
Meski Yimin sudah terus mengelus punggungku dan mengatakan agar bersabar tetap saja aku tidak bisa, bagaimana aku bisa bersabar jika terus begini, tidak memiliki pacar itu cukup menyedihkan sekali, apalagi dijaman sekarang dimana semua orang sudah memiliki pasangan dan mereka sangat romantis aku sama sekali tidak bisa merasakan semua itu, aku juga ingin mencobanya aku ingin bisa memamerkan pacarku kepada teman-teman dan semua orang, di traktir makan oleh pacar dan jalan menggunakan mobil pacar, itu yang aku harapkan dan selalu ada dalam benakku selama ini.
Terlebih aku tidak memiliki keluarga yang bisa mendukung aku dan menyayangi seutuhnya, walau aku tahu bibi juga tidak jahat namun dia juga tidak seperhatian layaknya ibu kandung, dia tetap menjadi wanita yang sangat tegas da begitu ketat untukku, tetapi tidak dengan putranya.
Ya wajar saja mungkin aku di matanya hanya seorang anak sambung saja meski dia menyayangi ayahku dan tidak jahat denganku tetapi itu masih belum bisa menandakan apakah dia benar-benar menyayangi aku seperti dia menyayangi putranya atau tidak.
Selama ini dia hanya selalu memberikan aku uang yang begitu sedikit, bukan aku tidak bersyukur atas pemberiannya namun memang uang yang dia berikan selalu tidak cukup untuk biaya sekolahku, seperti saat ini jika aku tidak memiliki tabungan yang pernah ibu tinggalkan untukku, mungkin aku akan kesulitan dengan masalah keuangan namun berkat ibu yang sudah menyiapkan tabungan untukku tentu aku bisa bertahan selama ini meski ibu tiriku hanya memberikan aku uang jajan yang pas-pasan.
Aku juga tidak bisa menerima uang yang diberikan secara diam-diam oleh ayah, aku tau bagaimana sifat ibu tiriku dan aku tahu selalu ada mata-mata yang dia miliki aku hanya tidak ingin membuat mereka ribut dan bertengkar hanya karena aku, jadi tidak menerimanya adalah keputusan terbaik yang bisa aku lakukan, bagiku melihat ayah bahagia itu sudah sangat membuatku turut senang meskipun kebahagiaannya tidak melibatkan aku lagi.
Aku pulang ke asrama dengan Yimin kali ini sambil terus saja melihat formulir yang aku bawa dan terus aku bolak-balik kan sejak tadi, sampai Yimin menatap ke arahku dan dia menanyakan mengenai kertas formulir tersebut.
"Ehhh Zhan Tao aku lihat sedari tadi kamu terus saja memperhatikan kertas itu, memangnya itu apa sih?" Tanya Yimin padaku.
"Tidak tau ini hanya formulir yang diberikan oleh profesor Ling padaku dan dia meminta aku agar mengisinya lalu harus mengumpulkan pada dia besok, tidak tahu bagaimana cara mengisinya dan untuk apa?" Balasku kepadanya dengan wajah kebingungan.
"Hah? Coba sini aku lihat." Kata Yimin sambil segera mengambil kertas itu dari tanganku.
Dia mulai membacanya dan dia tiba-tiba saja membelalakkan mata dengan sangat lebar, sampai membuat aku sedikit cemas ketika mihat ekspresi yang dia berikan saat melihat kertas formulir tersebut.
"Ehh..Yimin kenapa wajahmu sampai seperti itu, memangnya itu kertas apa?" Tanyaku kepadanya semakin merasa penasaran.
"Zhan Tao aku rasa profesor Ling sedikit tertarik denganmu." Balas dia tiba-tiba saja membuat aku terperangah mendengarnya.
"Hah? Darimana kau bisa berpikir begitu? Kau tidak tahu berapa kali aku mendapatkan penolakkan dan diusir olehnya, aahh itu membuatku malu tapi tetap saja aku tidak bisa mendapatkan sekedar nomornya saja." Tanyaku dengan cepat kepadanya.
