
Tanpa Zhan Tao sadari bahwa hal itu membuat seorang Jingmi berpikir bahwa Zhan Tao semakin dekat dengannya dan dia pikir dia akan bisa mendapatkan hati Zhan Tao seiring dari berjalannya waktu sebab dia selalu ada di sampingnya dan selalu menemani Zhan Tao saat dia memerlukannya, memang selama ini hanya Jingmi yang selalu berada di samping Zhan Tao dan menemani dia juga selalu siap setiap saat, setiap kali Zhan Tao membutuhkan dirinya.
Sampai saat ini saja meski tangannya sudah terasa kram dan pegal sekali, tapi Jingmi tetap saja tidak tega dan dia tidak berani untuk membangunkan Zhan Tao yang terlihat tidak begitu lelap di sampingnya dan menyandarkan kepalanya terus ke bahu dia sampai hampir setengah jam lamanya saat itu.
Hingga ketika Jingmi tengah meregangkan tangannya dan berusaha untuk menggerakkan sedikit tangannya supaya dia bisa sedikit merasakan tangannya yang semakin kram justru itu rupanya membuat Zhan Tao terusik dan dia langsung bangkit kembali duduk dengan tegak merasakan lehernya yang juga cukup pegal saat itu.
Meski dia masih terlihat tetap menguap tapi Zhan Tao kaget saat melihat jam dinding yang ada di depan dinding kelas tersebut yang tidak sengaja dia lahat dan jarumnya sudah menunjukkan pada angka jam dua belas lebih dua puluh menit saat itu dimana waktunya datang ke laboratorium di mulai dari jam satu satu sing sehingga dia hanya memiliki beberapa menitan lagi untuk pergi ke sana sekaligus untuk makan siang karena dia terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk tidur.
Dan saat aku menyadarinya bahwa aku akan kesiangan langsung saja aku membentak Jingmi dan malah memarahinya juga saat itu.
"Hoaamm....hah? Astaga apa ini sungguh sudah hampir jam satu?" Tanyaku kepada Jingmi dengan terbelalak lebar saat itu.
Dan dia membawanya dengan anggukan kepala yang langsung saja membuat aku sangat frustasi sekali juga langsung terburu-buru untuk pergi ke laboratorium saat itu juga.
"Aishhh..kenapa kau tidak membangunkan ku lebih awal, kau kan tahu aku harus ke labolatorium, aahhh aku pasti akan terlambat, aku harus pergi." Ucapku kepadanya sambil segera saja berlari tunggang langgang secepatnya untuk pergi ke laboratorium saat itu juga.
Bahkan sakit terburu-burunya aku sampai tidak perduli dengan beberapa orang yang menyapaku saat itu, aku juga masih merasa perutku lapar tapi aku tahu aturan di dalam laboratorium bahwa aku tidak boleh membawa makanan ke dalam sana kecuali minuman saja dan itupun hanya boleh di makan saat berada di ruang istirahat saja, hanya ada cemilan saja di ruang istirahat dan aku tahu itu tidak akan bisa membuat perutku kenyang, aku benar-benar sudah sangat lapar di tambah masih harus berlari dengan kencang untuk sampai ke laboratorium.
Jadi energiku banyak sekali yang terkuras, aku bahkan sampai harus bersandar dengan lemas dan mengipasi wajahku dengan tangan saat di dalam lift saat itu, dan untungnya aku bertemu dengan senior Feng saat di dalam lift dan dia langsung membantu aku yang berjalan sempoyongan saat itu.
"Eeehhh..Zhan Tao ada apa denganmu apa kau sakit?" Tanya senior Feng padaku yang langsung saja dengan cepat aku menggelengkan kepala kepadanya.
"Tidak...aku hanya kelelahan karena harus berlari dari gedung satu untuk sampai ke sini tepat waktu ahhh..kepalaku sedikit pusing hah...hah...hah," ucapku kepadanya dengan jujur.
