Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Membujuk Senior Sisi



"Aahh...iya, dari mana kamu tahu aku akan keluar jam segini?" Tanyaku kepada Jingmi sambil segera berjalan beriringan dengannya.


Dia juga terus mengobrol dan menjawab pertanyaan dariku, kami terlihat sangat dekat, profesor Ling yang melihat Zhan Tao sedekat itu dengan Jingmi dia merasa sangat kesal dan terus menatap tajam pundak Zhan Tao hingga kedua orang itu pergi tidak nampak di matanya lagi, dan dia terus menggerutu seorang diri tanpa henti hingga menendang ban mobilnya sendiri dengan keras, tepat saat dia berada di samping mobilnya kala itu.


"Aishh...sialan, siapa sih pria itu, kenapa mereka terlihat selalu bersama, terakhir kali pria itu juga yang dibawa pergi ke taman bermain dan mereka begitu dekat." Gerutu profesor Ling dipenuhi emosi.


Disisi lain justru ada senior Sisi yang menyaksikan tingkah profesor Ling tersebut di depan gedung tengah menunggu hujan reda, sebab dia juga tidak membawa payung untuk pulang malam itu, dia bisa melihat dengan jelas bagaimana profesor Ling terlihat tertarik kepada Zhan Tao, walau dia sendiri merasa sangat sakit dan kesal, sebab cintanya tidak pernah di terima ataupun mendapatkan sedikit kesempatan dari profesor Ling selama ini, namun kini kemunculan Zhan Tao seakan begitu mudah mengambil hati profesor Ling, melangkahi semua usaha yang pernah dia lakukan dimasa lalu sebelumnya.


Hingga sekarang justru malah dirinya yang harus rela melepaskan profesor Ling dan berusaha fokus pada sains, dia pikir dia tidak akan keberadaan dan tidak akan menjadi terlalu sedih dikala profesor Ling berkali-kali menolak dirinya, karena senior Sisi mengerti bahwa profesor Ling menolak dirinya sebab alasan sains dan penelitian yang dia lakukan selama ini.


"Dulu saja, dia menolakku karena sains, apa sekarang dia sudah berubah pikiran dan sudah mengganti rencananya untuk mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan, karena bocah itu?" Gerutu senior Sisi dengan wajah yang menatap tajam penuh dengan kekesalan dan kebencian yang membara di dalam dirinya.


Namun selang beberapa saat, dia mulai mengangkat tangannya dan melihat sebuah kartu akses yang tipis di telapak tangannya tersebut, kini sudah bertuliskan namanya yang sudah dia ganti sebelumnya, hanya saja dia tahu kebenaran nya bahwa kartu itu bukanlah milik dia, melainkan milik Zhan Tao yang dengan baik hati di berikan kepada dirinya tanpa sebuah alasan ataupun meminta imbalan apapun darinya.


"Huuhh...kenapa bocah itu masih mau bersikap baik padaku, padahal aku selalu bersikap buruk dan membencinya, apa dia wanita gila ataukah memang bodoh? Tidak pernah aku menemukan seseorang sepertinya." Tambah senior Sisi yang meneruskan gerutuannya tersebut.


Dia segera memasukkan kartu akses tersebut ke dalam tas nya dan tidak lama saat hujan sudah mulai mereda, dia pun segera mengangkat tasnya ke atas kepala untuk melindungi kepalanya dari hujan, dia berlari dengan cepat menuju asrama putri yang jaraknya cukup jauh dari gedung tersebut, tapi kebetulan ada senior Anming yang juga baru pulang, dia pun mengajak senior Sisi yang tengah berlari di tengah hujan kecil saat itu, sebab senior Anming mengetahui bahwa hujan akan semakin deras di malam ini, perkiraan cuaca tidak pernah salah, itu yang dia ketahui.


"Sisi ayo ikut denganku, kenapa kau diam disini, hujan akan semakin besar kau tidak bisa berteduh disini terus." Ucap senior Anming kepadanya.


