Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Dikeluarkan



Suasana semakin tegang dan aku semakin gugup sampai tidak lama setelah beberapa saat profesor Ling terus saja menatapku dan memperhatikan aku dengan lekat akhirnya dia angkat bicara dan mulai memutuskan untuk memberikan hukuman kepadaku.


"Baiklah, karena semua ini adalah kesalahanmu, kau yang akan mendapatkan hukumannya, dan apa kau tahu hukuman apa yang akan di dapatkan oleh seseorang yang sudah berani memalsukan kartu aksesnya?" Balas profesor Ling kepadaku dengan wajahnya yang sangat serius saat itu.


Aku menggelengkan kepala karena memang tidak tahu dengan hal tersebut, sampai profesor Ling malah menyuruh senior Sisi yang memberitahukannya kepadaku.


"Sisi tolong beritahu dia, apa hukuman yang pantas untuknya." Ucap profesor Ling semakin membuat aku sangat tegang dan cemas tidak karuan.


"Kau harus keluar dari laboratorium ini." Balas senior Sisi dengan menatap tajam ke arahku dan membuat aku langsung merasa semakin lemas.


Tidak aku sangka ternyata hukumannya memang sepadan ini, aku terperangah dan mematung, menelan salivaku dengan susah payah dan berusaha keras untuk menerima semua kenyataan pahit ini, seorang diri.


"Huuhh...baik, aku tidak masalah, jika memang itu adalah hukumannya, aku akan keluar dari laboratorium ini, sekali lagi aku minta maaf karena melakukan kesalahan yang fatal dan mungkin mengecewakan profesor Ling yang sudah membawa aku masuk ke laboratorium ini sebelumnya." Balasku sambil langsung membungkuk memberi hormat lalu segera keluar dari ruangan itu bersama dengan senior Sisi yang membantu aku membukakan pintunya.


Aku sebenarnya ingin menangis saat itu tapi harus menahannya dengan kuat, aku pergi ke meja ku dan mulai membereskan semua barang milikku, memasukkannya ke dalam box yang sebelumnya aku bawa untuk memindahkan beberapa barang dari asrama ke sini, namun sekarang justru harus aku bawa pulang lagi.


Senior Anming menatap heran padaku dan dia mulai mendekati aku sambil bertanya mengenai apa yang tengah aku lakukan, sedangkan senior Sisi sudah duduk kembali di kursinya saat itu dan dia sama sekali tidak memperdulikan aku, padahal aku seperti ini karena membelanya dan membantu dia agar tidak di keluarkan dari ini, namun malah akulah yang harus di keluarkan, padahal aku tidak melakukan kesalahan tersebut.


"Zhan Tao apa yang kamu lakukan, kenapa membereskan semua barangmu, kau mau pindah meja ya?" Tanya senior Anming kepadaku.


"Tidak, aku hanya sudah selesai." Balasku kepadanya sambil tersenyum kecil.


Dengan cepat senior Anming langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar dia langsung memegangi kedua pundakku dengan erat dan menyuruh aku untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi saat itu.


"Tunggu, Zhan Tao apa maksudmu kau telah selesai? Ayo jawab aku Zhan Tao!" Ucap dia terus mendesak aku dan begitu serius.


"Aku akan keluar dari laboratorium ini, mungkin tepatnya di keluarkan oleh profesor Ling." Balasku kepadanya dengan wajah menahan pilu.


Meski aku sangat sakit hati dan rasanya ingin menjerit dengan keras tetapi di hadapan para senior yang ada disana aku harus menahan emosi yang menggebu di dalam diriku, aku harus tetap terlihat tenang dan santai, seakan aku baik-baik saja, meski hatiku tengah hancur dan berantakan.


"Ahaha.. Zhan Tao kamu hanya bercanda bukan? Sudah jangan banyak bercanda katakan yang sebenarnya?" Tanya senior Anming yang masih saja tidak mempercayai jawaban dariku, padahal aku sudah mengatakan yang sebenarnya.


Karena begitu aku harus mengatakan semua yang terjadi dengan perlahan kepada dia agar bisa memahami semua yang aku utarakan lebih baik lagi.


"Senior Anming, tolong jangan begini, aku bisa semakin sedih jika kau begini, aku memang dikeluarkan oleh profesor Ling barusan, tetapi semua itu terjadi karena kesalahanku sendiri, jadi tolong jangan marah ya." Ucapku menjelaskan kepadanya.


Wajah senior Anming langsung menatap tanpa ekspresi kepadaku dia langsung terduduk dengan lemas dan aku tidak tahu harus berbuat apa lagi padanya, hanya bisa berdiri dengan menghadap ke arahnya dan sama-sama menundukkan kepala, aku mulai duduk dan menggeser kursiku untuk mendekati senior Anming.


