
Setidaknya saat ini aku bisa merasa sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya dan aku tidak mau melepaskan pelukanku pada profesor Ling saat itu, meskipun dia terus saja menyuruh aku untuk melepaskannya beberapa kali saat itu.
"Heh....apa yang kau lakukan, lepaskan aku kenapa kau memelukku seperti ini." Ucap profesor Ling padaku dengan nada yang cukup datar saat itu.
"Tidak...aku tidak mau, biarkan seperti ini dulu profesor Ling, aku sangat ketakutan sebelumnya." Ujarku kepada dia saat itu.
"Lepaskan Zhan Tao apa kau berani membantahku, hei cepat lepaskan!" ucap Profesor Ling sambil terus berusaha melepaskan ku.
Bukannya mempercayai ucapanku ataupun menenangkan aku, profesor Ling justru malah mengira aku tengah mengambil kesempatan dari dirinya, padahal saat itu aku sama sekali tidak terpikir ke arah sana, aku sungguh takut dan kaget karena ulah dia yang memegangi pundakku secara tiba-tiba saat itu.
"Apa kau pikir aku ini bodoh, cepat lepaskan Zhan Tao, aku tahu kau hanya mengambil kesempatan, cepat lepaskan atau aku tidak akan segan untuk mendorongku!" Ancam dia kepadaku.
Aku tidak mau di perlakukan kasar oleh orang yang aku sukai untuk ke sekian kalinya jadi walaupun aku masih merasa takut aku tetap harus melepaskan dia dari pelukanku saat itu, aku pun mulai melepaskannya dengan perlahan sampai profesor Ling langsung menghempaskan tanganku darinya dengan cepat.
"Aishh...lepaskan, Zhan Tao aku beritahu padamu, aku disini sebagai profesor Ling, orang yang mengajari bukan sebagai senior ataupun temanmu jadi tolong kau seharusnya menghormati aku, bukan bersikap seperti ini!" Ucap profesor Ling kepadaku.
Aku tahu dia memperingati aku tapi saat itu aku tidak bisa mendengar peringatan darinya dengan jelas karena aku sudah terlanjur ketakutan terlebih disana sudah tidak ada siapapun lagi, jadi ketika profesor Ling hendak pergi setelah memperingati aku, aku tidak bisa membiarkan dia pergi meninggalkan aku begitu saja.
Jadi dengan cepat aku berlari mengejar dia dan saat profesor Ling membuka pintu mobilnya dengan cepat aku menerobos masuk pada mobilnya dengan cepat
Sehingga saat profesor Ling masuk dia sangat kaget melihat aku yang sudah berada di dalam mobilnya.
"Astaga.....kenapa kau ada di mobilku?" Bentak profesor Ling dengan membelalakkan matanya padaku sangat besar.
"Profesor Ling tolong kasihanilah aku sekali ini saja, aku mohon tolong jangan tinggalkan aku sendiri disini, aku sebenarnya tidak bisa kembali ke asrama karena disana sudah di tutup gerbangnya terlalu tinggi aku sama sekali tidak bisa memanjatnya, dan aku tidak mungkin tidur di asrama pria dengan temanku, makanya aku kembali kemari dan ingin tidur di laboratorium, tapi setelah kejadian tadi aku semakin takut, aku tidak berani tidur disana, tolong ijinkan aku ikut denganmu saja ya, aku mohon profesor Ling." Ucapku memohon kepadanya sambil menangkupkan kedua tanganku padanya.
Aku sangat berharap dia mau mengijinkan aku untuk ikut dengannya, bahkan jika dia membiarkan aku tidur di mobilnya aku tidak masalah, yang terpenting dia bisa membawa aku pergi dari tempat yang menyeramkan ini, tinggal di kampus memang bukan solusi yang bagus bagi orang penakut seperti aku ini.