"Lihat....baca ini baik-baik. Ini adalah formulir labolatorium khusus yang dipimpin oleh profesor Ling, laboratorium penelitian utama dan yang paling bagus di kampus ini, banyak orang yang ingin bergabung dengan laboratorium profesor Ling, hanya saja mereykebanyakan tidak lolos seleksi sebab hanya anak-anak cerdas dan jenius saja yang bisa masuk kesana dan disana hanya ada mahasiswa S2 dan S3." Balas Yimin menjelaskan kepadaku.
Aku sangat kaget dan kembali menarik formulir di tangan Yimin saat itu, mulai membacanya sendiri dengan teliti dan hati-hati sampai aku benar-benar bisa memahaminya bahwa itu memang formulir keanggotaan labolatorium profesor Ling, tapi bodohnya aku sama sekali tidak menyadari hal itu sejak awal dan aku tidak pernah tahu bahwa ada hal semacam ini di kampus.
"Wahhh....jika disana adalah tempat orang-orang cerdas dan jenius, lalu kenapa dia mau aku pergi kesana, bahkan dia sudah memberikan kartu akses untukku? Bukankah ini aneh, aku tidak pintar untuk apa aku kesana?" Ucapku membalas pada Yimin dengan kedua alis yang aku kerutkan dengan kuat.
"Tidak tahu, mungkin saja dia benar-benar tertarik denganmu, kau harus mengambil kesempatan ini sangat jarang sekali ada orang yang bisa masuk ke sana, apalagi dengan bantuan profesor Ling secara langsung seperti ini, kau seperti di undang secara khusus olehnya ini adalah kesempatan emas untukmu Zhan Tao." Ucap Yimin yang terus saja tersenyum lebar dan dia sangat antusias dengan hal itu.
Setelah mendengar ucapan dari Yimin aku juga ikut merasa senang dan segera tersenyum lebar karena itu artinya aku bisa lebih banyak bertemu dengan profesi Ling disana dan aku juga tidak perlu memilih laboratorium lain lagi untuk mengisi ujian praktekku nantinya begitupun dengan ujian penelitian, aku bisa meneliti tentang laboratorium itu dan bisa membuat banyak praktek hebat disana. Itulah yang membuat aku sangat senang sekali.
"Aaaahaha...ini sangat bagus, aku tidak sabar untuk cepat-cepat pergi kesana, setiap hari bisa melihat wajah tampan profesor Ling, ini adalah berkah hahah," ujarku merasa sangat senang sambil terus tersenyum lebar dan memegangi kertas formulir tersebut.
Yimin juga segera menyuruh aku untuk mengisi formulir itu secepatnya dengan tulisan yang rapih dan bagus agar bisa dibaca oleh profesor Ling dengan mudah nantinya.
Aku sangat bersemangat mengisi formulir itu dibantu oleh Yimin karena Xiuying dan Xinxin sama sekali tidak berada di asrama kali ini.
Entahlah mereka tengah berada dimana kali ini, tapi yang pasti dengan bantuan Yimin aku sudah bisa menyelesaikan semua hal yang perlu diisi dari formulir pendaftaran tersebut sampai selesai dan aku bisa mulai beristirahat.
Aku juga mulai memilih pakaian yang cocok untuk aku gunakan besok ke laboratorium profesor Ling, sampai semua pakaian yang ada di dalam lemari aku keluarkan seluruhnya, dan aku coba satu persatu sambil melihat dirimu di cermin hingga sudah menemukan salah satu pakaian yang cocok dan segera menyiapkannya untuk besok.
Aku sudah sangat bersemangat sekali hingga keesokan paginya pergi kesana sesuai dengan waktu yang tertera di kertas formulir itu, aku mulai menghirup udara dengan perlahan dan mulai mengeluarkannya, aku segera menempelkan kartu aksesku, hingga pintu kaca itu terbuka dan aku bisa masuk ke dalam dengan segera.