"Senior Anming, ayolah, jangan seperti ini, meski aku sudah tidak ada di laboratorium, bukankah kita masih bisa bertemu, kau memiliki kontak teleponku, kita bisa janjian untuk bertemu dimana saja, aku pasti akan datang menemuimu." Ucapku sambil memegangi tangannya dan berusaha untuk membujuk dia saat itu.


"Tapi Zhan Tao, kesalahan apa yang bisa membuat Ling sampai mengeluarkan kamu dari laboratorium ini, secara mendadak begini?" Tanya senior Anming yang membuat aku langsung melirik ke arah senior Sisi.


"Nanti aku jelaskan padamu jika aku sudah benar-benar keluar dari sini." Balasku kepadanya.


Dia terlihat sangat tidak senang tapi aku tidak bisa terus membujuk dia, aku perlu segera membereskan semua barangku, dan aku juga sudah menghubungi Jingmi untuk membantu aku membawa barang-barang milikku agar aku bisa pergi sekaligus tanpa meninggalkan suatu apapun di laboratorium ini.


Hingga setengah aku selesai berkemas, aku mulai berpamitan dengan semua seniorku yang ada disana, sayangnya tidak ada senior Feng hari ini, sebab dia tengah pergi ke luar kota untuk meneliti penelitian terbarunya tersebut secara langsung.


"Zhan Tao apa kamu tidak bisa menunggu sampai Feng kembali dulu, agar bisa berpamitan juga dengannya." Ucap senior Anming kepadaku.


"Tidak bisa senior Anming, aku rasa ini memang sudah waktunya, aku dan kita semua juga tahu, bahwa nilai akademik yang aku miliki sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk masuk dan menjadi bagian di laboratorium ini, aku hanya memiliki akses kursus dari profesor Ling, jadi jika dia menyuruhku untuk keluar dari sini, maka aku harus segera pergi saat itu juga, tolong sampaikan salam ku pada senior Feng ya, aku sangat berterima kepadanya karena dia selalu membantu banyak hal padaku selama ini." Balasku kepada senior Anming.


"Zhan Tao kenapa kamu tiba-tiba keluar dari laboratorium itu, bukankah itu tempat yang sangat menyenangkan untukmu?" Tanya Jingmi padaku selama di perjalanan.


"Itukan dulu, sekarang tidak lagi, jadi aku mau keluar saja, aku mau fokus pada pelajaran, lagi pula nilai akademik ku masih banyak yang harus diperbaiki, bukankah lebih baik mengutamakan itu dahulu." Balasku kepadanya.


Aku tidak mau membuat Jingmi kesal atau pun cemas terhadapku jika aku mengatakan sebab aku keluar dari sana yang sebenarnya, aku pikir lebih baik aku memendamnya sendiri saja, dan membiarkan senior Sisi terus seperti itu, mungkin dengan hilangnya aku dia bisa menjadi senior Sisi yang luar biasa lagi seperti sebelumnya.


Dan tidak akan ada lagi masalah yang ditimbulkan olehku di laboratorium nantinya, tidak akan ada lagi orang yang kesiangan dan menjadi bahan candaan mereka, aku harus mulai melupakan semua tentang laboratorium dan memulai awal yang baru lagi.


...****************...


Hari demi hari mulai berjalan menjadi normal dan lebih baik, aku sudah tidak memikirkan mengenai laboratorium lagi walaupun saat pertama kali di keluarkan dari sana, aku menangis sepanjang malam sampai membuat ketiga teman sekamarku tidak bisa tidur dengan nyenyak sebab suara tangisanku yang begitu keras dan menggema di seisi ruangan sempit berukuran 4x4 meter tersebut.


Aku semakin semangat belajar dan sudah mulai masuk ke ujian akhir, semua orang di sibukkan untuk mempersiapkan diri bertarung dengan soal ujian, dimana semua itu akan menentukan apakah kita semua akan lulus atau tidak, dan selain mempersiapkan diri untuk ujian aku dan Xinxin juga sudah sibuk mencari lowongan kerja untuk magang.


Sebab kami tidak akan melanjutkan pendidikan ke S2 dan seterusnya, kami memilih untuk mengakhiri hidup dengan banyaknya tugas yang membuat kepala pusing, sementara kak Xiuying dan Yimin mereka memiliki tujuannya masing-masing, Yimin sudah menjadi salah satu gamer wanita yang keren dan ahli dia mempersiapkan diri untuk masuk salah satu perusahaan dan tim e-sport profesional, sedangkan kak Xiuying tentunya dia akan terus mengejar gelar doktor dan menggapai mimpinya menjadi seorang ahli bahasa profesor dan menjadi dosen nantinya.