Profesor Ling terus saja menahan kekesalan di dalam dirinya, dia mengacak rambutnya dengan penuh emosi dan terlihat begitu frustasi dalam menghadapi Zhan Tao yang saat itu terus saja memaksa kepadanya agar dia bisa ikut dengannya.
Profesor Ling mulai menarik nafas yang panjang kemudian dia langsung saja membentak Zhan Tao dengan keras dan mengusirnya untuk segera keluar dari mobilnya tersebut.
"ZHAN TAO! keluar kau dari mobilku!" Bentak profesor Ling sangat kencang saat itu.
Bahkan teriakkannya membuat aku tersentak kaget ke belakang dan sangat takut melihat wajahnya yang menatap tajam kepadaku dengan mengeratkan giginya dengan kuat, aku tahu dia pasti akan sangat marah kepadaku saat itu.
Tapi aku sungguh tidak mau keluar dari mobilnya, di luar sudah terasa begitu menakutkan sekali, aku tidak akan bisa bergerak jika keluar dari mobilnya.
"Profesor Ling aku mohon aku tidak bisa keluar, aku sangat takut." Ucapku kepadanya.
"Keluar atau aku yang akan menyeretmu!" Ancam dia yang tetap saja mengusir aku.
Aku tidak memiliki pilihan lain meski sudah memasang wajah menyedihkan yang aku bisa tetap saja dia sama sekali tidak memiliki belas kasihan sedikit pun kepada aku, sehingga aku harus tetap keluar dari mobilnya meski aku sangat tidak ingin untuk pergi dari sana.
Aku membuka pintunya dengan pelan dan mulai menutup kembali pintunya dengan perlahan, rasanya bulu kudukku merinding sangat kuat dan aku hanya bisa memeluk diriku sendiri untuk memberanikan diri dan meyakinkan keberanian dalam diriku sendiri.
"Huuuhh....ini sangat menakutkan, apa profesor Ling benar-benar tega meninggalkan aku seorang diri di sini?" Gerutuku memikirkan.
Aku terus melihat mobil profesor Ling yang mulai berbalik dan hendak pergi dari sana, sampai mobilnya benar-benar melaju cepat meninggalkan kawasan universitas tersebut dan meninggalkan aku seorang diri di tempat yang menakutkan ini.
"Dia benar-benar tidak pernah ataupun merasa kasihan padaku sedikitpun...hiks...hiks..kenapa aku sangat menyedihkan begini," gerutuku sambil berjongkok dan terus menyembunyikan wajah dengan menunduk sedih seorang diri di tengah malam pada tempat yang sepi.
Aku benar-benar merasa aku sangat menyedihkan, tidak bisa kembali ke asrama, Jingmi sudah pergi dan aku tidak bisa menghubungi dia karena baterai ponselku habis, aku duduk di tempat ini sendiri dengan cahaya yang remang-remang dan tidak berani masuk ke laboratorium karena takut, serasa aku hanya hidup seorang diri di dunia ini dan selalu merasa orang-orang meninggalkanku padahal mungkin memang aku yang tidak di harapkan kedatangannya orang semua orang.
"Kenapa semua orang meninggalkan aku sih, aku sangat berharap professor Ling bisa kembali menemui aku lagi." gerutuku penuh harapan kepadanya saat itu.
Sebab hanya profesor Ling saja yang aku kenal dan kebetulan bertemu denganku saat ini, aku tidak tahu lagi harus meminta bantuan pada siapapun lagi.
Sedangkan disisi lain profesor Ling yang tengah mengemudikan mobilnya dia mulai terpikirkan mengenai Zhan Tao lagi, dia sebenarnya juga tidak tega karena sudah meninggalkan Zhan Tao seorang diri di depan gedung laboratorium miliknya, dia mulai merasa cemas dengannya dan mulai berpikir ke hal-hal lainnya yang mungkin saja akan terjadi kepada Zhan Tao disana ketika dia di tinggalkan seorang diri olehnya.
