Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Membawa Zhan Tao Pergi



Profesor Ling terus saja menggerutu sangat kencang dan wajahnya terus mengkerut menatap penuh kecemburuan kepada Zhan Tao, dia sangat tidak terima saat melihat Jingmi berpegangan dengan Zhan Tao dan mereka terus saja berteriak gembira menaiki wahana itu tanpa dirinya, hingga permainan berakhir dan dia berhadapan dengan Jingmi, langsung saja profesor Ling melepaskan pegangan tangan Zhan Tao dengan Jingmi secepatnya.


"Minggir kau, kalian berdua ini masih juga S1 sudah sedekat itu, apa kalian kekasih?" Ucap profesor Ling yang nampak aneh dengan sikapnya tersebut.


Aku menatap mengerutkan kedua alisku cukup kuat saking herannya dengan apa yang dilakukan oleh profesor Ling, begitu pula dengan Jingmi dia yang tersingkir ke samping langsung saja membentak profesor Ling lagi dengan lebih keras dibandingkan sebelumnya.


"Profesor, apa yang anda lakukan, lepaskan Zhan Tao, dia kemari denganku, dan sudah sewajarnya kita berpegangan tangan, kita teman dan selalu bersama kemana-mana, apa masalahnya denganmu?" Ujar Jingmi dengan sorot mata yang tajam pada profesor Ling.


Aku juga segera menanggapi mereka berdua karena kelihatannya suasana sudah tidak baik-baik saja, kedua pria itu terlihat akan bertengkar dan aku tidak ingin semua itu sampai terjadi di tempat umum seperti ini.


"Ayolah Jingmi, jangan begitu dan profesor Ling tolong lepaskan tanganku, kita tidak sedang ingin menyebrang jalanan, tadi Jingmi menggandengku karena aku kesulitan keluar dari area wahana yang banyak sekali salju di jalannya, sekarang aku sudah bisa jalan sendiri." Balasku kepadanya saat itu.


Tapi bukannya melepaskan tanganku dengan segera, profesor Ling justru malah memberikan tatapan tajam kepadaku seakan dia tidak senang dengan ucapan yang baru saja aku lontarkan kepadanya.


"Eehh..kenapa dia menatapku begitu? Apa dia sedang marah? Tapi untuk apa?" Batinku terus memikirkan dengan penuh keheranan.


Kemudian profesor Ling langsung kembali saling tatap dengan Jingmi dan suasana diantara mereka begitu pekat, aku takut mereka benar-benar akan bertengkar, namun untungnya tidak lama saat Jingmi hendak mengeluarkan suara ponselnya berdering sehingga dia langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Aishh..sial, Zhan Tao tunggulah disini, jangan pergi kemanapun." Ucap Jingmi yang langsung aku berikan anggukkan.


Dia kemudian berjalan beberapa langkah dari tempatku berdiri saat itu dan segera membalas panggilan telpon yang masuk, sedangkan profesor Ling malah menarik tanganku dan membawa aku pergi dari sana meninggalkan Jingmi tanpa pamit, aku juga tidak bisa berteriak memanggil Jingmi karena suaraku tidak akan terdengar olehnya, terlalu banyak orang dengan suara berisik dari wahana yang ada di sekitar sana.


"Ayo pergi." Ajak profesor Ling yang langsung menarik tanganku begitu saja.


"Eehh .. profesor Ling kita mau kemana, Jingmi... profesor kita tidak boleh meninggalkan Jingmi dia akan mencemaskan aku karena aku pergi begitu saja." Ucapku kepadanya.


Tapi semua ucapanku barusan sama sekali tidak di balas ataupun di gubris olehnya, profesor Ling malah terus menarik tanganku dan membawa aku ke tempat yang sangat jauh tepat di depan sebuah wahana rumah hantu yang berjarak sekitar lima sampai sepuluh meter dari tempat wahana sebelumnya berada.


Memang tidak terlalu jauh tetapi karena banyak sekali pengunjung di taman bermain ini sehingga akan sulit untuk mencari seseorang jika kita terpisah seperti ini.


Aku terus saja tidak bisa merasa tenang dan menatap ke segala arah untuk mencari keberadaan Jingmi.


