Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Menghias Kamar



Hingga ke esokan paginya mereka menjadi semakin dekat sembari menunggu jadwal masuk sekolah yang akan di lakukan lusa, hari ini mereka berempat bersiap untuk menatap kamar mereka dan terus merapihkan semuanya agar lebih tertata rapih dan menjadi lebih baik, Yimin yang sangat menyukai game semua meja belajarnya penuh dengan tempelan stiker tokoh dalam game yang Zhan Tao sama sekali tidak mengerti, sedangkan Xiuying yang sangat gila belajar ranjangnya terlihat sangat rapih dan wangi begitu juga meja belajarnya yang tidak terdapat banyak barang hanya ada sebuah laptop dengan gelas teh saja diatasnya lalu tumbuhan buku yang begitu banyak dan semua itu adalah buku pelajaran yang dia baca setiap hari.


Rasanya hanya Zhan Tao dan Xinxin saja yang terlihat normal di dalam kamar itu, sehingga mereka berdua langsung saja saling tatap satu sama lain ketika melihat kedua sahabat sekamarnya yang nampak begitu sibuk menatap bagian mereka masing-masing dengan hal-hal yang mereka sukai sedangkan Xinxin dan Zhan Tao mereka berdua terlihat tidak tahu sama sekali apa yang sebenarnya mereka sukai.


"Xinxin apa yang kau suka dan apa yang mau kau gunakan untuk menghias kamar ini dan ranjangmu itu?" Tanya Zhan Tao dengan mata yang mulai mirip pelan ke arah Xinxin saat itu.


Xinxin sendiri yang sama sekali tidak tahu harus melakukan apa dia pun justru malah memilih untuk menempelkan foto pacarnya yang sudah dia cuci sebelumnya dengan ukuran kecil sekitar 2r untuk sebuah foto yang bisa di pakai tempelan dinding juga di lemarinya saat itu.


"Ahahah....karena aku tidak menyukai game dan tidak suka belajar, jadi aku akan menempelkan foto pacarku saja, karena aku menyukainya, Zhan ayo kau juga pasang stiker apapun yang kau mau" ucap Xinxin memberitahunya.


Aku benar-benar sangat kebingungan dan tidak tahu harus menempelkan apa, rasanya sama sekali tidak ada yang aku sukai di dunia ini, aku hanya melewati semuanya begitu saja sehingga aku kebingungan ketika ada orang yang menyuruhku menghias sesuatu dengan apa yang aku sukai.


Bahkan ketika Xinxin sudah menyuruhku saat itu aku hanya menempelkan stiker gambar bebek yang ada di dalam kotak perlengkapan sekolahku, itu juga stiker lama yang pernah aku beli sebelumnya, tidak tahu kenapa aku bisa menyukai bebek berwarna kuning ini.


"Aaahhh...Zhan Tao apa yang kau tempelkan itu, kau menyukai bebek ya ahaha...apa yang istimewa dari bebek-bebek kuning mengambang ini?" Ucap Xinxin malah meledeki aku ketika aku tengah menempelkan stiker bebek pada meja belajar dan laptop kesayanganku.


"Aishhh..kamu tidak tahu saja kalau ibuku bilang bebek ini adalah keberuntungan untukku, sudah jangan ganggu aku, bebek ini lebih bagus di bandingkan foto pacarmu itu, iya kan teman-teman" ucapku meminta pendapat dari yang lainnya karena aku tidak ingin terlihat mengatakan itu seorang diri saja.


"Dia benar foto pacarku lebih tampan dari pacarmu" balas Xiuying saat itu.


Aku, Xinxin dan Yimin langsung saja membelalakkan mata dengan sangat lebar ketika mendengar ucapan dari Xiuying yang gila belajar namun rupanya bisa memuji seorang pacar juga.


"Wahhh...Xiuying....cieee....kau ternyata cukup bucin juga ya dengan pacarmu" ucap Yimin mulai menggodanya saat itu.