Disisi lain profesor Ling sendiri sudah bisa menyelesaikan penelitian khusus dan terbesar yang penuh dia ciptakan, dimana dia sudah bisa membuat penerobosan baru menciptakan sebuah meski yang bisa memberikan bantuan medis luar biasa dalam proses terapi pada penderita stroke dan sejenisnya, dimana para lansia yang sudah tidak sanggup berjalan ataupun menggerakkan tubuhnya dapat kembali beraktivitas seperti biasa layaknya mereka tanpa penyakit stroke ataupun hal lainnya.


Dengan bantuan alat buatannya dan sudah di uji dengan penelitian terbaik, sampai akan resmi di luncurkan pada masyarakat umum dan sejumlah rumah sakit besar yang ada di kota, profesor Ling sudah mendapatkan banyak gelar dan kali ini dia mendapatkan tawaran yang sangat besar juga begitu menguntungkan bagi dirinya, dimana dia akan menjadi salah satu perwakilan dunia khususnya perwakilan dari negara kami untuk bergabung pada kumpulan ilmuan cerdas lainnya untuk menciptakan alat canggih yang bisa menyembuhkan salah satu penyakit langka yang sampai saat ini masih belum bisa ditemukan obatnya.


Tetapi untuk saat ini profesor Ling masih ingin fokus mengembangkan laboratorium yang telah dia bentuk sejak kecil seorang diri, termasuk masih menunggu profesor perilisan mesin hasil ciptaan dirinya dan semua anggota di laboratorium selama satu tahun lebih dia menggelutinya.


Berita tentang keberhasilan laboratorium profesor Ling terdengar dimana-mana, semua orang semakin menyanjungnya dan wajahnya terpampang besar di dinding kampus juga di bus antar kampus yang berlalu lalang di jalanan, tidak sedikit pula aku sering menemukan poster dirinya yang membuat aku harus kembali mengingat masa-masa dimana aku mengejarnya tanpa kenal ampun.


"Zhan Tao, hei...ayo cepat wawancara kerjanya akan segera di mulai, kenapa kau melamun saja?" Teriak Xinxin melambaikan tangan di depanku dan terus berteriak kepadaku.


Aku langsung tersadar dan langsung berlari cepat menghampirinya, sambil mempersiapkan diri untuk memulai wawancara kerja di salah satu perusahaan per Iklanan tidak jauh dari tempat universitas aku berada.


Aku sudah melamar pekerjaan kepada lebih dari 10 perusahaan yang ada di sekitar daerah ini bersama dengan Xinxin namun sayangnya aku menerima penolakkan dari lima perusahaan sekaligus dan empat diantaranya tidak memberikan kejelasan sama sekali, sehingga hanya tersisa satu perusahaan ini saja yang bisa aku dan Xinxin datangi untuk melakukan wawancara kerja.


Kami mempersiapkan hal terbaik yang bisa kami berikan untuk wawancara ini, dan aku sangat berharap bahwa aku bisa diterima bekerja disana apapun pekerjaannya aku pasti akan menerima semua itu dengan lapang dada, walaupun pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusan yang aku ambil.


Yang terpenting bagiku dan Xinxin adalah aku kami bisa mendapatkan pekerjaan yang nyata dan bisa menghasilkan uang agar tidak menjadi pengangguran ketika kami lulus nantinya.


Orang pertama yang melakukan wawancara adalah aku, jadi wajar saja saat itu aku sangat gugup karena ini adalah yang pertama kalinya, saat masuk ke dalam aku mulai di hadapan dengan tiga orang pria yang siap untuk mewawancarai aku, semua pertanyaan dapat aku jawab dengan penuh percaya diri, hingga giliranku sudah selesai dan kini tinggal menunggu giliran Xinxin yang di wawancarai di dalam sana.


Kami di minta untuk menunggu kabar hasil wawancara selama tiga hari kerja, jadi aku dan Xinxin segera kembali ke asrama secepatnya.


Saat hendak naik bus tidak sengaja aku berpapasan dengan senior Feng yang sudah lama sekali kami tidak bertemu semenjak aku keluar dari laboratorium profesor Ling.


Dia yang menyapa aku lebih dulu, karena dia yang pertama kali melihatku saat itu.


"Zhan Tao? Apa ini sungguh kau?" Ucapnya menyapaku, dan membuat aku langsung berbalik menoleh ke arahnya.


Aku sangat senang bisa bertemu dengan senior Feng, setelah sekian lama kita tidak pernah bertemu lagi, dan saat kita bertemu, tidak ada kecanggungan sama sekali diantara aku dan dia saat itu, dia memang senior yang paling ramah dan selalu merangkul semua orang saat di laboratorium bahkan sampai sekarang tidak melupakan aku sama sekali.


"Senior Feng? Aahh... Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini? Bagaimana kabarmu selama ini?" Tanyaku kepada dia langsung berbaur sangat dekat dan akrab.


Sedangkan Xinxin hanya bisa menatap dengan keheranan dan mengerutkan kedua alisnya dengan kuat, sebab dia sama sekali tidak mengenali senior Feng ini.