Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Sakit Hati



Akhirnya senior Anming pun segera saja tersenyum kepadaku sambil menggaruk belakang kepalanya pelan saat itu karena dia sudah sadar bahwa memang dialah yang sudah keliru sebelumnya.


Aku tidak bisa berhenti menggerutu terus saja aku merasa sangat kesal dan emosi hingga tidak lama aku tidak sengaja melirik ke arah samping dan melihat seorang gadis penjaga disana membawa sebuah pendorong disana, aku pikir pendorong itu bisa di gunakan untuk membawa alat ini setidaknya aku tidak perlu mengangkatnya dengan kedua tangan untuk sampai ke labolatorium nantinya.


"Aahh... senior Anming tunggu disini, aku tahu bagaimana caranya kita bisa membawa benda berat ini sampai ke labolatorium nantinya," ucap kepadanya dan segera pergi dengan cepat menghampiri gadis tersebut.


"Permisi kak, bisa aku pinjam trolinya, aku dari labolatorium profesor Ling nanti aku akan mengembalikannya kembali ke sini, dengan cepat, aku membutuhkannya untuk membawa alat setruman listri untuk praktek percobaan disana," ucapku menjelaskan kepadanya saat itu.


Untungnya kakak cantik itu baik, dia mau memberikannya dengan begitu mudah kepadaku, padahal dia tidak mengenali aku sama sekali sebelumnya dan kita baru saja bertemu saat itu.


"Oh..begitu ya, silahkan saja, kamu juga bisa menggunakannya dengan santai aku sudah selesai menggunakannya," ujar kakak itu padaku.


Aku benar-benar sangat berterima kepadanya karena dia benar-benar sangat baik dan menjadi malaikat penolong untukku, dia benar-benar sangat luar biasa karena berkat dia yang baik hati mau memberikan pinjaman troli itu padaku, aku bisa membawa benda berat yang sangat menyusahkan itu.


"Aahh... terimakasih banyak kakak, selain baik kamu juga cantik, terimakasih banyak," ucapku kepadanya sambil segera mengambil benda itu dan membawanya dengan cepat kepada senior Anming saat itu juga.


"Senior..... Senior Anming lihatlah aku bawa apa, tada....haha..lihat baguskan dengan ini kita bisa membawa benda berat itu sekarang," ucapku kepadanya dengan hati yang senang sekali dan terus menampakkan senyum yang lebar kepadanya.


Senior Anming juga terlihat tersenyum lebar dia terlihat sangat ceria, dia senang sekali karena aku bisa membawa benda tersebut sehingga dia juga tidak perlu kesulitan memikirkan cara lain lagi dan kami sudah bisa membawanya dengan cepat.


"Wahhh .....keren sekali ini hebat, bagaimana bisa kau menemukan troli semacam ini?" Tanya senior Anming kepadaku dengan memegangi trolinya terus menerus saat itu.


"Haha..tentu saja aku kan luar biasa, tidak sepertimu yang memikirkan hanya dengan diam termenung tidak jelas saja," balasku sengaja menyinggung dia saat itu.


Habisnya dia sendiri sih yang tidak memiliki pemikiran benar, bagaimana mungkin dia bisa melupakan hal sepenting ini dan malah meminta bantuan dariku, sekalipun yang lain sibuk tapi setidaknya dia kan juga bisa meminta bantuan dari temannya yang di luar labolatorium itu sendiri, namun entah kenapa dia malah memilih aku, itu sangat menjengkelkan untukku, ditambah tadi aku habis saja terkena cekaman dari profesor Ling yang membuat aku naik pitam dan emosi dengan amat sangat kepadanya saat itu.


"Ehehe...maafkan aku Zhan Tao kau ini sensitif sekali sih, aku kan lupa bagaimana pun aku manusia biasa aku tetap bisa lupa, sudahlah lagian sekarang semuanya sudah bisa di selesaikan, ayo cepat kita bawa benda ini ke labolatorium sebelum profesor Ling akan membentak aku ataupun memarahiku karena terlalu lama berada di luar seperti ini," balas dia kepadaku.


Aku tetap agak kesal meski dia sudah cengengesan meminta maaf seperti itu kepadaku, aku dengan cepat segera membantu dia menaikkan benda itu ke atas troli di bantu dengan dia penjaga yang ada disana dan senior Anming segera menariknya dari depan sedangkan aku mendorongnya dari samping saat itu.


Aku terus saja mendoronganya dengan cepat sampai kami benar-benar tiba di labolatorium dan senior Anming segera meminta bantuan teman-teman yang lain untuk memindahkannya ke ruang praktek saat itu.


