu, aku tahu saat itu dia pasti akan menangis jadi dengan cepat aku menutupi wajahnya tersenyum dengan tubuhku lalu memberikannya tisyu, sebab aku mengerti wanita kuat seperti dia ini pasti tidak akan mau orang lain mengetahui kesedihannya dan tidak akan mau dia menangis di depan semua orang.
"Ini, kamu bisa menangis jika kamu ingin, aku akan menutupinya senior." Ucapku sambil memberikan tisyu kepadanya saat itu.
Senior Sisi langsung mengangkat kepalanya menatap ke arahku saat itu dan matanya sudah semakin berkaca-kaca, aku tahu dia akan menangis jadi aku tersenyum sambil sedikit menganggukkan kepala kepadanya memberikan dia ruang agar dia bisa menangis meski di hadapanku saat itu.
"Menangis saja, jika senior Sisi merasa itu bisa melepaskan kekesalan di dalam hatimu." Ucapku kepada dia sekali lagi.
Hingga senior Sisi benar-benar menundukkan kepalanya dan menangis di hadapanku saat itu juga.