Bahkan profesor Ling menginjak pedal gasnya dengan sangat dalam, sebab dia terus mencemaskan Zhan Tao saat itu, meski dia tidak menyukai Zhan Tao tetapi entah kenapa dia tidak bisa meninggalkan Zhan Tao disana seorang diri, padahal sebelumnya dia juga tidak pernah merasa kasihan kepada wanita manapun meski dia jumpai di tempat seperti apapun, sebab itu sama sekali tidak ada urusannya dengan dia.
Namun pada Zhan Tao dia justru tidak bisa benar-benar mengabaikan hal itu sehingga saat dia kembali ke sana dan mobilnya menyoroti Zhan Tao yang tengah tertunduk di tempat yang sama saat dia meninggalkannya.
Profesor Ling segera turun dari mobil dan menemui Zhan Tao dengan cepat, dia mengulurkan tangannya menyuruh Zhan Tao untuk segera bangkit dari sana secepatnya.
"Ayo berdiri, kenapa kau malah menatapku seperti itu?" Ucap profesor Ling padaku.
Aku hanya bisa menanggapi ucapannya dengan senyuman lebar karena merasa sangat senang dengan kedatangan dirinya saat itu.
Aku menerima uluran tangannya dan segera menanyakan mengenai dia yang datang kembali menemui aku saat itu.
"Profesor Ling, kamu kembali kemari apa untuk membawaku pergi?" Tanyaku kepadanya dengan cepat.
"Iya. Tapi kau jangan salah paham dahulu, aku kemari karena aku merasa bertanggung jawab atas muridku, jika sampai terjadi sesuatu padamu aku tidak ingin terseret ke dalamnya, ayo masuk." Ucap profesor Ling dengan nada bicara yang ketua.
Walau begitu tetap saja aku merasa senang, karena setidaknya sekarang aku tahu bahwa profesor Ling tidak sekejam itu untuk meninggalkan wanita muda seperti aku di tempat seperti ini seorang diri.
"Aku tahu dia tidak akan tega padaku, hehe." Gerutuku pelan saat itu.
"Heh...kenapa masih berdiri disana, kau akan masuk atau mau aku tinggal lagi?" Teriak profesor Ling kepadaku saat itu.
Dengan cepat aku segera berlari kecil menghampiri dia dan segera masuk ke mobilnya dengan cepat, karena aku juga tidak mau membuat dia semakin kesal dan marah kepadaku, aku harus tetap menjaga perasaan dia dan membuat dia tidak marah lagi ataupun merasa kesal terhadapku.
Selama perjalanan tidak ada hal yang kami bicarakan, profesor Ling terus menyetir dengan fokus dan menatapku depan dengan lurus, sedangkan aku terus saja memandangi wajah tampan dan berkarisma milik profesor Ling, wajah itu juga yang sudah membuat aku jatuh hati kepadanya dan kepandaian dia juga karisma yang dia miliki yang membuat aku sangat mengagumi dirinya selama ini.
Dia benar-benar pria pujaan hati pertamaku dan orang yang membuat aku merasa jatuh cinta untuk pertama kalinya, walaupun untuk mendapatkan sosok dia sangat sulit tapi aku tidak akan menyerah sampai dia bisa menerima cintaku.
Aku yakin dengan ketulusan hatiku dan usaha yang aku lakukan untuk mendapatkan cintanya, dia pasti akan bisa merasakan ketulusanku suatu saat nanti, setidaknya aku ingin dia tidak membenci aku lagi, berteman dengannya juga tidak masalah bagiku, itu sudah lebih baik daripada di benci olehnya seperti saat ini.
Profesor Ling sendiri mulai merasa risih dan tidak nyaman dengan tatapan yang terus di berikan oleh Zhan Tao kepadanya saat itu, dia sangat kesal dan begitu jengkel karena Zhan Tao yang tidak berhenti memandangi dia dengan lekat, sampai ada di satu waktu profesor Ling tidak bisa menahan kesabaran di dalam dirinya lagi dan emosi dia sudah mulai memuncak sehingga dia langsung menoleh sebentar kepada Zhan Tao dan memperingati dia agar tidak terus memberikan tatapan seperti itu padanya.