Aku juga masih harus menyimpan troli itu agar nanti bisa di kembalikan sekalian dengan selesainya profesor Ling menggunakan benda tersebut saat itu, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan dengan benda tersebut tapi yang aku tahu saat itu dia hanya pergi ke ruangan praktek bersama dengan senior Sisi juga dengan senior Feng dan beberapa orang lainnya saat itu.


Aku juga tidak pernah di ijinkan untuk masuk ke dalam ruangan itu karena profesor Ling selalu mengatakan bahwa aku bukan bagian dari orang-orang yang akan melakukan percobaan dalam projects yang dia rancang saat ini untuk menciptakan sebuah alat yang bisa menyembuhkan penyakit stroke ringan hingga tingkat tertinggi.


Ya aku juga paham mungkin karena aku masih duduk di tingkat S1, sedangkan senior yang lain semuanya adalah mahasiswa S2 dan S3 yang sangat berprestasi di kelas dan di jurusannya saat itu, mereka adalah orang-orang yang sudah terkenal dalam kepandaiannya di bidang akademik maupun non akademik, sangat berbeda jauh denganku yang hanya mendapatkan keberuntungan untuk lulus dalam testing di universitas tersebut dan tetap harus membayar semua biaya disana dengan penuh, terkadang aku juga merasa tidak enak dan minder sekali ketika harus berinteraksi dengan orang-orang hebat seperti mereka ini, karena aku tahu bahwa prestasi mereka semua tidak perlu di pertanyakan lagi sedangkan aku sama sekali tidak memiliki prestasi apapun saat itu, bahkan saat itu saja ketika hendak membantu senior Anming untuk sekalian mendorong benda tersebut ke dalam ruangan praktek justru profesor Ling langsung saja menahan tanganku dengan cepat.


"Berhenti....apa kau tidak ingat, kau hanya diijinkan untuk masuk ke dalam ruanganku tidak dengan semua ruangan praktek yang ada disini, di dalam sana banyak benda yang tidak bisa kau pegang, orang ceroboh sepertimu tidak pantas masuk ke sana, pergi kembali ke mejamu sana!" Ujar profesor Ling berbicara sinis seperti itu kepadaku di hadapan banyak sekali orang saat itu.


Aku benar-benar merasa sangat malu karenanya, sebab mau bagaimana pun aku juga sadar diri hanya saja ketika di bicarakan seperti itu di hadapan banyak orang aku tetap merasa minder dan malu sekali saat itu.


"Ba..baiklah aku, aku akan segera kembali." Balasku kepadanya dengan cepat dan segera pergi dari sana.


Aku mundur menjauh dari mereka dan profesor Ling terus saja melewati aku begitu saja, dia masuk ke dalam tanpa basa basi lagi dan terus melewatiku sambil terdengar berdecak keras padaku saat itu, jujur saja aku sakit hati dengannya kali ini tapi itu tetap saja tidak mengurangi rasa sayangku kepadanya.


Aku hanya bisa menghindarinya dan berusaha menahan rasa sakit itu sendirian, aku kembali duduk di mejaku seorang diri karena hampir semua senior sibuk dengan projects mereka, dan sibuk dengan tugasnya masing-masing yang sudah di berikan oleh profesor Ling sebelumnya.


Aku bingung karena tidak ada yang bisa aku kerjakan sehingga aku lebih memilih untuk membersihkan semua isi ruangan tersebut, aku pergi mengambil alat pembersih dan terus saja membersihkannya seorang diri, melakukan pekerjaan yang seharusnya hanya dilakukan oleh pihak pembersihan khusus yang di pekerjakan untuk membersihkan wilayah laboratorium tersebut dari pihak kampus, tapi sekarang justru malah aku yang harus mengerjakannya sendiri.


Aku tidak masalah daripada aku hanya diam saja dan malah terpikirkan mengenai kejadian menyakitkan barusan, lebih baik aku gunakan energi di tubuhku untuk bekerja dengan giat membersihkan apapun yang ada disana dan mengerjakan pekerjaan yang bisa aku lakukan sendiri terus saja aku mengepel lantainya dengan bersenandung ria hingga semuanya sudah terlihat kinclong dan bersih berniat.


Barulah setelah itu aku bisa merasakan lega, meski pinggangku terasa sakit dan tanganku juga pegal karenanya.


"Aahh.. akhirnya selesai juga, senang sekali bisa menyelesaikan semuanya seperti ini," ucapku sambil terus saja mengembalikan alat pembersih itu kembali pada tempatnya.


Aku kembali duduk di depan mejaku dan mulai membuat catatan yang sudah di berikan oleh senior Feng kepadaku sebelumnya karena rupanya ada tempelan koreksi di samping komputerku, dimana itu dari senior Feng mengenai data yang aku riset sebelumnya, tapi untungnya senior Feng tetap memuji aku dalam surat koreksi yang dia berikan padaku saat itu, jadi walaupun mendapatkan koreksi darinya aku tetap merasa senang.