Aku dan Xinxin dengan cepat menimpalinya karena kami melihat wajah Xiuying yang mulai memerah mungkin karena rasa malu yang tidak terhingga, bisa juga dia keceplosan saat itu ketika mengatakan pacarnya lebih tampan di bandingkan pacar Xinxin.


"Aaah....Xiuying kau sangat sesuatu, bagaimana bisa kau tetap belajar dengan baik dan memiliki seorang pasangan juga, kamu sangat luar biasa" ucapku memujinya dan menunjukkan kedua jempol tanganku padanya,


Setelah sudah beres melakukan segalanya kami mulai membagi tugas dimana Xinxin dan Yimin memutuskan untuk pergi membeli sarapan untuk kami semua sedangkan aku dan Xiuying akan pergi mencuci pakaian.


Aku pergi dengan kakak tertua kami Xiuying, karena di tempat kami ada tempat pencucian pakaian umum jadi kami harus berdiri menunggu cucian kami karena akan mengantri dengan banyak orang lainnya yang akan menggunakan mesin cuci tersebut.


Aku dan Xiuying terus berdiri dan mulai menunggu pakaian kami selesai di dalam mesin cuci, hingga tidak lama kemudian ketika pakaiannya sudah selesai dan sudah agak di keringkan juga, aku segera membantu Xiuying untuk memasukkan kembali semua pakaian kami ke dalam keranjang yang kami bawa sebelumnya.


Namun disaat aku tengah memasukkan semua pakaian aku melihat sebuah kaos berwarna putih yang tidak aku kenali, karena sebelumnya aku tidak merasa kami membawa kaos berwarna putih itu.


"Ehh... Xiuying apa ini milikmu, aku rasa kita tidak membawa kaos putih sebelumnya, semua pakaian kita berwarna bukan?" Ucapku bertanya kepada Xiuying saat itu.


"Mungkin tidak sengaja terselip bisa saja itu milik Yimin atau Xinxin, sudah ambil saja nanti kita tanyakan pada mereka" balas Xiuying padaku.


Aku pun mengangguk dan segera memasukkan kaos itu ke dalam keranjang juga, dan kami segera pergi dari sana secepatnya.


Kembali ke asrama dan melihat Yimin juga Xinxin yang tengah menyiapkan sarapan saat itu, ada banyak sekali makanan yang mereka beli saat itu dan ada kentang goreng kesukaanku juga disana, aku suka sekali kentang goreng dengan mayones, sehingga ketika melihatnya langsung saja aku mengambil kentang goreng itu dan dengan cepat menaruh keranjang pakaian ke samping secepatnya.


"Xiuying ayo kita makan dulu pakaiannya nanti saja kita urusa aku akan menjemput semuanya setelah kita makan" ucapku sambil menarik tangannya dengan cepat.


Kami segera berkumpul menggelar karpet milikku di bawah dan makan melingkar saling berhadapan saat itu.


"Wahhhh...Xinxin dari mana kalian bisa membeli makanan sebanyak ini, ada kentang goreng dan saus mayonaise juga ya? Ini adalah makanan kesukaanku bagaimana kalian mengetahuinya?" Ucapku bertanya pada mereka sambil mulai menikmati makanan dengan lahap sekali saat itu.


"Tentu saja aku tahu dari cerita di media sosialmu, bukankah kita sudah bertukar nomor sekarang aku tahu dari profil mu dan semua kentang goreng mayonnaise yang kamu posting dalam setiap unggahan di media sosialmu itu, semuanya gambar kentang goreng dan bebek juga mayonais, aishhh .. apa-apaan kau ini sangat aneh" balas Xinxin kepadaku.


Aku hanya menanggapinya dengan senyum kecil karena aku memang tidak pernah memperhatikan postinganku yang lalu, hanya saja sejak kepergian ibuku aku sudah tidak pernah membuat cerita apapun lagi dalam media sosialku, karena aku tidak pernah benar-benar bahagia semenjak itu.