
Aku hanya bisa menuruti ucapan dari Xinxin meski sebenarnya saat itu aku sangat kesal sekali, dan tentu saja aku tidak terima di perlakukan seperti itu oleh pria sombong seperti si Mark sialan itu dan meski pria sombong itu sudah pergi dari sana tetapi emosi di dalam diriku tetap saja tidak bisa mereda dengan mudah.
"Si Mark sialan itu, awas saja jika aku bertemu lagi dengannya, akan aku pastikan untuk menghajar dia dengan sekuat tenagaku nanti, aahhh aku berjanji dengan diriku sendiri untuk melakukan hal itu padanya nanti, aku sangat membencinya huhu" gerutuku terus saja melampiaskan emosi dalam diriku.
"Ayolah Zhan Tao sabar ..sabar... Tahan dirimu sendiri jangan sampai kau terlihat seperti ini di penuhi dengan emosi itu akan membuat setiap pria takut kepadamu, kau harus lemah lembut dan menjadi wanita baik sama seperti Zhan Tao yang aku kenal" ucap Xinxin kepadaku.
Aku berusaha untuk menenangkan diriku sendiri dengan mencoba menarik nafas dan membuangnya perlahan, aku terus saja mengatur nafas di dalam diriku semampu yang aku bisa meski rasanya itu begitu sulit tapi aku tetap harus melakukannya agar bisa menjadi lebih baik.
"Huuuhh...haaaahh...huuuuhh...haaahhh...oke...Aku sudah menjadi lebih baik sekarang aaahhh meski aku tidak bisa melupakan pria menyebalkan itu dari kepalaku" gerutuku masih saja mengingat wajah menyebalkannya yang sangat ingin aku pecahkan kepalanya tersebut dengan kedua tanganku secara langsung.
"Benar-benar sangat menjengkelkan rasanya aku ingin sekali untuk menghancurkan kepalanya juga, dia memang terdengar cukup menyebalkan, tetapi Zhan Tao tenang saja masih ada tiga pria lagi yang bisa kamu coba, jadi aku mohon padamu tolong jaga kesabaran di dalam dirimu, sebentar lagi pria ke dua akan tiba dalam sepuluh menit kamu harus merapihkan dirimu dan membuang rasa kesal di dalam hatimu secepatnya" ucap Xinxin kepadaku saat itu.
Aku pun hanya bisa mengangguk dalam menanggapinya dan hanya bisa mengikuti apa yang dia katakan saja saat itu hingga kini Xinxin kembali membantu aku lagi untuk merapihkan pakaian yang aku kenakan dan dia terus saja memudahkan aku untuk mengembalikan mood baik di dalam diriku.
"Ayo semangat Zhan Tao, demi pasangan sejati!" Ucap Xinxin berteriak sambil mengacungkan tangannya ke atas penuh dengan semangat.
Aku pun segera menanggapinya dengan cepat dan mengikuti apa yang dia lakukan barusan, aku ikut untuk menaikkan sebelah tanganku ke atas dan terus menjadi lebih bersemangat lagi untuk lebih baik ke depannya nanti.
"Semangat!" Teriakku sambil menatap dalam pada Xinxin.
Hingga kini sudah waktunya Xinxin untuk pergi karena waktunya sudah tiba dan pria itu sudah akan datang ke tempat ini namun sayangnya Xinxin pergi begitu cepat sehingga aku harus duduk seorang diri disana menunggunya dengan perasaan yang tidak menentu.
Meski sebelumnya aku sangat bersemangat namun kini setelah Xinxin yang menjadi vitamin untukku pergi aku menjadi merasa lemah lagi sekarang.
"Huuuh...kapan pria itu akan tiba, kenapa dia sangat lama sekali Xinxin bilang akan datang beberapa menit lagi, dimana dia batang hidungnya belum kelihatan sama sekali" gerutuku sambil terus saja menatap kesana kemari berusaha untuk mencari keberadaan pria tersebut yang sudah aku lihat wajahnya di ponsel Xinxin saat itu.