"Zhan Tao kau hebat sekali bisa menyelesaikannya hanya dalam sehari saja, tapi kamu lain kali harus lebih teliti ya, ada beberapa data yang mungkin tidak sengaja kamu lewatkan, tapi itu tidak banyak kok, aku sudah memperbaikinya, ada diantaranya data yang salah kamu tempatkan, kamu pelajari lagi cara mengaturnya dengan benar agar kami lebih ahli, terimakasih sudah membantuku Zhan Tao." Isi surat koreksi dari senior Feng kepadaku, diakhiri dengan sebuah emoticon senyum dengan sebelah mata mengedip seperti wink.


"Ehehe... senior Feng kau ini ada-ada saja," ucapku sambil segera saja mengerjakan apa yang di sebutkan oleh senior Feng dalam catatannya.


Sudah beberapa jam berlari sejak aku menyelesaikan pekerjaanku membersihkan tempat disana saat itu, bahkan sekarang aku sudah berhasil menyelesaikan riset data yang di katakan oleh senior Feng saat itu, tapi profesor Ling sama sekali belum keluar dari ruangan praktek tersebut, padahal saat itu bener senior lain sudah keluar dari sana, bahkan kini senior Anming dan Feng juga sudah keluar dari sana juga.


Bahkan disaat aku menanyakan kepada senior Anming tentang profesor Ling yang belum juga keluar dari sana, mereka sendiri malah menaikkan kedua bahunya begitu saja, yang menandakan bahwa mereka juga tidak tahu apapun.


Sampai waktu pulang sudah tiba, dan seharusnya kami semua harus segera pergi untuk memulai kelas kami masing-masing saat itu, begitu juga denganku karena, waktu kuliahku sudah tiba jadi aku harus segera pergi dari sana.


"Aahh.. senior aku harus segera pergi sekarang, karena jadwal mgampusku sebentar lagi tiba, aku duluan ya, nanti setelah selesai kelas aku kembali lagi kemari, dahh," ucapku sambil melambaikan tangan pada senior Anming juga pada senior Feng saat itu.


"Oke ... hati-hati Zhan Tao jangan sampai kau berlari kencang nanti kau jatuh!" Teriak senior Anming kepadaku.


Aku hanya mengangguk kepadanya sambil tersenyum saja saat itu.


Aku pergi ke kelasku dan bertemu dengan Xinxin, kami segera memulai kelas seperti biasanya dengan hati yang tidak tahu memiliki mood bagus atau tidak sama sekali, yang pasti aku sendiri hanya masuk karena absen saja, aku tidak ingin di cap sebagai mahasiswa yang buruk ataupun mahasiswa yang sering bolos di kelas, jadi meski aku tidak sudah dengan pembelajarannya, atau tidak menyukai dosennya aku tetap saja akan masuk ke dalam kelas, kecuali jika aku sakit, baru aku akan ijin.


Aku sadar aku tidak pantai aku hanya mahasiswa yang biasa-biasa saja, jadi jika aku tidak pintar setidaknya aku harus rajin masuk ke semua kelas, dengan begitu baru saja aku bisa bersaing dan tidak tertinggal dengan yang lainnya, bagitu pula dengan Xinxin aku dan dia memang sama-sama memiliki otak yang pas-pasan selama ini jadi kami selalu saling melengkapi satu sama lain selama ini.


Seperti saat ini dimana dosen di depan adalah guru besar dari profesor Ling sebelumnya yang tidak lain adalah profesor Lu Dai, dia memiliki pengajaran yang sangat ketat dan begitu di siplin dalam kelasnya, bahkan tidak ada satu pun orang yang berani berbicara ketika kelasnya tengah berlangsung, namun untungnya saat ini dia sudah tidak mengajar secara full lagi, sebab usianya yang sudah masuk ke dalam masa pensiun, kali ini dia datang ke kelasku hanya sebagai motivator saja dan mengisi kelas setelah mata pembelajaran selesai.


Dia memberikan banyak sekali pembelajaran untukku dia adalah oleh hebat kedua yang pernah aku lihat setelah profesor Ling yang ternyata dia juga adalah guru profesor Ling sebelumnya, ketika sang profesor Ling masih duduk sebagai mahasiswa teladan di kampus ini dan menuntut ilmu tanpa henti.


Bahkan profesor legenda ini terus saja membicarakan mengenai kehebatan profesor Ling, aku tidak bisa mengabaikan dirimu sendiri saat ini, dan perasaan di dalam hatiku justru semakin berkembang tatkala mendengar semua kehebatan profesor Ling dari gurunya secara langsung seperti ini.