Senior Sisi yang memang dasarnya memiliki sikap cuek dan sinis dia sama sekali tidak memperdulikan ajakan dari senior Anming, terlebih dia tahu bahwa senior Anming sangat dekat dengan Zhan Tao, hal itu menjadi salah satu sebab, dia enggan untuk menerima tawaran tersebut, sekalipun dia hampir kebasahan karena hujan yang semakin deras sedikit demi sedikit saat itu.


"Pergi kau, aku tidak butuh bantuan dari orang sepertimu!" Balas senior Sisi kepada senior Anming saat itu.


"Ayolah Sisi, apa kau masih membenciku karena aku dekat dengan Zhan Tao? Dia itu hanyalah junior kita, sudah sepantasnya kita merangkul dia dan membantunya dalam segala hal, bukannya malah membenci dia tapa alasan, sekalipun itu karena dia menyukai Ling, lagian Ling juga belum tentu menyukai Zhan Tao balik, kau harus profesional dia gadis yang baik." Balas senior Anming berusaha untuk menjelaskan kepada senior Sisi dan memberikan pengertian dengan cara yang lembut.


Sampai akhirnya senior mulai berpikir dengan ucapan yang dikatakan oleh senior Anming saat itu, hingga ketika senior Anming mengajaknya kembali, dia pun segera saja menerimanya dan pulang diajak bersama dengan senior Anming.


"Bagaimana, apa sekarang kau sudah mau pulang denganku? Ayolah Sisi hujannya akan semakin deras ayo ikut ke payungku, mobilku di parkirkan disana." Ucap senior Anming sambil menatap dan menaikkan kedua alisnya ke arah senior Sisi.


Senior Sisi terus saja terdiam dan menatap sedikit sinis seperti itu, sampai senior Anming hampir saja menyerah saat itu dan memilih untuk mundur saja dan berhenti untuk mengajaknya lagi.


"Hmm..ya sudah kalau kau masih tetap keras kepala, semuanya terserah padamu saja, aku pergi." Ucap senior Anming saat itu.


Sebelum senior Anming benar-benar pergi dari sana senior Sisi langsung saja berlari dan memegangi payung yang di dipakai oleh senior Anming saat itu.


"Tunggu, aku mau ikut." Balas senior Sisi yang membuat senior Anming tersebut kecil menanggapi ucapannya.


Walaupun saat sudah di dalam mobil senior Sisi terus saja bicara sendiri, karena diamasoh belum mau mengakui bahwa dirinya sudah memaafkan senior Anming saat itu, tetapi senior Anming sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut sedikit pun dia terus saja mengangguk dan meng iya kan semua yang dikatakan oleh senior Sisi.


"Hei, Anming kau jangan salah paham dulu, aku menerima tawaran darimu karena aku tidak bisa kehujanan, bukan berarti aku setuju dengan ucapanmu ataupun memaafkan kau yang malah membela gadis itu dibandingkan aku." Ucap senior Sisi dengan wajahnya yang sinis.


Dan beberapa kali terus menatap dengan ujung matanya kepada senior Anming, dia terus saja mengatakan hal yang lainnya lebih banyak lagi, sampai senior Anming saja hanya bisa tersenyum untuk menanggapinya.


"Dan satu lagi, kau tidak boleh mengatakan semua ini kepada Feng atau anak-anak lainnya, kalau aku ikut dengan mobilmu!" Tambah senior Sisi lagi.


"Iya iya..apapun itu aku bukanlah orang yang seperti kamu bayangkan Sisi, aku tahu kau sangat menyukai Ling apa aku pernah memberitahu orang lain tentang hal itu? Tidak bukan, mereka sendiri yang tahu dengan sendirinya, tapi kau tidak perlu cemas denganku, aku tidak suka ikut campur urusan orang lain, satu lagi jika kau tidak senang pada Zhan Tao, aku harap kamu jangan melampiaskannya kepadaku, ataupun kepada Feng, kami tidak mungkin menjauhi Zhan Tao hanya untuk terus bersamamu, karena kalian berdua sama-sama rekan yang penting di laboratorium." Balas senior Anming sambil tersenyum kecil kepadanya.