Hingga tidak lama pintu lift akhirnya terbuka dan senior Feng tetap memegangi kedua pundakku dan membantu aku berjalan dengan pelan sampai masuk ke dalam laboratorium dan membantuku duduk di depan mejaku saat itu, dia juga memberikan aku air untuk meredakan lelahku saat itu.
"Duduklah dengan tenang kau tenangkan dirimu dan coba normalkan caramu bernafas aku akan ambilkan air untukmu," ucap senior Feng padaku saat itu.
Aku hanya mengangguk pelan padanya karena benar-benar sudah kehilangan banyak energi di dalam diriku dan merasakan perutku sangat perih saat itu, aku lupa bahwa aku memiliki penyakit lambung yang cukup buruk, aku tidak bisa telat makan seperti saat ini, namun sekarang sudah benar-benar terlambat, aku juga tidak mungkin akan pergi ke luar jika sudah berada di laboratorium saat ini.
"Aishh...dimana obatnya ya aku harus meminum obat lambung itu jika tidak mungkin aku tidak bisa menahan sakitnya sekarang," gerutuku sambil sibuk mengacak tas milikku untuk mencari obat tersebut.
Namun sayangnya disaat aku tengah mencarinya ada profesor Ling yang menepuk pundakku dari samping saat itu dan dia menyuruhku untuk membantunya membersihkan ruangan dia saat itu, aku tidak bisa menolaknya karena saat aku ingin bicara dengannya dia malah melarangku untuk beralasan saat itu.
"Hei...sedang apa kau masih disini, ayo cepat bersihkan dulu ruanganku," ucap profesor Ling padaku saat itu.
"Profesor aku...," Ucapku baru saja hendak bicara dan ingin meminta izin untuk minum obat dahulu saat itu.
"Tidak.ada alasan cepat ikut aku!" Ucap profesor Ling dengan tegas sehingga mana berani aku menolak dia atau berbicara lagi padanya.
Aku pun segeralah saja mengangguk dan pergi mengikuti dia dari belakang meski saat itu kepalaku semakin sulit untuk di kendalikan dan lambungku benar-benar terasa semakin sakit sekali saat itu.
"Sssttt aaahhh..kenapa harus se perih ini sih, biasanya lambungku tidak sakit sampai seperti ini, aduhhh... bagaimana ini," batinku terus merasa kebingungan sendiri.
Aku tetap masih harus mengerjakan tugasku dan aku terus saja mengesampingkan rasa sakit yang aku rasakan saat itu hingga aku mulai mengambil meski pembersihnya dan mulai berniat untuk menyalakan mesin itu tetapi di saat aku berjongkok untuk menekan tombolnya di bawah aku merasakan sakitnya semakin parah dan pandanganku semakin memudar aku merasa linglung dan mulai kehilangan kesadaran dengan tiba-tiba saat itu.
"Brukkk," suaraku yang jatuh ambruk ke lantai begitu saja.
Profesor Ling membelalakkan matanya sangat lebar dia kaget melihat Zhan Tao yang tiba-tiba sudah tergeletak tak sadarkan diri di depan meja kerjanya saat itu.
Sedangkan disisi lain senior Feng baru saja kembali dan hendak memberikan minum itu pada Zhan Tao tapi dia tidak melihat keberadaan Zhan Tao di sekitar sana sehingga dia berteriak memanggilnya namun tidak ada sahutan juga saat itu jadi senior Feng memutuskan untuk menaruh air hangat untuk Zhan Tao di mejanya saja.
"Zhan Tao ini air un....eehh..kemana perginya anak itu, dia terlihat pucat sebelumnya apa dia sudah pulang lagi ya? Ahh tidak mungkin paling nanti dia kembali muncul lagi, aku taruh disini saja," ucap senior Feng saat itu.
