Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Diajarkan Profesor Ling



"Untuk apa buku ini?" Tanyaku balik kepadanya.


"Untuk kau mengisi ilmu di dalam otakmu yang kosong itu, sudah cepat ambil dan keluar dari ruanganku." Balas dia kepadaku saat itu.


Aku mengambilnya dengan segera dan langsung saja aku pergi keluar dari ruangannya, ku bawa buku yang dia berikan hingga duduk di mejaku sendiri, aku mulai membuka buku itu dan membaca isinya yang sama sekali tidak ada satu tulisan pun yang bisa di mengerti olehku, semua tulisan di dalamnya bahasa Inggris sedangkan aku sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris, aku lantas terus terperangah sangat lebar dan hanya bisa mengeluh seorang diri saat itu.


"Hah? Apa profesor benar-benar mau memberikan aku pelajaran berharga atau dia mau menghukum aku dengan mental otakku yang tidak seberapa ini? Huaaa...kalau pelajarannya seperti ini, aku lebih baik terkena hukuman saja oleh profesor Ling atau membersihkan seluruh laboratorium pun aku sanggup daripada harus membaca dan mempelajari isi di dalam buku yang sangat menyebalkan ini." Gerutuku sambil terus saja mengeluh tanpa henti saat itu.


Sedangkan disisi lain senior Feng dan senior Anming sudah mau pulang karena hari juga sudah sangat larut, aku masih belum menyelesaikan sedikit pun pekerjaanku saat itu, dan aku harus menghubungi Jingmi karena tidak bisa mengantarkan dia pulang.


Saat aku baru saja selesai menelpon Jingmi tiba-tiba saja di belakangku sudah ada profesor Ling dan dia berdiri tengah menatap layar komputerku saat itu.


Aku sangat gugup dan kaget karena aku tahu kalau aku sama sekali belum mengerjakan tugas yang dia berikan kepada aku sebelumnya.


Dengan cepat aku segera menghalangi pandangan profesor Ling pada komputernya di meja kerjaku saat itu, aku menutupinya dengan tubuhku dan aku langsung menghadap sambil duduk sedikit pada meja ku.


"Ehh... profesor Ling sedang apa kau kemari?" Tanyaku kepadanya saat itu.


Profesor Ling menatap dengan wajah yang sangat serius padaku dan dia terlihat begitu mencurigai aku dengan kedua alisnya yang dia kerutkan dengan kuat kepadaku.


"Hei...kenapa kau malah menghalangi layar komputernya? Minggir aku mau memeriksa hasil kerjamu itu." Ucap profesor Ling padaku.


Aku benar-benar merasa sangat gugup dan takut, aku sama sekali tidak tahu harus melakukan apa dan aku segera saja beralasan padanya, berharap dia bisa mempercayai apa yang aku katakan, namun sayangnya profesor Ling tetap saja tidak mempercayai aku dan dia terus mendorong tubuhku ke samping hingga dia benar-benar bisa melihat hasil kerjaku yang hanya baru sedikit saja saat itu.


"AA...ahh...aku, aku masih mengerjakannya profesor Ling, jadi sebaiknya kau lihat saja besok bukankah aku masih akan lembur hari ini, jadi aku masih punya banyak waktu bukan, biarkan aku menyelesaikan semuanya dahulu, baru kau bisa memeriksa dengan leluasa nanti." Balasku beralasan kepadanya.


"Sudahlah....minggir kau!" Ucap dia kepadaku.


"Astaga...gawat jika dia mengetahui semuanya...aaahhh...matilah aku bagaimana ini." Batinku terus merasa cemas dan menggigit jari tanganku sendiri saat melihat profesor Ling yang mulai memeriksa hasil kerjaku lalu tidak lama dia mulai menoleh ke arahku dan aku hanya bisa tersenyum kecil merasa takut dengannya.


"Ehehe....maafkan aku, tapi semuanya sangat sulit dan hanya sedikit saja yang baru bisa aku kerjakan, tapi aku akan bekerja lebih keras lagi agar bisa menyelesaikan semuanya." Balasku kepada dia saat itu.


Aku masih merasa heran tapi profesor Ling malah langsung menarik tanganku dan mendudukkan aku dengan paksa saat itu, kemudian dia juga mulai menari kursi milik senior Anming yang ada di sampingku dia mulai menyuruh aku untuk memperhatikan apa yang akan dia ajarkan kepadaku saat itu.


"Lihat kemari baik-baik, kau harus mengingat dengan jelas apa yang akan aku sampaikan saat ini." Ucapnya kepadaku dan segera aku balas dengan anggukkan.