Kulihat sekeliling ku penuh dengan meja dan komputer layaknya di sebuah perusahaan, ada juga yang tengah mengoperasikan sebuah mesin aneh, juga memakai alat aneh di kepala mereka yang tidak pernah aku temui sebelumnya, ada yang memakai jas putih dan membawa hewan di tanganku lalu pergi ke dalam ruangan lain disana.
Sampai aku benar-benar kagum melihat labolatorium profesor Ling ini yang sangat bagus dan tertata begitu rapih, bahkan dindingnya saja dihiasi dengan berbagai rumus fisika dan sebagainya.
"Waahh...ini luar biasa, pantas saja laboratorium ini menjadi labolatorium nomor satu, benar-benar keren sekali." Ucapku terus terperangah kagum melihatnya.
Hingga tidak lama ada seseorang pria yang menghampiriku dia masih memakai sebuah sarung tangan seperti robot yang menempel di tangannya saat itu dan menyapaku sekaligus bertanya padaku saat itu.
Aku segera menyapanya sambil menundukkan kepala dan langsung memperkenalkan diri dengan dia sambil tersenyum ramah agar bisa lebih dekat.
"Aahh..halo kak, aku Zhan Tao aku kemari untuk menemui profesor Ling dia yang meminta aku datang kemari dan meminta untuk mengumpulkan formulir ini." Balasku kepadanya sambil menunjukkan formulir yang sudah aku isi sebelumnya.
Pria itu langsung mengambil formulir dari tanganku dan dia juga menerima uluran tanganku hingga segera berkenalan padaku secara langsung saat itu, dia juga cukup ramah menyambutku saat itu.
"Ohh formulir ini ya, kau mau masuk ke laboratorium kami?" Balas pria itu padaku.
"Aku tidak tahu pasti tapi sebelumnya profesor Ling yang memberikan itu padaku dan meminta aku untuk mengisinya dan harus memberikan itu padanya sekarang, dia juga yang memberikan aku kartu akses untuk masuk kesini," balasku kepadanya lagi.
"Wahhh..kalau begitu berarti kau orang pilihan khusus profesor Ling, mari mari ikut denganku aku akan memperkenalkan mu dengan semua orang yang ada disini, sekaligus mengajakmu jalan-jalan untuk melihat semua ruangan yang ada di labolatorium ini, mari Zhan Tao." Ajak pria itu kepadaku.
Aku langsung mengangguk patuh dan pergi dengannya, aku senang karena di perlakukan dengan sangat ramah olehnya dan ada satu pria lain lagi yang datang menghampiriku dan menanyakan tentang aku sampai senior yang sebelumnya menjelaskan kembali tentang siapa aku saat itu.
Aku sudah merasa sangat senang bahkan kedua senior itu saja mengatakan hal yang sama dengan apa yang diucapkan oleh Yimin dan mereka mengira aku adalah orang spesial profesor Ling karena bisa mendapatkan undangan khusus seperti itu yang tidak pernah di berikan pada siapapun oleh profesor Ling sebelumnya.
Mereka berdua juga menanyakan kepadaku tentang bagaimana aku bisa mendapatkan undangan khusus seperti itu dari seorang profesor Ling yang terkenal di dingin dan kejam itu.
"Eehh..siapa ini?" Tanya satu pria lain yang baru masuk saat itu dan melihatku.
"Dia Zhan Tao dan Zhan Tao kenalkan dia ini senior Feng yang bertanggung jawab dengan sistem perdataan di labolatorium ini, dia yang paling diandalkan setelah aku oleh profesor Ling, oh iya kenalkan juga aku Anming kamu bisa memanggilku senior Anming," ucapnya memperkenalkan diri juga satu temannya kepadaku.
Aku segera membalas uluran tangan dari senior Feng dan memperkenalkan diriku lagi kepadanya sambil membungkuk memberi hormat karena aku tahu dia jauh lebih tua dibandingkan aku saat ini.