Tidak lama saat senior Feng baru membalikkan badannya hendak kembali duduk di meja kerjanya dia justru mendengar teriakkan dari profesor Ling yang sangat kencang dan langsung keluar dari ruang kerjanya dengan menggendong Zhan Tao yang tidak sadarkan diri saat itu, lalu menyuruh senior Feng untuk membukakan pintu untuknya saat itu.
"Zhan Tao....Zhan Tao hei..bangun kenapa denganmu?" Ucap profesor Ling sebelumnya sambil menepuk pipi Zhan Tao beberapa kali namun dia tetap tidak sadarkan diri sehingga profesor Ling sangat mencemaskan dia saat itu.
"Feng ...Feng....bantu aku," teriak profesor Ling saat itu.
Senior Feng segera berlari menghampiri profesor Ling dan segera membuka pintu itu karena dia memegangi akses cadangan untuk pintu itu.
Sampai pintunya terbuka dan keluarlah profesor Ling yang menggendong Zhan Tao dengan gagah juga wajahnya yang dipenuhi kepanikan saat itu.
"Ya ampun profesor Ling apa yang terjadi dengannya, apa dia baik-baik saja?" Tanya senior Feng sangat kaget saat itu.
"Cepat bantu aku bukakan pintunya dan terus ikut denganku jangan sampai anak-anak lain melihatku menggendongnya," ucap profesor Ling kepada senior Feng saat itu.
Dengan cepat senior Feng langsung membuka pintu laboratorium saat itu namun sayangnya saat dia membuka pintu disana banyak sekali para anak-anak laboratorium yang hendak masuk ke dalam dan hal itu membuat profesor Ling merasa canggung sebab mereka semua yang terlihat terperangah kaget melihat sang profesor mereka yang terkenal sangat dingin juga begitu kaku justru malah tengah menggendong seorang wanita yang di rumorkan mengejar-ngejar dirinya selama ini.
"Selamat pagi profesor," ucap mereka semua sambil segera membungkuk saat itu.
Profesor Ling sudah tahu apa yang akan mereka pikirkan tentang dirinya dan dia tidak memperdulikan itu saat ini sehingga profesor Ling langsung saja melewati mereka dengan cepat bersama dengan senior Feng juga saat itu.
"Aish....Feng ayo pergi," ucap profesor Ling yang langsung di anggukkan oleh ya dengan cepat.
Senior Feng terus saja di jadikan orang untuk membantunya membukakan pintu lift sampai membukakan pintu mobilnya, namun disaat senior Feng hendak ikut masuk ke dalam mobil profesor Ling malah menghalanginya dengan cepat saat itu juga.
"Hei..mau kemana kau?" Ucap profesor Ling sambil menghalangi dia saat itu.
"Ehhh? Tentu saja aku akan ikut denganmu ke rumah sakit, buka kah Zhan Tao tidak sadarkan diri sekarang, aku juga sangat mencemaskannya," ujar senior Feng saat itu.
"Tidak usah aku bisa menanganinya sendiri kau cepat kembali dan lanjutkan pekerjaanmu." ucap profesor Ling saat itu.
"Tapi profesor dia kan," balas senior Feng yang masih saja berniat keras untuk ikut mengantarkan Zhan Tao ke rumah sakit, namun justru malah dia yang mendapatkan ancaman dan peringatan keras dari profesor Ling saat itu.
"Apa lagi? Tugas ilmiah mu masih sedikit ya, baiklah aku akan menambahkannya sekarang," ucap profesor Ling sengaja menakut nakuti senior Feng saat itu.
"Eehh...tidak tidak, bukan begitu, aishh..kenapa kamu sensitif sekali sih kita kan teman walaupun sekarang kau seorang profesor tapi ingatlah dulu kita teman sekamar tolong berbaik hatilah denganku, setidaknya jangan siksa aku dengan banyaknya karya ilmiah, oke aku akan pergi sekarang semoga kau berhasil." Ucap senior Feng sambil dengan cepat berbalik pergi secepatnya dari sana saat itu juga.