Segera saja aku tarik tanganku dengan kuat dan menghempaskan tangan dia yang menggenggam aku saat itu.


"Lepaskan!" Ucapku dengan kencang dan menatap dia dengan lekat.


"Apa kau berani denganku?" Balas profesor Ling kepadaku saat itu.


"Profesor dengarkan ini baik-baik, aku memang menghormati dirimu, aku sangat menyukai dirimu dan begitu kagum denganmu, tapi satu yang harus kau tahu. Jingmi adalah sahabat terbaikku, dia orang yang rela mengorbankan waktu dan segalanya hanya untuk menemani diriku, membawakan payung saat hujan tiba, memberikan aku sarapan dan membawakan buku untukku, dia bahkan mengusap air mataku saat kau menyakitiku, aku tidak bisa meninggalkan dia seperti itu, kau akan membuat Jingmi kebingungan dan dia akan terus mencari keberadaan diriku, aku akan mencarinya, sebaiknya kau pergi bermain-main sendiri saja, permisi." Ucapku dengan tegas kepadanya dan segera pergi secepatnya.


Aku benar-benar marah kepada profesor Ling saat itu, bagaimana aku tidak marah? Dia membuat aku terpisah dengan Jingmi orang yang selalu ada di sampingku dan sangat baik padaku selama ini, aku tidak bisa bermain tanpa dirinya, mana mungkin aku asik bermain dengan profesor Ling sementara Jingmi sibuk kebingungan mencari keberadaan aku di luar sana.


"Profesor Ling benar-benar keterlaluan!" Gerutuku selama di perjalanan.


Aku terus berteriak beberapa kali memanggil nama Jingmi, berharap dia bisa mendengarkan teriakkanku saat itu, di tengah keramaian dan luasnya taman bermain yang besar, aku terus berjalan kesana kemari mencari keberadaan dia saat itu.


Sedangkan disisi lain profesor Ling terlihat sangat marah dan kesal, dia bahkan menendang tiang penyanggah dari besi yang ada di sekitar sana sampai membuat kakinya sakit sendiri akibat ulah konyolnya itu.


"Aishh...sial, kenapa dia lebih memperdulikan anak ingusan itu, dia bilang menyukai aku, mengagumi aku, kenapa dia membelanya dan lebih senang meninggalkan aku di bandingkan meninggalkan bocah itu." Gerutu profesor Ling merasa tidak terima.


Dia pun langsung saja bergegas pergi dari taman bermain, masih dengan wajah masam dan penuh kekesalan terhadap Zhan Tao, padahal saat itu dia rela membatalkan jadwal penelitian yang harusnya dia lakukan bersama senior Anming hari ini, namun yang dia dapatkan justru malah hal tidak menyenangkan seperti ini, sehingga wajar saja jika profesor Ling terlihat mudah marah dan terus menggerutu sepanjang perjalanan pulang.


Disisi lain aku yang masih mencari keberadaan Jingmi sudah mulai lelah dan merasa putus asa karena ini sudah berlalu selama satu jam lebih tapi aku tidak kunjung menemukannya, bahkan aku sudah bulak balik beberapa kali ke tempat dimana Jingmi mengangkat panggilan telponnya saat itu, tapi tetap tidak bisa menemukan keberadaan dia disana.


Hingga sebuah pengumuman di pengeras suara terdengar begitu nyaring dan semua orang seakan berhenti bicara untuk mendengarkan pengumuman di dalam pengeras tersebut, aku mengenali suaranya itu adalah suara Jingmi dan dia mencariku juga.


"Dimanapun kamu berada aku akan terus mencarimu, Zhan Tao tolong datanglah ke tempat pengumuman, aku menunggumu, tolong kembali aku sangat mencemaskanmu." Suara dari pengeras suara yang membuat aku membelalakkan mata sangat lebar.


Rasa senang dan haru menerpa diriku, aku tidak bisa menunggu lagi, segera saja aku berlari menuju pusat suara tersebut hingga aku sampai di satu tempat kecil yang berukuran sekitar 5x5 meter itu berada di pojok bagian taman bermain.