"Heh....bisakah kau berhenti menatapku seperti itu? Kau sangat menggangguku, apa kau tahu, hah!" Bentak profesor Ling membuat aku kaget.
Aku juga segera memalingkan pandanganku ke depan secepatnya, karena aku takut dia akan menjadi semakin marah padaku dan bisa saja dia akan menurunkan aku lagi seperti sebelumnya, jadi aku hanya bisa menuruti dia dengan cepat saat itu.
Segera aku palingan pandanganku ke depan dan meminta maaf kepadanya sebaik yang aku bisa, agar dia tidak marah lagi kepadaku saat itu, karena akan sangat sulit membujuk orang seperti dia, ketika dia mulai merajuk dan marah lagi kepadaku, bisa dibawa olehnya seperti ini saja, sudah membuat aku senang dan merasa beruntung karena bisa duduk di mobilnya tepat di samping dia dan menjadi wanita pertama yang mau dibawa oleh profesor Ling saat itu.
"AA...aahh...maafkan aku, profesor Ling soalnya kau sangat tampan wanita mana yang tidak akan memandang mu saat bisa melihatnya sedekat ini, hehe." Balasku dengan jujur kepadanya.
"Diam kau, kau ini masih mahasiswa S1 tapi sudah seperti ini, bahkan nilaimu itu tidak bagus tapi kau masih saja mementingkan hal tidak penting seperti ini, kau harus giat belajar agar kau bisa jadi mahasiswa yang pintar, setidaknya agar otakmu itu bisa lebih cerah dan terbuka, bukannya ruwet dan kusut seperti ini!" Ucap dia menasehati aku.
Aku hanya mengangguk mengerti padanya sambil menaikkan kedua alisku dan melipat bibirku menanggapinya, sampai dia malah kembali menasehati aku lagi.
"Jangan hanya mengangguk saja, kau harus melakukannya, apa kau mengerti?" Tambah dia lagi padaku.
"Iya ....iya profesor Ling, kalau kamu yang memintanya aku pasti akan melakukannya dengan penuh kesungguhan, aku juga tidak ingin di buang dari laboratorium mu, aku ingin terus ada di sampingmu, sampai aku berhasil merebut hatimu," balasku kepadanya membuat profesor Ling menghembuskan nafas dengan kasar.
"Sudah diam kau. Dasar bocah meresahkan!" Balas dia yang hanya bisa aku tanggapi dengan tawa yang kecil saat itu.
Profesor Ling hanya bisa menggerutu kesal dengan pelan seorang diri, karena dia tidak tahu harus menghadapi Zhan Tao yang selalu bisa membalas ucapan darinya dengan semua perkataan yang menyebalkan baginya dan tidak bisa dia lawan saat itu.
"Aishh....kenapa juga aku harus merasa kasihan kepada wanita seperti dia, aku hanya akan membuat diriku repot karena keberadaannya." Gerutu profesor Ling saat itu.
Dia terus saja mengurut keningnya yang mulai terasa begitu pening, sebab kelakuan Zhan Tao yang selalu membuat dia emosi dan naik darah setiap saat.
Aku juga bukan tidak mendengarkan gerutuannya, hanya saja aku tidak mau membuat dia semakin kesulitan olehku, jadi aku hanya diam saja saat itu, hingga kami sampai di rumah profesor Ling yang ternyata cukup besar saat itu, dan rumahnya berada di tempat yang cukup jauh dari universitas, tidak tahu kenapa dia harus membeli rumah yang jaraknya lumayan jauh seperti itu dari tempat dia bekerja, dan sudah pasti itu akan merepotkan dirinya.