Aku benar-benar merasa sangat gugup terlebih jantungnya yang berdebar sangat kencang ketika jarak antara aku dan profesor Ling bisa sedekat ini, terlebih wajahnya dan wajahku hampir menempel saat itu, aku bahkan kesulitan untuk menggerakkan kepalaku sendiri, rasanya ada bom waktu di dalam tubuhku yang bisa meledak kapan saja saat itu, sehingga aku tidak bisa jika harus terus berada dalam keadaan seperti ini.


Bukannya mendengarkan apa yang dia ajarkan kepadaku aku justru malah terus memandangi wajahnya dari dekat lewat ujung mataku saat itu dan terus merasa gugup sendiri.


"Pro... profesor Ling bisakah kau mengajariku dengan jarak yang sedikit jauh, aku tidak bisa fokus mendengarkan penjelasan darimu jika kau sedekat ini denganku." Ucapku memberanikan diri untuk berbicara kepadanya secara langsung.


Disisi lain profesor Ling sendiri ingin tertawa ketika mendengar ucapan dari Zhan Tao, namun dia menahannya dengan kuat dan terus saja menutup mulutnya dengan sebelah tangan lalu mulai menuruti apa yang di inginkan oleh Zhan Tao saat itu.


"Ohh .....baiklah, kau bisa melakukannya sekarang, aku lakukan sebagaimana kau bisa meriset datanya nanti akan ku beritahu cara apa yang benar dan dimana yang salahnya." Balas dia kepadaku.


Aku hanya bisa membalasnya dengan anggukan karena masih merasa gugup sekali, segera ku pegang papan ketik dan mulai melakukannya hingga profesor Ling perlahan mulai mengajarkan aku dengan penuh ketelitian dan kesabaran, dia mengatakan aku dalam banyak hal yang sebenarnya tidak pernah aku mengerti, bahkan tidak pernah aku lakukan sebelumnya, dia juga cukup sabar dalam menghadapi aku yang sulit sekali mengingat bener rumus dari yang dia berikan.


Lama kelamaan aku semakin fokus dan merasa asik ketika di ajarkan oleh profesor Ling, hingga aku lupa dengan rasa gugup dan rasa sukaku terhadapnya, yang ada saat ini hanya perasaan antusias untuk mempelajari semua hal baru yang bisa aku lakukan dalam meriset data maupun melakukan hal yang lainnya.


Termasuk belajar untuk membuat karya ilmiah dan merevisi beberapa proposal yang ada disana, dia ternyata sudah mempersiapkan banyak hal layaknya guru di sekolah, hanya saja dia hanya mengajari aku seorang, sebab sebelumnya dia sama sekali tidak pernah melakukan hal seperti ini kepada orang lain, dan aku adalah yang pertama baginya.


Rasanya sangat senang sekali ketika sudah bisa mengerjakan sesuatu hal yang sebelumnya dirasa sangat mustahil untuk kita kerjakan, namun setelah di berikan rumus-rumusnya dan diajarkan dengan sabar oleh orang yang benar-benar ahli, akhirnya aku bisa memahami hal itu dalam waktu yang lebih singkat di bandingkan orang pada umumnya.


Hal seperti itu merupakan sebuah pencapaian yang sangat bagus untukku, setidaknya mulai sekarang aku sudah bisa lebih banyak membantu lagi untuk laboratorium ini juga, termasuk untuk masa depanku nantinya, semakin aku belajar dengan fokus semakin cepat juga aku menyelesaikan tugas yang di berikan oleh profesor Ling saat itu.


Namun lama kelamaan aku juga bisa lelah dan mengantuk hingga aku sudah menguap beberapa kali saat itu dan mataku sudah hampir akan menutup, namun aku terus berusaha untuk terjaga, karena aku pikir tidak akan ada kesempatan lainnya lagi untuk aku bisa mengerjakan hal seperti ini dengan profesor Ling yang biasanya selalu sibuk.


"Pak....pak...pak...aaaahh...aku tidak boleh mengantuk, tidak boleh." ucapku sambil terus menepuk kedua pipiku dengan pelan saat itu.


Sedangkan profesor Ling sebelumnya pergi sejenak ke dapur, entah dia mau mengambil apa tapi meski aku sudah menepuk-nepuk pelan kedua pipiku beberapa kali, tetap saja aku mengantuk dan tidak bisa menahannya lagi hingga aku langsung saja menjatuhkan kepalaku ke atas meja dan menutup mataku dengan begitu lelap sekaligus.