Aku menatapnya dengan heran sambil mengerutkan kedua alisku saat itu, aku merasa sangat kebingungan karena pria itu datang mendekati aku sampai duduk begitu saja di depanku sambil terus tersenyum sendiri seperti orang kurang waras.
"Eehhh...maaf kau siapa ya, kenapa kau duduk sembarangan di meja yang di tempati orang lain?" Tanyaku kepadanya.
"Ehehe...itu aku adalah pria yang berkencan denganmu bukankah kamu Zhan Tao sahabat pacar temanku ya?" Balas pria itu yang membuat aku sangat kaget.
Dia langsung saja hendak mengulurkan tangan meminta bersalaman denganku namun sebelum itu dia justru malah menjilati telapak tangannya yang membuat aku sangat jijik dan langsung saja aku berteriak tidak bisa menahan rasa mual melihat pria itu menjilat tangannya lalu membenarkan posisi rambutnya juga berniat untuk bersalaman denganku.
"Aaarrkkkkk...menjijikan minggir kau menyingkir dariku, aku tidak ingin dengan pria menjijikan sepertimu, pergi kau eughh..pergi sana!" Teriakku sangat kencang dan membentak dia sambil sekaligus mengusirnya saat itu juga.
Namun pria itu dengan beraninya malah mengatai aku dengan keras padahal dia yang benar-benar berperilaku sangat menjijikan di hadapanku sehingga tentu saja membuat aku semakin kesal di buatnya di tambah sebelumnya aku memang sudah kesal dan emosi oleh teman kencan buta ku yang pertama yang masih membekas di dalam hatiku hingga saat ini.
"CK...kau wanita tidak cantik sama sekali beraninya kau mengusirku, dasar wanita stress, pantas tidak ada pria yang mau denganmu huh!" Ucap pria itu kembali sangat membuat aku emosi di buatnya.
"Aish...beraninya kau dasar idiot, pergi sana kau! Pergi atau aku akan melemparkan kursi ini kepada wajahmu yang menyebalkan itu!" Bentakku samb segera mengangkat kursi yang sebelumnya aku duduki.
Hingga pria itu segera pergi dari hadapanku dan Xinxin langsung datang menghampiri aku sambil mengambil kursi yang sudah aku angkat saat itu, dia langsung menenangkan aku dan terus membantuku untuk kembali duduk dan meredakan emosiku lagi sama seperti yang sebelumnya dia lakukan untuk menenangkan aku saat itu.
"Ya ampun Zhan Tao apa yang kamu lakukan, sudah sabar...tenang dong jangan begini, aahhh kenapa kau malah mengangkat kursi begitu" ucap Xinxin yang tidak tahu apapun sama sekali.
Aku langsung menatap ke arah Xinxin dengan emosi yang masih saja menggebu di dalam diriku, aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi kepadaku untuk ke tiga kalinya karena dia pria yang sudah aku temui keduanya sangat buruk dan hanya membuat aku emosi saja setiap saat, sehingga aku keceplosan bicara sedikit meninggikan suara kepada Xinxin saat itu, saking kesalnya.
"Xinxin kau tidak tahu apa yang pria idiot itu lakukan kepadaku, apa kau tahu hah? Dia mengatai aku wanita stress dan dia bahkan menjilat telapak tangannya untuk merapihkan rambut dia yang sedikit berantakan saat itu di tambah dia mau bersalaman denganku menggunakan tangannya yang menjijikan itu, apa kau pikir aku harus menerimanya, aishhh...tentu saja aku sangat jijik dan langsung saja mengusir dia tapi dia tetap tidak pergi, jadi terpaksa aku harus mengangkat kursi ini untuk mengusirnya lebih cepat" balasku kepada Xinxin memberitahu dia semuanya agar dia mengerti.