"Aahh..iya senang bertemu denganmu senior Feng." Balasku sambil tersenyum ramah dengannya dan dia juga mulai bertanya-tanya kepadaku.
"Tapi Zhan Tao apa yang bisa membuat kau bisa diberikan undangan seperti itu oleh profesor Ling, aku saja dulu harus mengikuti seleksi yang begitu sulit untuk bisa masuk ke laboratorium ini, tapi kau mudah sekali mendapatkannya." Ucap senior Feng yang langsung dianggukkan oleh senior Anming yang menatapku begitu penasaran kepadaku.
"AA..ahhh..itu aku, sebenarnya tidak ada yang aku lakukan, saat itu aku hanya meminta nomor ponselnya tapi dia bilang aku bisa mendapatkan nomor ponselnya jika aku datang kemari, jadi tentu saja aku datang, begitu." Balasku kepada mereka berdua.
"Woohhh.. jangan-jangan kalian?..." Ucap senior Feng kepadaku sambil terus saja menatap penuh dengan kecurigaan kepadaku.
Aku hanya bisa tersenyum kecil menanggapinya sampai tidak lama aku melihat profesor Ling baru saja tiba dan masuk ke dalam laboratorium tersebut.
"Ahh... Itu, profesor Ling sudah tiba, aku harus menemuinya dulu, permisi senior terimakasih sudah membantuku dan meyambut aku dengan baik." Ucapku kepada mereka sambil segera pergi dan menghampiri profesor Ling dengan cepat.
Professor Ling hanya menatap sekilas kepadaku disaat aku tadi tengah berbincang dengan dua senior di dalam sana, tapi disaat aku menghampirinya dia malah memalingkan pandangan pada sebuah lembaran dokumen yang dia bawa di tangannya saat itu, dia seperti terlihat sibuk bahkan saat aku menyapanya dia malah mengabaikan aku begitu saja dan membuat aku langsung berhenti sambil merasa sedikit heran dengan dia, yang malah mengabaikan aku seperti itu.
"Professor Ling selamat..." Ucapku menyapanya belum selesai.
Tapi dia malah berjalan melewati aku begitu saja, dia benar-benar tidak melirik ke arahku sedikitpun, bahkan dia juga sama sekali tidak menghentikan langkahnya, aku mengerutkan kedua alisku dan merasa heran karena dia mengabaikan aku seperti itu, padahal aku yakin sekali dia sempat melirik ke arahku dan pandangan kami saling bertemu saat itu namun saat sudah berhadapan dia malah mengabaikan aku seperti itu.
"Ehhh?... profesor Ling ada apa dengannya? Professor Ling....ini aku kenapa kamu mengabaikan aku?" Tanyaku sambil berjalan berusaha menyusulnya saat itu.
Tapi sayangnya langkah dia yang terlalu besar dibandingkan langkahku tentu aku tidak bisa untuk mengimbanginya.
Aku pun hanya diam, mematung berdiri di belakangnya saat itu dan membiarkan dia terus berjalan sendiri lebih dulu, sampai tidak lama akhirnya profesor Ling menyadari aku yang tidak mengikutinya lagi, barulah saat itu dia menghentikan langkahnya dan berbalik ke belakang menatap padaku, sambil menyuruhku untuk mengikutinya lagi.
"Hey...kenapa kau diam disana, ayo ikut masuk." Ucap profesor Ling yang akhirnya menanggapi keberadaanku saat ini.
Saat dia mengatakan itu tentu saja aku menjadi sangat senang, setidaknya keberadaan aku sudah diakui olehnya dan aku sudah tidak merasa diabaikan lagi, dengan cepat segera aku berlari kecil dan mengikuti dia sampai masuk ke ruangan khusus untuknya saat itu juga.
Orang-orang yang berada di laboratorium menatap dengan heran melihat seorang profesor Ling meminta seorang wanita untuk masuk ke dalam ruangan pribadi dia dengan cara seperti itu, karena ini adalah pertama kalinya terjadi sehingga mereka sedikit kaget melihatnya.