"Ohhh... astaga Xinxin aku benar-benar tidak salah dalam memilih pasangan dia sangat luar biasa bukan?" Ucapku kepada Xinxin sambil menyenggol bahunya.


"Aishh...ada apa denganmu? Hei sadarlah ayo cepat sadar, dia bahkan belum menjadi pacarmu, bagaimana bisa kau mengatakan dia pasanganmu, dasar kau tukang halu!" Ucap Xinxin kepadaku.


Aku pun hanya bisa cemberut merasa kesal karena dia tidak mendukung kehaluanku saat ini, padahal aku sangat ingin di dukung oleh temanku yang satu ini seperti sebelumnya tapi sayangnya dia malah memperlakukan aku seperti ini sekarang.


"Aishh...kau ini apa tidak bisa ya, kamu mendukung kebahagiaan aku, ya walaupun aku tahu profesor Ling belum menjadi pasanganku, tapi kan setidaknya aku tengah berjuang sekarang, kau bantu doakan saja lah," ucapku membalas Xinxin saat itu.


"Hah.... terserah kau saja deh, kamu hanya bisa menghalu saja selama kamu belum mendapatkan dia, aku dong sudah pasti dengan kekasihku aku bahkan sudah janjian dengannya untuk makan malam bersama dia nanti," ucap Xinxin yang hanya bisa membuat aku iri terus menerus dalam setiap waktu.


Aku benar-benar sangat kesal mendengar ucapannya dan dengan cepat langsung saja aku menjauhi dia dan segera saja menatapnya dengan sinis karena aku sangat iri sekali kepadanya, dia jelas sudah memiliki pasangan yang selalu ada untuk dia setiap kali dia membutuhkannya, sedangkan aku jangankan pasangan aku merasa keluarga aku sendiri tidak memperdulikan aku, ayah sudah tidak menelpon aku lagi dan aku masih saja berpikiran positif bahwa mungkin saja ayah sibuk dengan pekerjaannya saat ini.


Namun tetap saja, aku terus merasa cemas dan merindukan sosok ayah, hanya dia satu-satunya pria yang ada di hatiku dan tidak akan pernah memudar cintaku kepada ayah.


Meski aku tahu bahwa ayah telah membawa pulang wanita seperti bibi yang begitu pelit dalam masalah pengeluaran ku selama ini, tetapi setidaknya ayah bahagia, itu sudah membuat aku senang juga.


Sampai kelas selesai segera saja aku bubar, tadinya aku ingin mengajak Xinxin untuk makan dahulu denganku ke kantin namun sayangnya sama seperti yang kita semua ketahui bahwa Xinxin sudah memiliki janji dengan sang kekasih pujaan hatinya yang sangat dia dambakan dan dia puji-puji terus di hadapanku selama ini.


Jadi dia menolak ajakan dari begitu saja tanpa pikir panjang lagi.


"Xinxin ayo ke kantin hari ini ada menu ati ampela, bukan kah itu kesukaanmu, ayo cepat sebelum kita kehabisan," ajak sambil menarik tangannya dengan cepat.


Tapi sayangnya justru dia mah menolak aku dan melepaskan tanganku dengan perlahan.


"Ehehe...maafkan aku Zhan Tao tapi kau sendiri tahu bukan kalau aku sudah memiliki janji dengan seseorang yang sangat spesial di dalam hidupku, sekaligus masa depanku yang cerah, jadi aku tidak bisa pergi bersamamu, maafkan aku ya. Bye....bye." ucap dia begitu saja pergi langsung menghindari aku dengan cepat saat itu juga.


Aku merasa sangat kesal dan terus saja mengerutkan kedua alisku dengan di tekuk begitu kuat, rasanya aku ingin benar-benar menghajar Xinxin saat ini, dia benar-benar sangat sibuk sekali dengan kekasihnya hampir setiap hari.


"Hei....beraninya kau terus memamerkan kemesraan dan kebaikan pacarmu padaku! Awas saja kau aku akan membalasmu nanti Xinxin!" Teriakku kepadanya dengan sangat keras sekali.


Aku bahkan sampai kehabisan nafasku sendiri karena berteriak sangat kencang kepadanya dan cukup panjang saat itu, yang pada akhirnya membuat aku terengah-engah pada akhirnya aku sendiri yang merasa lelah dan merasakan tenggorokan menjadi kering saat itu sampai membuat aku kesulitan untuk menelan salivaku sendiri saat itu.


"Huuuhhh...sabar...sabar.... sebentar lagi aku juga akan memiliki pacar." Ucapku menenangkan diri sendiri saat itu.