Setelah senior Feng pergi barulah profesor Ling segera membawa Zhan Tao ke rumah sakit dan dia bahkan menunggui Zhan Tao terus menerus hingga malam tiba dan Zhan Tao masih saja belum siuman juga saat itu.
Tetapi meski lelah dan berkali-kali menguap profesor Ling tidak menyerah dia masih menunggunya dan tetap duduk di depan Zhan Tao untuk terus menjaganya saat itu, hingga tidak lama kemudian akhirnya teman sekamar Zhan Tao muncul yang tidak lain adalah Xinxin kare saat itu kebetulan hanya Xinxin saja yang masih bisa di hubungi malam itu, sehingga setelah Xinxin muncul barulah profesor Ling pergi dari sana dan memberikan obat untuk Zhan Tao yang sudah dia tebus kan sebelumnya.
"Profesor Ling apa yang terjadi dengannya, apa dia baik-baik saja?" Tanya Xinxin saat pertama kali berhadapan dengan profesor Ling saat itu.
"Sepertinya dia hanya perlu di infus dan harus makan dengan teratur, beritahu dia agar tidak banyak berulah sampai lupa untuk mengisi perutnya, dia bisa mati jika terus menyepelekan lambungnya yang sudah bermasalah, dan ini berikan obat ini padanya aku harus pergi." Ucap profesor Ling sambil memberikan obat itu pada tangan Xinxin dengan keras, dia terlihat cukup kesal saat itu.
Xinxin hanya terperangah beberapa saat dan dia segera mendekati Zhan Tao dan terus menungguinya, tetapi sayangnya saat itu dia juga malah mendapatkan telpon dari ibunya yang mengatakan bahwa dia harus pulang sebentar ke rumahnya malam ini untuk merayakan ulang tahu ayahnya, bahkan ibunya tidak mengijinkan Xinxin untuk memberikan alasan kepadanya tentang dia yang masih harus menjaga Zhan Tao di rumah sakit saat itu, yang pada akhirnya Xinxin terpaksa harus memberitahu Jingmi mengenai Zhan Tao dan meminta dia untuk menunggui Zhan Tao disana saat itu.
Karena kak Xiuying dan Yimin tidak bisa di hubungi dan mereka tidak pulang ke asrama juga malam ini.
Untungnya Jingmi bisa datang dan dia sama sekali tidak keberatan untuk menunggui Zhan Tao saat itu, yang ada dia justru malah merasa senang karena bisa mengurusi Zhan Tao, dia terus saja menggantikan Xinxin untuk menunggui Zhan Tao semalaman di sama hingga ke esokan paginya sampai Zhan Tao terbangun.
"Aaa ..aaahhh..kenapa aku ada di rumah sakit?" Tanya Zhan Tao sambil mengerjakan matanya beberapa kali.
Dengan cepat Jingmi membantunya duduk dengan benar dan lebih nyaman sambil mengatakan kepada dia tentang lambungku yang membuat aku harus berakhir di rumah sakit seperti ini dan di infus semalaman lamanya.
"Itu karena lambungmu, kau ini bagaimana sih sudah tahu punya lambung kenapa kau tidak makan dengan benar? Apa kamu sudah bosan hidup ya?" Ucap Jingmi padaku saat itu, aku hanya bisa menanggapinya dengan senyuman kecil saja.
"Ehehe...tidak begitu, aku hanya tidak sengaja lupa makan saat kemarin karena harus terburu-buru pergi ke laboratorium, aku hanya benar-benar lupa, lain kali tidak akan melupakannya lagi kok, kenapa kau harus terlihat semarah itu denganku?" balasku merasa sedikit heran kepadanya.
"Tentu saja aku kan mencemaskanmu, aku temanku bagaimana mungkin aku tidak cemas padamu." balas Jingmi membuatku tersenyum lebar mendengarnya.