
Karena kami berada di halte bus samping jalan jadi senior Feng segera mengajak aku untuk pergi ke salah satu cafe yang ada di sekitar sana, agar kami bisa berbincang satu sama lain sambil melepas rindu yang sudah lama berlalu ini.
Kami duduk di satu meja yang sama dan aku kembali menanyakan mengenai kabar senior Feng juga senior Anming yang sudah lama tidak berhubungan denganku, terakhir kali dia menghubungi aku, itu juga saat beberapa Minggu aku keluar dari labolatorium, setelah itu aku kehilangan kontaknya dan sudah tidak bisa menghubungi dia lagi.
"Senior bagaimana kabar senior Anming, apa kalian masih bersama, dan apa laboratorium masih beroperasi?" Tanyaku kepadanya dengan wajah yang sangat penasaran sekali saat itu.
"Kamu tidak perlu cemas, aku dan Anming baik-baik saja, hanya saja dia mungkin tengah sangat sibuk belakangan ini, sebab harus mempersiapkan diri untuk pergi ke luar negeri melanjutkan study nya mengejar gelar profesor, kamu tahu kan dia sangat ambisius, ingin menjadi seperti Ling, jadi begitulah dia, dan laboratorium juga masih sama seperti sebelumnya, kamu bisa lihat disana, itu adalah projects yang sebelumnya kita jalankan, sayangnya kamu tidak ada disana saat semuanya sudah selesai." Balas dia kepadaku dengan wajahnya yang mulai tertunduk lesu.
Aku pun segera menghiburnya dan langsung menghembuskan nafas dengan panjang.
"Tidak apa senior Feng, bisa mendengar kabar ini saja aku sudah sangat senang, yang terpenting, laboratorium tetap jaya, iya kan?" Balasku kepadanya.
"Iya itu benar, kamu memang orang baik, tapi aku masih penasaran kenapa kamu sampai di keluarkan oleh profesor Ling saat itu, dan kenapa kau harus pergi saat itu juga, bahkan kamu tidak menunggu sampai aku kembali ke laboratorium dan tidak berpamitan kepadaku sama sekali." Tanya dia kepadaku.
Aku lama terdiam dan saling tatap dengan Xinxin, dia sudah berkenalan dengan senior Feng sebelumnya, dan aku merasa bingung, tidak mungkin aku menjelaskan hal yang sebenarnya, karena aku tidak ingin membuka luka lama yang hampir sembuh dalam diriku. Sayangnya Xinxin memang memiliki mulut yang lemes sekali, dia malah menjawabnya lebih dulu dan mengatakan semua kebenarannya tanpa membiarkan aku untuk bisa menghentikan dia saat itu.
"Hei..asal kau tahu ya, aku tidak perduli meski kau adalah senior Zhan Tao dahulu, tapi asal kau tahu dia di keluarkan karena melindungi senior bernama Sisi, dia sebenarnya tidak bersalah dan kartu akses itu bukan di rubah oleh Zhan Tao, orang yang menghilangkan kartu aksesnya adalah senior tidak tahu diri itu, yang sekarang sudah bisa berdiri di samping profesor Ling tanpa rasa bersalah sedikitpun!" Balas Xinxin dengan wajah yang kesal dan dia terlihat begitu gemas untuk menjawab senior Feng saat itu, aku terbelalak dengan lebar dan langsung saja menatap tajam kepada Xinxin sambil menginjak kakinya berniat memberikan isyarat kepada dia agar dia bisa diam dan tidak lagi ikut campur dengan masalahku di masa lalu sebelumnya.
"Aw...Zhan Tao apa yang kau lakukan, aduh sakit tahu kenapa kau menginjak kakiku?" Tanya dia meringis kesakitan.
Sekarang giliran senior Feng yang memberikan tatapan begitu serius kepadaku, dan dia menuntut aku untuk menjelaskan semuanya kepada dia saat itu juga, padahal sudah sejak lama aku menyembunyikan semua kebenaran itu karena aku tidak mau senior Sisi menjadi korban atau di keluarkan oleh profesor Ling, aku tidak ingin dia semakin membenci aku nantinya.