Jawaban dari senior Anming bisa langsung membungkam mulut senior Sisi dengan cepat, dia tidak lagi bicara atau pun mengoceh mengenai banyak hal seperti sebelumnya, jadi dia pun memilih diam saja hingga sampai di depan asrama putri mahasiswa S3 kala itu, untuk pertama kalinya seorang senior Sisi mengucapkan terimakasih kepada senior Anming, karena selama ini meski mereka berteman cukup dekat sebelum Zhan Tao hadir, tetapi senior Sisi ini memang tidak pernah meminta bantuan atau menerima pertolongan dari siapapun sehingga dia tidak pernah mengucapkan terimakasih kepada rekannya yang lain, dan kali ini adalah sebuah keajaiban sekaligus keberuntungan bagi seorang senior Anming, sebab dia merasa hanya dia satu-satunya orang yang berhasil membuat senior Sisi mengucapkan terimakasih kepadanya.


"Terimakasih Anming," ucapnya begitu saja membuat senior Anming membelalak mata saing tidak percayanya mendengar ucapan seperti itu keluar dari mulut senior Sisi.


"Eehh..kau sungguh berterima kasih dengan tulus barusan? Ahaha..boleh aku merekamnya, ayo ulangi lagi, ini sesuatu yang sangat langka dan harus aku abadikan." Ucapnya sambil mengangkat ponsel saat itu.


Dan dia segera menutup kembali pintu mobil senior Anming, senior Anming memang hanya bercanda mengatakan hal itu, tapi dia tidak menduga candaannya yang terkenal garing justru malah berhasil membuat senior Sisi tersenyum lebar walau pun dia hanya bisa melihatnya sesaat saja.


"Kalau tersenyum begitu, ternyata dia cantik juga, kenapa aku Barus menyadari hal itu ya?" Gerutu senior Anming sambil segera memutar mobilnya dan meninggalkan tempat itu dengan cepat.


Karena senior Anming tinggal di wilayah itu, jadi dia jarang berada di asrama pria sebab lebih sering lembur dan memilih pulang ke rumah sebab sering kali asrama tutup di jam tertentu dan dia juga sudah mendapatkan surat ijin untuk membawa kendaraan ke kampus sebab dia tidak tinggal di asrama, hanya sesekali saja tinggal disana bersama senior Feng, sama seperti kali ini dia pulang menuju kediamannya sendiri dan saat di perjalanan pulang berpapasan dengan profesor Ling di lampu merah, tapi dia tidak sempat menyapanya karena profesor Ling lebih cepat melajukan kembali mobilnya saat itu, sehingga senior Anming hanya bisa menatap kepergiannya saja.


Sedangkan disisi lain aku dan Jingmi baru saja sampai di asrama putri, aku segera naik ke lantai atas dan Jingmi baru pergi setelah aku benar-benar tidak terlihat olehnya, dia juga terus melambaikan tangan kepadaku, sedangkan saat aku sampai di asrama teman-temanku sudah menunggu aku dan mereka terlihat tengah menyiapkan banyak makanan diatas meja.


"Waahhh....tumben sekali kalian kumpul dan ada banyak makanan diatas meja, apa ada yang ulang tahun?" Tanyaku dengan keheranan saat itu.


Baru saja aku hendak duduk dan mengambil salah satu ayah yang terlihat begitu lezat dan menggugah selera, Yimin langsung menepuk tanganku dengan kuat dan dia memberikan tatapan tajam padaku.


"Plak!" Suara tepukan Yimin padaku.


"Aw....Yimin kenapa kau menepuk tanganku?" Tanyaku protes dengan wajah yang meringis kesakitan sambil memegangi tanganku saat itu.


"Siapa suruh kau main ambil saja makanan orang, ini adalah makanan pemberian dari pacar barunya Xinxin tapi dia malah memilih berteman saja dengannya," balas Yimin kepadaku.