"Zhan Tao, tolong jelaskan kepadaku, apa yang dikatakan oleh temanmu itu benar?" Tanya dia kepadaku lagi dengan wajah yang semakin serius.
Aku sangat gugup dan bingung mencari alasan saat itu.
Untung saja aku berhasil membekap mulutnya tepat waktu sebelum dia kan membongkar semua hal yang terjadi malam itu.
"Xinxin diam, biar aku yang menjelaskannya sendiri!" Ucapku memberikan peringatan kepadanya.
Dia pun mengangguk dan baru aku bisa melepaskan bekapan mulutnya, aku menarik nafas dengan dalam dan membuangnya perlahan, barulah saat itu aku mulai menjelaskan semuanya dengan jujur sebab masih ada Xinxin yang menatap tajam ke arahku seakan dia tengah memperhatikan aku dengan kedua tangan yang dia lipat di depan dadanya saat itu.
"Kenapa menatapku begitu, ayo katakan yang sebenarnya, kau tidak bisa terus bersembunyi seperti ini Zhan Tao, aku tidak terima kau dianggap salah sekian lamanya sedangkan wanita itu malah berjaya seperti sekarang." Balas Xinxin membuat aku tidak memiliki pilihan lain lagi, ditambah senior Feng sudah mengangkat kedua alisnya kepadaku, menandakan bahwa dia sudah menunggu aku untuk segera mengatakannya.
"Baiklah aku akan memberitahumu senior Feng, tapi aku mohon tolong jangan beritahu siapapun mengenai semua ini, aku mempercayaimu untuk menjaga rahasia ini, aku mohon jangan kecewakan kepercayaan aku ini." Ucapku terlebih dahulu kepadanya.
Setelah dia mengangguk dan aku rasa dia adalah orang yang tepat dan bisa aku percayai, aku pun mulai mengatakan semua kebenarannya, mulai dari senior Sisi yang awalnya kehilangan kartu akses miliknya dan aku yang berniat menolong dia agar dia tidak mendapatkan hukuman di keluarkan dari laboratorium ini, aku pikir itu adalah jalan yang tepat jadi aku melakukannya, hingga senior Sisi ternyata benar-benar merubah nama kartu tersebut, sampai pada akhirnya di ketahui oleh profesor Ling dan aku malah melindungi dia lagi, dan mengakui bahwa aku yang telah melakukan kecurangan dengan mengganti nama dalam kartu akses tersebut, padahal jangankan untuk merubahnya, mengaturnya saja aku sama sekali tidak tahu saat itu, karena aku masih anak magang dalam laboratorium tersebut.
Sampai pada akhirnya aku pun di keluarkan dan senior Sisi selamat dari hukuman, dia bisa melanjutkan semua penelitiannya dan bisa terus membantu profesor Ling sampai dia bisa berhasil hingga seperti sekarang ini.
Senior Feng terlihat menahan amarah di dalam hatinya yang sangat menggebu saat itu, dia tentu sangat tidak terima dengan semua cerita yang sudah aku katakan kepadanya.
"Zhan Tao kenapa kau melakukan semua itu, kenapa kau harus membela orang sepertinya?" Ucap senior Feng kepadaku dengan matanya yang terbelalak sangat lebar.
"Aku hanya tidak ingin membalas keburukan dengan hal yang buruk juga, aku pikir jika aku terus berbuat baik kepadanya, mungkin saja dia akan menyukai aku suatu saat nanti, walau pada akhirnya seperti ini aku sama sekali tidak menyesal karena sudah berbuat baik kepadanya, sebab dengan begitu dia bisa membantu profesor Ling menyelesaikan projects nya, sekarang semua orang banyak yang terbantu dengan semua itu." Balasku kepadanya.
"Tapi itu sangat tidak adil untukmu Zhan Tao." Balas senior Feng lagi kepadaku.
Aku mengangguk tapi aku masih merasa baik-baik saja, hanya bisa tersenyum menanggapinya dan masih terus berusaha untuk melupakan semua kenangan menyedihkan sekaligus ada juga kenangan menyenangkan dalam laboratorium tersebut, terlebih sampai sekarang aku masih bisa mengingat semua hal indah mengenai profesor Ling.