Aku tidak mengerti dengan apa yang dia katakan jadi terus saja menatap ke arah Xinxin yang duduk di ranjangnya dengan melipat kedua tangan di depan dada dan memasang wajah yang sedih saat itu.


"Xinxin ada apa ini sebenarnya, apa yang dimaksud oleh Yimin?" Tanyaku kepada dia saat itu.


Aku sudah duduk di samping Xinxin dan menanyakan semuanya tapi dia malah langsung memeluk pinggangku dan menangis sangat kencang hingga membuat aku semakin kaget dengannya.


"Huaa ..Zhan Tao, aku tertipu lagi, aku sangat kesal hua...tidak ada yang menyayangiku, aku harus bagaimana Zhan Tao hiks hiks hiks.." ucapnya terus merengek seperti itu.


"Eehh? Ada apa denganmu, Yimin dia kenapa?" Tanyaku merasa semakin heran.


"Pria yang mendekati dia ternyata hanya menjadikan dia selingkuhan dan tidak mau berpacaran ataupun memilih hubungan dengannya yang jelas, dia malah memberikan hadiah perpisahan dengan semua makanan ini, pria itu benar-benar keterlaluan dia harus kita beri pelajaran!" Balas kak Xiuying dengan mengelapkan kedua lengannya dengan kuat.


Aku yang mendengar hal itu, juga ikut tersulit emosi, bagaimana mungkin ada seorang pria yang sangat brengsek seperti itu, dan berani mempermainkan sahabat terbaikku.


"Aishh...dasar kau ini, aku kan sudah bilang kau jangan terlalu percaya pada pria, mereka semua itu sangat brengsek, kau tenang saja Xinxin aku akan membantumu, besok kita akan buat perhitungan yang setimpal pada pria menyebalkan itu!" Ucapku sambil melepaskan pelukan Xinxin padaku dan memegangi kedua pundaknya dengan erat.


Tiba-tiba saja aku begitu bersemangat untuk membantu Xinxin membalaskan dendamnya kepada pria itu, entah karena aku benci dengan pria brengsek atau karena aku ingin melampiaskan emosi dalam diriku juga.


"Zhan Tao kenapa kau terlihat bersemangat sekali untuk membantunya?" Tanya Yimin kepadaku.


"Ya tentu saja, dia ini kan sahabatku, teman sekamarku, dan teman seperjuangan ku, mana mungkin aku tidak akan ikut kesal ketika dia diperlakukan semena-mena seperti in,i memang pada dasarnya semua pria itu brengsek, aku akan menghabisi semua pria brengsek di dunia ini!" Balasku penuh dengan emosi dan semangat yang membara.


"Ahahah...Zhan Tao, kalau semua pria brengsek bagaimana dengan profesor Ling kesayanganmu itu, dan juga dengan Jingmi teman terbaikmu?" Balas Yimin lagi kepadaku.


Aku langsung gugup dan sama sekali tidak bisa menjawab ultimatum dari mereka yang terus memberikan tatapan tajam kepadaku ketika Yimin melontarkan pertanyaan berbalik seperti itu.


"Ehehe... mereka pengecualiannya begitu hehe." Balasku sambil cengengesan.


Yimin, kak Xiuying dan Xinxin pun hanya bisa menggelengkan kepada menanggapi ucapan dariku, di tambah Xinxin yang malah mencubit perutku saat itu, membuat aku meringis kesakitan dan segera menjauh darinya.


"Aishh...dasar kau ini, sebenarnya kau benar-benar membelaku atau tidak sih, sangat meragukan." balas Xinxin menatap sinis padaku.


"Aku mendukungmu kok, tapi mereka berdua itu kan berbeda, kedua tidak pernah memberikan harapan palsu pada seorang wanita, jadi tidak bisa disamakan dengan yang lain kan?" balasku masih membela Jingmi dan profesor Ling saat itu.